Episode 5

Bab 5

Tamu Pertama

Hari ketiga dimulai dengan mata Senja yang merah.

Ia akhirnya tertidur menjelang subuh, masih memegang gagang pisau di bawah bantal. Ketika bangun, matahari sudah masuk lewat celah tirai, membuat debu di kamar terlihat seperti kabut tipis. Aiden duduk di sudut, merobek kertas kecil-kecil. Lantai bawah sunyi. Tidak ada jejak baru. Tidak ada pintu terbuka.

Seolah suara logam semalam hanya mimpi.

Tapi Senja tahu bukan.

Di telapak tangannya, bekas gagang pisau masih meninggalkan rasa pegal.

Ia turun ke dapur, memeriksa pintu belakang, lalu jendela gudang. Kait jendela itu tetap tidak menutup sempurna. Bekas gesekan di kusen juga tetap ada. Jadi ia berhenti berusaha meyakinkan diri bahwa semua hanya karena lelah.

Rumah ini punya ritme.

Siang hari diam.

Malam hari bernapas.

***

Empat hari berikutnya, Senja belajar hidup di antara dua hal: takut dan pekerjaan.

Takut membuatnya menaruh pisau di tempat-tempat strategis. Satu di bawah bantal, satu di dapur, satu lagi di dekat pintu kamar mandi. Pekerjaan membuatnya tidak sempat hancur. Ia menyapu pecahan kaca, mencuci piring, menjemur kain, memasak, mengganti balutan kening Aiden, dan memaksa dirinya makan sedikit walau tenggorokannya masih sakit.

Aiden mulai punya pola.

Kalau lapar, ia muncul di tangga.

Kalau kenyang, ia kembali ke kamar.

Kalau Senja memegang gunting atau kain basah terlalu dekat, bahunya menegang. Kalau Senja membawa makanan, ia bisa duduk lebih lama. Untuk sikat gigi, Senja butuh dua telur dadar sebagai imbalan. Untuk membasuh wajah, ia butuh semangkuk soto ayam.

"Kamu ini bukan pasien," gumam Senja suatu pagi ketika Aiden menolak membuka mulut untuk berkumur. "Kamu kucing galak yang nyamar jadi manusia."

Aiden menatapnya kosong.

"Kucing," ulangnya.

Senja hampir tertawa.

Hampir.

Lalu ia melihat punggung Aiden saat bajunya terangkat.

Tawa itu hilang.

Di bawah kain lusuh, ada bekas luka yang lebih banyak daripada yang ia lihat sebelumnya. Memar lama. Garis panjang yang sudah mengering. Bintik bulat seperti bekas panas. Beberapa sudah pudar, beberapa masih terlalu baru untuk diabaikan.

Senja mengambil buku catatan dari koper.

Ia menulis tanggal, posisi luka, warna, dan perkiraan usia luka. Ilmu kedokterannya belum selesai, tapi ia tahu luka tidak berbohong. Tubuh mencatat apa yang mulut dipaksa diamkan.

Aiden duduk memunggunginya, diam.

"Aku catat bukan buat menyakitimu," kata Senja pelan. "Suatu hari, kalau ada yang tanya, tubuhmu punya saksi."

Aiden tidak menjawab.

Tapi ia juga tidak menutup punggungnya.

***

Hari ketujuh, Renata datang naik motor.

Suara mesinnya membuat Senja turun dengan cepat, hampir terpeleset di tangga. Perempuan itu berdiri di ruang tamu membawa kantong beras, telur, sayur, sabun, dan beberapa bungkus mi instan. Wajahnya tetap datar seperti biasa.

"Mbak terlihat pucat," katanya.

"Rumah ini memang nggak cocok buat glowing, Bu."

Renata menatapnya sebentar.

Senja tidak tahu apakah itu hampir senyum atau hanya bayangan.

Ia menyerahkan selembar kertas. "Saya butuh ini. Betadine, kasa steril, plester, salep memar. Kalau bisa minyak kayu putih juga."

Renata membaca daftar itu.

Matanya berhenti sedikit lebih lama pada kata salep memar.

"Untuk Pak Aiden?"

"Untuk siapa lagi?"

Kali ini Senja tidak menurunkan suara.

Renata melipat kertas itu dan memasukkannya ke saku. "Saya usahakan."

"Bu Renata."

Perempuan itu berhenti.

"Siapa yang masuk rumah malam-malam?"

Udara di ruang tamu terasa menipis.

Renata tidak segera menjawab. Ia hanya melihat ke arah tangga, tempat Aiden biasanya muncul kalau mencium makanan. Hari itu tangga kosong.

"Mbak kunci pintu sebelum tidur," katanya.

"Itu bukan jawaban."

"Itu yang bisa saya katakan."

Renata pergi setelah itu, meninggalkan Senja dengan lebih banyak pertanyaan daripada barang belanjaan.

***

Sinyal paling kuat ternyata ada di pojok belakang pagar, dekat tanaman liar yang daunnya tajam.

Senja berdiri di sana sore itu, satu tangan memegang ponsel tinggi-tinggi, tangan lain menahan nyeri di pinggang. Pesan dari Mira masuk sekaligus, menumpuk seperti hujan.

