GEMURUH DI DALAM NADI

​Malam di Hutan Kematian biasanya penuh dengan suara lolongan serigala dan gesekan dahan pohon yang menyeramkan. Namun di sebuah gua kecil yang tersembunyi di balik air terjun, suasana begitu hening hingga suara tetesan air pun terdengar seperti dentuman.

​Han Feng duduk bersila di atas batu datar. Di depannya, Rumput Penelan Jiwa yang ia temukan kemarin telah layu, sarinya telah ia ekstrak menggunakan teknik panas internal yang ia pelajari dari Sutra Dewa. Cairan hitam pekat itu kini mengalir di dalam perutnya, menyebarkan rasa dingin yang menusuk hingga ke tulang sumsum.

​"Hancurkan untuk membangun. Matikan untuk menghidupkan," mantra dari Sutra Dewa bergema di kepalanya.

​Tiba-tiba, tubuh Han Feng bergetar hebat. Dantiannya, yang selama bertahun-tahun dianggap "mati" dan "tersumbat", mulai retak. Ini adalah proses yang paling menyakitkan dalam kultivasi—menghancurkan pondasi lama untuk membangun Dantian Emas.

​Krak!

​Suara itu hanya terdengar di dalam kesadarannya. Energi Qi dari alam sekitar tersedot secara brutal, membentuk pusaran kecil di atas kepala Han Feng. Jika ada Tetua Sekte yang melihat ini, mereka akan jatuh pingsan; kecepatan penyerapan energi ini ribuan kali lipat lebih cepat daripada teknik tingkat tinggi mana pun di Daratan Bawah.

​Dalam satu tarikan napas panjang, Han Feng membuka matanya. Sepasang pupil keemasan menyala di kegelapan sebelum kembali memudar menjadi hitam jernih.

​"Pengumpulan Qi Level 3," bisik Han Feng. Tangannya terkepal, dan ia bisa merasakan aliran energi yang begitu padat merayap di bawah kulitnya. Dengan bantuan Rumput Penelan Jiwa, energi ini terbungkus rapat di dalam nadinya. Secara kasat mata, ia masih terlihat seperti orang biasa tanpa tenaga dalam. Inilah teknik "Penyamaran Dewa" yang sempurna.

......................

​Keesokan paginya, suasana di barak pelayan dan murid luar sangat riuh. Han Feng sedang memikul nampan berisi bubur gandum menuju meja makan murid luar ketika seorang Diaken Sekte berdiri di atas panggung kayu dengan gulungan emas di tangannya.

​"Dengarkan semua!" suara Diaken itu menggelegar. "Turnamen tahunan 'Pedang Embun Pagi' akan diadakan bulan depan! Tahun ini, Master Sekte memberikan kesempatan istimewa. Untuk menguji ketahanan dan mentalitas para murid, kita membuka slot untuk para pelayan sebagai peserta pendukung!"

​Para murid luar mulai berbisik-bisik dan tertawa sinis.

​"Peserta pendukung? Maksudmu samsak hidup?" celetuk salah satu murid sambil melirik ke arah Han Feng yang sedang meletakkan mangkuk bubur.

​"Benar," lanjut Diaken dengan senyum dingin. "Pelayan yang bisa bertahan selama tiga ronde di atas panggung melawan murid luar akan langsung dipromosikan menjadi Murid Luar resmi dan mendapatkan satu Pil Pemurni Nadi. Namun... sekte tidak bertanggung jawab atas cedera yang terjadi di atas panggung."

​Han Feng tetap tenang, wajahnya menunduk seperti biasa. Namun, otaknya bekerja dengan kecepatan luar biasa. Pil Pemurni Nadi? Itu sampah bagi pengetahuanku, tapi Gua Energi sekte yang dijanjikan sebagai hadiah tambahan... itu yang aku butuhkan untuk mempercepat Dantian Emas ke level selanjutnya.

​Siang itu, Han Feng bertugas di dapur alkimia—bukan untuk meracik obat, tapi untuk membuang limbah herbal. Murid-murid alkimia Sekte Pedang Langit sangat ceroboh; mereka sering membuang akar Ginseng Bumi yang patah atau kelopak Bunga Api yang dianggap hangus.

