Episode 2 Di rumah Berbeda

"Assalamualaikum...." Zivanna memasuki rumah dengan langkah sempoyongan dan terlihat begitu lesu dengan menjatuhkan dirinya di sofa.

Pasangan suami istri terlihat saling melihat satu sama lain, wanita sekitar berusia 50 tahunan ke atas itu dengan memakai hijab melihat ke arah gadis cantik itu yang saat ini memejamkan mata.

"Kamu melakukan kesalahan lagi?" tanya Andra, yang tak lain adalah ayahnya.

"Zivanna jangan bermain-main dengan nyawa pasien. Menjadi Dokter adalah impian kamu, tetapi bagaimana mungkin kamu bisa melakukan JPR pada pasien yang masih dalam kondisi sadar," sahut Sekar tak lain adalah ibunya.

"Sudah pasti dia mengadukannya," batin Zivanna masih menutup mata dengan ekspresi wajah kesal.

"Assalamualaikum...." selang beberapa detik ucapan salam kembali terucap.

Zivanna mendengar suara yang tidak asing itu membuka mata dan lihatlah bagaimana dia langsung meninggalkan ruang tamu tersebut dan pergi menaiki anak tangga.

Dikta baru saja kembali dengan jubah putih yang diletakkan di lengannya dan melihat kepergian Zivanna dengan langkahnya dipercepat.

"Walaikumsalam," Sekar dan Andra baru menjawab salam pria tersebut yang sekarang melangkah menghampiri mereka berdua dengan mencium punggung tangan dengan sangat sopan.

"Dikta. Papa meminta maaf atas kesalahan yang telah dilakukan Zivanna, jangan pernah bosan untuk menegurnya dan terus mengajarinya," ucap Andra.

"Iya. Pa," sahut Dikta.

"Kamu sebaiknya naik dan istirahat. Lalu kalian turun untuk makan malam!" ucap Sekar.

"Baiklah, kalau begitu saya naik ke atas dulu," ucap Dikta.

Kedua orang tua tersebut menganggukkan kepala. Dikta kemudian meninggalkan ruang tamu dengan menaiki anak tangga, membuka pintu kamar. Zivanna terlihat duduk di meja rias melepas hijabnya dengan menyisir rambutnya.

Dikta menghela nafas memasuki kamar dengan meletakkan tas yang selalu dia bawa pada tempatnya, duduk di sofa dan membuka sepatunya.

"Jika kamu terus seperti ini. Orang-orang di rumah sakit bisa takut jika bekerja sama dengan kamu," Dikta memulai obrolan.

"Ini bukan rumah sakit dan tidak ada kesepakatan membicarakan hal-hal yang berkaitan di rumah sakit di rumah ini!" ucap Zivanna dengan nada ketus.

Wanita penakut saat di rumah sakit berhadapan Dikta ternyata sangat berbeda saat berhadapan di rumah dan bahkan 1 kamar.

Dikta dan Zivanna adalah pasangan suami istri, menikah secara terdesak karena keinginan dari orang tua Zivanna. Dikta merupakan seorang Dokter di rumah sakit terbesar di Indonesia yang tak lain adalah milik keluarga Zivanna.

Sementara Dikta merupakan saudara persepupuan Zivanna. Zivanna merupakan putri satu-satunya mereka, kekhawatiran Andra dengan masa depan putrinya membuatnya menikahkan dengan Dikta.

Tetapi pernikahan mereka adalah pernikahan rahasia yang hanya diketahui oleh keluarga terdekat saja, pihak rumah sakit dan bahkan publik tidak mengetahui bahwa Dokter tampan yang dikenal dengan dingin dan kharismatik itu sudah memiliki istri yang dia nikahi 2 bulan yang lalu.

Ada kesepakatan antara Zivanna yang berbeda sifatnya dengan Dikta memiliki kepribadian 180 derajat berbeda dengannya, mereka sama-sama menyetujui kesepakatan yang telah mereka buat bahwa urusan di rumah sakit tidak akan berurusan di rumah dan begitu juga dengan sebaliknya.

******

Zivanna dan Dikta sudah bergabung di meja makan, terlihat Zivanna menggunakan pashmina yang hanya dipakai begitu saja tanpa pakai peniti menikmati makan malam tersebut dengan fokus pada makanannya dan hanya terdengar suara dentingan sendok.

