Phantom Of Ravenna

Leon D'Alterio berdiri mematung di hadapan jendela besar yang mendominasi ruang kerjanya. Di luar sana, kegelapan malam hutan belantara seolah hendak menelan kemegahan mansion miliknya. Di tangan kanan pria itu, terdapat segelas kristal berisi minuman alkohol yang kini hanya tersisa sedikit di dasarnya. Ia meneguk cairan pekat itu sejenak, merasakan sensasi panas yang membakar tenggorokannya, sebelum kemudian menggerakkan gelas tersebut perlahan hingga es batu di dalamnya berdenting pelan. Otaknya seolah sedang dipaksa untuk berpikir keras, menimbang-nimbang setiap jengkal ancaman baru yang belakangan ini mulai mengusik ketenangan takhta Cosa Nero.

"Tuan," sebuah suara berat memecah keheningan dari arah belakang.

Leon hanya menolehkan sedikit kepalanya ke kanan. Tanpa membalikkan tubuhnya secara penuh, ia kembali melemparkan pandangannya lurus ke depan, menembus kaca jendela yang dingin.

"Sudah mendapatkan informasi tentang dia?" tanya Leon dingin kepada tangan kanannya tersebut.

"Belum, Tuan. Jejaknya benar-benar sangat sulit untuk dilacak. Peluru yang ia gunakan bahkan sama sekali tidak memperlihatkan seri angka atau kode pabrikan mana pun. Semuanya bersih," ucap Black dengan kepala tertunduk dalam, menyembunyikan rasa bersalahnya karena gagal membawa informasi yang memuaskan.

Leon menggeram pelan, sebuah suara rendah yang sarat akan bahaya keluar dari tenggorokannya. "Sudah empat puluh lima orang penting di dunia gelap yang berhasil ia eksekusi selama empat tahun kebelakang ini. Semuanya mati tanpa jejak, tanpa meninggalkan petunjuk apa pun, dan pergerakannya sama sekali tidak pernah tercium oleh radar intelijen kita. Julukannya ... Phantom of Ravenna. Sang Bayangan dari Ravenna," gumam Leon dengan tatapan mata yang menajam.

"Tuan, bagaimana jika pembunuh bayaran itu mendapatkan misi khusus dari organisasi lawan untuk menyerang Tuan Kecil?" ucap Black ragu-ragu. Pertanyaan itu seketika membuat sudut bibir Leon terangkat, membentuk seulas senyuman tipis yang dingin.

Pria itu meminum habis sisa minumannya dalam satu tegukan, lalu meletakkan gelas kristal itu di atas meja kayu ke di sampingnya dengan sedikit kasar hingga menimbulkan bunyi benturan yang cukup nyaring. Matanya menatap lurus ke depan seolah tanpa beban sama sekali, lalu ia menyeringai pelan.

"Kamu merasa takut, Black?" tanya Leon dengan nada mengejek yang kental.

Black dengan cepat menggelengkan kepalanya. "Tidak, Tuan. Hanya saja, saya merasa khawatir dengan keselamatan penerus Anda," ucapnya dengan suara lirih.

Leon kembali menatap lurus ke depan, menarik napas panjang dan mengembuskannya perlahan untuk mengurai ketegangan di dadanya. "Sebagai seorang ayah, aku pun merasakan kekhawatiran yang sama. Enzo ... nyawa anak itu sudah sering kali berada dalam ancaman sejak hari pertama dia dilahirkan. Aku tidak pernah takut dengan musuh-musuhku di luar sana. Aku hanya takut ... jika diriku sendiri tidak waspada. Mulai hari ini, perketat seluruh penjagaan pada Enzo dan juga Kael. Bagaimanapun juga, Kael tetaplah putraku," ucap Leon dengan nada mutlak yang tidak membantah.

"Baik, Tuan. Perintah Anda akan segera saya laksanakan," ucap Black penuh hormat sebelum akhirnya melangkah mundur dan berlalu pergi, meninggalkan Leon yang kembali tenggelam dalam keheningan malam sembari menatap lurus ke depan.

