Bab 5. Menghantui

Suminah menuju sawah dengan tergesa-gesa karena hari ini dia mendapat pekerjaan dari sang suami, suami Suminah sendiri memang sedang sakit sehingga dia tidak bisa menjaga sawah mereka dari babi hutan, jadi mau tidak mau maka Suminah sendiri yang harus turun tangan untuk menjaga sawah mereka agar terbebas dari hama tersebut.

Sebab nanti di sana juga ada pondok sehingga tidak perlu takut ada apa saja di kebun itu, para babi juga tidak mungkin untuk menyerodok mereka yang sedang menunggu sawah tersebut, karena kebanyakan pondok mereka memiliki tiang yang begitu tinggi sehingga aman untuk hama yang datang ke tempat itu untuk menyerang.

Yang membuat Suminah merasa ngeri bukan karena sawah mereka tapi karena jalan yang harus mereka lewati untuk menuju sawah tersebut, takut kalau nanti terjadi sesuatu yang tidak dia inginkan dan kabar tentang dari para warga itu memang benar bahwa arwah Sayuti akan gentayangan ke sana kemari setelah kematian sekeluarga itu begitu tragis.

Sawah mereka memang melewati rumah Sayuti juga sehingga mau tidak mau Suminah harus menahan rasa takut yang ada di dalam diri tersebut, mana dia juga membawa bocah kecil karena tidak mungkin ditinggal dengan suami dia di rumah itu, nanti yang ada anak mereka tidak akan terurus dengan baik sehingga Suminah memutuskan untuk membawa Nanang ke sawah juga.

Biar kalian untuk teman ngobrol karena bocah itu sangat dekat dengan ibu, namun karena membawa Nanang yang masih kecil maka perjalanan mereka terasa begitu sulit sekali karena Nanang melangkah sedikit demi sedikit dan tidak bisa berjalan dengan cepat walau saat ini rasa takut sudah menyelimuti hati Suminah.

"Ayo jalannya cepat dikit." Suminah sedikit mendorong sang anak agar mau berlari.

"Ih aku takut kalau mau berjalan cepat, Bu." Nanang juga merasakan sesuatu.

"Ini kalau jalan lambat seperti ini mau sampai kapan datang ke sawah kita, Nang!" desak Suminah sudah tidak sabar lagi.

"Kaki ku seperti ada yang memegang sehingga tidak bisa untuk melangkah lebih cepat." Nanang berkata apa adanya.

"Heh kau malah ngomong seperti itu, sudah tahu aku takut malah diomongkan pula hal yang tidak beres." Suminah tambah kesal dan dia segera berjalan tergesa-gesa.

"Ibu, tunggu aku jangan ditinggal." Nanang baru mau berlari.

Namun langkah bocah kecil ini mendadak saja tertahan karena dia melihat sesuatu dari dalam rumah milik keluarga Sayuti, jalan yang menuju sawah ini memang ada di sebelah rumah Sayuti tepat sehingga ketika mereka melintasi rumah tersebut maka bisa melihat apa saja yang ada di dalam rumah itu.

Keadaan dalam rumah itu memang lampu di nyalakan semua oleh Pak RT ketika mereka menemukan mayat Sayuti sekeluarga, tentu dengan niat agar rumah tidak terlalu seram dan orang yang melintas tidak merasakan takut yang luar biasa, tapi tetap saja rasa takut itu tidak bisa hilang di dalam hati mereka semua.

"Ibuuuu itu di dalam rumah ada orang yang sedang berdiri." Nanang berhenti dan menunjuk ke dalam rumah.

"Nang buruan gitu loh jalan!" Suminah terlihat emosi karena Nanang justru bertingkah.

"Tapi dia seperti ingin minta tolong pada kita, Bu." Nanang memang melihat sesuatu.

"Kamu kalau nggak berjalan sekarang tak tinggal beneran lho ya." ancam Suminah tidak main-main.

"Huhuhuuuu, Huhuhuuuuu."

Suminah baru saja memberi ancaman kepada Nanang dan saat itu juga dia mendengar suara orang yang sedang menangis dari arah dapur milik keluarga Sayuti, tentu saja wanita ini semakin gemetar tidak karuan karena dia sangat yakin bahwa keluarga ini memang menjadi hantu.

