Aula.

Lin Xiaomi akhirnya tiba di aula utama.

Langkahnya melambat saat memasuki ruangan luas itu. Aula tersebut begitu megah, dengan pilar-pilar kayu tinggi yang dihiasi ukiran indah. Para pelayan berdiri rapi di kedua sisi, membuat suasana terasa penuh dengan wibawa.

Namun, yang paling menarik perhatiannya adalah dua orang pria yang sedang duduk di dalam aula.

Pria pertama terlihat lebih muda, mengenakan jubah hitam dengan wajah tampan namun dingin. Tatapannya tenang, tetapi memberikan kesan sulit untuk didekati.

Sementara pria yang duduk di sebelahnya tampak lebih dewasa. Aura yang dimilikinya jauh lebih kuat dan berwibawa, membuat siapa pun yang melihatnya secara naluriah merasa harus menghormatinya.

Lin Xiaomi berhenti beberapa langkah dari mereka.

Dua orang?

Ia mencoba mengingat informasi yang ada di kepalanya.

【Tuan rumah, pria yang duduk di sebelah kiri adalah kakakmu, Lin Mingyu. Sedangkan pria yang lebih dewasa adalah ayahmu, kepala keluarga Lin.】

Lin Xiaomi sedikit terkejut.

Sungguh berbeda dari kehidupan yang ia kenal sebelumnya. Di hadapannya kini berdiri keluarga bangsawan dengan aturan dan suasana yang jauh lebih kaku.

Lin Mingyu yang sejak tadi membaca dokumen akhirnya mengangkat pandangan.

"Xiaomi."

Suara tenangnya membuat Lin Xiaomi tersadar.

Lin Xiaomi segera berdiri lebih tegak, berusaha mengingat bagaimana seorang putri bangsawan seharusnya bersikap.

Sementara itu, dua pasang mata di aula tersebut sama-sama mengamati perubahan kecil pada dirinya.

Saat tiba di hadapan kedua pria itu, Lin Xiaomi segera berhenti dan memberi hormat.

"Salam kepada Ayah dan Kakak," ucapnya dengan hati-hati.

Gerakannya terlihat sedikit kaku karena ia masih berusaha menyesuaikan diri dengan aturan di tempat ini.

Apakah caraku sudah benar? Jangan sampai aku melakukan kesalahan di depan mereka.

Lin Xiaomi menundukkan kepala sambil diam-diam merasa gugup.

Namun, dua pria di hadapannya justru terdiam.

Lin Mingyu dan Lin Weichen saling bertukar pandangan.

Suara apa itu tadi?

Mereka jelas mendengar suara Lin Xiaomi, tetapi gadis itu tidak menggerakkan bibirnya sedikit pun.

Lin Weichen, kepala keluarga Lin, menatap putrinya dengan tatapan tajam dan penuh pertimbangan.

Putrinya memang terlihat sama, tetapi ada sesuatu yang berbeda dari sikapnya hari ini.

Lin Mingyu juga mengerutkan kening.

Apakah aku salah dengar?

Sementara itu, Lin Xiaomi sama sekali tidak menyadari bahwa pikiran yang terus ia ucapkan dalam hati ternyata terdengar oleh dua orang di hadapannya.

【Tuan rumah, jangan terlalu tegang. Kamu sudah melakukan dengan benar.】

Benarkah? Syukurlah... aku takut salah dan membuat mereka curiga.

Lin Mingyu dan Lin Weichen kembali terdiam, Suara itu benar-benar berasal dari pikiran Lin Xiaomi.

Lin Weichen memperhatikan putrinya yang masih berdiri di hadapannya beberapa saat sebelum akhirnya berbicara.

"Xiaomi, duduklah."

Suaranya terdengar tenang namun tetap memiliki wibawa seorang kepala keluarga.

Lin Xiaomi segera mengangguk dan berjalan menuju kursi yang telah disiapkan. Ia duduk dengan sikap sedikit canggung, masih berusaha membiasakan diri dengan suasana di sekitarnya.

Lin Weichen menatapnya dengan saksama.

"Bagaimana keadaanmu sekarang?" tanyanya sambil memperhatikan wajah putrinya.