SEN?!

KAMU GILA?!

AKU BARU LIHAT CHAT KAMU!

SHARELOC SEKARANG!

Senja menghela napas, lalu mengetik.

Mir, aku masih hidup. Jangan ke sini dulu. Suamiku kayaknya disiksa orang. Aku harus cari tau siapa.

Balasan Mira muncul kurang dari lima detik.

SUAMIMU HAMPIR BUNUH KAMU DAN KAMU MALAH INVESTIGASI?!

Senja menatap kalimat itu.

Kalau ditulis begitu, memang terdengar bodoh.

Ia membalas lebih pelan.

Dia pernah nolong aku dulu. Aku baru sadar.

Kali ini Mira tidak langsung menjawab.

Lalu masuk voice note berdurasi dua puluh delapan detik. Senja tidak memutarnya. Ia belum siap mendengar Mira panik sambil menangis.

Ia hanya mengetik satu kalimat lagi.

Aku chat tiap hari kalau sinyal ada. Kalau dua hari nggak ada kabar, baru panik.

***

Malam itu, Senja tertidur di samping ranjang Aiden.

Bukan tidur yang benar. Ia hanya duduk di lantai, kepala bersandar pada sisi ranjang, buku catatan luka terbuka di pangkuan. Niatnya menunggu sampai Aiden benar-benar tidur, lalu pindah ke tikar. Tapi tubuhnya menyerah lebih dulu.

Ia terbangun karena sesuatu menyentuh bahunya.

Ringan.

Hangat.

Senja membuka mata sedikit.

Selimut tua yang biasa dipakai Aiden sudah berada di atas bahunya.

Di atas ranjang, Aiden duduk dengan wajah kosong, tangannya masih memegang ujung selimut. Begitu Senja bergerak, ia langsung menjatuhkan tangan dan menoleh ke dinding.

Seperti tidak terjadi apa-apa.

Senja pura-pura belum bangun.

Jantungnya berdetak terlalu keras untuk orang yang sedang pura-pura tidur.

Di luar, rumah itu tetap gelap.

Tapi untuk pertama kalinya, ada sedikit hangat yang tidak berasal dari kompor.

***

Pagi kedelapan, suara mesin mobil berhenti di depan gerbang.

Senja langsung terbangun.

Ia tahu itu bukan Renata. Renata datang naik motor. Suara ini halus, rendah, mahal. Dari jendela kamar, Senja mengintip ke halaman depan.

Sebuah Mercedes hitam berhenti di balik pagar berkarat.

Dua pria berjas turun dari mobil.

Salah satu dari mereka menekan bel.

Bel berbunyi.

Terpopuler

Comments

Lestari Ami'ne Zia

Lestari Ami'ne Zia

bnyk rahasia 😅😅

2026-05-24

1

lihat semua
Episodes
1 Episode 1
2 Episode 2
3 Episode 3
4 Episode 4
5 Episode 5
6 Episode 6
7 Episode 7
8 Episode 8
9 Episode 9
10 Episode 10
11 Episode 11
12 Episode 12
13 Episode 13
14 Episode 14
15 Episode 15
16 Episode 16
17 Episode 17
18 Episode 18
19 Episode 19
20 Episode 20
21 Episode 21
22 Episode 22
23 Episode 23
24 Episode 24
25 Episode 25
26 Episode 26
27 Episode 27
28 Episode 28
29 Episode 29
30 Episode 30
31 Episode 31
32 Episode 32
33 Episode 33
34 Episode 34
35 Episode 35
36 Episode 36
37 Episode 37
38 Episode 38
39 Episode 39
40 Episode 40
41 Episode 41
42 Episode 42
43 Episode 43
44 Episode 44
45 Episode 45
46 Episode 46
47 Episode 47
48 Episode 48
49 Episode 49
50 Episode 50
51 Episode 51
52 Episode 52
53 Episode 53
54 Episode 54
55 Episode 55
56 Episode 56
57 Episode 57
58 Episode 58
59 Episode 59
60 Episode 60
61 Episode 61
62 Episode 62
63 Episode 63
64 Episode 64
65 Episode 65
66 Episode 66
67 Episode 67
68 Episode 68
69 Episode 69
70 Episode 70
71 Episode 71
72 Episode 72
73 Episode 73
74 Episode 74
75 Episode 75
76 Episode 76
77 Episode 77
78 Episode 78
79 Episode 79
80 Episode 80
81 Episode 81
82 Episode 82
83 Episode 83
84 Episode 84
85 Episode 85
86 Episode 86
87 Episode 87
88 Episode 88
89 Episode 89
90 Episode 90
91 Episode 91
92 Episode 92
93 Episode 93
94 Episode 94
95 Episode 95
96 Episode 96
97 Episode 97
98 Episode 98
99 Episode 99
100 Episode 100
101 Episode 101
102 Episode 102
103 Episode 103
104 Episode 104
105 Episode 105
106 Episode 106
107 Episode 107
108 Episode 108
109 Episode 109
110 Episode 110
111 Episode 111
112 Episode 112
113 Episode 113
114 Episode 114
115 Episode 115
116 Episode 116
117 Episode 117
118 Episode 118
119 Episode 119
120 Episode 120
121 Episode 121
122 Episode 122
123 Episode 123
124 Episode 124
125 Episode 125
126 Episode 126
127 Episode 127
128 Episode 128
129 Episode 129
130 Episode 130
131 Episode 131
132 Episode 132
133 Episode 133
134 Episode 134
135 Episode 135
136 Episode 136
137 Episode 137
138 Episode 138
139 Episode 139
140 Episode 140
141 Episode 141
142 Episode 142
143 Episode 143
144 Episode 144
145 Episode 145
146 Episode 146
147 Episode 147
148 Episode 148
149 Episode 149
150 Episode 150
151 Episode 151
152 Episode 152
153 Episode 153
154 Episode 154
155 Episode 155
156 Episode 156
157 Episode 157
158 Episode 158
159 Episode 159
160 Episode 160
161 Episode 161
162 Episode 162
163 Episode 163
164 Episode 164
165 Episode 165
166 Episode 166
167 Episode 167
168 Episode 168
169 Episode 169
170 Episode 170
171 Episode 171
172 Episode 172
173 Episode 173
174 Episode 174
175 Episode 175
176 Episode 176
177 Episode 177
178 Episode 178
179 Episode 179
180 Episode 180
Episodes

