PISAU TERSEMBUNYI DI BALIK BAYANGAN

​Matahari pagi di Sekte Pedang Langit selalu dimulai dengan suara dentuman lonceng perunggu yang berat. Bagi ribuan murid, itu adalah tanda dimulainya pengejaran keabadian. Namun bagi Han Feng, itu adalah tanda untuk memulai rutinitas paling membosankan: membelah kayu bakar di dapur belakang.

​Han Feng berdiri di depan tumpukan kayu Zhen yang terkenal keras. Biasanya, seorang pelayan butuh waktu sepuluh menit untuk membelah satu batang kayu ini menggunakan kapak tumpul. Namun, Han Feng tidak memegang kapak. Dia hanya meletakkan telapak tangannya di atas permukaan kayu yang kasar.

​Di dalam benaknya, struktur molekul kayu itu terlihat jelas seperti jaring-jaring rapuh. Melalui Sutra Dewa yang Terbuang, dia mempelajari teknik "Getaran Penghancur Atom".

​Wush...

​Tanpa suara ledakan, tanpa percikan api. Han Feng hanya memberikan sedikit getaran frekuensi tinggi melalui ujung jarinya. Detik berikutnya, batang kayu itu terbelah menjadi dua dengan potongan yang sangat halus, seolah-olah dipotong oleh laser surgawi.

​"Napas yang stabil, energi yang tersembunyi," gumam Han Feng.

​Dia tidak terburu-buru meningkatkan level kultivasinya secara fisik. Di kepalanya, Sutra Dewa memperingatkan bahwa pondasi yang terburu-buru akan retak di masa depan. Dia memilih untuk membangun "Dantian Emas"—sebuah wadah energi yang berlapis-lapis. Jika seorang kultivator tahap Body Refining biasa memiliki energi setebal kertas, Han Feng memadatkan energinya hingga setebal dinding benteng, namun tetap menyembunyikannya di balik nadi yang sengaja dia buat terlihat "kacau" agar tidak menarik perhatian para Tetua.

...****************...

​Siang hari, ketenangan Han Feng terganggu. Seorang pelayan suruhan Li Wei datang dengan wajah angkuh, melemparkan sebuah kantong kosong ke wajah Han Feng.

​"Sampah! Tuan Muda Li akan menghadapi ujian promosi murid dalam besok pagi. Dia butuh Ramuan Pengumpul Qi murni dari gudang obat bawah. Ambilkan sekarang, dan pastikan kau tidak menyentuhnya dengan tangan kotormu!"

​Han Feng menangkap kantong itu dengan gerakan yang terlihat kikuk, sengaja menjaga aktingnya sebagai pelayan penakut. "Ba-baik, segera saya laksanakan."

​Han Feng berjalan menuju gudang obat. Di sana, dia menerima botol porselen berisi cairan berwarna hijau jernih. Bagi mata biasa, ini adalah ramuan kelas satu. Namun bagi mata Han Feng yang memiliki pengetahuan Alkimia Dewa, ramuan ini penuh dengan kotoran yang tidak murni.

​Di sebuah lorong sepi yang gelap, Han Feng berhenti. Dia memegang botol itu. Jarinya mengeluarkan cahaya keemasan yang sangat tipis, hampir tidak terlihat.

​Dia tidak memasukkan racun. Racun akan meninggalkan jejak yang bisa dilacak oleh tabib sekte. Sebagai gantinya, dia menggunakan teknik "Inversi Energi". Han Feng hanya mengubah sedikit urutan partikel energi di dalam cairan itu. Ramuan tersebut kini akan tetap memberikan dorongan tenaga yang besar di awal, namun akan menciptakan "sumbatan" mendadak di jalur meridian tepat saat pengguna mengerahkan kekuatan penuh.

​"Selamat menikmati ujianmu, Tuan Muda Li," bisik Han Feng dengan senyum tipis yang dingin.

​Setelah mengantarkan ramuan itu—dan menerima tendangan di debu dari Li Wei sebagai 'ucapan terima kasih'—Han Feng dikirim ke tugas berikutnya: membersihkan Paviliun Kitab, tempat penyimpanan teknik beladiri sekte.