Tatapan pria itu terlihat tenang, tetapi ada kekhawatiran yang tersembunyi di dalamnya.

Lin Xiaomi sedikit terdiam.

"Aku baik-baik saja, Ayah. Hanya kepalaku masih terasa sedikit sakit."

Ia memberikan jawaban yang sudah ia siapkan sebelumnya.

Tidak mungkin aku mengatakan yang sebenarnya. Bagaimana kalau mereka mengira aku sudah tidak waras?

Lin Mingyu yang duduk di samping ayahnya kembali terdiam.

Sementara Lin Weichen juga menangkap suara aneh itu. Keduanya saling berpandangan sejenak.

Putri mereka memang menjawab dengan tenang, tetapi pikiran yang terdengar justru mengatakan hal yang berbeda.

"Baguslah."

Lin Weichen mengangguk pelan, namun tatapannya masih tertuju pada putrinya.

"Lain kali, jangan lagi membuat masalah yang dapat melukai dirimu sendiri."

Nada suaranya terdengar tegas, tetapi ada kekhawatiran yang tidak bisa disembunyikan.

Lin Xiaomi terdiam.

Ia bisa merasakan bahwa ayahnya benar-benar mengkhawatirkannya.

Lin Weichen teringat kejadian kemarin. Lin Xiaomi yang biasanya keras kepala terlibat pertengkaran dengan salah satu putri bangsawan saat sedang berada di luar kediaman.

Pertengkaran itu semakin memanas hingga keduanya tanpa sengaja terjatuh dari tangga.

Untungnya, kejadian tersebut tidak menyebabkan luka serius. Namun, melihat putrinya tidak sadarkan diri akibat benturan itu tetap membuat seluruh keluarga Lin merasa cemas.

"Sebagai putri keluarga Lin, kamu harus lebih berhati-hati dalam bertindak," lanjut Lin Weichen.

Lin Xiaomi hanya mengangguk pelan.

"Baik, Ayah. Aku akan mengingatnya."

Lin Mingyu yang sejak tadi terdiam akhirnya membuka suara.

"Xiaomi."

Lin Xiaomi segera menoleh kepadanya.

"Dua hari lagi akan diadakan pesta perayaan keberhasilan Duke Jiang Xuan di istana," ucap Lin Mingyu dengan nada tenang.

Tatapannya berubah serius saat melanjutkan, "Saat berada di sana, jangan membuat masalah seperti kejadian kemarin."

Lin Xiaomi mengangguk kecil.

"Dan satu lagi..." Lin Mingyu berhenti sejenak sebelum berkata, "Jauhi Duke Jiang Xuan."

Lin Xiaomi sedikit terkejut.

"Jauhi Duke?"

"Benar," jawab Lin Mingyu tegas. "Jangan mendekatinya, jangan mencari kesempatan untuk berbicara dengannya, dan jangan melakukan hal yang membuat orang lain salah paham."

Mendengar nama itu, kepala Lin Xiaomi tiba-tiba dipenuhi oleh potongan-potongan ingatan yang bukan miliknya.

Tentang seorang pria berjubah hitam dengan aura dingin yang selalu menjadi pusat perhatian.

【Tuan rumah, Duke Jiang Xuan adalah pria yang selama ini kamu kejar-kejar.】

Lin Xiaomi terdiam.

Ingatan itu perlahan menjadi semakin jelas.

Jadi... pemilik tubuh ini benar-benar sangat menyukai Duke Jiang Xuan?

Ia mengingat bagaimana Lin Xiaomi yang lama selalu berusaha menarik perhatian pria itu, tetapi tidak pernah mendapatkan respons apa pun.

Bahkan banyak orang di ibu kota mengetahui bahwa putri keluarga Lin mengejar Duke yang terkenal dingin tersebut.

Lin Xiaomi menundukkan pandangan, berusaha menyembunyikan keterkejutannya.

Masalah apa lagi yang ditinggalkan pemilik tubuh ini...

Lin Weichen melihat putrinya yang sejak tadi lebih banyak diam. Setelah memastikan keadaan Lin Xiaomi tidak mengalami masalah serius, ia akhirnya berbicara.

