Kembar Yang Terpisah

Kael dengan cepat menggelengkan kepalanya, berusaha menghalau kecurigaan yang sempat melintas di benaknya. "Tidak, Tuan. Sepertinya aku hanya salah lihat saja. Kedatanganku ke sini hanya ingin menyampaikan bahwa malam ini aku akan pergi menuju wilayah perbatasan untuk memantau pergerakan musuh secara langsung," ucap Kael datar, bersiap untuk berlalu pergi dari sana.

"Kael," panggil Leon, membuat langkah remaja itu terhenti seketika dan menolehkan kepalanya.

"Istirahatlah terlebih dahulu jika tugasmu sudah selesai. Kamu sudah terlalu sering bekerja tanpa henti belakangan ini," ucap Leon dengan nada yang sedikit melembut. Kael hanya menganggukkan kepalanya pelan sebagai tanda mengerti, lalu melangkah pergi meninggalkan pria itu sendirian di dalam ruangan yang kembali sunyi.

Sementara itu, di bagian lain dari mansion, Enzo tampak berjalan dengan napas yang memburu menahan amarah yang meledak-ledak di dada kecilnya. Ia masuk ke dalam kamarnya sendiri, lalu membanting pintu kayu tebal tersebut dengan sangat keras hingga menimbulkan bunyi debuman yang menggetarkan ruangan. Kondisi emosi bocah itu memang cenderung tidak stabil, hawa dan atmosfer di dalam rumah besar ini yang selalu dipenuhi oleh ketegangan, amarah, dan kekerasan secara tidak langsung telah membentuk pertumbuhan psikologisnya menjadi anak yang mudah mengamuk kala keinginannya tidak terpenuhi. Ditambah lagi, di rumah terkutuk ini, sama sekali tidak ada satu orang pun yang pernah menyentuh tubuhnya dengan kasih sayang ataupun kelembutan seorang ibu. Kecuali. .. satu orang pelayan.

Tok! Tok! Tok!

"Tuan kecil, bolehkah bibi masuk ke dalam?" suara ketukan lembut dari arah luar pintu terdengar, menyapa pendengaran Enzo.

Mendengar suara yang teramat ia kenali itu, Enzo dengan cepat berlari menuju pintu dan membukanya lebar-lebar. Ia segera menarik tangan Lula untuk masuk ke dalam kamarnya, lalu menutup kembali pintu tersebut dengan tergesa-gesa, bahkan tidak lupa memutar kunci pintunya rapat-rapat agar tidak ada pengawal lain yang bisa mengintip.

"Daddy itu monstel beltaling! Selalu iliiii dengki cama olang yang punya Mommy! Kenapa dia nda macuk pelut olang lagi bial punya mommy! Ceteleeees dili ini!" gerutu Enzo dengan rentetan kalimat kesalnya, mondar-mandir di depan Lula dengan kedua tangan yang bersedekap dada.

Lula tersenyum lembut, seulas senyuman penuh kehangatan yang seketika mampu meredakan badai amarah di hati sang tuan kecil. "Heh, kemarilah mendekat pada Bibi. Bibi baru saja mengingat sesuatu yang sangat penting untukmu," ucap Lula sembari merogoh saku pelayannya.

Dari dalam sana, wanita paruh baya itu mengeluarkan sebuah kalung perak bermata liontin berbentuk bintang hitam yang indah, kalung yang empat tahun lalu dititipkan oleh Amoera sebelum wanita itu pergi. Lula melangkah mendekat, lalu dengan gerakan perlahan memakaikan kalung tersebut pada leher mungil Enzo.

Bocah itu seketika tercengang, menundukkan kepalanya untuk melihat ke arah kalung yang kini melingkar manis di dadanya.

"Tuan Kecil, perlu Anda ketahui bahwa ini adalah kalung milik Mommy kandung Anda yang sebenarnya. Jika suatu hari nanti Tuan Kecil pergi berjalan-jalan keluar dari rumah ini dan Mommy melihat kalung ini terpasang di leher Anda, Bibi yakin Mommy pasti akan langsung mengenali Tuan Kecil sebagai putranya," bisik Lula dengan penuh rahasia, menepati janjinya pada Amoera untuk mengenalkan sang ibu pada anaknya.

Sepasang mata hitam Enzo seketika berbinar-binar dengan sangat terang, dipenuhi oleh binar harapan yang luar biasa besar. "Benelaaaan?!" pekiknya dengan suara tertahan, kedua tangan mungilnya dengan cepat memegang liontin berbentuk bintang hitam tersebut dengan erat, seolah takut benda itu akan lenyap dari pandangannya.