"Heh olang tua!"

Sebuah seruan cempreng bernada ketus tiba-tiba memecah keheningan koridor dalam ruang kerja Leon. Mendengar panggilan yang sangat tidak sopan itu, Leon seketika merubah ekspresi wajahnya. Keningnya mengkerut sangat dalam. Pria itu menolehkan kepalanya lebih dulu sebelum akhirnya memutar seluruh tubuhnya secara perlahan. Sepasang matanya langsung menatap bingung ke arah sosok bocah mungil berwajah menggemaskan yang kini sedang berdiri tegak sembari memandangnya dengan tatapan mata yang menantang tajam. Bocah itu berniat terlihat menyeramkan dan mengintimidasi, namun bagi Leon yang melihatnya, penampilan sang anak justru tampak sangat lucu dan menggelikan.

"Sangat tidak sopan sekali kamu, ya. Bagaimana jika Daddy mengambil pistol ini dan menembak kepalamu sekarang juga?" ucap Leon sembari meraih pistol hitamnya di atas meja, sengaja mengokangnya perlahan seolah-olah sedang mengecek peluru. Tindakan itu, tentu saja, sebuah ancaman nyata yang biasa ia gunakan untuk membuat musuhnya berlutut.

Namun, bukannya ketakutan atau menangis, Enzo justru langsung bersedekap dada di depan sang ayah dengan wajah yang kian merengut.

"Mana Basleng Enzo? Di cimpan dimanaaaa!" seru anak itu dengan emosi yang tampak menggebu-gebu, menuntut haknya yang hilang.

"Basreng? Makanan tikus yang bau itu? Tentu saja sudah Daddy buang ke tempat sampah. Makanan seperti itu adalah sampah yang tidak bergizi," ucap Leon santai tanpa dosa, yang seketika membuat Enzo membelalakkan matanya dengan mulut menganga, tidak percaya pada kekejaman sang ayah.

"Campaaaaah?! Campaaaaah?! Enzo beli cucaaaah payaaaah, cali keljaaaa bial dapet uaaaaang!" pekik anak itu dengan histeris, menatap Leon seolah-olah pria itu baru saja melakukan dosa besar terberat di dunia.

Leon mengkerutkan keningnya dalam-dalam, merasa terusik sekaligus heran dengan ucapan sang putra. "Memangnya apa pekerjaanmu sampai bisa menghasilkan uang sendiri?"

"Cali uang di kantong celana Daddy lah, dimana lagi?" ucap Enzo dengan nada suara yang teramat polos namun mutlak, membuat Leon benar-benar tertegun dalam kondisi syok yang luar biasa.

Bagaimana bisa seorang bocah berusia empat tahun memiliki jalan pikiran sekreatif itu? Sungguh, Leon seketika merasa kepalanya berdenyut pening menghadapi perangai anak kandungnya sendiri.

Enzo kemudian mengalihkan pandangannya, menatap ke sekeliling ruangan kerja ayahnya yang tampak luas dan dominan dengan warna-warna gelap. Ia melihat-lihat setiap sudut dinding, sebelum akhirnya melayangkan pertanyaan dengan nada suara yang mendadak mengecil. "Kenapa nda ada poto Mommy?" tanya anak itu pelan.

"Bukankah sudah berkali-kali Daddy bilang kepadamu? Tidak ada yang namanya Mommy di dalam rumah ini. Kamu hidup dan berada di dunia ini hanya karena Daddy," ucap Leon tegas, lalu melangkah menuju sofa kulit hitam dan mendudukkan tubuhnya di sana. Ia merebahkan punggungnya pada sandaran sofa sembari memejamkan mata, berusaha mengusir rasa penat yang mendera.

"Telus daddy yg lahilan?" tanya anak itu kembali dengan kepolosan yang luar biasa tajam, memaksa Leon untuk kembali membuka kedua matanya dengan helaan napas berat.