Updated 180 Episodes

1
Episode 1
2
Episode 2
3
Episode 3
4
Episode 4
5
Episode 5
6
Episode 6
7
Episode 7
8
Episode 8
9
Episode 9
10
Episode 10
11
Episode 11
12
Episode 12
13
Episode 13
14
Episode 14
15
Episode 15
16
Episode 16
17
Episode 17
18
Episode 18
19
Episode 19
20
Episode 20
21
Episode 21
22
Episode 22
23
Episode 23
24
Episode 24
25
Episode 25
26
Episode 26
27
Episode 27
28
Episode 28
29
Episode 29
30
Episode 30
31
Episode 31
32
Episode 32
33
Episode 33
34
Episode 34
35
Episode 35
36
Episode 36
37
Episode 37
38
Episode 38
39
Episode 39
40
Episode 40
41
Episode 41
42
Episode 42
43
Episode 43
44
Episode 44
45
Episode 45
46
Episode 46
47
Episode 47
48
Episode 48
49
Episode 49
50
Episode 50
51
Episode 51
52
Episode 52
53
Episode 53
54
Episode 54
55
Episode 55
56
Episode 56
57
Episode 57
58
Episode 58
59
Episode 59
60
Episode 60
61
Episode 61
62
Episode 62
63
Episode 63
64
Episode 64
65
Episode 65
66
Episode 66
67
Episode 67
68
Episode 68
69
Episode 69
70
Episode 70
71
Episode 71
72
Episode 72
73
Episode 73
74
Episode 74
75
Episode 75
76
Episode 76
77
Episode 77
78
Episode 78
79
Episode 79
80
Episode 80
81
Episode 81
82
Episode 82
83
Episode 83
84
Episode 84
85
Episode 85
86
Episode 86
87
Episode 87
88
Episode 88
89
Episode 89
90
Episode 90
91
Episode 91
92
Episode 92
93
Episode 93
94
Episode 94
95
Episode 95
96
Episode 96
97
Episode 97
98
Episode 98
99
Episode 99
100
Episode 100
101
Episode 101
102
Episode 102
103
Episode 103
104
Episode 104
105
Episode 105
106
Episode 106
107
Episode 107
108
Episode 108
109
Episode 109
110
Episode 110
111
Episode 111
112
Episode 112
113
Episode 113
114
Episode 114
115
Episode 115
116
Episode 116
117
Episode 117
118
Episode 118
119
Episode 119
120
Episode 120
121
Episode 121
122
Episode 122
123
Episode 123
124
Episode 124
125
Episode 125
126
Episode 126
127
Episode 127
128
Episode 128
129
Episode 129
130
Episode 130
131
Episode 131
132
Episode 132
133
Episode 133
134
Episode 134
135
Episode 135
136
Episode 136
137
Episode 137
138
Episode 138
139
Episode 139
140
Episode 140
141
Episode 141
142
Episode 142
143
Episode 143
144
Episode 144
145
Episode 145
146
Episode 146
147
Episode 147
148
Episode 148
149
Episode 149
150
Episode 150
151
Episode 151
152
Episode 152
153
Episode 153
154
Episode 154
155
Episode 155
156
Episode 156
157
Episode 157
158
Episode 158
159
Episode 159
160
Episode 160
161
Episode 161
162
Episode 162
163
Episode 163
164
Episode 164
165
Episode 165
166
Episode 166
167
Episode 167
168
Episode 168
169
Episode 169
170
Episode 170
171
Episode 171
172
Episode 172
173
Episode 173
174
Episode 174
175
Episode 175
176
Episode 176
177
Episode 177
178
Episode 178
179
Episode 179
180
Episode 180

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!