Bab 4 (Janji di atas kertas dan Malam Pertama)

Kekuasaan dan uang seorang konglomerat terbukti mampu melompati segala birokrasi yang rumit dalam hitungan jam. Setelah konferensi pers yang melelahkan di pagi hari—di mana Arini berhasil membungkam para wartawan dengan jawaban cerdasnya—sore harinya sebuah prosesi pernikahan tertutup digelar di dalam aula privat Wijaya Group. Tidak ada pesta megah yang dihadiri ribuan tamu, hanya ada penghulu, Kakek Wijaya sebagai saksi, dan beberapa anggota keluarga inti.

Ketika Arini mengucapkan janji dan menandatangani buku nikah, tangannya bergetar. Detik itu juga, statusnya di atas kertas resmi berubah. Ia bukan lagi Arini si pelayan rumah tangga, melainkan Nona Muda Wijaya, istri sah dari Adrian sang "Es Kutub Utara".

Malamnya, kepindahan Arini dari kamar pelayan di area belakang menuju kamar utama akhirnya benar-benar terjadi secara sah. Di dalam koper kecilnya, tidak ada gaun mewah atau perhiasan mahal, hanya ada beberapa potong pakaian kasual, buku catatan, dan salinan kontrak pernikahan yang mereka sepakati tadi malam.

Saat pintu kamar utama diketuk, Adrian membukanya dengan kaus oblong hitam santai—penampilan yang jauh lebih rileks daripada setelan jas formal yang biasa ia kenakan di kantor.

"Letakkan kopermu di sudut sana," titah Adrian dingin tanpa mengalihkan pandangan dari gawai di tangannya. "Mulai malam ini, para pelayan harian akan mulai memperhatikan gerak-gerik kita. Jadi, pastikan kamu tidak menunjukkan wajah tidak nyaman atau canggung saat keluar dari kamar ini besok pagi."

Arini melangkah masuk ke dalam kamar yang luasnya hampir setara dengan seluruh rumah kontrakannya di kampung. Kamar itu beraroma kayu cendana yang maskulin, bersih, namun terasa sangat dingin dan kaku—sama seperti pemiliknya. Di tengah ruangan, sebuah tempat tidur berukuran king size dengan seprai sutra abu-abu gelap tampak mendominasi.

"Saya tidur di sofa," ujar Arini tegas, menunjuk sofa panjang beludru di dekat jendela besar yang menampilkan gemerlap lampu gedung pencakar langit Jakarta.

"Jangan konyol, Arini. Kita sudah sah menikah di mata hukum dan keluarga besar. Jika pelayan harian masuk besok pagi untuk mengantar koran atau merapikan kamar dan melihatmu tidur di sofa, kebohongan kontrak kita selesai sebelum dimulai," balas Adrian datar.

Pria itu melangkah mendekati tempat tidur, lalu mengambil sebuah guling tebal. Dengan gerakan tak acuh, Adrian meletakkan guling itu tepat di tengah-tengah kasur mewah tersebut, membagi tempat tidur besar itu menjadi dua wilayah yang sama rata. "Ini batasnya. Jangan melewati garis guling ini satu sentimeter pun jika kamu masih ingin melihat matahari besok pagi."

Arini mendengus, merasa tertantang oleh arogansi pria di hadapannya. "Tenang saja, Pak CEO. Saya memiliki harga diri yang tinggi. Menolak menyentuh es batu yang hampir beku adalah salah satu keahlian terbaik saya."

Namun, ketika lampu utama dimatikan dan hanya menyisakan temaram lampu tidur di sudut ruangan, kata-kata berani Arini menguap begitu saja. Suasana menjadi begitu sunyi hingga gesekan seprai sutra saja terdengar sangat jelas di indra pendengaran mereka. Arini berbaring telentang di sisi kiri kasur, tubuhnya kaku seperti papan, menahan napas agar tidak melewati guling pembatas. Jantungnya berdentum begitu keras setiap kali mendengar deru napas teratur Adrian di balik pembatas di sampingnya.

