Rumah Ujung

Rumah Ujung

Bab 1. Malam pembantaian

Hujan gerimis membasahi bumi malam ini, susah pukul satu malam namun penghuni rumah yang paling ujung sama sekali tidak bisa tertidur karena mereka seolah merasakan sesuatu yang aneh sehingga untuk memejamkan mata terasa begitu sulit, semua penghuni itu masih terdiam dengan pikiran masing-masing dan tidak ada niat untuk tertidur sama sekali.

Suara gerimis yang ada di luar membuat mereka merasa itu adalah sebuah pertanda buruk sehingga untuk memejamkan mata seolah tidak memiliki nyali sama sekali, tidak tahu rasa takut itu berasal dari mana namun yang jelas ada ketakutan tersendiri di dalam hati mereka sehingga semua tetap terjaga dengan ponsel di tangan.

Ini semua berawal dari kepala keluarga yang bernama Sayuti, pria berdarah Jawa itu menghidupkan musik-musik lama sehingga para anak-anak yang tinggal di rumah ini merasa ikut seram dan musik itu seolah memanggil sesuatu yang tak kasat mata, untuk melarang mereka juga tidak mungkin berani karena Sayuti pasti akan sangat marah.

Setiap malam Jumat dia memang selalu memutar lagu itu seolah menjadi peringatan bahwa mereka adalah penyembah Jawa kuno yang tidak akan pernah pudar, bahkan di dalam kamar Sayuti yang tersendiri selalu saja ada sesaji yang dia berikan kepada orang tua mereka sendiri yang sudah meninggal dunia.

Sayuti mengatakan bahwa orang yang meninggal juga butuh makanan sehingga setiap malam Jumat dia akan menyediakan makanan tersebut, padahal sang istri pernah menentang namun akhirnya mereka justru bertengkar sehingga Nurjanah memilih untuk diam saja serta tidak mempermasalahkan lagi hal itu agar tidak terjadi pertengkaran di antara mereka berdua.

Sebab watak Sayuti juga begitu keras sehingga dia tidak bisa dicegah sama sekali, apa yang menurut dia benar maka itu akan selalu benar dan tidak akan pernah menerima masukan dari orang lain, para anak-anak yang sudah di era modern ini sebenarnya juga merasa muak dengan tingkah Sayuti namun mereka sama sekali tidak memiliki kuasa untuk berbicara.

"Aku beneran jadi tidak bisa meminjamkan mata ini." anak sulung Sayuti membuka suara.

"Lah apa kau lihat sejak tadi aku sudah memejamkan mata, lagi pula setiap malam Jumat selalu memutar lagu itu sehingga aku merasa sangat muak." Riko menjawab ucapan sang saudara.

"Entah tujuan dia itu sebenarnya apa sehingga selalu memutar lagu seperti itu, Ayah tidak pernah bisa diajak berbicara baik." Ricky juga membuka suara.

"Ngomong sama Ayah itu sangat menghabiskan tenaga karena kita juga tidak pernah bisa mendapat kemenangan." ucap Riko kembali.

"Dia adalah pemegang kuasa dalam rumah ini sehingga tidak mungkin kita bisa membantah." Ridho juga setuju dengan ucapan adik dia.

Braaaaak.

Baru saja mereka selesai berbicara untuk menggosip orang tua mereka sendiri, mendadak saja ada suara berisik seperti barang yang terjatuh dan menghantam lantai begitu keras sehingga mereka bertiga segera keluar untuk mengecek keadaan tersebut, takut kalau sesuatu terjadi pada Ibu mereka bertiga.

"Aaaghhhhkk!"

"Ayah!" Riko berteriak kaget ketika melihat Sayuti sudah di atas lantai dengan bergelimang darah.

"Apa yang terjadi kepada, Ayah?" Ricky juga segera menghampiri karena dia sangat cemas.

"Di mana Ibu sekarang?" Ridho ingin berlari untuk mencari keberadaan Ibu mereka.

"Cari Ibu dan biar kami saja yang mengurus Ayah." Riko terlihat sangat panik dan sedih.