"Zivanna, kenapa wajah kamu ditekuk seperti itu? Apa yang salah? apa karena Dikta marah-marah kepada kamu di depan semua orang?" tanya Sekar

Zivanna tidak menjawab dan tetap melanjutkan makannya.

"Jika ditegur, artinya itu demi kebaikan kamu. Papa sangat senang jika kamu terus mau belajar, bagaimanapun kamu adalah satu-satunya harapan Papa untuk melanjutkan generasi keluarga kita yang terus mengembangkan rumah sakit dan juga berpartisipasi dalam rumah sakit," sahut Andra.

"Zivanna sedang makan, Zivanna tidak ingin segala sesuatu harus berkaitan dengan rumah sakit. Zivanna juga lapar dan ingin menghabiskan makanannya Zivanna!" tegas Zivanna.

Moodnya benar-benar berantakan, mungkin sudah mulai lelah dimarahi terus-terusan di rumah sakit dan tidak di hargai, memang tidak ada yang tahu bahwa rumah sakit mewah itu adalah milik keluarganya.

Zivanna juga tidak ingin memamerkan harta kekayaan kedua orang tuanya dan sudah pasti akan menjawab semua tuduhan buruk dari orang-orang di rumah sakit bahwa dirinya menjadi Dokter karena adanya sindikat orang dalam.

"Papa sama Mama hanya peduli dengan rumah sakit saja tanpa peduli bagaimana aku. Aku memang memiliki cita-cita menjadi Dokter, tetapi hanya untuk dalam merawat bukan berurusan dengan darah-darah, orang yang hampir mati dan lain sebagainya yang sungguh sangat menakutkan," batin Zivanna.

*******

Rumah sakit.

Zivanna saat ini sedang duduk di kantin rumah sakit bersama dengan Dokter wanita yang dihadapinya sedang menikmati puding yang begitu lezat membuat tenggorokannya terasa dingin.

"Kamu sih, masa iya tidak hafal-hafal, dari mana ceritanya pasien belum juga terlalu parah sudah langsung melakukan tindakan pompa jantung," wanita itu juga ternyata harus menyalahkan Zivanna.

"Sulit sekali mengingat semua tentang medis, kepalaku bisa pecah dan aku sudah belajar mati-matian tetap saja tidak ingat-ingat," sahut Zivanna.

"Zivanna, pekerjaan seorang Dokter itu bukan menghafal, apa yang kita lakukan memiliki peraturan sendiri dan perlahan menjadi naluri, its oke, kamu baru melakukan sumpah Dokter selama 5 bulan, wajar saja melakukan kesalahan," sahut Sherina yang ternyata memberi rekannya itu semangat.

"Wajar melakukan kesalahan seperti apa, di dalam 5 bulan dikali 30 hari dan dipotong 10 hari dalam satu bulan dan setiap hari aku terus saja dimarahi, lama-lama kepalaku bisa pecah dan tidak bisa masuk ilmu jika terus dimarahi tanpa diberitahu kesalahanku, aku jadi bingung dan tidak bisa mencerna pekerjaan dengan baik yang membuatku lama-lama menjadi bodoh," keluh Zivanna.

"Itu karena kamu tidak mencoba untuk bertanya kepada Dokter Dikta, coba saja kamu tanyakan kepadanya jika saat kamu melakukan kesalahan dan ditanya baik-baik, Dokter lalu saya harus melakukan apa dan apa tindakan yang akan terjadi jika saya melakukannya," Sherina memberi nasehat dan gambaran kepada sahabatnya itu jika segala sesuatu bisa diperbaiki.

"Boro-boro ingin mempertanyakan kesalahan, setiap memarahi pergi begitu saja," sahut Zivanna dengan kesal.

"Sudahlah, jadikan sebagai pelajaran dan tetap aku akan menjadi guru terbaik untuk kamu," sahut Sherina membuat Zivanna tersenyum.

Mata Sherina melihat ke arah sesuatu yang membuat Zivanna penasaran dan sampai membalikkan tubuhnya.

Dokter yang baru saja mereka bicarakan sedang berjalan berdampingan dengan seorang wanita tampak elegan yang merupakan Dokter senior di rumah sakit itu.

