Bab 4. ketakutan Yanto

Kriiiik.

Kriiiiik.

Suara hewan malam memenuhi keheningan sehingga siapa saja yang melihat atau mendengar mereka akan merasa merinding, malam ini para warga memang menunggu di pos ronda karena memang itu sudah menjadi kebiasaan dan mereka akan secara bergantian untuk menunggu pos tersebut, kadang ada yang membawa makanan juga untuk camilan mereka di sana.

Kebetulan pos ronda tidak seberapa jauh dari rumah pembantaian itu sehingga mereka bila melihat rumah tersebut maka akan berbisik dan mengatakan betapa malam keluarga Sayuti saat itu, ketika malam pembantaian terjadi mereka juga sama sekali tidak ada yang mendengar bagaimana kejadian itu berlangsung di sana sehingga menewaskan seluruh keluarga.

Sayuti memang agak tertutup namun setidaknya mereka bila mendengar suara itu maka pasti akan datang untuk memberikan bantuan, tapi ini memang tidak ada yang mendengar sama sekali dari dalam rumah ujung tersebut, bahkan jerit pekik tidak ada yang keluar dari mulut mereka semua sehingga para warga merasa ikut heran juga.

Ini malah akan menjadi pembicaraan hangat karena mereka jelas merasakan takut bila nanti Sayuti akan muncul kembali, sebab mereka sudah sangat yakin bahwa nanti keluarga itu pasti akan datang menghantui beberapa tetangga yang kebetulan rumah mereka sangat dekat dengan Sayuti, Yanto adalah rumah yang paling dekat di sana dan dia sudah merasakan kecemasan tersendiri.

Belum lagi nanti para warga yang kebetulan lewat untuk berjaga malam di kebun milik mereka maka pasti tidak akan sanggup melewati rumah Sayuti, namun jalan ke Sawahan yang ada di bagian itu saja yang paling dekat sehingga mereka mau tidak mau harus lewat jalan itu juga agar bisa segera mencapai sawah.

Sudah pasti hati mereka semua sangat dilema karena kebingungan untuk mencari jalan ke sana, mental yang mereka miliki harus kuat dan tidak boleh lemah, terlebih lagi sampai saat ini mereka juga belum pernah melihat keberadaan arwah Sayuti sekeluarga sehingga itu semua masih menjadi ketakutan yang tidak beralasan.

"Kan belum ada bukti bahwa keluarga mereka akan menjadi hantu, Yan." Davin menatap Yanto yang mengungkapkan rasa takut barusan.

"Benar, itu semua hanya sugesti yang ada di dalam pikiranmu saja." Ardi juga setuju dengan ucapan Davin.

"Ah kalian kadang hanya berpikir normal saja, kalau aku memang sudah ada firasat dari dalam hati." Yanto sangat yakin dengan hal itu.

"Bukan berarti kalau orang mati karena dibunuh akan menjadi arwah gentayangan, siapa tahu mereka malah masuk surga dan mendapat ketenangan." Andi berkata dengan sangat bijak.

"Siapa sebenarnya yang sudah membuat kejahatan itu kepada keluarga Sayuti?" Lutfi juga terlihat bingung.

"Kata Pak Lurah kita tidak perlu mencari tahu karena walau nanti mengetahui siapa yang membunuh maka kita tidak bisa mengatakan kepada para keluarga dia." jelas Andi.

"Iya, selama ini mereka akan keluarga yang tertutup sehingga kita juga tidak tahu seluk beluk nya bagaimana." Davin setuju dengan ucapan Andi.

"Ya sudah kalau memang begitu kita juga tidak bisa berbuat apa-apa." Lutfi berkata pelan dan memang mereka tidak memiliki hak untuk berbicara lagi.

"Mereka selama ini memang sangat tertutup dan tidak pernah menegur kalau bertemu." Yanto ingat bagaimana selama ini Sayuti ketika lewat di depan rumah dia untuk pergi kerja.

Bruuughhh.

"Allahu Akbar!"

Yanto yang baru saja selesai berbicara tiba tiba langsung meloncat begitu saja karena mendengar suara seperti pohon yang roboh, karena memang suasana yang begitu sengit maka dia menjadi kaget bukan main, mengira bahwa itu bisa jadi adalah ulah dari Sayuti yang telah menjadi arwah gentayangan di sini.