"Ya Allah itu suara apa?" Suminah gemetar ketakutan.

"Ibu orang itu bisa terbang di dalam rumah sana!" Nanang kembali berteriak dan kali ini dia berlari menghampiri Suminah.

"Ibu sudah bilang untuk segera pergi dari tadi, kau malah diam saja di sana!" Suminah sangat kesal dan segera menggendong Nanang pergi dari kawasan itu.

"Bu orang itu masih berdiri di sana dan menatap kita." Nanang menatap lurus.

"Jangan kau lihat lagi tentang orang itu, kita akan segera sampai pondok dan diam di dalam pondok sana." sergah Suminah dengan hati yang berdebar kencang.

"Dia seolah mau mengikuti kita, Bu." Nanang masih melihat orang tersebut.

Suminah sudah tidak peduli lagi karena menurut dia saat ini adalah lebih baik segera mencapai pondok dan menutup seluruh pintu pondok, punggung dia juga terasa begitu dingin karena suasana yang begitu seram dan suara menangis itu masih terngiang di telinga wanita ini, sungguh malam yang akan Suminah lewati terasa begitu panjang sekali.

"Huhuhuhuuuuu sakit sekali tubuh ku ini." suara menangis kembali terdengar.

"Bu, ada yang sedang menangis itu." Nanang menatap ke sana kemari.

"Masuk, segera tutup pintu dan kita diam saja di dalam pondok ini." Suminah menurunkan Nanang dan mereka segera masuk ke dalam pondok.

"Cepat, Bu! aku tadi melihat dia juga ikut ke sini." ucap Nanang.

Suminah yang mendengar hal itu tentu saja menjadi tambah ketakutan dan dia segera menoleh apa memang benar ada yang mengikuti mereka dalam perjalanan ini, sekali bila nanti justru sekeluarga Sayuti datang ke pondok tersebut untuk menakuti mereka berdua yang sedang menunggu babi hutan.

Dreeeeekkkk.

"Bu, pondok kita bergetar keras seolah mau roboh!" teriak Nanang merasakan getaran itu.

"Ya Allah tolong lindungi kami dari segala macam marabahaya." Suminah berdoa dengan bersungguh-sungguh.

"Mereka pasti tidak punya teman sehingga ingin berteman dengan kita, tapi mereka kok berwajah seram semua ya?" Nanang bertanya dengan nada polos.

Ini kalau bukan anak dia sendiri maka sudah sejak tadi Suminah akan menjitak kepala Nanang, sudah tahu orang tua sedang ketakutan seperti ini namun bocah kecil itu masih saja banyak bertanya sehingga Suminah antara takut dan juga kesal bercampur menjadi satu di dalam hati ini, mana pondok memang bergetar keras seolah ada yang mengguncang dari bawah.

"Aku tidak pernah mengganggu kalian jadi tolong jangan mengganggu aku seperti ini." Suminah berkata dengan keras.

"Huhuhuuuuu...

"Alam kita sudah berbeda dan aku tidak pernah mengenal dirimu, selama ini aku tidak pernah bertegur sapa dengan keluarga kalian jadi tolong jangan ganggu aku." ujar Suminah kembali sambil memeluk Nanang.

Suara menangis itu perlahan menjauh sehingga Suminah yang ada di dalam pondok sedikit merasa tenang, tapi rasa takut masih bergelayut di dalam hati karena mereka akan berjaga sampai pagi di pondok tersebut, takut bila nanti mendadak justru arwah tersebut akan datang kembali dan membuat mereka semakin ketakutan.

Selamat siang besti, jangan lupa like dan komen nya ya.

Terpopuler

Comments

Aditya hp/ bunda Lia

Aditya hp/ bunda Lia

koq aku mah kesel sama suaminya Suminah nyuruh istri ke sawah malam" bawa anak kecil juga .. ya gak apa2lah sawah kena babi daripada celaka ...