​Paviliun ini dijaga oleh Tetua Lin, seorang pria tua yang hampir selalu tertidur sambil memegang botol arak. Karena status Han Feng sebagai "sampah tanpa bakat", dia dibiarkan bebas keluar masuk rak buku. Bagi Tetua Lin, Han Feng tidak lebih berbahaya daripada seekor kucing yang membersihkan debu.

​Namun, saat Han Feng menyapu lantai, matanya bekerja seperti pemindai (scanner) surgawi.

​Setiap kali dia melewati rak, judul-judul buku seperti Pedang Awan Mengalir atau Langkah Angin Cepat terserap ke dalam otaknya. Han Feng membedah teknik-teknik itu dalam hitungan detik.

​“Terlalu banyak gerakan sia-sia di jurus ketiga... Aliran Qi di teknik ini akan merusak paru-paru dalam jangka panjang... Sampah, semuanya sampah,” batin Han Feng.

​Di sudut paling gelap, dia menemukan sebuah gulungan tua yang sudah berjamur berjudul Langkah Bayangan Tanpa Jejak. Teknik ini dianggap gagal oleh sekte karena sangat sulit dipelajari dan tidak memberikan daya serang. Tapi Han Feng melihat potensi lain. Dia memodifikasi teknik itu di kepalanya dengan pengetahuan Sutra Dewa.

​Dalam satu sapuan, teknik itu kini berubah menjadi "Langkah Kosong Ilahi". Dia bisa bergerak di antara ribuan orang tanpa ada satu pun yang menyadari keberadaannya, seolah-olah dia adalah bagian dari udara itu sendiri.

​Han Feng terus menyapu, wajahnya tetap datar dan tunduk, sementara di dalam kepalanya dia baru saja "mencuri" seluruh ilmu pengetahuan Sekte Pedang Langit dan memperbaikinya menjadi versi yang sempurna.

​Sore harinya, lapangan latihan sekte dipenuhi sorak-sorai. Li Wei sedang melakukan demonstrasi kekuatan di depan para murid baru dan beberapa murid perempuan yang dia kagumi.

​"Perhatikan baik-baik!" seru Li Wei dengan sombong. Dia meminum ramuan yang dibawakan Han Feng tadi, merasakan energi besar mengalir di tubuhnya. "Ini adalah teknik kebanggaan keluargaku, Telapak Pemecah Gunung!"

​Li Wei mengumpulkan seluruh energinya ke telapak tangan. Cahaya biru memancar kuat. Dia ingin menghancurkan sebuah batu ujian besar untuk pamer.

​Di kejauhan, Han Feng berdiri sambil memikul keranjang cucian yang berat. Dia berhenti sejenak, melihat ke arah panggung latihan.

​Sekarang, batin Han Feng.

​Tepat saat Li Wei akan menghantamkan tangannya ke batu, struktur energi ramuan yang telah dimodifikasi Han Feng bereaksi. Aliran Qi yang tadinya deras tiba-tiba berbalik arah (backlash) di dalam nadinya.

​BUM!

​Bukan batu yang hancur, melainkan Li Wei yang terpental ke belakang. Aliran energinya tersumbat di ketiak, menyebabkan otot lengannya kejang seketika. Tubuhnya melintir di udara dan jatuh terjerembap ke dalam bak air pembersih kaki di pinggir lapangan.

​BYUR!

​Keheningan seketika melanda. Murid-murid perempuan yang tadinya bersorak kini menutup mulut mereka untuk menahan tawa. Li Wei merangkak keluar dari bak air dengan rambut acak-acakan dan jubah basah kuyup, terlihat sangat memalukan.

​"Apa yang terjadi?! Ramuan itu... ada yang salah dengan ramuannya!" teriak Li Wei dengan wajah merah padam karena malu.

​Tabib sekte segera berlari mendekat dan memeriksa denyut nadi Li Wei. "Aneh... nadimu hanya sedikit kacau karena terlalu bersemangat. Ramuannya bersih, tidak ada racun. Mungkin Tuan Muda Li terlalu terburu-buru dalam mengerahkan tenaga."

​Li Wei menggeram frustrasi. Dia tidak bisa menyalahkan siapa pun. Dia tidak akan pernah menyangka bahwa pelayan yang dia tendang tadi pagi adalah penyebab kehancurannya.

​HARTA DI BALIK LUMPUR

​Han Feng melanjutkan langkahnya menuju tempat pembuangan sampah di belakang sekte. Di sana, di dekat tembok yang retak dan berlumut, dia berhenti. Matanya menangkap sesuatu yang tidak akan disadari oleh siapa pun di sekte ini.