​Bagi mereka, itu sampah. Bagi Han Feng, itu adalah bahan baku tingkat tinggi.

​Saat suasana sepi, Han Feng mengambil sisa-sisa herbal itu dan memasukkannya ke dalam sebuah kuali kecil di sudut dapur yang jarang digunakan. Ia tidak butuh api tungku. Ia hanya meletakkan telapak tangannya di bawah kuali, menyalurkan energi Qi emasnya yang memiliki atribut panas murni.

​Sssss...

​Uap beraroma harum namun tajam menguar. Han Feng mencampurkan jelaga tungku dan sari herbal tersebut menjadi sebuah cairan kental berwarna perunggu. Inilah "Cairan Penguat Tulang Besi".

​Tanpa ragu, ia meminum cairan itu. Rasanya seperti menelan besi cair yang membara. Tubuhnya terasa panas, dan ia bisa merasakan tulang-tulangnya menjadi lebih padat, lebih berat, dan lebih kuat. Setiap pori-porinya mengeluarkan kotoran hitam yang berbau busuk—limbah dari tubuh manusianya yang dulu lemah.

​"Sekarang, bahkan pedang baja biasa tidak akan bisa menggores kulitku," gumamnya sambil membersihkan diri di sumur belakang.

​Sore harinya, saat Han Feng sedang membawa keranjang cucian melewati lapangan latihan, sebuah langkah kaki yang berat mencegatnya. Li Wei berdiri di sana dengan senyum kemenangan, memegang sebuah kertas kuning yang sudah dibubuhi cap jempol darah.

​"Sampah, aku punya kejutan untukmu," ucap Li Wei sambil melemparkan kertas itu ke dada Han Feng.

​Han Feng menangkapnya. Itu adalah formulir pendaftaran turnamen. Di kolom nama peserta pendukung, tertulis jelas: Han Feng.

​"Aku sudah mendaftarkan namamu. Sebagai pelayan pribadiku, kau punya 'kehormatan' untuk menjadi lawan latihanku di babak penyisihan," Li Wei tertawa terbahak-bahak, diikuti oleh kawan-kawannya. "Jangan coba-coba melarikan diri. Jika kau tidak muncul, kau akan dianggap berkhianat pada sekte dan akan diburu. Jika kau muncul... yah, mungkin aku hanya akan mematahkan semua tulangmu sebagai hiburan untuk Kakak Senior Su Yan."

​Li Wei mendekat, membisikkan sesuatu di telinga Han Feng dengan nada penuh kebencian. "Aku ingin melihat wajah tampanmu itu hancur di bawah kakiku di depan ribuan orang. Mari kita lihat apakah 'pangeran' sepertimu masih bisa tenang saat gigimu rontok semua."

​Li Wei menepuk pipi Han Feng dengan kasar lalu melenggang pergi dengan penuh kesombongan.

​Han Feng berdiri diam di tengah lapangan. Murid-murid lain yang lewat menatapnya dengan tatapan kasihan, seolah mereka sedang melihat orang mati yang berjalan.

​Han Feng melihat ke arah formulir di tangannya. Perlahan, sudut bibirnya terangkat, membentuk senyum yang sangat tipis dan sangat licik—senyum yang tidak pernah dilihat oleh siapa pun.

​"Kalian ingin aku menjadi hiburan?" batin Han Feng.

​Ia meremas kertas formulir itu hingga menjadi debu di dalam genggamannya.

​"Lucu sekali. Kalian mengundang serigala ke dalam kandang domba, dan kalian pikir kalianlah yang memegang kendali."

​Han Feng kembali berjalan, memikul keranjang cuciannya dengan langkah yang santai. Di dalam dirinya, energi emas Qi Gathering Level 3 berputar dengan riang, siap untuk melahap siapa pun yang berani mengusik ketenangannya. Turnamen "Pedang Embun Pagi" bukan lagi tentang promosi status baginya. Itu adalah pengadilan. Pengadilan bagi mereka yang terlalu lama berdiri di atas penderitaan orang lain.