"Belakang ini banyak gosip, mereka memiliki hubungan spesial dan aku dengar-dengar juga sudah bertunangan," ucap Sherina dengan sangat pelan.

"Tunangan, apa iya dia pertunangan dengan orang lain," batin Zivanna terlihat sewot dan justru mengejek.

"Kalau aku pikir-pikir mereka memang cocok, terlihat dari penampilan yang menarik, keduanya memiliki visual yang sama-sama oke, sama-sama pintar, dan juga sepertinya mereka berdua memiliki hubungan yang dekat," ucap Sherina memberi pujian kepada pasangan yang sekarang sudah duduk itu dan terlihat mengobrol sangat akrab.

Zivanna tidak tertarik untuk menanggapi dan tetap melanjutkan makannya.

"Menurut kamu bagaimana Zivanna? Apa kamu menyukai kedekatan mereka berdua?" tanya Sherina meminta pendapat.

"No komen," jawab Zivanna dengan singkat.

Bersambung.....

...Para pembaca saya kembali memberikan karya terbaik, besar harapan saya karya terbaru saya dapat booming dan disukai banyak orang, tetapi semua tidak terlepas dari dukungan para pembaca yang selama ini setia membaca karya-karya saya, sedikit banyaknya dukungan dari kalian memberikan semangat yang luar biasa kepada saya....

...Jangan lupa untuk terus membaca dari bab 1 sampai bab akhir dan jangan menabung bab, setiap bab memiliki kejutan....

...Terima kasih para pembaca, salam cinta dari saya author....

Terpopuler

Comments

Rama's mom

Rama's mom

kalau konteknya mereka ini muslim krn zie dia pake jilbab, saudara sepersusuan haram dinikahkan. oleh krn itu dlm Islam harus hati2 dlm memberikan asi dlm artian kpd bayi orang lain krn ada hukum yg berlaku dg terpenuhinya syarat yg berlaku dlm persusuan.

2026-05-23

0

Rama's mom

Rama's mom

oalah persepupuan tho , maaf kak kalau itu brarti aku yg salah. habisnya pake psdanan katsnya seperpupuan kl baca cepat salah sangka, kalau pake kata ssudara sepuou lbh mudah.
sekali lagi maaf kak 🙏