​Di antara rumput liar yang bau, tumbuh sebuah tanaman kecil dengan tiga daun berwarna hitam kusam. Orang-orang di sini menyebutnya "Rumput Gagak", tumbuhan pengganggu yang tidak berguna.

​Namun, di memori Dewa milik Han Feng, itu adalah "Rumput Penelan Jiwa" yang legendaris. Jika diolah dengan benar, tanaman ini bisa menyembunyikan level kultivasi seseorang secara total, bahkan dari mata seorang Kaisar sekalipun.

​"Sekte ini benar-benar sekumpulan orang buta," gumam Han Feng.

​Dia memetik tanaman itu dengan gerakan halus, memasukkannya ke dalam saku jubahnya. Dengan tanaman ini, dia bisa terus tumbuh menjadi naga di balik bayangan tanpa ada yang curiga.

​Malam itu, Han Feng duduk di atap barak pelayan yang sepi. Dia melihat ke arah paviliun mewah tempat para Tetua tinggal.

​"Kalian menikmati kemewahan kalian di atas penderitaan orang lain," bisik Han Feng sambil menatap tangannya yang kini memancarkan cahaya keemasan redup. "Nikmatilah selagi bisa. Karena saat debu ini bangkit sepenuhnya, tidak akan ada tempat bagi kalian untuk bersembunyi."

​Han Feng memejamkan mata, membiarkan energi semesta mengalir masuk ke dalam dirinya. Dia adalah pelayan yang terbuang, namun dia juga adalah badai yang sedang tenang. Dan besok, dia akan kembali menyapu lantai, membelah kayu, dan menundukkan kepala—sambil mempersiapkan langkah selanjutnya untuk menghancurkan mereka semua dari dalam.