2026-05-05

1

✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ☠️⃝𝓢𝓾𝓼ͫ𝔀ͣ𝓪ͬ𝓽𝓲ᷤ🍻

✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ☠️⃝𝓢𝓾𝓼ͫ𝔀ͣ𝓪ͬ𝓽𝓲ᷤ🍻

Lagian kenapa Buu suminah memilih tetap melanjutkan ke pondokk ketimbang balik ke rumah aja🤦🏻‍♀️
Ke pondok lebih mengerikan, dia hanya berdua dengan Nanang yang masih kecil .
Lagian di pondok ada apa apa ga ada yang bisa bantu.
Dengan kondisi yang seram begini mending pulang , setidaknya dekat dengan tetangga

2026-05-06

1

✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ☠️⃝𝓢𝓾𝓼ͫ𝔀ͣ𝓪ͬ𝓽𝓲ᷤ🍻

✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ☠️⃝𝓢𝓾𝓼ͫ𝔀ͣ𝓪ͬ𝓽𝓲ᷤ🍻

BAB ini berasa scary bangeddddd 😣
Bikin takut
apalagi ada anak kecil yang ikut menyaksikan kejadian ghaib itu


😣😣😣

2026-05-06

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Malam pembantaian
2 Bab 2. Aroma busuk
3 Bab 3. Mulai takut
4 Bab 4. ketakutan Yanto
5 Bab 5. Menghantui
6 Bab 6. Terseret
7 Bab 7. Mencari Rais
8 Bab 8. Masuk rumah Sayuti
9 Bab 9. Menemukan Rais
10 Bab 10. Mencari solusi
11 Bab 11. Mimpi buruk
12 Bab 12. Pardi berulah
13 Bab 13. Masuk jebakan sendiri
14 Bab 14. Pardi celaka
15 Bab 15. Sibuk mencari
16 Bab 16. Masih mencari
17 Bab 17. Keluarga kota
18 Bab 18. Kedatangan tamu
19 Bab 19. sibuk mencari Arya
20 Bab 20. Ruangan rahasia
21 Bab 21. kedatangan keluarga
22 Bab 22. Geram nya Arya
23 Bab 23. Pardi pulang
24 Bab 24. Laporan Arya
25 Bab 25. Penderitaan Rais
26 Bab 26. Membawa ayam
27 Bab 27. Darius membuat masalah
28 Bab 28. mencari mangsa
29 Bab 29. Mendapat mangsa
30 Bab 30. Ritual
31 Bab 31. Elvi melihat
32 Bab 32. mayat yang mengambang
33 Bab 33. Tatto mawar dan pisau
34 Bab 34. Baju berdarah
35 Bab 35. Mayat juga
36 Bab 36. Tatto mawar lagi
37 Bab 37. Kendal Tau
38 Bab 38. menghantui Andi
39 Bab 39. Davin kena hajar
40 Bab 40. Menghubungi Purnama
41 Bab 41. Mencari Davin
42 Bab 42. Iblis bayangan
43 Bab 43. wanita cantik
44 Bab 44. Purnama kaget
45 Bab 45. Mendatangi rumah Sayuti
46 Bab 46. balasan Pardi
47 Bab 47. Siksaan lagi
48 Bab 48. Melihat bayangan
49 Bab 49. Berusaha untuk mencari
50 Bab 50. Emosi Elvi
51 Bab 51. Pocong hitam
52 Bab 52. Berpindah tempat
53 Bab 53. anak pertama
54 Bab 54. pocong patah hati
55 Bab 55. Di tampar siapa
56 Bab 56. Melihat arwah lain
57 Bab 57. Mencari penjara
58 Bab 58. Menemukan Sayuti
59 Bab 59. Menyiksa Sayuti
60 Bab 60. Di culik
61 Bab 61. Purnama bergerak
62 Bab 62. Tusuk konde emas
63 Bab 63. kabur dari penjara
64 Bab 64. bertemu dengan nilam
65 Bab 65. Curiga pada Pardi
66 Bab 66. Tampan namun sinis
67 Bab 67. Kisah Pardi
68 Bab 68. Menghajar genderuwo
69 Bab 69. Mak Darti yang aneh
70 Bab 70. Bertemu
71 Bab 71. Menyiksa
72 Bab 72. Bertempur
73 Bab 73. Membelit lawan
74 Bab 74. masuk lembah kematian
75 Bab 75. Siksaan Darius
76 Bab 76. Bunga mawar biru
77 Bab 77. Siksaan
78 Bab 78. Serangan telak
79 Bab 79. masih bertempur
80 Bab 80. Maharani terluka parah
81 Bab 81. mengalahkan Ambarwati
82 Bab 82. tidak percaya
83 Bab 83. Mengobati Maharani
84 Bab 84. Susah mengambil mutiara
85 Bab 85. Derita Pardi
86 Bab 86. Merelakan Pardi
87 Bab 87. Ketahuan
88 Bab 88. memenggal kepala Laila
89 Bab 89. Siksaan demi siksaan
90 Bab 90. Selesai
91 Bab 91. Akhir
Episodes