"Tentu saja seorang wanita yang melahirkanmu," jawab Leon malas.

"Belalti Daddy walia," ucap Enzo kembali dengan wajah tanpa dosa, sebuah kesimpulan mutlak yang seketika membuat Leon refleks menjambak rambutnya sendiri dengan perasaan frustrasi yang teramat sangat.

"Jangan pernah cari atau tanyakan tentang Mommy lagi, bisa tidak?! Kita hidup di dunia ini untuk menguasai dunia bawah! Bukan untuk mencari kasih sayang tidak berguna yang hanya akan berakhir menyakiti diri sendiri, kamu paham?!" sentak Leon dengan nada suara yang meninggi, sebuah gertakan yang akhirnya berhasil membuat Enzo terdiam membeku.

Bocah mungil itu menatap ayahnya dengan pandangan terluka sejenak, sebelum akhirnya membalikkan tubuh kecilnya dan berlari kencang keluar dari dalam ruangan. Langkah seributnya bahkan hampir saja menabrak tubuh Kael yang rupanya sejak tadi sudah berdiri diam di ambang pintu masuk.

"DADDY PLENGEEEEEL! OLANG TUA NDA CAYANG ANAAAAAK!" teriak Enzo dari kejauhan koridor dengan suara melengkingnya, membuat Leon benar-benar kehilangan kata-kata dan hanya bisa memijat pangkal hidungnya yang terasa ngilu akibat stres.

"Kamu lihat sendiri bagaimana kelakuan adikmu itu, Kael? Dari mana sebenarnya dia bisa mendapatkan kosakata aneh seperti itu," ucap Leon pasrah, mengeluhkan tabiat Enzo pada putra angkatnya.

Kael hanya menggelengkan kepala pelan. Remaja itu berjalan mendekati meja kerja Leon, menatap pria itu dengan sepasang manik mata yang dingin dan minim ekspresi. "Apa Tuan sudah mendapatkan informasi terbaru tentang pembunuh bayaran itu?" tanya Kael dengan suara yang pelan namun terdengar sangat matang.

Leon menggelengkan kepalanya lemah. "Jejaknya benar-benar terlalu sulit untuk ditembus oleh informan kita."

"Sekilas ... postur tubuh dan cara dia bergerak dari rekaman CCTV yang kudapatkan ... dia terlihat mirip dengan ...," Kael menggantungkan kalimatnya begitu saja. Remaja itu mendadak mengurungkan niat untuk melanjutkan kata-katanya, membuat Leon mengkerutkan kening penuh rasa bingung.

"Mirip dengan siapa, Kael?" tanya Leon mendesak.

Terpopuler

Comments

🎀𝔸ᥣᥙᥒᥲ🎀

🎀𝔸ᥣᥙᥒᥲ🎀

Ehhh aku mau nanya deh, apa karena kodratnya wanita melahirkan. Jadinya disepelekan kaya gitu, padahal c Leon juga lahir dari seorang wanita loh bukan dari batu. tapi, tapi. hmmm

2026-05-24

8

Ita rahmawati

Ita rahmawati

Leon sbnernya cinta SM Ampera cumakrna dia dendam SM ortunya Amoera makanya dia bgtu,,tp benerankah ortunya Amoera yg jahat atau hanya salah faham atau justru ortunya leonlah yg jahat 🤔Enzo knpa kmu bisa jd bocil genmes gtu ditengah2 para mafia kejem sih 🤣