Adrian sendiri tidak bisa langsung terlelap. Aroma harum bunga melati yang lembut dari sabun mandi Arini mendadak menjajah indra penciumannya, mengacaukan fokus pikiran yang biasanya hanya berisi angka dan strategi bisnis. Bagi pria yang terbiasa hidup sendiri dan menutup diri dari orang lain karena trauma masa lalu, kehadiran Arini di atas ranjangnya adalah sebuah gangguan yang anehnya... tidak begitu ia benci. Dinding es yang selama ini ia bangun kokoh, malam ini mulai merasakan sedikit kehangatan yang asing.

Episodes
1 Bab 1 (Toga dan Kain pel)
2 Bab 2 (Aturan No 14)
3 Bab 3 (Negosiasi di Balik Pintu Tertutup)
4 Bab 4 (Janji di atas kertas dan Malam Pertama)
5 Bab 5 (Jamuan makan malam dan Topeng yang Retak)
6 Bab 6 (Sisi lain dari Sang Es Kutub Utara)
7 Bab 7 (Sisa Rasa di meja Makan)
8 Bab 8 ( Perang Angka di ruang Rapat)
9 Bab 9 ( Hadiah dan Hati yang Goyah)
10 Bab 10 (Ancaman dan Skenario Bulan Madu)
11 Bab 11 (Pulau terpencil dan Satu Atap)
12 Bab 12 (Dapur, Debur Ombak dan Kehangatan yang Asing)
13 Bab 13 (Cemburu Sang Kutub Utara)
14 Bab 14 (Badai dan Runtuhnya Batas)
15 Bab 15 (Pagi Tanpa Sekat)
16 Bab 16 (Runtuhnya Benteng di Realitas Jakarta)
17 Bab 17 (Lanjutan) Penyatuan Dua Hati
18 Bab 18 (Jebakan yang Berbalik)
19 Bab 19 (Tanda Pertama dan Proteksi Berlebih)
20 Bab 20 (Suka Cita Sang Konlomerat Utama)
21 Bab 21 (Bayang-Bayang Dendam)
22 Bab 22 (Jaring-Jaring yang Mulai Merapat)
23 Bab 23 (Sabotase dan Alarm Berbahaya)
24 Bab 24 (Murka Sang Es Kutub Utara)
25 Bab 25 (Operasi Mangga Tengah Malam)
26 Bab 26 (Perhatian di Balik Dinding Tawang)
27 Bab 27 (Badai di Ruang Bersalin)
28 Bab 28 (Penerus Tahta dan Tangan yang kaku)
29 Bab 29 ( Hot Dady dan Urusan Popok)
30 Bab 30 (Vonis Akhir dan Kedamaian yang Mutlak)
31 Bab 31 (Kata Pertama dan Hadiah Sang Papah)
32 Bab 32 (Kembali Ke Medan Laga)
33 Bab 33 (Meja Kerja dalam Sangkar Emas)
34 Bab 34 (Mual di Balik Meja CEO)
35 Bab 35 (Ketika Sang Kutub Utara Mengidam)
36 Bab 36 (Evaluasi Rasa dan Berkas Akuisisi)
37 Bab 37 (Ruang Merah Muda dan Pelindung Kecil)
