Suasana di halaman Kuil Agung Orizon begitu mencekam. Ribuan kelopak bunga putih disebarkan di atas lantai batu, sementara asap kemenyan yang harum namun pekat membubung ke langit malam yang diterangi bulan purnama sempurna.
Ibu Suri Beatrice berdiri di barisan depan dengan jubah emas yang megah, wajahnya memancarkan kemenangan yang tertahan. Di tengah altar, sebuah benda raksasa yang ditutupi kain beludru hitam berdiri tegak. Itulah Cermin Kebenaran, pusaka suci yang konon mampu membedah lapisan sukma hingga ke akar paling dasar.
"Yang Mulia Raja," panggil Pendeta Agung yang mengenakan jubah putih panjang. Rambut dan janggutnya yang seputih salju menyapu lantai. "Upacara penyucian harus segera dimulai. Jika jiwa yang mendiami raga Permaisuri adalah murni, maka cermin ini akan memancarkan cahaya surgawi. Namun, jika itu adalah entitas kegelapan atau roh asing... maka cermin ini akan menunjukkan rupa aslinya."
Magnus berdiri kaku di samping Alesia. Tangannya menggenggam jemari istrinya begitu erat, seolah-olah jika ia melepaskannya sedikit saja, Alesia akan ditarik ke dimensi lain.
"Bang, tangan lu keringetan bener," bisik Alesia pelan, mencoba memecah ketegangan. "Sante aja napa. Paling banter kalau muka asli gue muncul, orang-orang sini cuma bakal mikir gue habis operasi plastik tapi gagal."
"Ini bukan waktunya bercanda, Alessia," desis Magnus dengan nada cemas yang tidak bisa disembunyikan. "Jika cermin itu bereaksi negatif, para penjaga kuil punya hak untuk langsung mengeksekusi... siapa pun yang dianggap sebagai roh jahat."
Alesia menelan ludah. Buset, eksekusi? Gak lucu banget mati di tangan cermin antik.
"Permaisuri Alessia, silakan melangkah maju," perintah Pendeta Agung dengan suara yang berat dan berwibawa.
Alesia menarik napas panjang. Ia melepaskan genggaman tangan Magnus, lalu melangkah perlahan menuju tengah altar. Setiap langkahnya terasa sangat berat karena beban gaun sutra dan—tentu saja—beban mental karena takut jati dirinya sebagai Siti te…
Transmigrasi Si Jagoan Silat: Maaf Bos, Gue Bukan Mesin Pembuat Anak!
Bab 18: Cermin Kebenaran Dan Teriakan Dari Depok
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 120 Episodes
Comments
umie chaby_ba
ga estetik banget lu Siti... kenapa pas lagi bawa kresek isi bakwan sih🤣🤣🤣🤣
2026-05-14
0
Dede Bleher
yaelah,gua pikir nasi uduk
2026-06-09
0