2026-05-24

2

indrie_💖

indrie_💖

kael ini anak siapa sebenarnya

2026-05-27

2

lihat semua
Episodes
1 Tawanan Iblis
2 Kelahiran Penerus Cosa Nero
3 Kehidupan Baru
4 Phantom Of Ravenna
5 Kembar Yang Terpisah
6 Bukan Wanita Baik Baik~
7 Bujukan Si Kecil Yang Gagal
8 Kebimbangan Leon
9 Menjalankan Misi
10 Phantom Of Ravenna
11 Ketahuan
12 Harapan Seorang Anak
13 Misi Baru
14 Perasaan Bersalah
15 Selalu Tak Akur
16 Pertemuan Kembar Yang Terpisah
17 Kita Miliiiip!
18 Memulai Misi Besar
19 Menuju Lokasi
20 Putraku, Targetku?
21 Phantom Of Ravenna Itu Nona Amoera
22 Ketakutan Amoera
23 Pengepungan
24 Enzo?
25 Terbongkar
26 Eren Tak Bisa Tanpaku!
27 Titik Lemah Seorang Ibu
28 Pertengkaran Awal?
29 Kembali Ke Sarang Musuh
30 Kembala Kembala Cintiiiing!
31 Sikap Aneh Leon
32 Di Salahkan
33 Kamu Sama Saja Seperti ku, Amoe~
34 Hampir Saja~
35 Kekhawatiran Amoera
36 Masuk Ke Kamar Singa
37 Roket Besar
38 Calikan Mommy Cuami
39 Mansion Utama
40 Pertunangan Yang Di Atur
41 Emosi Enzo
42 Tak Sengaja
43 Video Call Daddy Si Kembar
44 Leon Kecil Yang Malang
45 Panik!
46 Pertunangan Tuan Muda D'alterio
47 Acara Yang Berantakan!
48 Eren Adalah Putraku!
49 Saling Menguatkan
50 Membaik
51 Berbincang
52 Kabar Baik & Kabar Buruk?
53 Karena Dia Cintaku!
54 Takluknya Sang Ketua
55 Bukan Sekedar Kecupan
56 Musang Bir4hi
57 Rujak
58 Leon ...
59 Aku Tetap Bisa Mencintaimu, Amoe
60 Keraguan
61 Kamu Tidak Rindu?
62 Bisa Melihat
63 Tingkah Si Kembar
64 Perasaan Leon
65 Saran Black
66 Ratu Setan
67 Perdebatan Sengit 2 Wanita
68 Perkelahian Sengit
69 Timah Panas Yang Meleset
70 Sama-Sama Terluka
71 Khawatir Tapi Kesal
72 Syarat Menikah
73 Jangan Ragukan Aku~
74 Dalam Pantauan
75 Cassius Dominion
76 Rahasia Besar Terungkap
77 Membawa Pulang
78 Kepulangan Leon
79 Ayah!
80 My Little Basreng
81 Perdebatan Ayah Dan Anak
82 Sepakat Menikah
83 Kesempatan Dalam Kesempitan
84 Jambakan Pedas
85 Little Basreng
86 Jalan-Jalan
87 Mencoba Gaun
88 Ini Loh Basleeeeng!
89 Tingkat Calon Mertua
90 Ketegangan Ariana
91 Pelaku Sebenarnya
92 Menebus Luka
93 Pernikahan King Cosa Nero
94 Cemburunya Leon
95 Darah?
96 Hanya Mimpi
97 Shhtt ... diam dan nikmati
98 Adik Buat Kalian
99 Hari Pertama Sekolah
100 Tak Terduga
101 Misi Penyelamatan
102 Penyerangan
103 Tak Ingin Kehilangan
104 Menunggu
105 7 Bulan Kemudian
106 Isi hati Enzo
107 Penantian Panjang
108 Kumpul kembali
109 Ada Apa Dengan Kael?
110 Menargetkan Putrimu
111 Gemblot
112 Ada Apa Dengan Kael?
113 Baby Girl
114 Alaura, Si Bayi Menggemaskan
115 Si Bayi Menggemaskan
116 Di Pisahkan?
117 Pergi~
118 CERITA KAEL
Episodes