​Malam itu, di bawah cahaya bulan yang dingin, Han Feng berlatih satu gerakan tunggal: sebuah pukulan sederhana tanpa nama. Namun, setiap kali tinjunya meluncur, udara di depannya seolah-olah terkoyak, menciptakan suara ledakan kecil yang teredam oleh suara angin malam.

​"Li Wei, persiapkan dirimu," bisik Han Feng ke arah kegelapan. "Karena di atas panggung nanti, tidak akan ada Tetua yang bisa menyelamatkanmu dariku."

Terpopuler

Comments

Dwi Kurnia

Dwi Kurnia

Lah...kan sdh merekam semua ilmu di peepustakaan. Knapa gak latihan itu? Malah latihan tinju biasa...🤣

2026-07-26

1

Nanik S

Nanik S

Pertandingan nanti bisa jadi bencana berjalan

2026-06-07

1

Sansalina

Sansalina

Gas 👍👍👍

2026-07-29

0

lihat semua
Episodes
1 AIR MATA DI ATAS DEBU
2 DEBU YANG BERUBAH MENJADI KARANG
3 PISAU TERSEMBUNYI DI BALIK BAYANGAN
4 BUNGA SALJU DAN DEBU JALANAN
5 GEMURUH DI DALAM NADI
6 PERJUDIAN DI BALIK CADAR
7 ANGIN DINGIN DI PANGGUNG UJIAN
8 KEHENINGAN YANG MENGHANCURKAN
9 TAMU TAK DIUNDANG DI MEJA PELAYAN
10 PETI MATI UNTUK TAMU TAK DIUNDANG
11 LANGKAH NAGA, DEBU YANG TERPENCAR
12 BADAI DI HUTAN BAMBU MERAH
13 ARAK DINGIN DAN KABAR DARI KOTA AWAN
14 KILAT YANG PADAM DI UJUNG JARI
15 TRANSFORMASI NAGA EMAS
16 TARIAN MAUT DI LANGIT WADAS PUTIH
17 BENTROKAN DUA ZAMAN
18 SEGEL KUNO YANG TERBANGUN
19 ANOMALI SANG NAGA EMAS
20 PUNCAK-PUNCAK YANG MENYENTUH LANGIT
21 PERMATA DI BALIK KERAK BUMI
22 BADAI DI BALIK JENDELA PENGINAPAN
23 TARGET DI BALIK KABUT
24 TARIAN KILAT DI KERAJAAN BAWAH TANAH
25 DOMINASI YANG TAK TERGOYAHKAN
26 GEMURUH DI PUNCAK HENING
27 PENJAGAL DI TANGGA LANGIT
28 TOPI BAMBU YANG JATUH
29 HUKUM GENERASI MUDA
30 DARAH SANG NAGA DATARAN TENGAH
31 ARAH YANG BERBEDA
32 API DI PUNCAK PERBATASAN
33 SERIGALA DI JALUR SUTRA
34 DI BAWAH HIDUNG MUSUH
35 PANGGUNG DARAH DAN DEBU
36 BADAI DI DALAM HENING
37 TARIAN DI SARANG NAGA
38 KABUT DI PAVILIUN NAGA
39 FAJAR DI BALIK KABUT
40 PERJAMUAN DARAH NAGA
41 BAB 41: PUSARAN NAGA YANG RAKUS
42 KELAHIRAN KEMBALI SANG NAGA PETIR
43 PERJANJIAN DI BAWAH REMBULAN
44 JANJI DI AMBANG BATAS
45 GEMA DARI ALTAR KUNO
46 DEWA-DEWA MUDA DI MEJA BUNDAR
47 BADAI DI KOTA PELELANGAN
48 AMUKAN SANG PEWARIS HAN
49 PELARIAN SANG NAGA DAN DEKLARASI CINTA DI LANGIT
50 GONCANGAN LANGIT DAN BUMI
51 Gema Dendam di Gerbang Utara
52 Lembah Tulang dan Sumpah yang Tersisa
53 Sumpah di Bawah Langit Merah
54 Tumbal Sang Penguasa Altar
55 Melampaui Cakrawala Sembilan Langit
56 Badai di Lapisan Pertama
57 Pembantaian di Lembah Keputusasaan
58 Desas-Desus di Langit Atas
59 Mengetuk Gerbang Langit Ketiga
60 Hitung Mundur Altar Giok
61 Amukan Naga Meruntuhkan Altar
62 Sayap Merah Menggoncang Langit
63 Warisan Kuno di Kota Fajar