"Baiklah, kamu bisa kembali ke kediamanmu."

Suaranya tetap tenang, tetapi penuh perhatian.

"Beristirahatlah yang banyak. Untuk sementara waktu, jangan keluar dulu dari kediaman."

Lin Xiaomi segera mengangguk.

"Baik, Ayah."

Ia berdiri dan memberi hormat sebelum berbalik untuk meninggalkan aula.

Setelah Lin Xiaomi keluar dari aula, Lin Weichen menarik napas pelan.

Lin Weichen menatap putranya dengan serius.

"Mingyu, apakah kau juga mendengar suara dalam pikiran adikmu?"

Lin Mingyu mengangguk perlahan.

"Benar, Ayah. Aku mendengarnya sejak Xiaomi memasuki aula tadi."

Lin Weichen terdiam.

"Jadi bukan hanya aku..."

"Benar."

Keduanya saling bertukar pandangan.

Lin Mingyu kemudian menjelaskan dengan suara rendah, "Namun, ada hal yang lebih aneh. Xiaomi tidak mengetahui bahwa pikirannya dapat terdengar oleh kita."

Lin Weichen mengerutkan kening.

"Apakah kau sudah mencoba memberitahunya?"

Lin Mingyu terdiam sesaat sebelum menggeleng.

"Aku mencoba, tetapi saat hendak mengatakan hal yang berkaitan dengan suara pikirannya, mulutku seolah terkunci. Tidak ada satu kata pun yang bisa keluar."

Lin Weichen menyipitkan matanya.

"Namun, kau masih bisa membicarakan hal ini denganku?"

"Benar, Ayah."

Lin Mingyu mengangguk.

"Selama Xiaomi tidak berada di sini, kita masih dapat berdiskusi mengenai hal tersebut. Sepertinya kekuatan itu hanya mencegah kita memberitahunya secara langsung."

Suasana aula kembali hening, Lin Weichen menyandarkan tubuhnya sambil berpikir.

"Kalau begitu, jangan gegabah. Jangan biarkan Xiaomi mengetahui bahwa kita mendengar pikirannya."

"Baik, Ayah."

Lin Mingyu menundukkan kepala.

"Kita akan mengamatinya terlebih dahulu. Bagaimanapun juga, dia tetap putri keluarga Lin."

Tatapan kedua pria itu kembali tertuju ke arah pintu tempat Lin Xiaomi pergi.