38 Bab 38 ( Kepanikan Putaran Kedua)
39 Bab 39 (Tuan Putri Kecil dan Kaka Pelindung)
40 Bab 40 (Proteksi Tiga Lapis dan Tuan Putri Kecil)
41 Bab 41 (Panggilan Sayang Tuan Putri)
42 Bab 42 (Kejadian di Gerbang TK)
43 Bab 43 (Barikade Posesif dan Teguran di Depan Gerbang)
44 Bab 44 Sumpah Darah di Balik Dinding Kastil Wijaya
45 Bab 45 (Pengakuan Berdarah dan Topeng Sang Dalang)
46 Bab 46 (Jejak Darurat di Seberang Selat dan Firasat Sang Istri)
47 Bab 47 (Retakan di Sangkar Emas)
48 Bab 48 ( Sambungan Darurat di Atas Selat Malaka)
49 Bab 49 (Barikade Besi dan Tamu di Ambang Pintu)
50 Bab 50 (Dokumen Pengeras dan Rahasia Sang Pengacara)
51 Bab 51 (Koordinat Batam dan Amarah yang Bergeser)
52 Bab 52 (Badai di Harbour Bay dan Wajah di Balik Kedok)
53 Bab 53 (Rencana Cadangan yang Licik)
54 Bab 54 (Retakan di Dasar Tanah dan Keberanian Sang Ibu)
55 Bab 55 (Tembakan Pertama di Ruang Rahasia)
56 Bab 56 (Amarah Sang Penguasa Tahta)
57 Bab 57 ( Di Kamar Utama dan Pengawasan 24 Jam)
58 Bab 58 (Sisi Lembut Sang Pengusaha dan Pemulihan Trauma)
59 Bab 59 (Penyitaan Total dan Pengalihan Takhta Finansial)
60 Bab 60 (Kejutan Tiga Triliun di Atas Ranjang Sutra)
61 Bab 61 (Evaluasi Udara Menuju Sangkar Surya)
62 Bab 62 (Sangkar Surga di Tepi Samudra)
63 Bab 63 (Kantor Mini Sang Ratu Audit)
64 Bab 64 (Kejanggalan di Balik Angka Tiga Triliun)
65 Bab 65 (Identitas di Balik Topeng Kepercayaan)
66 Bab 66 (Sumpah di Keheningan Malam Tropis)
67 Bab 67 (Hukuman di Ruang Kedap Suara)
68 Bab 68 (Getaran Suara di Seberang Samudra)
69 Bab 69 (Dekapan Posesif di Ujung Hari)
70 Bab 70 (Istana Pasir di Tepi Sangkar Surga)
71 Bab 71 (Pelayaran Romantis di Bawah Langit Berbintang)
72 Bab 72 ( Surel Misterius di Tengah Samudra)
73 Bab 73 (Pemburuan di Garis Cakrawala)
74 Bab 74 ( Bayang-Bayang Sang Ilusi)
75 Bab 75 (Jebakan Umpan Sang Ratu)
76 Bab 76 (Peretasan Balik dan Detik-detik Eksekusi)
77 Bab 77 (Suara dari Masa Lalu)
78 promo novel
79 Bab 78 (Perang Siber Dua Kubu)
80 Bab 79 (Sumpah Posesif Sebelum Berburu)
81 Bab 80 (Sebuan Sayap di Tengah Samudra)
Episodes