2026-05-24

0

Teh Euis Tea

Teh Euis Tea

no comen karna ada rasa cemburu ya zi

2026-05-20

0

lihat semua
Episodes
1 Episode 1 Kesalahan
2 Episode 2 Di rumah Berbeda
3 Episode 3 Di Anggap Spele
4 Episode 4 Ungkapan Yang Tertahan.
5 Episode 5 Bangga
6 Episode 6 Hal Tidak Terduga
7 Episode 7 Tentang Dia
8 Episode 8 Sama Saja
9 Episode 9 Bisa Melakukannya
10 Episode 10 Terus Ribut
11 Episode 11 Pertemuan Itu.
12 Episode 12 Tindakan
13 Episode 13 Diam-diam Memperhatikan
14 Episode 14 Posisi Yang Sulit.
15 Episode 15 Di Ospek Suami
16 Episode 16 Makan Malam
17 Episode 17 Ini Sudah Memuakkan
18 Episode 18 Insiden Buruk
19 Episode 19 Di Caci Maki
20 Episode 20 Entah Apa Lagi
21 Episode 21 Apa Lagi Ini
22 Episode 22 Ternyata Tidak Sepaham
23 Episode 23 Hal Serius
24 Episode 24 Pamit
25 Episode 25 Sabotase.
26 Episode 26 Gengsi
27 Episode 27 Lebih Di haragi
28 Episode 28 Penyesuaiannya
29 Episode 29 Nyaman Bersamanya
30 Episode 30 Darurat
31 Episode 31 Roboh
32 Episode 32 Saling Menyalahkan
33 Episode 33 Evakuasi
34 Episode 34 Masih Ada Kesempatan
35 Episode 35 Sama-Sama Terjebak.
36 Episode 36 Dekat
37 Episode 37 Siapa Laki-laki Itu
38 Episode 38 Cemburu
39 Episode 19 Dia Mulai Gelisah
40 Episode 40 Panas
41 Episode 41 Suami Cemburu
42 Episode 42 Terjebak Di Hutan.
43 Episode 43 Tingkat Gengsi Suami.
44 Episode 44 Banyak Moment
45 Episode 45 Berusaha Untuk Kembali
46 Episode 46 Suami Istri
47 Episode 47 Hampir Saja
48 Episode 48 Dia Istri Saya
49 Episode 49 Pergi Tanpa Berpamitan
50 Episode 50 Ada Kenyataan Yang Baru di ketahui
51 Episode 51 Pertentangan
52 Episode 52 Ternyata Kabar Bahagia.
53 Episode 53 Kembali Ke Jakarta.
54 Episode 54 Siapa Yang Di Beri Kejutan
55 Episode 55 Dingin
56 Episode 56 blak-blakan
57 Episode 57 Mungkin Ada Rahasia Besar
58 Episode 58 Siapa yang korban sebenarnya
59 Episode 59 Kemarahan Dikta
60 Episode 60 Ada Sesuatu
61 Episode 61 Kesempatan
62 Episode 62 Kamu Hanya Di peralat
63 Episode 63 Hal Yang Baru diketahui
64 Episode 64 Ada apa dengannya
65 Episode 65 Dia Tidak Sekuat Itu
66 Episode 67 Berada Di Sampingnya
67 Episode 67 Mereka Saling Memahami
68 Episode 68 Mengobrol Inti
69 Episode 69 Dukungan
70 Episode 70 Operasi besar
71 Episode 71 Kesempatan Untuknya
72 Episode 72 Apresiasi Untuknya
73 Episode 73 Kode Dari Zivanna
74 Episode 74 Dikta Terancam
75 Episode 76 Candaan Romantis
76 Episode 76 Dia Harus Tegas
77 Episode 77 Suami Yang Romantis
78 Episode 78 Keputusan Dikta
79 Episode 79
80 Episode
81 Episode 81 1 Bulan Kemudian
82 Episode 82 Bentuk Kemarahannya.
83 Episode 83 Meninggalkan Rumah
84 Episode 84 Tiba-tiba
85 Episode 84 Seperti Persaingan
86 Episode 86 Ada yang di sembunyikan
87 Episode 87 Apa yang terjadi
88 Episode 88 Saling Merindukan
89 Episode 89 Apa Ini Pertentangan
90 Episode 90 Nayla Terpojok
91 Episode 91 Ada Rahasia
92 Episode 92 Akhirnya Mengetahui
93 Episode 93 Mengetahui Semuanya.
94 Episode 94 Orang Tua Masih Egois
95 Episode 95 Terlambat
96 Episode 96 Pengungkapan
97 Episode 97 Saling Meluluhkan Hati
98 Episode 98 Kembali Memulai
99 Episode 99 Keromantisan
100 Episode 100 Di antara
101 Episode 101 Ada Apa Ini
102 Episode 102 Akhirnya Terbongkar
103 Episode 103 Lebih Memilihnya
104 Episode 104 Menyalahkan
105 Episode 105 Darurat
106 Episode 106 Putus Asa
107 Episode 107 Berjuang
108 Episode 108 Kedewasaan Orang Tua
109 Episode 109 Lamaran Ke-2
110 Episode 110 Kalian Tetap Sahabat
111 Episode 111 Air Mata Pernikahan
112 Episode 112 Kebersamaan
113 Episode 113 Tammat
Episodes