Padahal belum jelas juga apa yang telah mendatangi mereka, namun rasa takut yang timbul di dalam hati sudah begitu besar sehingga ketika mendengar suara itu langsung saja mereka berlari, hanya Lutfi yang tetap saja anteng di atas pos ronda itu barangnya memang dia memiliki kemampuan untuk melihat hal yang tidak biasa.

"Apa yang kau lihat tadi sebenarnya?" Andi bertanya ketika mereka sudah berlari agak jauh dari pos ronda itu.

"Ah, anu aku sama sekali tidak melihat apa-apa." jawab Yanto.

"Lah bila kau tidak melihatnya hal yang aneh lalu kenapa kau berlari secepat ini dan mengajak kami juga?!" Andi berteriak dengan sangat kesal.

"Yang mengajak kalian berlari itu siapa? aku hanya kaget dan reflek berlari lalu kalian mengikuti!" Yanto berkata dengan sangat sengit.

"Ya dia memang benar karena tidak ada mengajak kita berlari tadi, kita saja yang langsung ikut dia lari setelah mendengar sesuatu yang tidak." Davin setuju dengan ucapan Yanto barusan.

"Hei, itu hanya batang pisang yang roboh karena terlalu berat membawa buah." Lutfi berteriak dari atas pos ronda itu.

"Sialan, hanya karena pohon pisang itu kita jadi berlari sejauh ini." Andi sangat kesal dan segera kembali ke pos ronda.

"Kau lain kali bila ingin berlari maka lihat terlebih dahulu jangan langsung lari begitu." Davin merutuk dan berjalan mengikuti Andi.

Yanto ingin protes kepada mereka namun tidak jadi karena tadi dia memang cukup kaget dan tidak menoleh lagi apa yang telah membuat suasana menjadi tegang, lalu sekarang dia justru kena marah oleh para teman-teman karena berlari tanpa memperhatikan terlebih dahulu.

Wuussssh.

"Apa itu?" Yanto kembali menoleh karena dia merasakan sambaran angin yang cukup kencang dari belakang.

"Ah aku tidak percaya lagi dengan dirimu, apa saja yang kau katakan itu sebagai hantu!" Davin kesal sendiri dan segera pergi.

"Tapi barusan memang ada sambaran angin yang begitu dingin, apa ya?" Yanto berkata sendirian sambil memperhatikan sekitar.

Tidak ada yang aneh dari hal itu namun dia masih belum bisa memastikan itu tadi suara apa yang keluar, dari yang di pos tadi maka kali ini dia merasakan sambaran angin yang begitu kuat, tadi ketika hanya ada di pos maka dia mendengar suara seperti benda jatuh dan ternyata itu adalah pohon pisang yang roboh akibat tidak sanggup menahan beban buah.

"Barusan memang terasa seperti ada angin yang menyambar kok." Yanto tetap yakin dengan hal itu.

"Tapi mereka sudah terlanjur tidak percaya, atau karena aku memang yang terlalu takut ya?" gumam Yanto bingung sendiri.

Sebab mungkin saja dia terlalu takut setelah melihat kematian Sayuti sekeluarga dan terlebih lagi rumah dia memang paling dekat dengan rumah Sayuti itu, jadi perasaannya untuk sudah timbul rasa takut tersendiri dan merasa nanti Sayuti sekeluarga akan menjadi arwah gentayangan untuk menghantui para warga desa, pasti dia juga tidak akan pernah bisa tertidur dengan nyenyak.

Selamat malam, jangan lupa like dan komentar nya ya.