Terpopuler

Comments

Wega Luna

Wega Luna

pemeran utamanya adalah merk smartphone Xiaomi,,,🤣🤣🤣🤣🤣🤣

2026-07-22

2

sasa adzka

sasa adzka

😂😂😂 mulai rame ne cerita nya
i like it😍😍

2026-06-09

0

aku

aku

terlalu sopan pdhl sm intinya MATI 🤣🤣🤣

2026-05-30

0

lihat semua
Episodes
1 Aku Jadi Gadis Obsesi Sang Duke.
2 Aula.
3 Gosip Pertama.
4 Gosip Mulai Menarik.
5 Bertemu Protagonis wanita.
6 Syair.
7 Syair & Perjanjian.
8 Akhirnya Terbongkar.
9 Gosip Lagi?!
10 Buronan di Jalan Utama.
11 Menyelamatkan Han Yuchen.
12 Tabib yang Terluka & Sosok Misterius.
13 Malam.
14 Perayaan.
15 Aula Istana.
16 Kaisar.
17 Gosip di tengah perjamuan.
18 Anak yang tertukar.
19 Pertunjukan Para Bangsawan Muda.
20 Menjadi Pejabat Kekaisaran.
21 Hari Pertama Menajadi Pejabat.
22 Rapat Pagi Pertama.
23 Laporan Demi Laporan.
24 Gosip.
25 Menjadi peringkat kesembilan.
26 Kementerian Personalia.
27 Ruangan Duke Jiang Xuan.
28 Pulang.
29 Mengantuk.
30 Masalah di wilayah selatan.
31 Gudang Wilayah Selatan.
32 Ordal (Orang Dalam).
33 Sosok Misterius.
34 Melanjutkan Penyelidikan.
35 Bangunan Tua.
36 Pria berjubah hitam.
37 Pemeriksaan Daerah Sekitar.
38 Buku Kas.
39 Umpan.
40 Pria Berjubah Abu-abu.
41 Surat.
42 Pintu Rahasia.
43 Dokumen Tersembunyi.
44 Surat.
45 Pertarungan.
46 Lin Xiaoimi Menjadi Target.
47 Seseorang.
48 Bertemu dengan seseorang.
49 Transmigrator?!
50 ?!!
51 Hadiah.
52 ??!!
53 ??!
54 !!?
55 ??!
56 Bab 56.
57 Bab 57.
58 Bab 58.
59 Bab 59.
60 bab 60.
61 Bab 61.
62 Bab 62.
63 Bab 63.
64 Bab 64.
65 Bab 65.
66 Bab 66.
67 Bab 67.
68 Bab 68.
69 Bab 69.
70 Bab 70.
71 Bab 71.
72 Bab 72.
73 Bab 73.
74 Bab 74.
75 Bab 75.
76 Bab 76.
77 Bab 77.
78 Bab 78.
79 Bab 79.
80 Bab 80.
81 Bab 81.
82 Bab 82.
83 Bab 83.
84 Bab 84.
85 Bab 85.
86 Paviliun Qingyuan.
87 Bab 87.
88 Bab 88.
89 Bab 89.
90 Bab 90.
Episodes

Updated 90 Episodes

1
Aku Jadi Gadis Obsesi Sang Duke.
2
Aula.
3
Gosip Pertama.
4
Gosip Mulai Menarik.
5
Bertemu Protagonis wanita.
6
Syair.
7
Syair & Perjanjian.
8
Akhirnya Terbongkar.
9
Gosip Lagi?!
10
Buronan di Jalan Utama.
11
Menyelamatkan Han Yuchen.
12
Tabib yang Terluka & Sosok Misterius.
13
Malam.
14
Perayaan.
15
Aula Istana.
16
Kaisar.
17
Gosip di tengah perjamuan.
18
Anak yang tertukar.
19
Pertunjukan Para Bangsawan Muda.
20
Menjadi Pejabat Kekaisaran.
21
Hari Pertama Menajadi Pejabat.
22
Rapat Pagi Pertama.
23
Laporan Demi Laporan.
24
Gosip.
25
Menjadi peringkat kesembilan.
26
Kementerian Personalia.
27
Ruangan Duke Jiang Xuan.
28
Pulang.
29
Mengantuk.
30
Masalah di wilayah selatan.
31
Gudang Wilayah Selatan.
32
Ordal (Orang Dalam).
33
Sosok Misterius.
34
Melanjutkan Penyelidikan.
35
Bangunan Tua.
36
Pria berjubah hitam.
37
Pemeriksaan Daerah Sekitar.
38
Buku Kas.
39
Umpan.
40
Pria Berjubah Abu-abu.
41
Surat.
42
Pintu Rahasia.
43
Dokumen Tersembunyi.
44
Surat.
45
Pertarungan.
46
Lin Xiaoimi Menjadi Target.
47
Seseorang.
48
Bertemu dengan seseorang.
49
Transmigrator?!
50
?!!
51
Hadiah.
52
??!!
53
??!
54
!!?
55
??!
56
Bab 56.
57
Bab 57.
58
Bab 58.
59
Bab 59.
60
bab 60.
61
Bab 61.
62
Bab 62.
63
Bab 63.
64
Bab 64.
65
Bab 65.
66
Bab 66.
67
Bab 67.
68
Bab 68.
69
Bab 69.
70
Bab 70.
71
Bab 71.
72
Bab 72.
73
Bab 73.
74
Bab 74.
75
Bab 75.
76
Bab 76.
77
Bab 77.
78
Bab 78.
79
Bab 79.
80
Bab 80.
81
Bab 81.
82
Bab 82.
83
Bab 83.
84
Bab 84.
85
Bab 85.
86
Paviliun Qingyuan.
87
Bab 87.
88
Bab 88.
89
Bab 89.
90
Bab 90.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!