"Iya, Tuan Kecil. Bibi tidak pernah berbohong kepada Anda," jawab Lula dengan anggukan pasti.

Enzo terdiam seribu bahasa, otaknya yang cerdas di umur empat tahun itu mendadak berputar dan berpikir dengan sangat keras. Ia mulai menyusun sebuah rencana rahasia di dalam benak kecilnya, memikirkan bagaimana caranya agar ia bisa meloloskan diri dari penjagaan ketat mansion ini demi bisa melihat dunia luar dan menemukan keberadaan ibunya.

"Enzo halus ada lencana, emang Daddy aja yang bica buat Lencana? Enzo juga bica, pelhatikan olang tuaaaaa!" batin Enzo dengan perasaan bangga yang membumbung tinggi, menantang otoritas sang ayah di dalam pikirannya sendiri.

.

.

.

.

Di sudut dunia yang lain, di dalam sebuah rumah minimalis yang tenang, Amoera harus kembali menelan kenyataan pahit yang teramat menyesakkan dada. Hari ini, ia kembali mendapatkan kabar buruk bahwa putranya lagi-lagi gagal untuk mendapatkan donor kornea mata yang sudah dinanti-nantikan sejak lama. Kegagalan kali ini dipicu oleh pihak keluarga mendiang donor yang mendadak membatalkan keputusan mereka dan menolak untuk memberikan kornea tersebut pada detik-detik terakhir, sebuah penolakan mutlak yang seketika membuat Amoera merasa benar-benar kehilangan harapan dan arah tujuan hidupnya.

Wanita itu menatap selembar surat hasil penolakan medis itu dengan pandangan kosong sembari duduk bersandar di atas sofa ruang tengah. Dengan sisa-sisa kekuatannya, ia meletakkan kertas sialan itu di samping tubuhnya, lalu mengangkat kedua telapak tangannya untuk menutup seluruh wajahnya yang mulai memerah menahan tangis penderitaan. Padahal, demi operasi besar ini, dirinya sudah mengorbankan nyawa dan menyiapkan banyak sekali uang hasil pekerjaannya sebagai pembunuh bayaran. Namun ternyata, mencari kecocokan donor kornea untuk putranya jauh lebih sulit daripada menghabisi nyawa puluhan target di luar sana.

"Mommy," sebuah panggilan lembut dari arah depan membuat wanita itu mendongak perlahan, menatap ke arah putranya yang kini sedang melangkah berjalan ke arahnya dengan pandangan mata yang kosong tanpa arah yang jelas.

"Eren ... kemari, sayang. Sini mendekat pada Mommy," ucap Amoera dengan suara yang bergetar menahan luapan emosi, segera meraih tubuh mungil anak itu ke dalam pangkuannya dan menatap wajah putranya dengan sepasang mata yang sudah berkaca-kaca dipenuhi air mata.

"Eren ... Mommy minta maaf ya, sayang. Ternyata ... jadwal operasi Eren hari ini harus ditunda lagi untuk sementara waktu. Tapi Eren jangan sedih, ya? Mommy berjanji akan mencoba mencari donor kornea yang baru lagi secepatnya untuk Eren," ucap Amoera dengan nada suara yang dibuat selembut mungkin, berusaha menyembunyikan rasa hancur di hatinya.

Anak kecil di pangkuannya itu tampak terdiam beberapa saat, seolah-olah sedang berusaha keras untuk mencerna dan memahami setiap patah kata yang baru saja diucapkan oleh sang ibu. Namun, tidak lama kemudian, tangan mungil Eren perlahan terangkat ke atas, bergerak meraba-raba di udara untuk mencari letak wajah ibunya. Melihat hal itu, Amoera dengan sigap mengarahkan telapak tangan kecil putranya untuk menempel tepat di atas kedua pipinya.

"Mommy beldelai ail mata?" tanya anak itu dengan nada polosnya yang khas, sebuah pertanyaan yang seketika membuat Amoera memaksakan diri untuk terkekeh pelan di tengah rasa sedihnya.

"Tidak, sayang ... Mommy tidak sedang menangis kok," bohong Amoera sembari mengusap kepala putranya.

Eren kembali menarik tangan kecilnya dari pipi Amoera, lalu menyandarkan kepala mungilnya pada dada sang ibu dengan tenang. "Elen nda papa nda lihat, mommy celalu jadi mata Elen kan? Mommy gambalkan cama Elen, nda papa nda lihat dulu cekalang," ucap anak itu dengan nada suara yang teramat pelan, berusaha menghibur hati ibunya yang ia tahu sedang terluka. Namun, beberapa detik kemudian, Eren kembali membuka mulutnya dan membisikkan sebuah kalimat pendek yang seketika membuat seluruh tubuh Amoera menegang kaku di tempatnya.