Updated 118 Episodes

1
Tawanan Iblis
2
Kelahiran Penerus Cosa Nero
3
Kehidupan Baru
4
Phantom Of Ravenna
5
Kembar Yang Terpisah
6
Bukan Wanita Baik Baik~
7
Bujukan Si Kecil Yang Gagal
8
Kebimbangan Leon
9
Menjalankan Misi
10
Phantom Of Ravenna
11
Ketahuan
12
Harapan Seorang Anak
13
Misi Baru
14
Perasaan Bersalah
15
Selalu Tak Akur
16
Pertemuan Kembar Yang Terpisah
17
Kita Miliiiip!
18
Memulai Misi Besar
19
Menuju Lokasi
20
Putraku, Targetku?
21
Phantom Of Ravenna Itu Nona Amoera
22
Ketakutan Amoera
23
Pengepungan
24
Enzo?
25
Terbongkar
26
Eren Tak Bisa Tanpaku!
27
Titik Lemah Seorang Ibu
28
Pertengkaran Awal?
29
Kembali Ke Sarang Musuh
30
Kembala Kembala Cintiiiing!
31
Sikap Aneh Leon
32
Di Salahkan
33
Kamu Sama Saja Seperti ku, Amoe~
34
Hampir Saja~
35
Kekhawatiran Amoera
36
Masuk Ke Kamar Singa
37
Roket Besar
38
Calikan Mommy Cuami
39
Mansion Utama
40
Pertunangan Yang Di Atur
41
Emosi Enzo
42
Tak Sengaja
43
Video Call Daddy Si Kembar
44
Leon Kecil Yang Malang
45
Panik!
46
Pertunangan Tuan Muda D'alterio
47
Acara Yang Berantakan!
48
Eren Adalah Putraku!
49
Saling Menguatkan
50
Membaik
51
Berbincang
52
Kabar Baik & Kabar Buruk?
53
Karena Dia Cintaku!
54
Takluknya Sang Ketua
55
Bukan Sekedar Kecupan
56
Musang Bir4hi
57
Rujak
58
Leon ...
59
Aku Tetap Bisa Mencintaimu, Amoe
60
Keraguan
61
Kamu Tidak Rindu?
62
Bisa Melihat
63
Tingkah Si Kembar
64
Perasaan Leon
65
Saran Black
66
Ratu Setan
67
Perdebatan Sengit 2 Wanita
68
Perkelahian Sengit
69
Timah Panas Yang Meleset
70
Sama-Sama Terluka
71
Khawatir Tapi Kesal
72
Syarat Menikah
73
Jangan Ragukan Aku~
74
Dalam Pantauan
75
Cassius Dominion
76
Rahasia Besar Terungkap
77
Membawa Pulang
78
Kepulangan Leon
79
Ayah!
80
My Little Basreng
81
Perdebatan Ayah Dan Anak
82
Sepakat Menikah
83
Kesempatan Dalam Kesempitan
84
Jambakan Pedas
85
Little Basreng
86
Jalan-Jalan
87
Mencoba Gaun
88
Ini Loh Basleeeeng!
89
Tingkat Calon Mertua
90
Ketegangan Ariana
91
Pelaku Sebenarnya
92
Menebus Luka
93
Pernikahan King Cosa Nero
94
Cemburunya Leon
95
Darah?
96
Hanya Mimpi
97
Shhtt ... diam dan nikmati
98
Adik Buat Kalian
99
Hari Pertama Sekolah
100
Tak Terduga
101
Misi Penyelamatan
102
Penyerangan
103
Tak Ingin Kehilangan
104
Menunggu
105
7 Bulan Kemudian
106
Isi hati Enzo
107
Penantian Panjang
108
Kumpul kembali
109
Ada Apa Dengan Kael?
110
Menargetkan Putrimu
111
Gemblot
112
Ada Apa Dengan Kael?
113
Baby Girl
114
Alaura, Si Bayi Menggemaskan
115
Si Bayi Menggemaskan
116
Di Pisahkan?
117
Pergi~
118
CERITA KAEL

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!