64 Badai Petir Melumat Aliansi
65 Menebas Bayangan Dewa
66 Angin Tenang di Taman Melayang
67 Menyembunyikan Taring di Kota Persik
68 Pembersihan Senyap di Gang Persik
69 Mencegat Takdir di Batas Langit
70 Aliansi Naga-Phoenix Membakar Kosmik
71 Ledakan Kosmik dan Sayap yang Terluka
72 Penjaga Rahasia Lembah Lembayung
73 Pembantaian di Bawah Air Terjun Air Raksa
74 Menuju Kota Alkimia Agung
75 Menampar Wajah Penguasa Alkimia
76 Tarian Maut di Atas Kawah Lava
77 Penjarahan Markas Besar Api Suci
78 Badai Sebelum Lompatan Langit
79 Selamat Datang di Lapisan Ketujuh, Ranah Para Monster
80 Mencabik Kesombongan Salju Abadi
81 Badai Mengintai di Kota Awan Es
82 Menebas Penatua, Merebut Jalan Langit
83 Jantung Alkimia dan Tatapan sang Pemangsa
84 Menyusup ke Istana Api Biru
85 Teror Kata sang Pengejar Jiwa
86 Pengorbanan Darah Naga dan Phoenix
87 Runtuhnya Langit, Perpisahan Dua Jiwa
88 Topeng Besi dan Jejak sang Pengembara
89 Perjamuan Para Pangeran dan Putri Misterius
90 Dinginnya Besi, Angkuhnya Teratai Hitam
91 Ketenangan di Balik Badai Api
92 Jejak Kuno dan Aliansi yang Retak
93 Bara Kuali dan Kilat Biru
94 Gempar Kota Pusat dan Badai yang Mengintai
95 Negosiasi di Balik Cadar Kosmik
96 Bab 96
97 Tiga Puncak Takdir, Detik-Detik Menuju Final
98 Badai Petir Surgawi dan Lahirnya Pil Iblis
99 Strategi Berdarah sang Iblis Naga
100 Cadar yang Terbuka dan Peta Langit Kedelapan
101 Daratan Dingin Kedelapan dan Evolusi Batin Naga
102 Penyusupan Senyap dan Taktik Kambing Hitam
103 Akses Spasial Terbuka dan Langkah Bayangan
104 Pelarian Menembus Badai dan Isolasi Gua Kosmik
105 Evolusi Ranah dan Metamorfosis Fisik Naga Kosmik
106 Pemurnian Jurus: Petir Naga Kosmik dan Medan Gravitasi Hampa
107 Tiba di Kota Pusat dan Penyamaran Alkemis yang Sempurna
108 Memasuki Jantung Musuh (Infiltrasi Benteng Pusat)
109 Racun Kosmik dan Dobrakan Gerbang Spasial
110 Menembus Batas Dunia dan Tirai Dingin Lapisan Sembilan
111 Interogasi Darah dan Peta Menara Api Suci
112 Tebasan Senyap dan Penyusupan Menara Penjara
113 Rantai Penghancur Takdir dan Amukan Api Sembilan Langit
114 Bentrokan Dua Hukum Dunia dan Puncak Kemarahan Naga
115 Sang Pengejar Jiwa dan Bayangan Masa Lalu
116 Leburan Tiga Domain dan Pintu Dimensi Kosmik
117 Arus Kosmos Liar dan Retakan Dunia Atas
118 Bahtera Kuno Batuan Meteorit dan Warisan Penguasa Bintang
119 Kebangkitan Penguasa Bintang dan Deklarasi Perang Kosmik
120 Runtuhnya Sembilan Langit dan Fajar Baru Dunia Kosmos
121 ARC BAHTERA BINTANG KUNO
122 Chapter 1
123 Chapter 2
124 Chapter 3
125 Chapter 4
126 Chapter 5
127 Chapter 6
128 Chapter 7
129 Chapter 8
130 Chapter 9
131 PENGUMUMAN PENTING / KARYA BARU THOR!
Episodes