"Elen mau kaliiii lihat kalna ... Elen mau cali Daddy," bisik Eren lirih tepat di dada Amoera, sebuah pengakuan jujur yang seketika membuat jantung Amoera serasa berhenti berdetak karena tersentak hebat.

"Eren ...,"

________________

Terpopuler

Comments

jumirah slavina

jumirah slavina

cali di kandang Cinga., nanti ketemu

🤣

2026-05-24

7

jumirah slavina

jumirah slavina

Kail... Kamu boleh mengkhianati Singa tua itu., tapi jangan mengkhianati Amor ya bila sudah tau itu adalah Amor

2026-05-24

25

RiriChiew🌺

RiriChiew🌺

ahhh sakit rasanyaaa, yg satu pen ketemu momy nya disatu sisi rindukan ayahnyaa . kenpa orang dewasa bisa sekejam itu sama bodel² yg menggemaskan inii /Cry//Cry/

2026-05-24

3

lihat semua
Episodes
1 Tawanan Iblis
2 Kelahiran Penerus Cosa Nero
3 Kehidupan Baru
4 Phantom Of Ravenna
5 Kembar Yang Terpisah
6 Bukan Wanita Baik Baik~
7 Bujukan Si Kecil Yang Gagal
8 Kebimbangan Leon
9 Menjalankan Misi
10 Phantom Of Ravenna
11 Ketahuan
12 Harapan Seorang Anak
13 Misi Baru
14 Perasaan Bersalah
15 Selalu Tak Akur
16 Pertemuan Kembar Yang Terpisah
17 Kita Miliiiip!
18 Memulai Misi Besar
19 Menuju Lokasi
20 Putraku, Targetku?
21 Phantom Of Ravenna Itu Nona Amoera
22 Ketakutan Amoera
23 Pengepungan
24 Enzo?
25 Terbongkar
26 Eren Tak Bisa Tanpaku!
27 Titik Lemah Seorang Ibu
28 Pertengkaran Awal?
29 Kembali Ke Sarang Musuh
30 Kembala Kembala Cintiiiing!
31 Sikap Aneh Leon
32 Di Salahkan
33 Kamu Sama Saja Seperti ku, Amoe~
34 Hampir Saja~
35 Kekhawatiran Amoera
36 Masuk Ke Kamar Singa
37 Roket Besar
38 Calikan Mommy Cuami
39 Mansion Utama
40 Pertunangan Yang Di Atur
41 Emosi Enzo
42 Tak Sengaja
43 Video Call Daddy Si Kembar
44 Leon Kecil Yang Malang
45 Panik!
46 Pertunangan Tuan Muda D'alterio
47 Acara Yang Berantakan!
48 Eren Adalah Putraku!
49 Saling Menguatkan
50 Membaik
51 Berbincang
52 Kabar Baik & Kabar Buruk?
53 Karena Dia Cintaku!
54 Takluknya Sang Ketua
55 Bukan Sekedar Kecupan
56 Musang Bir4hi
57 Rujak
58 Leon ...
59 Aku Tetap Bisa Mencintaimu, Amoe
60 Keraguan
61 Kamu Tidak Rindu?
62 Bisa Melihat
63 Tingkah Si Kembar
64 Perasaan Leon
65 Saran Black
66 Ratu Setan
67 Perdebatan Sengit 2 Wanita
68 Perkelahian Sengit
69 Timah Panas Yang Meleset
70 Sama-Sama Terluka
71 Khawatir Tapi Kesal
72 Syarat Menikah
73 Jangan Ragukan Aku~
74 Dalam Pantauan
75 Cassius Dominion
76 Rahasia Besar Terungkap
77 Membawa Pulang
78 Kepulangan Leon
79 Ayah!
80 My Little Basreng
81 Perdebatan Ayah Dan Anak
82 Sepakat Menikah
83 Kesempatan Dalam Kesempitan
84 Jambakan Pedas
85 Little Basreng
86 Jalan-Jalan
87 Mencoba Gaun
88 Ini Loh Basleeeeng!
89 Tingkat Calon Mertua
90 Ketegangan Ariana
91 Pelaku Sebenarnya
92 Menebus Luka
93 Pernikahan King Cosa Nero
94 Cemburunya Leon
95 Darah?
96 Hanya Mimpi
97 Shhtt ... diam dan nikmati
98 Adik Buat Kalian
99 Hari Pertama Sekolah
100 Tak Terduga
101 Misi Penyelamatan
102 Penyerangan
103 Tak Ingin Kehilangan
104 Menunggu
105 7 Bulan Kemudian
106 Isi hati Enzo
107 Penantian Panjang
108 Kumpul kembali
109 Ada Apa Dengan Kael?
110 Menargetkan Putrimu
111 Gemblot
112 Ada Apa Dengan Kael?
113 Baby Girl
114 Alaura, Si Bayi Menggemaskan
115 Si Bayi Menggemaskan
116 Di Pisahkan?
117 Pergi~
118 CERITA KAEL
Episodes