Terpopuler

Comments

jeakawa loving❤️

jeakawa loving❤️

mungkin kah Sayuti itu korban dari pesugihan dia sendiri ya kaya rumah Darmo itu lho dia kan jadi tumbal pesugihan nya sendiri karna udah gak mau kasih tumbal lagi ke jin nya.maaf itu juga mungkin kalo beda ya hanya kak NOV NOV yang tau

2026-05-05

0

ρυтяσ kang'typo✨

ρυтяσ kang'typo✨

🤣🤣🤣🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️Yantoooooo... kau membuat yang lain ikut parno kan, aaacccch jadi ingat tahun kapan ya hadeh...lagi metik cabe malem" buat rujak eeee tetiba lampu di tangan mati sendiri 🤦‍♀️🤣lucu'y ka" ku tak tinggal q lari karna q ketakutan

2026-05-06

0

V3

V3

skrg di kelompok itu sdh berkurang orang nya ,, sudah TDK ada Ahmad lagi 😔
mungkinkah Ahmad msh berada di Lembah Kematian ❓
Andi , Davin , Luthfi , skrg ganti nya Yanto

2026-05-06

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Malam pembantaian
2 Bab 2. Aroma busuk
3 Bab 3. Mulai takut
4 Bab 4. ketakutan Yanto
5 Bab 5. Menghantui
6 Bab 6. Terseret
7 Bab 7. Mencari Rais
8 Bab 8. Masuk rumah Sayuti
9 Bab 9. Menemukan Rais
10 Bab 10. Mencari solusi
11 Bab 11. Mimpi buruk
12 Bab 12. Pardi berulah
13 Bab 13. Masuk jebakan sendiri
14 Bab 14. Pardi celaka
15 Bab 15. Sibuk mencari
16 Bab 16. Masih mencari
17 Bab 17. Keluarga kota
18 Bab 18. Kedatangan tamu
19 Bab 19. sibuk mencari Arya
20 Bab 20. Ruangan rahasia
21 Bab 21. kedatangan keluarga
22 Bab 22. Geram nya Arya
23 Bab 23. Pardi pulang
24 Bab 24. Laporan Arya
25 Bab 25. Penderitaan Rais
26 Bab 26. Membawa ayam
27 Bab 27. Darius membuat masalah
28 Bab 28. mencari mangsa
29 Bab 29. Mendapat mangsa
30 Bab 30. Ritual
31 Bab 31. Elvi melihat
32 Bab 32. mayat yang mengambang
33 Bab 33. Tatto mawar dan pisau
34 Bab 34. Baju berdarah
35 Bab 35. Mayat juga
36 Bab 36. Tatto mawar lagi
37 Bab 37. Kendal Tau
38 Bab 38. menghantui Andi
39 Bab 39. Davin kena hajar
40 Bab 40. Menghubungi Purnama
41 Bab 41. Mencari Davin
42 Bab 42. Iblis bayangan
43 Bab 43. wanita cantik
44 Bab 44. Purnama kaget
45 Bab 45. Mendatangi rumah Sayuti
46 Bab 46. balasan Pardi
47 Bab 47. Siksaan lagi
48 Bab 48. Melihat bayangan
49 Bab 49. Berusaha untuk mencari
50 Bab 50. Emosi Elvi
51 Bab 51. Pocong hitam
52 Bab 52. Berpindah tempat
53 Bab 53. anak pertama
54 Bab 54. pocong patah hati
55 Bab 55. Di tampar siapa
56 Bab 56. Melihat arwah lain
57 Bab 57. Mencari penjara
58 Bab 58. Menemukan Sayuti
59 Bab 59. Menyiksa Sayuti
60 Bab 60. Di culik
61 Bab 61. Purnama bergerak
62 Bab 62. Tusuk konde emas
63 Bab 63. kabur dari penjara
64 Bab 64. bertemu dengan nilam
65 Bab 65. Curiga pada Pardi
66 Bab 66. Tampan namun sinis
67 Bab 67. Kisah Pardi
68 Bab 68. Menghajar genderuwo
69 Bab 69. Mak Darti yang aneh
70 Bab 70. Bertemu
71 Bab 71. Menyiksa
72 Bab 72. Bertempur
73 Bab 73. Membelit lawan
74 Bab 74. masuk lembah kematian
75 Bab 75. Siksaan Darius
76 Bab 76. Bunga mawar biru
77 Bab 77. Siksaan
78 Bab 78. Serangan telak
79 Bab 79. masih bertempur
80 Bab 80. Maharani terluka parah
81 Bab 81. mengalahkan Ambarwati
82 Bab 82. tidak percaya
83 Bab 83. Mengobati Maharani
84 Bab 84. Susah mengambil mutiara
85 Bab 85. Derita Pardi
86 Bab 86. Merelakan Pardi
87 Bab 87. Ketahuan
88 Bab 88. memenggal kepala Laila
89 Bab 89. Siksaan demi siksaan
90 Bab 90. Selesai
91 Bab 91. Akhir
Episodes