Updated 131 Episodes

1
AIR MATA DI ATAS DEBU
2
DEBU YANG BERUBAH MENJADI KARANG
3
PISAU TERSEMBUNYI DI BALIK BAYANGAN
4
BUNGA SALJU DAN DEBU JALANAN
5
GEMURUH DI DALAM NADI
6
PERJUDIAN DI BALIK CADAR
7
ANGIN DINGIN DI PANGGUNG UJIAN
8
KEHENINGAN YANG MENGHANCURKAN
9
TAMU TAK DIUNDANG DI MEJA PELAYAN
10
PETI MATI UNTUK TAMU TAK DIUNDANG
11
LANGKAH NAGA, DEBU YANG TERPENCAR
12
BADAI DI HUTAN BAMBU MERAH
13
ARAK DINGIN DAN KABAR DARI KOTA AWAN
14
KILAT YANG PADAM DI UJUNG JARI
15
TRANSFORMASI NAGA EMAS
16
TARIAN MAUT DI LANGIT WADAS PUTIH
17
BENTROKAN DUA ZAMAN
18
SEGEL KUNO YANG TERBANGUN
19
ANOMALI SANG NAGA EMAS
20
PUNCAK-PUNCAK YANG MENYENTUH LANGIT
21
PERMATA DI BALIK KERAK BUMI
22
BADAI DI BALIK JENDELA PENGINAPAN
23
TARGET DI BALIK KABUT
24
TARIAN KILAT DI KERAJAAN BAWAH TANAH
25
DOMINASI YANG TAK TERGOYAHKAN
26
GEMURUH DI PUNCAK HENING
27
PENJAGAL DI TANGGA LANGIT
28
TOPI BAMBU YANG JATUH
29
HUKUM GENERASI MUDA
30
DARAH SANG NAGA DATARAN TENGAH
31
ARAH YANG BERBEDA
32
API DI PUNCAK PERBATASAN
33
SERIGALA DI JALUR SUTRA
34
DI BAWAH HIDUNG MUSUH
35
PANGGUNG DARAH DAN DEBU
36
BADAI DI DALAM HENING
37
TARIAN DI SARANG NAGA
38
KABUT DI PAVILIUN NAGA
39
FAJAR DI BALIK KABUT
40
PERJAMUAN DARAH NAGA
41
BAB 41: PUSARAN NAGA YANG RAKUS
42
KELAHIRAN KEMBALI SANG NAGA PETIR
43
PERJANJIAN DI BAWAH REMBULAN
44
JANJI DI AMBANG BATAS
45
GEMA DARI ALTAR KUNO
46
DEWA-DEWA MUDA DI MEJA BUNDAR
47
BADAI DI KOTA PELELANGAN
48
AMUKAN SANG PEWARIS HAN
49
PELARIAN SANG NAGA DAN DEKLARASI CINTA DI LANGIT
50
GONCANGAN LANGIT DAN BUMI
51
Gema Dendam di Gerbang Utara
52
Lembah Tulang dan Sumpah yang Tersisa
53
Sumpah di Bawah Langit Merah
54
Tumbal Sang Penguasa Altar
55
Melampaui Cakrawala Sembilan Langit
56
Badai di Lapisan Pertama
57
Pembantaian di Lembah Keputusasaan
58
Desas-Desus di Langit Atas
59
Mengetuk Gerbang Langit Ketiga
60
Hitung Mundur Altar Giok
61
Amukan Naga Meruntuhkan Altar
62
Sayap Merah Menggoncang Langit
63
Warisan Kuno di Kota Fajar
64
Badai Petir Melumat Aliansi
65
Menebas Bayangan Dewa
66
Angin Tenang di Taman Melayang
67
Menyembunyikan Taring di Kota Persik
68
Pembersihan Senyap di Gang Persik
69
Mencegat Takdir di Batas Langit
70
Aliansi Naga-Phoenix Membakar Kosmik
71
Ledakan Kosmik dan Sayap yang Terluka
72
Penjaga Rahasia Lembah Lembayung
73
Pembantaian di Bawah Air Terjun Air Raksa
74