Updated 118 Episodes

1
Tawanan Iblis
2
Kelahiran Penerus Cosa Nero
3
Kehidupan Baru
4
Phantom Of Ravenna
5
Kembar Yang Terpisah
6
Bukan Wanita Baik Baik~
7
Bujukan Si Kecil Yang Gagal
8
Kebimbangan Leon
9
Menjalankan Misi
10
Phantom Of Ravenna
11
Ketahuan
12
Harapan Seorang Anak
13
Misi Baru
14
Perasaan Bersalah
15
Selalu Tak Akur
16
Pertemuan Kembar Yang Terpisah
17
Kita Miliiiip!
18
Memulai Misi Besar
19
Menuju Lokasi
20
Putraku, Targetku?
21
Phantom Of Ravenna Itu Nona Amoera
22
Ketakutan Amoera
23
Pengepungan
24
Enzo?
25
Terbongkar
26
Eren Tak Bisa Tanpaku!
27
Titik Lemah Seorang Ibu
28
Pertengkaran Awal?
29
Kembali Ke Sarang Musuh
30
Kembala Kembala Cintiiiing!
31
Sikap Aneh Leon
32
Di Salahkan
33
Kamu Sama Saja Seperti ku, Amoe~
34
Hampir Saja~
35
Kekhawatiran Amoera
36
Masuk Ke Kamar Singa
37
Roket Besar
38
Calikan Mommy Cuami
39
Mansion Utama
40
Pertunangan Yang Di Atur
41
Emosi Enzo
42
Tak Sengaja
43
Video Call Daddy Si Kembar
44
Leon Kecil Yang Malang
45
Panik!
46
Pertunangan Tuan Muda D'alterio
47
Acara Yang Berantakan!
48
Eren Adalah Putraku!
49
Saling Menguatkan
50
Membaik
51
Berbincang
52
Kabar Baik & Kabar Buruk?
53
Karena Dia Cintaku!
54
Takluknya Sang Ketua
55
Bukan Sekedar Kecupan
56
Musang Bir4hi
57
Rujak
58
Leon ...
59
Aku Tetap Bisa Mencintaimu, Amoe
60
Keraguan
61
Kamu Tidak Rindu?
62
Bisa Melihat
63
Tingkah Si Kembar
64
Perasaan Leon
65
Saran Black
66
Ratu Setan
67
Perdebatan Sengit 2 Wanita
68
Perkelahian Sengit
69
Timah Panas Yang Meleset
70
Sama-Sama Terluka
71
Khawatir Tapi Kesal
72
Syarat Menikah
73
Jangan Ragukan Aku~
74
Dalam Pantauan
75
Cassius Dominion
76
Rahasia Besar Terungkap
77
Membawa Pulang
78
Kepulangan Leon
79
Ayah!
80
My Little Basreng
81
Perdebatan Ayah Dan Anak
82
Sepakat Menikah
83
Kesempatan Dalam Kesempitan
84
Jambakan Pedas
85
Little Basreng
86
Jalan-Jalan
87
Mencoba Gaun
88
Ini Loh Basleeeeng!
89
Tingkat Calon Mertua
90
Ketegangan Ariana
91
Pelaku Sebenarnya
92
Menebus Luka
93
Pernikahan King Cosa Nero
94
Cemburunya Leon
95
Darah?
96
Hanya Mimpi
97
Shhtt ... diam dan nikmati
98
Adik Buat Kalian
99
Hari Pertama Sekolah
100
Tak Terduga
101
Misi Penyelamatan
102
Penyerangan
103
Tak Ingin Kehilangan
104
Menunggu
105
7 Bulan Kemudian
106
Isi hati Enzo
107
Penantian Panjang
108
Kumpul kembali
109
Ada Apa Dengan Kael?
110
Menargetkan Putrimu
111
Gemblot
112
Ada Apa Dengan Kael?
113
Baby Girl
114
Alaura, Si Bayi Menggemaskan
115
Si Bayi Menggemaskan
116
Di Pisahkan?
117
Pergi~
118
CERITA KAEL

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!