Terpopuler

Comments

Nanik S

Nanik S

Badai yang tenang dan jika meledak bisa menghancurkan semuanya

2026-06-07

2

Abil Amar

Abil Amar

mn urutan kultivsiny ko g djladkn atu dtulis secra Ringo

2026-06-26

1

Yan Panungkek

Yan Panungkek

air tenang menghanyutkan lanjut thor

2026-08-24

0

lihat semua
Episodes
1 AIR MATA DI ATAS DEBU
2 DEBU YANG BERUBAH MENJADI KARANG
3 PISAU TERSEMBUNYI DI BALIK BAYANGAN
4 BUNGA SALJU DAN DEBU JALANAN
5 GEMURUH DI DALAM NADI
6 PERJUDIAN DI BALIK CADAR
7 ANGIN DINGIN DI PANGGUNG UJIAN
8 KEHENINGAN YANG MENGHANCURKAN
9 TAMU TAK DIUNDANG DI MEJA PELAYAN
10 PETI MATI UNTUK TAMU TAK DIUNDANG
11 LANGKAH NAGA, DEBU YANG TERPENCAR
12 BADAI DI HUTAN BAMBU MERAH
13 ARAK DINGIN DAN KABAR DARI KOTA AWAN
14 KILAT YANG PADAM DI UJUNG JARI
15 TRANSFORMASI NAGA EMAS
16 TARIAN MAUT DI LANGIT WADAS PUTIH
17 BENTROKAN DUA ZAMAN
18 SEGEL KUNO YANG TERBANGUN
19 ANOMALI SANG NAGA EMAS
20 PUNCAK-PUNCAK YANG MENYENTUH LANGIT
21 PERMATA DI BALIK KERAK BUMI
22 BADAI DI BALIK JENDELA PENGINAPAN
23 TARGET DI BALIK KABUT
24 TARIAN KILAT DI KERAJAAN BAWAH TANAH
25 DOMINASI YANG TAK TERGOYAHKAN
26 GEMURUH DI PUNCAK HENING
27 PENJAGAL DI TANGGA LANGIT
28 TOPI BAMBU YANG JATUH
29 HUKUM GENERASI MUDA
30 DARAH SANG NAGA DATARAN TENGAH
31 ARAH YANG BERBEDA
32 API DI PUNCAK PERBATASAN
33 SERIGALA DI JALUR SUTRA
34 DI BAWAH HIDUNG MUSUH
35 PANGGUNG DARAH DAN DEBU
36 BADAI DI DALAM HENING
37 TARIAN DI SARANG NAGA
38 KABUT DI PAVILIUN NAGA
39 FAJAR DI BALIK KABUT
40 PERJAMUAN DARAH NAGA
41 BAB 41: PUSARAN NAGA YANG RAKUS
42 KELAHIRAN KEMBALI SANG NAGA PETIR
43 PERJANJIAN DI BAWAH REMBULAN
44 JANJI DI AMBANG BATAS
45 GEMA DARI ALTAR KUNO
46 DEWA-DEWA MUDA DI MEJA BUNDAR
47 BADAI DI KOTA PELELANGAN
48 AMUKAN SANG PEWARIS HAN
49 PELARIAN SANG NAGA DAN DEKLARASI CINTA DI LANGIT
50 GONCANGAN LANGIT DAN BUMI
51 Gema Dendam di Gerbang Utara
52 Lembah Tulang dan Sumpah yang Tersisa
53 Sumpah di Bawah Langit Merah
54 Tumbal Sang Penguasa Altar
55 Melampaui Cakrawala Sembilan Langit
56 Badai di Lapisan Pertama
57 Pembantaian di Lembah Keputusasaan
58 Desas-Desus di Langit Atas
59 Mengetuk Gerbang Langit Ketiga
60 Hitung Mundur Altar Giok
61 Amukan Naga Meruntuhkan Altar
62 Sayap Merah Menggoncang Langit
63 Warisan Kuno di Kota Fajar
64 Badai Petir Melumat Aliansi
65 Menebas Bayangan Dewa
66 Angin Tenang di Taman Melayang
67 Menyembunyikan Taring di Kota Persik
68 Pembersihan Senyap di Gang Persik
69 Mencegat Takdir di Batas Langit