Menuju Kota Alkimia Agung
75
Menampar Wajah Penguasa Alkimia
76
Tarian Maut di Atas Kawah Lava
77
Penjarahan Markas Besar Api Suci
78
Badai Sebelum Lompatan Langit
79
Selamat Datang di Lapisan Ketujuh, Ranah Para Monster
80
Mencabik Kesombongan Salju Abadi
81
Badai Mengintai di Kota Awan Es
82
Menebas Penatua, Merebut Jalan Langit
83
Jantung Alkimia dan Tatapan sang Pemangsa
84
Menyusup ke Istana Api Biru
85
Teror Kata sang Pengejar Jiwa
86
Pengorbanan Darah Naga dan Phoenix
87
Runtuhnya Langit, Perpisahan Dua Jiwa
88
Topeng Besi dan Jejak sang Pengembara
89
Perjamuan Para Pangeran dan Putri Misterius
90
Dinginnya Besi, Angkuhnya Teratai Hitam
91
Ketenangan di Balik Badai Api
92
Jejak Kuno dan Aliansi yang Retak
93
Bara Kuali dan Kilat Biru
94
Gempar Kota Pusat dan Badai yang Mengintai
95
Negosiasi di Balik Cadar Kosmik
96
Bab 96
97
Tiga Puncak Takdir, Detik-Detik Menuju Final
98
Badai Petir Surgawi dan Lahirnya Pil Iblis
99
Strategi Berdarah sang Iblis Naga
100
Cadar yang Terbuka dan Peta Langit Kedelapan
101
Daratan Dingin Kedelapan dan Evolusi Batin Naga
102
Penyusupan Senyap dan Taktik Kambing Hitam
103
Akses Spasial Terbuka dan Langkah Bayangan
104
Pelarian Menembus Badai dan Isolasi Gua Kosmik
105
Evolusi Ranah dan Metamorfosis Fisik Naga Kosmik
106
Pemurnian Jurus: Petir Naga Kosmik dan Medan Gravitasi Hampa
107
Tiba di Kota Pusat dan Penyamaran Alkemis yang Sempurna
108
Memasuki Jantung Musuh (Infiltrasi Benteng Pusat)
109
Racun Kosmik dan Dobrakan Gerbang Spasial
110
Menembus Batas Dunia dan Tirai Dingin Lapisan Sembilan
111
Interogasi Darah dan Peta Menara Api Suci
112
Tebasan Senyap dan Penyusupan Menara Penjara
113
Rantai Penghancur Takdir dan Amukan Api Sembilan Langit
114
Bentrokan Dua Hukum Dunia dan Puncak Kemarahan Naga
115
Sang Pengejar Jiwa dan Bayangan Masa Lalu
116
Leburan Tiga Domain dan Pintu Dimensi Kosmik
117
Arus Kosmos Liar dan Retakan Dunia Atas
118
Bahtera Kuno Batuan Meteorit dan Warisan Penguasa Bintang
119
Kebangkitan Penguasa Bintang dan Deklarasi Perang Kosmik
120
Runtuhnya Sembilan Langit dan Fajar Baru Dunia Kosmos
121
ARC BAHTERA BINTANG KUNO
122
Chapter 1
123
Chapter 2
124
Chapter 3
125
Chapter 4
126
Chapter 5
127
Chapter 6
128
Chapter 7
129
Chapter 8
130
Chapter 9
131
PENGUMUMAN PENTING / KARYA BARU THOR!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!