Updated 91 Episodes

1
Bab 1. Malam pembantaian
2
Bab 2. Aroma busuk
3
Bab 3. Mulai takut
4
Bab 4. ketakutan Yanto
5
Bab 5. Menghantui
6
Bab 6. Terseret
7
Bab 7. Mencari Rais
8
Bab 8. Masuk rumah Sayuti
9
Bab 9. Menemukan Rais
10
Bab 10. Mencari solusi
11
Bab 11. Mimpi buruk
12
Bab 12. Pardi berulah
13
Bab 13. Masuk jebakan sendiri
14
Bab 14. Pardi celaka
15
Bab 15. Sibuk mencari
16
Bab 16. Masih mencari
17
Bab 17. Keluarga kota
18
Bab 18. Kedatangan tamu
19
Bab 19. sibuk mencari Arya
20
Bab 20. Ruangan rahasia
21
Bab 21. kedatangan keluarga
22
Bab 22. Geram nya Arya
23
Bab 23. Pardi pulang
24
Bab 24. Laporan Arya
25
Bab 25. Penderitaan Rais
26
Bab 26. Membawa ayam
27
Bab 27. Darius membuat masalah
28
Bab 28. mencari mangsa
29
Bab 29. Mendapat mangsa
30
Bab 30. Ritual
31
Bab 31. Elvi melihat
32
Bab 32. mayat yang mengambang
33
Bab 33. Tatto mawar dan pisau
34
Bab 34. Baju berdarah
35
Bab 35. Mayat juga
36
Bab 36. Tatto mawar lagi
37
Bab 37. Kendal Tau
38
Bab 38. menghantui Andi
39
Bab 39. Davin kena hajar
40
Bab 40. Menghubungi Purnama
41
Bab 41. Mencari Davin
42
Bab 42. Iblis bayangan
43
Bab 43. wanita cantik
44
Bab 44. Purnama kaget
45
Bab 45. Mendatangi rumah Sayuti
46
Bab 46. balasan Pardi
47
Bab 47. Siksaan lagi
48
Bab 48. Melihat bayangan
49
Bab 49. Berusaha untuk mencari
50
Bab 50. Emosi Elvi
51
Bab 51. Pocong hitam
52
Bab 52. Berpindah tempat
53
Bab 53. anak pertama
54
Bab 54. pocong patah hati
55
Bab 55. Di tampar siapa
56
Bab 56. Melihat arwah lain
57
Bab 57. Mencari penjara
58
Bab 58. Menemukan Sayuti
59
Bab 59. Menyiksa Sayuti
60
Bab 60. Di culik
61
Bab 61. Purnama bergerak
62
Bab 62. Tusuk konde emas
63
Bab 63. kabur dari penjara
64
Bab 64. bertemu dengan nilam
65
Bab 65. Curiga pada Pardi
66
Bab 66. Tampan namun sinis
67
Bab 67. Kisah Pardi
68
Bab 68. Menghajar genderuwo
69
Bab 69. Mak Darti yang aneh
70
Bab 70. Bertemu
71
Bab 71. Menyiksa
72
Bab 72. Bertempur
73
Bab 73. Membelit lawan
74
Bab 74. masuk lembah kematian
75
Bab 75. Siksaan Darius
76
Bab 76. Bunga mawar biru
77
Bab 77. Siksaan
78
Bab 78. Serangan telak
79
Bab 79. masih bertempur
80
Bab 80. Maharani terluka parah
81
Bab 81. mengalahkan Ambarwati
82
Bab 82. tidak percaya
83
Bab 83. Mengobati Maharani
84
Bab 84. Susah mengambil mutiara
85
Bab 85. Derita Pardi
86
Bab 86. Merelakan Pardi
87
Bab 87. Ketahuan
88
Bab 88. memenggal kepala Laila
89
Bab 89. Siksaan demi siksaan
90
Bab 90. Selesai
91
Bab 91. Akhir

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!