Ridho segera berbalik untuk mencari keberadaan Ibu mereka bertiga, namun belum sempat dia menemui malah saat ini terkena hantaman balok yang begitu kencang pada bagian kepala sehingga mau tidak mau pemuda ini jatuh tersungkur karena tidak sanggup menahan rasa sakit yang sedang menghantam pada bagian kepala dia.

Braaaaaak.

"Siapa kau?!!" Riko kaget melihat rombongan orang yang sudah datang memasuki rumah mereka malam ini.

"Apa mereka adalah anak-anak dari Sayuti?" bos besar memakai jas hitam menatap para anak buah.

"Ya, mereka bertiga adalah anak Sayuti." jawab sang istri.

Braaaaaak.

"Ini Ibu yang kalian cari itu?" istri bos besar melemparkan tubuh Ibu mereka bertiga.

Riko dan yang lain sama sekali tidak paham apa yang telah terjadi ini sehingga mereka kedatangan orang yang tidak dikenal dan langsung melakukan pembunuhan, Ibu mereka meninggal dunia dalam keadaan di gorok sehingga leher itu menghancurkan darah segar dan kelihatan hampir putus dari sana nya.

Ini menerima berbagai macam luka di tubuh dia, mulai dari tusukan dan beberapa robekan dan yang paling parah adalah pada bagian punggung karena dari atas hingga pinggang terlihat sangat menganga, mungkin saja mereka tadi melakukan dengan pedang sehingga terlihat begitu memanjang luka tersebut di punggung Sayuti.

Dieeeeek.

"Bunuh anak-anak mereka juga!" bos besar memberi perintah kepada para bodyguard.

"Jangan sampai ada yang tersisa karena aku tidak ingin ada pembalasan dendam di akhir nanti." istri bos besar juga memberi perintah.

"Siapa kalian sebenarnya Dan kenapa kalian melakukan ini kepada keluarga kami?" Ricky panik dan ketakutan namun dia juga bingung.

Namun pertanyaan pemuda itu sama sekali tidak dihiraukan oleh para bodyguard, dengan lincah memainkan pisau dan menggores leher Ricky dengan pisau tersebut sehingga pemuda itu menggelepar di lantai dengan darah mengucur, seperti ayam yang terkena potong sehingga Riko yang melihat hal itu tentu saja menjadi tambah ketakutan.

"Ric!" Riko ingin menggapai tangan sang adik namun dia tidak bisa.

Taaaap.

"Ini anak kedua mereka dan sebenarnya sebentar lagi akan lulus kuliah, tapi ternyata lebih cepat disusul oleh maut." bos besar menatap Riko dengan pandangan mengejek.

"Itu sudah menjadi perjanjian namun dia mengingkari sehingga kita harus mengambil tindakan seperti ini." istri bos besar tersenyum simpul.

Riko sama sekali tidak paham dengan pembicaraan mereka berdua itu, entah perjanjian apa yang telah Sayuti buat sehingga orang-orang aneh ini mendatangi keluarga mereka di malam hari dan langsung melakukan pembunuhan keji seperti sekarang, sungguh tidak mengerti dan saat ini rasa takut yang timbul di dalam hati jauh lebih besar.

"Bila kau penasaran kenapa kami membunuh maka lebih baik kau bertanya kepada malaikat maut." istri bos besar berjongkok di depan Riko.

"Si... siapa kalian sebenarnya?" Riko bertanya dengan nada yang mulai lemah karena dia sudah kesakitan.

"Kami adalah malaikat maut dan kau tidak perlu marah kepada kami, kau harus marah kepada Sayuti karena dia yang telah mengingkari janji." jawab istri bos besar.

Jleeeeep.

Setelah Dia berbicara seperti itu maka langsung menusuk leher Riko menggunakan pisau yang ada di tangan, sungguh Dia tidak memiliki rasa ibadi dalam hati dan ini adalah malam pembantaian yang begitu mengerikan ada di rumah ujung.

Hallo ketemu lagi sama author Novita Jungkook, jangan lupa like dan komentar kalian semua buat cerita ya.

Terpopuler

Comments

tse

tse

mak baru emulaan ko udah serem banget ya... ga bisa ngebayangi gimana itu mereka di bantai...
perjanjian apa ya ...ko sampai harus berujung kematian semua keluarg...