Updated 91 Episodes

1
Bab 1. Malam pembantaian
2
Bab 2. Aroma busuk
3
Bab 3. Mulai takut
4
Bab 4. ketakutan Yanto
5
Bab 5. Menghantui
6
Bab 6. Terseret
7
Bab 7. Mencari Rais
8
Bab 8. Masuk rumah Sayuti
9
Bab 9. Menemukan Rais
10
Bab 10. Mencari solusi
11
Bab 11. Mimpi buruk
12
Bab 12. Pardi berulah
13
Bab 13. Masuk jebakan sendiri
14
Bab 14. Pardi celaka
15
Bab 15. Sibuk mencari
16
Bab 16. Masih mencari
17
Bab 17. Keluarga kota
18
Bab 18. Kedatangan tamu
19
Bab 19. sibuk mencari Arya
20
Bab 20. Ruangan rahasia
21
Bab 21. kedatangan keluarga
22
Bab 22. Geram nya Arya
23
Bab 23. Pardi pulang
24
Bab 24. Laporan Arya
25
Bab 25. Penderitaan Rais
26
Bab 26. Membawa ayam
27
Bab 27. Darius membuat masalah
28
Bab 28. mencari mangsa
29
Bab 29. Mendapat mangsa
30
Bab 30. Ritual
31
Bab 31. Elvi melihat
32
Bab 32. mayat yang mengambang
33
Bab 33. Tatto mawar dan pisau
34
Bab 34. Baju berdarah
35
Bab 35. Mayat juga
36
Bab 36. Tatto mawar lagi
37
Bab 37. Kendal Tau
38
Bab 38. menghantui Andi
39
Bab 39. Davin kena hajar
40
Bab 40. Menghubungi Purnama
41
Bab 41. Mencari Davin
42
Bab 42. Iblis bayangan
43
Bab 43. wanita cantik
44
Bab 44. Purnama kaget
45
Bab 45. Mendatangi rumah Sayuti
46
Bab 46. balasan Pardi
47
Bab 47. Siksaan lagi
48
Bab 48. Melihat bayangan
49
Bab 49. Berusaha untuk mencari
50
Bab 50. Emosi Elvi
51
Bab 51. Pocong hitam
52
Bab 52. Berpindah tempat
53
Bab 53. anak pertama
54
Bab 54. pocong patah hati
55
Bab 55. Di tampar siapa
56
Bab 56. Melihat arwah lain
57
Bab 57. Mencari penjara
58
Bab 58. Menemukan Sayuti
59
Bab 59. Menyiksa Sayuti
60
Bab 60. Di culik
61
Bab 61. Purnama bergerak
62
Bab 62. Tusuk konde emas
63
Bab 63. kabur dari penjara
64
Bab 64. bertemu dengan nilam
65
Bab 65. Curiga pada Pardi
66
Bab 66. Tampan namun sinis
67
Bab 67. Kisah Pardi
68
Bab 68. Menghajar genderuwo
69
Bab 69. Mak Darti yang aneh
70
Bab 70. Bertemu
71
Bab 71. Menyiksa
72
Bab 72. Bertempur
73
Bab 73. Membelit lawan
74
Bab 74. masuk lembah kematian
75
Bab 75. Siksaan Darius
76
Bab 76. Bunga mawar biru
77
Bab 77. Siksaan
78
Bab 78. Serangan telak
79
Bab 79. masih bertempur
80
Bab 80. Maharani terluka parah
81
Bab 81. mengalahkan Ambarwati
82
Bab 82. tidak percaya
83
Bab 83. Mengobati Maharani
84
Bab 84. Susah mengambil mutiara
85
Bab 85. Derita Pardi
86
Bab 86. Merelakan Pardi
87
Bab 87. Ketahuan
88
Bab 88. memenggal kepala Laila
89
Bab 89. Siksaan demi siksaan
90
Bab 90. Selesai
91
Bab 91. Akhir

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!