Updated 81 Episodes

1
Bab 1 (Toga dan Kain pel)
2
Bab 2 (Aturan No 14)
3
Bab 3 (Negosiasi di Balik Pintu Tertutup)
4
Bab 4 (Janji di atas kertas dan Malam Pertama)
5
Bab 5 (Jamuan makan malam dan Topeng yang Retak)
6
Bab 6 (Sisi lain dari Sang Es Kutub Utara)
7
Bab 7 (Sisa Rasa di meja Makan)
8
Bab 8 ( Perang Angka di ruang Rapat)
9
Bab 9 ( Hadiah dan Hati yang Goyah)
10
Bab 10 (Ancaman dan Skenario Bulan Madu)
11
Bab 11 (Pulau terpencil dan Satu Atap)
12
Bab 12 (Dapur, Debur Ombak dan Kehangatan yang Asing)
13
Bab 13 (Cemburu Sang Kutub Utara)
14
Bab 14 (Badai dan Runtuhnya Batas)
15
Bab 15 (Pagi Tanpa Sekat)
16
Bab 16 (Runtuhnya Benteng di Realitas Jakarta)
17
Bab 17 (Lanjutan) Penyatuan Dua Hati
18
Bab 18 (Jebakan yang Berbalik)
19
Bab 19 (Tanda Pertama dan Proteksi Berlebih)
20
Bab 20 (Suka Cita Sang Konlomerat Utama)
21
Bab 21 (Bayang-Bayang Dendam)
22
Bab 22 (Jaring-Jaring yang Mulai Merapat)
23
Bab 23 (Sabotase dan Alarm Berbahaya)
24
Bab 24 (Murka Sang Es Kutub Utara)
25
Bab 25 (Operasi Mangga Tengah Malam)
26
Bab 26 (Perhatian di Balik Dinding Tawang)
27
Bab 27 (Badai di Ruang Bersalin)
28
Bab 28 (Penerus Tahta dan Tangan yang kaku)
29
Bab 29 ( Hot Dady dan Urusan Popok)
30
Bab 30 (Vonis Akhir dan Kedamaian yang Mutlak)
31
Bab 31 (Kata Pertama dan Hadiah Sang Papah)
32
Bab 32 (Kembali Ke Medan Laga)
33
Bab 33 (Meja Kerja dalam Sangkar Emas)
34
Bab 34 (Mual di Balik Meja CEO)
35
Bab 35 (Ketika Sang Kutub Utara Mengidam)
36
Bab 36 (Evaluasi Rasa dan Berkas Akuisisi)
37
Bab 37 (Ruang Merah Muda dan Pelindung Kecil)
38
Bab 38 ( Kepanikan Putaran Kedua)
39
Bab 39 (Tuan Putri Kecil dan Kaka Pelindung)
40
Bab 40 (Proteksi Tiga Lapis dan Tuan Putri Kecil)
41
Bab 41 (Panggilan Sayang Tuan Putri)
42
Bab 42 (Kejadian di Gerbang TK)
43
Bab 43 (Barikade Posesif dan Teguran di Depan Gerbang)
44
Bab 44 Sumpah Darah di Balik Dinding Kastil Wijaya
45
Bab 45 (Pengakuan Berdarah dan Topeng Sang Dalang)
46
Bab 46 (Jejak Darurat di Seberang Selat dan Firasat Sang Istri)
47
Bab 47 (Retakan di Sangkar Emas)
48
Bab 48 ( Sambungan Darurat di Atas Selat Malaka)
49
Bab 49 (Barikade Besi dan Tamu di Ambang Pintu)
50
Bab 50 (Dokumen Pengeras dan Rahasia Sang Pengacara)
51
Bab 51 (Koordinat Batam dan Amarah yang Bergeser)
52
Bab 52 (Badai di Harbour Bay dan Wajah di Balik Kedok)
53
Bab 53 (Rencana Cadangan yang Licik)
54
Bab 54 (Retakan di Dasar Tanah dan Keberanian Sang Ibu)
55
Bab 55 (Tembakan Pertama di Ruang Rahasia)
56
Bab 56 (Amarah Sang Penguasa Tahta)
57
Bab 57 ( Di Kamar Utama dan Pengawasan 24 Jam)
58
Bab 58 (Sisi Lembut Sang Pengusaha dan Pemulihan Trauma)
59
Bab 59 (Penyitaan Total dan Pengalihan Takhta Finansial)
60
Bab 60 (Kejutan Tiga Triliun di Atas Ranjang Sutra)
61
Bab 61 (Evaluasi Udara Menuju Sangkar Surya)
62
Bab 62 (Sangkar Surga di Tepi Samudra)
63
Bab 63 (Kantor Mini Sang Ratu Audit)
64
Bab 64 (Kejanggalan di Balik Angka Tiga Triliun)
65
Bab 65 (Identitas di Balik Topeng Kepercayaan)
66
Bab 66 (Sumpah di Keheningan Malam Tropis)
67
Bab 67 (Hukuman di Ruang Kedap Suara)
68
Bab 68 (Getaran Suara di Seberang Samudra)
69
Bab 69 (Dekapan Posesif di Ujung Hari)
70
Bab 70 (Istana Pasir di Tepi Sangkar Surga)
71
Bab 71 (Pelayaran Romantis di Bawah Langit Berbintang)
72
Bab 72 ( Surel Misterius di Tengah Samudra)
73
Bab 73 (Pemburuan di Garis Cakrawala)
74
Bab 74 ( Bayang-Bayang Sang Ilusi)
75
Bab 75 (Jebakan Umpan Sang Ratu)
76
Bab 76 (Peretasan Balik dan Detik-detik Eksekusi)
77
Bab 77 (Suara dari Masa Lalu)
78
promo novel
79
Bab 78 (Perang Siber Dua Kubu)
80
Bab 79 (Sumpah Posesif Sebelum Berburu)
81
Bab 80 (Sebuan Sayap di Tengah Samudra)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!