70 Aliansi Naga-Phoenix Membakar Kosmik
71 Ledakan Kosmik dan Sayap yang Terluka
72 Penjaga Rahasia Lembah Lembayung
73 Pembantaian di Bawah Air Terjun Air Raksa
74 Menuju Kota Alkimia Agung
75 Menampar Wajah Penguasa Alkimia
76 Tarian Maut di Atas Kawah Lava
77 Penjarahan Markas Besar Api Suci
78 Badai Sebelum Lompatan Langit
79 Selamat Datang di Lapisan Ketujuh, Ranah Para Monster
80 Mencabik Kesombongan Salju Abadi
81 Badai Mengintai di Kota Awan Es
82 Menebas Penatua, Merebut Jalan Langit
83 Jantung Alkimia dan Tatapan sang Pemangsa
84 Menyusup ke Istana Api Biru
85 Teror Kata sang Pengejar Jiwa
86 Pengorbanan Darah Naga dan Phoenix
87 Runtuhnya Langit, Perpisahan Dua Jiwa
88 Topeng Besi dan Jejak sang Pengembara
89 Perjamuan Para Pangeran dan Putri Misterius
90 Dinginnya Besi, Angkuhnya Teratai Hitam
91 Ketenangan di Balik Badai Api
92 Jejak Kuno dan Aliansi yang Retak
93 Bara Kuali dan Kilat Biru
94 Gempar Kota Pusat dan Badai yang Mengintai
95 Negosiasi di Balik Cadar Kosmik
96 Bab 96
97 Tiga Puncak Takdir, Detik-Detik Menuju Final
98 Badai Petir Surgawi dan Lahirnya Pil Iblis
99 Strategi Berdarah sang Iblis Naga
100 Cadar yang Terbuka dan Peta Langit Kedelapan
101 Daratan Dingin Kedelapan dan Evolusi Batin Naga
102 Penyusupan Senyap dan Taktik Kambing Hitam
103 Akses Spasial Terbuka dan Langkah Bayangan
104 Pelarian Menembus Badai dan Isolasi Gua Kosmik
105 Evolusi Ranah dan Metamorfosis Fisik Naga Kosmik
106 Pemurnian Jurus: Petir Naga Kosmik dan Medan Gravitasi Hampa
107 Tiba di Kota Pusat dan Penyamaran Alkemis yang Sempurna
108 Memasuki Jantung Musuh (Infiltrasi Benteng Pusat)
109 Racun Kosmik dan Dobrakan Gerbang Spasial
110 Menembus Batas Dunia dan Tirai Dingin Lapisan Sembilan
111 Interogasi Darah dan Peta Menara Api Suci
112 Tebasan Senyap dan Penyusupan Menara Penjara
113 Rantai Penghancur Takdir dan Amukan Api Sembilan Langit
114 Bentrokan Dua Hukum Dunia dan Puncak Kemarahan Naga
115 Sang Pengejar Jiwa dan Bayangan Masa Lalu
116 Leburan Tiga Domain dan Pintu Dimensi Kosmik
117 Arus Kosmos Liar dan Retakan Dunia Atas
118 Bahtera Kuno Batuan Meteorit dan Warisan Penguasa Bintang
119 Kebangkitan Penguasa Bintang dan Deklarasi Perang Kosmik
120 Runtuhnya Sembilan Langit dan Fajar Baru Dunia Kosmos
121 ARC BAHTERA BINTANG KUNO
122 Chapter 1
123 Chapter 2
124 Chapter 3
125 Chapter 4
126 Chapter 5
127 Chapter 6
128 Chapter 7
129 Chapter 8
130 Chapter 9
131 PENGUMUMAN PENTING / KARYA BARU THOR!
Episodes