2026-05-02

1

Neneng Nengty

Neneng Nengty

ngopi lah dlu thor 💪

2026-05-02

1

✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ☠️⃝𝓢𝓾𝓼ͫ𝔀ͣ𝓪ͬ𝓽𝓲ᷤ🍻

✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ☠️⃝𝓢𝓾𝓼ͫ𝔀ͣ𝓪ͬ𝓽𝓲ᷤ🍻

Berarti pembantaian keluarga Sayuti dilakukan oleh manusia.
Bukan oleh makhluk ghaib.

Hanya kebiasaan pakk Sayuti dengan sesajen dan musikk Jawa yang mungkin berhubungan dengan hal ghaib.

2026-05-06

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Malam pembantaian
2 Bab 2. Aroma busuk
3 Bab 3. Mulai takut
4 Bab 4. ketakutan Yanto
5 Bab 5. Menghantui
6 Bab 6. Terseret
7 Bab 7. Mencari Rais
8 Bab 8. Masuk rumah Sayuti
9 Bab 9. Menemukan Rais
10 Bab 10. Mencari solusi
11 Bab 11. Mimpi buruk
12 Bab 12. Pardi berulah
13 Bab 13. Masuk jebakan sendiri
14 Bab 14. Pardi celaka
15 Bab 15. Sibuk mencari
16 Bab 16. Masih mencari
17 Bab 17. Keluarga kota
18 Bab 18. Kedatangan tamu
19 Bab 19. sibuk mencari Arya
20 Bab 20. Ruangan rahasia
21 Bab 21. kedatangan keluarga
22 Bab 22. Geram nya Arya
23 Bab 23. Pardi pulang
24 Bab 24. Laporan Arya
25 Bab 25. Penderitaan Rais
26 Bab 26. Membawa ayam
27 Bab 27. Darius membuat masalah
28 Bab 28. mencari mangsa
29 Bab 29. Mendapat mangsa
30 Bab 30. Ritual
31 Bab 31. Elvi melihat
32 Bab 32. mayat yang mengambang
33 Bab 33. Tatto mawar dan pisau
34 Bab 34. Baju berdarah
35 Bab 35. Mayat juga
36 Bab 36. Tatto mawar lagi
37 Bab 37. Kendal Tau
38 Bab 38. menghantui Andi
39 Bab 39. Davin kena hajar
40 Bab 40. Menghubungi Purnama
41 Bab 41. Mencari Davin
42 Bab 42. Iblis bayangan
43 Bab 43. wanita cantik
44 Bab 44. Purnama kaget
45 Bab 45. Mendatangi rumah Sayuti
46 Bab 46. balasan Pardi
47 Bab 47. Siksaan lagi
48 Bab 48. Melihat bayangan
49 Bab 49. Berusaha untuk mencari
50 Bab 50. Emosi Elvi
51 Bab 51. Pocong hitam
52 Bab 52. Berpindah tempat
53 Bab 53. anak pertama
54 Bab 54. pocong patah hati
55 Bab 55. Di tampar siapa
56 Bab 56. Melihat arwah lain
57 Bab 57. Mencari penjara
58 Bab 58. Menemukan Sayuti
59 Bab 59. Menyiksa Sayuti
60 Bab 60. Di culik
61 Bab 61. Purnama bergerak
62 Bab 62. Tusuk konde emas
63 Bab 63. kabur dari penjara
64 Bab 64. bertemu dengan nilam
65 Bab 65. Curiga pada Pardi
66 Bab 66. Tampan namun sinis
67 Bab 67. Kisah Pardi
68 Bab 68. Menghajar genderuwo
69 Bab 69. Mak Darti yang aneh
70 Bab 70. Bertemu
71 Bab 71. Menyiksa
72 Bab 72. Bertempur
73 Bab 73. Membelit lawan
74 Bab 74. masuk lembah kematian
75 Bab 75. Siksaan Darius
76 Bab 76. Bunga mawar biru
77 Bab 77. Siksaan
78 Bab 78. Serangan telak
79 Bab 79. masih bertempur
80 Bab 80. Maharani terluka parah
81 Bab 81. mengalahkan Ambarwati
82 Bab 82. tidak percaya
83 Bab 83. Mengobati Maharani
84 Bab 84. Susah mengambil mutiara
85 Bab 85. Derita Pardi
86 Bab 86. Merelakan Pardi
87 Bab 87. Ketahuan
88 Bab 88. memenggal kepala Laila
89 Bab 89. Siksaan demi siksaan
90 Bab 90. Selesai
91 Bab 91. Akhir
Episodes