Updated 113 Episodes

1
Episode 1 Kesalahan
2
Episode 2 Di rumah Berbeda
3
Episode 3 Di Anggap Spele
4
Episode 4 Ungkapan Yang Tertahan.
5
Episode 5 Bangga
6
Episode 6 Hal Tidak Terduga
7
Episode 7 Tentang Dia
8
Episode 8 Sama Saja
9
Episode 9 Bisa Melakukannya
10
Episode 10 Terus Ribut
11
Episode 11 Pertemuan Itu.
12
Episode 12 Tindakan
13
Episode 13 Diam-diam Memperhatikan
14
Episode 14 Posisi Yang Sulit.
15
Episode 15 Di Ospek Suami
16
Episode 16 Makan Malam
17
Episode 17 Ini Sudah Memuakkan
18
Episode 18 Insiden Buruk
19
Episode 19 Di Caci Maki
20
Episode 20 Entah Apa Lagi
21
Episode 21 Apa Lagi Ini
22
Episode 22 Ternyata Tidak Sepaham
23
Episode 23 Hal Serius
24
Episode 24 Pamit
25
Episode 25 Sabotase.
26
Episode 26 Gengsi
27
Episode 27 Lebih Di haragi
28
Episode 28 Penyesuaiannya
29
Episode 29 Nyaman Bersamanya
30
Episode 30 Darurat
31
Episode 31 Roboh
32
Episode 32 Saling Menyalahkan
33
Episode 33 Evakuasi
34
Episode 34 Masih Ada Kesempatan
35
Episode 35 Sama-Sama Terjebak.
36
Episode 36 Dekat
37
Episode 37 Siapa Laki-laki Itu
38
Episode 38 Cemburu
39
Episode 19 Dia Mulai Gelisah
40
Episode 40 Panas
41
Episode 41 Suami Cemburu
42
Episode 42 Terjebak Di Hutan.
43
Episode 43 Tingkat Gengsi Suami.
44
Episode 44 Banyak Moment
45
Episode 45 Berusaha Untuk Kembali
46
Episode 46 Suami Istri
47
Episode 47 Hampir Saja
48
Episode 48 Dia Istri Saya
49
Episode 49 Pergi Tanpa Berpamitan
50
Episode 50 Ada Kenyataan Yang Baru di ketahui
51
Episode 51 Pertentangan
52
Episode 52 Ternyata Kabar Bahagia.
53
Episode 53 Kembali Ke Jakarta.
54
Episode 54 Siapa Yang Di Beri Kejutan
55
Episode 55 Dingin
56
Episode 56 blak-blakan
57
Episode 57 Mungkin Ada Rahasia Besar
58
Episode 58 Siapa yang korban sebenarnya
59
Episode 59 Kemarahan Dikta
60
Episode 60 Ada Sesuatu
61
Episode 61 Kesempatan
62
Episode 62 Kamu Hanya Di peralat
63
Episode 63 Hal Yang Baru diketahui
64
Episode 64 Ada apa dengannya
65
Episode 65 Dia Tidak Sekuat Itu
66
Episode 67 Berada Di Sampingnya
67
Episode 67 Mereka Saling Memahami
68
Episode 68 Mengobrol Inti
69
Episode 69 Dukungan
70
Episode 70 Operasi besar
71
Episode 71 Kesempatan Untuknya
72
Episode 72 Apresiasi Untuknya
73
Episode 73 Kode Dari Zivanna
74
Episode 74 Dikta Terancam
75
Episode 76 Candaan Romantis
76
Episode 76 Dia Harus Tegas
77
Episode 77 Suami Yang Romantis
78
Episode 78 Keputusan Dikta
79
Episode 79
80
Episode
81
Episode 81 1 Bulan Kemudian
82
Episode 82 Bentuk Kemarahannya.
83
Episode 83 Meninggalkan Rumah
84
Episode 84 Tiba-tiba
85
Episode 84 Seperti Persaingan
86
Episode 86 Ada yang di sembunyikan
87
Episode 87 Apa yang terjadi
88
Episode 88 Saling Merindukan
89
Episode 89 Apa Ini Pertentangan
90
Episode 90 Nayla Terpojok
91
Episode 91 Ada Rahasia
92
Episode 92 Akhirnya Mengetahui
93
Episode 93 Mengetahui Semuanya.
94
Episode 94 Orang Tua Masih Egois
95
Episode 95 Terlambat
96
Episode 96 Pengungkapan
97
Episode 97 Saling Meluluhkan Hati
98
Episode 98 Kembali Memulai
99
Episode 99 Keromantisan
100
Episode 100 Di antara
101
Episode 101 Ada Apa Ini
102
Episode 102 Akhirnya Terbongkar
103
Episode 103 Lebih Memilihnya
104
Episode 104 Menyalahkan
105
Episode 105 Darurat
106
Episode 106 Putus Asa
107
Episode 107 Berjuang
108
Episode 108 Kedewasaan Orang Tua
109
Episode 109 Lamaran Ke-2
110
Episode 110 Kalian Tetap Sahabat
111
Episode 111 Air Mata Pernikahan
112
Episode 112 Kebersamaan
113
Episode 113 Tammat

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!