Updated 131 Episodes

1
AIR MATA DI ATAS DEBU
2
DEBU YANG BERUBAH MENJADI KARANG
3
PISAU TERSEMBUNYI DI BALIK BAYANGAN
4
BUNGA SALJU DAN DEBU JALANAN
5
GEMURUH DI DALAM NADI
6
PERJUDIAN DI BALIK CADAR
7
ANGIN DINGIN DI PANGGUNG UJIAN
8
KEHENINGAN YANG MENGHANCURKAN
9
TAMU TAK DIUNDANG DI MEJA PELAYAN
10
PETI MATI UNTUK TAMU TAK DIUNDANG
11
LANGKAH NAGA, DEBU YANG TERPENCAR
12
BADAI DI HUTAN BAMBU MERAH
13
ARAK DINGIN DAN KABAR DARI KOTA AWAN
14
KILAT YANG PADAM DI UJUNG JARI
15
TRANSFORMASI NAGA EMAS
16
TARIAN MAUT DI LANGIT WADAS PUTIH
17
BENTROKAN DUA ZAMAN
18
SEGEL KUNO YANG TERBANGUN
19
ANOMALI SANG NAGA EMAS
20
PUNCAK-PUNCAK YANG MENYENTUH LANGIT
21
PERMATA DI BALIK KERAK BUMI
22
BADAI DI BALIK JENDELA PENGINAPAN
23
TARGET DI BALIK KABUT
24
TARIAN KILAT DI KERAJAAN BAWAH TANAH
25
DOMINASI YANG TAK TERGOYAHKAN
26
GEMURUH DI PUNCAK HENING
27
PENJAGAL DI TANGGA LANGIT
28
TOPI BAMBU YANG JATUH
29
HUKUM GENERASI MUDA
30
DARAH SANG NAGA DATARAN TENGAH
31
ARAH YANG BERBEDA
32
API DI PUNCAK PERBATASAN
33
SERIGALA DI JALUR SUTRA
34
DI BAWAH HIDUNG MUSUH
35
PANGGUNG DARAH DAN DEBU
36
BADAI DI DALAM HENING
37
TARIAN DI SARANG NAGA
38
KABUT DI PAVILIUN NAGA
39
FAJAR DI BALIK KABUT
40
PERJAMUAN DARAH NAGA
41
BAB 41: PUSARAN NAGA YANG RAKUS
42
KELAHIRAN KEMBALI SANG NAGA PETIR
43
PERJANJIAN DI BAWAH REMBULAN
44
JANJI DI AMBANG BATAS
45
GEMA DARI ALTAR KUNO
46
DEWA-DEWA MUDA DI MEJA BUNDAR
47
BADAI DI KOTA PELELANGAN
48
AMUKAN SANG PEWARIS HAN
49
PELARIAN SANG NAGA DAN DEKLARASI CINTA DI LANGIT
50
GONCANGAN LANGIT DAN BUMI
51
Gema Dendam di Gerbang Utara
52
Lembah Tulang dan Sumpah yang Tersisa
53
Sumpah di Bawah Langit Merah
54
Tumbal Sang Penguasa Altar
55
Melampaui Cakrawala Sembilan Langit
56
Badai di Lapisan Pertama
57
Pembantaian di Lembah Keputusasaan
58
Desas-Desus di Langit Atas
59
Mengetuk Gerbang Langit Ketiga
60
Hitung Mundur Altar Giok
61
Amukan Naga Meruntuhkan Altar
62
Sayap Merah Menggoncang Langit
63
Warisan Kuno di Kota Fajar
64
Badai Petir Melumat Aliansi
65
Menebas Bayangan Dewa
66
Angin Tenang di Taman Melayang
67
Menyembunyikan Taring di Kota Persik
68
Pembersihan Senyap di Gang Persik
69
Mencegat Takdir di Batas Langit
70
Aliansi Naga-Phoenix Membakar Kosmik
71
Ledakan Kosmik dan Sayap yang Terluka
72
Penjaga Rahasia Lembah Lembayung
73
Pembantaian di Bawah Air Terjun Air Raksa
74
Menuju Kota Alkimia Agung
75
Menampar Wajah Penguasa Alkimia
76
Tarian Maut di Atas Kawah Lava
77
Penjarahan Markas Besar Api Suci
78
Badai Sebelum Lompatan Langit
79
Selamat Datang di Lapisan Ketujuh, Ranah Para Monster
80
Mencabik Kesombongan Salju Abadi
81
Badai Mengintai di Kota Awan Es
82
Menebas Penatua, Merebut Jalan Langit
83
Jantung Alkimia dan Tatapan sang Pemangsa
84
Menyusup ke Istana Api Biru
85
Teror Kata sang Pengejar Jiwa
86
Pengorbanan Darah Naga dan Phoenix
87
Runtuhnya Langit, Perpisahan Dua Jiwa
88
Topeng Besi dan Jejak sang Pengembara
89
Perjamuan Para Pangeran dan Putri Misterius
90
Dinginnya Besi, Angkuhnya Teratai Hitam
91
Ketenangan di Balik Badai Api
92
Jejak Kuno dan Aliansi yang Retak
93
Bara Kuali dan Kilat Biru
94
Gempar Kota Pusat dan Badai yang Mengintai
95
Negosiasi di Balik Cadar Kosmik
96
Bab 96
97
Tiga Puncak Takdir, Detik-Detik Menuju Final
98
Badai Petir Surgawi dan Lahirnya Pil Iblis
99
Strategi Berdarah sang Iblis Naga
100
Cadar yang Terbuka dan Peta Langit Kedelapan
101
Daratan Dingin Kedelapan dan Evolusi Batin Naga
102
Penyusupan Senyap dan Taktik Kambing Hitam
103
Akses Spasial Terbuka dan Langkah Bayangan
104
Pelarian Menembus Badai dan Isolasi Gua Kosmik
105
Evolusi Ranah dan Metamorfosis Fisik Naga Kosmik
106
Pemurnian Jurus: Petir Naga Kosmik dan Medan Gravitasi Hampa
107
Tiba di Kota Pusat dan Penyamaran Alkemis yang Sempurna
108
Memasuki Jantung Musuh (Infiltrasi Benteng Pusat)
109
Racun Kosmik dan Dobrakan Gerbang Spasial
110
Menembus Batas Dunia dan Tirai Dingin Lapisan Sembilan
111
Interogasi Darah dan Peta Menara Api Suci
112
Tebasan Senyap dan Penyusupan Menara Penjara
113
Rantai Penghancur Takdir dan Amukan Api Sembilan Langit
114
Bentrokan Dua Hukum Dunia dan Puncak Kemarahan Naga
115
Sang Pengejar Jiwa dan Bayangan Masa Lalu
116
Leburan Tiga Domain dan Pintu Dimensi Kosmik
117
Arus Kosmos Liar dan Retakan Dunia Atas
118
Bahtera Kuno Batuan Meteorit dan Warisan Penguasa Bintang
119
Kebangkitan Penguasa Bintang dan Deklarasi Perang Kosmik
120
Runtuhnya Sembilan Langit dan Fajar Baru Dunia Kosmos
121
ARC BAHTERA BINTANG KUNO
122
Chapter 1
123
Chapter 2
124
Chapter 3
125
Chapter 4
126
Chapter 5
127
Chapter 6
128
Chapter 7
129
Chapter 8
130
Chapter 9
131
PENGUMUMAN PENTING / KARYA BARU THOR!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!