Updated 91 Episodes

1
Bab 1. Malam pembantaian
2
Bab 2. Aroma busuk
3
Bab 3. Mulai takut
4
Bab 4. ketakutan Yanto
5
Bab 5. Menghantui
6
Bab 6. Terseret
7
Bab 7. Mencari Rais
8
Bab 8. Masuk rumah Sayuti
9
Bab 9. Menemukan Rais
10
Bab 10. Mencari solusi
11
Bab 11. Mimpi buruk
12
Bab 12. Pardi berulah
13
Bab 13. Masuk jebakan sendiri
14
Bab 14. Pardi celaka
15
Bab 15. Sibuk mencari
16
Bab 16. Masih mencari
17
Bab 17. Keluarga kota
18
Bab 18. Kedatangan tamu
19
Bab 19. sibuk mencari Arya
20
Bab 20. Ruangan rahasia
21
Bab 21. kedatangan keluarga
22
Bab 22. Geram nya Arya
23
Bab 23. Pardi pulang
24
Bab 24. Laporan Arya
25
Bab 25. Penderitaan Rais
26
Bab 26. Membawa ayam
27
Bab 27. Darius membuat masalah
28
Bab 28. mencari mangsa
29
Bab 29. Mendapat mangsa
30
Bab 30. Ritual
31
Bab 31. Elvi melihat
32
Bab 32. mayat yang mengambang
33
Bab 33. Tatto mawar dan pisau
34
Bab 34. Baju berdarah
35
Bab 35. Mayat juga
36
Bab 36. Tatto mawar lagi
37
Bab 37. Kendal Tau
38
Bab 38. menghantui Andi
39
Bab 39. Davin kena hajar
40
Bab 40. Menghubungi Purnama
41
Bab 41. Mencari Davin
42
Bab 42. Iblis bayangan
43
Bab 43. wanita cantik
44
Bab 44. Purnama kaget
45
Bab 45. Mendatangi rumah Sayuti
46
Bab 46. balasan Pardi
47
Bab 47. Siksaan lagi
48
Bab 48. Melihat bayangan
49
Bab 49. Berusaha untuk mencari
50
Bab 50. Emosi Elvi
51
Bab 51. Pocong hitam
52
Bab 52. Berpindah tempat
53
Bab 53. anak pertama
54
Bab 54. pocong patah hati
55
Bab 55. Di tampar siapa
56
Bab 56. Melihat arwah lain
57
Bab 57. Mencari penjara
58
Bab 58. Menemukan Sayuti
59
Bab 59. Menyiksa Sayuti
60
Bab 60. Di culik
61
Bab 61. Purnama bergerak
62
Bab 62. Tusuk konde emas
63
Bab 63. kabur dari penjara
64
Bab 64. bertemu dengan nilam
65
Bab 65. Curiga pada Pardi
66
Bab 66. Tampan namun sinis
67
Bab 67. Kisah Pardi
68
Bab 68. Menghajar genderuwo
69
Bab 69. Mak Darti yang aneh
70
Bab 70. Bertemu
71
Bab 71. Menyiksa
72
Bab 72. Bertempur
73
Bab 73. Membelit lawan
74
Bab 74. masuk lembah kematian
75
Bab 75. Siksaan Darius
76
Bab 76. Bunga mawar biru
77
Bab 77. Siksaan
78
Bab 78. Serangan telak
79
Bab 79. masih bertempur
80
Bab 80. Maharani terluka parah
81
Bab 81. mengalahkan Ambarwati
82
Bab 82. tidak percaya
83
Bab 83. Mengobati Maharani
84
Bab 84. Susah mengambil mutiara
85
Bab 85. Derita Pardi
86
Bab 86. Merelakan Pardi
87
Bab 87. Ketahuan
88
Bab 88. memenggal kepala Laila
89
Bab 89. Siksaan demi siksaan
90
Bab 90. Selesai
91
Bab 91. Akhir

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!