Chapter 4

Tristan terdiam di tempatnya. Sepasang netra elangnya menatap lurus ke arah Ananda, menelisik setiap jengkal wajah cantik di hadapannya. Pikirannya mendadak melayang, ditarik paksa oleh memori enam tahun yang lalu. Sosok gadis cupu berwajah penuh jerawat kemerahan melintas di benaknya.

‘Tidak, tidak mungkin,’ batin Tristan menyangkal.

Wanita di depannya ini begitu memukau, anggun, dan memancarkan rasa percaya diri yang tinggi. Satu-satunya kemiripan yang mengusik ketenangan Tristan hanyalah sepasang bola mata jernih itu. Bola mata yang begitu mirip dengan milik si itik buruk rupa yang selama enam tahun ini ia cari tanpa hasil. Namun, Tristan langsung menepis pikiran itu. Baginya, sekretaris barunya ini adalah orang yang sama sekali berbeda.

Tristan berdehem, berusaha menguasai kembali keangkuhannya. Wajahnya kembali mengeras, sedingin es.

"Sudahlah, kerjakan tugasmu dengan benar! Awas saja kalau melakukan sedikit saja kesalahan, aku tidak akan segan-segan untuk memecat mu!" ancam Tristan ketus sambil memalingkan wajah, lalu melangkah lebar memasuki ruangannya yang mewah.

Ceklek!

Bam!

Pintu kayu jati yang kokoh itu tertutup rapat. Begitu Tristan menghilang dari pandangannya, pertahanan Ananda runtuh. Ia bergegas melangkah mundur, bersandar pada kubikel kerjanya dengan napas yang memburu seolah pasokan oksigen di sekitarnya mendadak habis. Dadanya terasa luar biasa sesak. Pertemuan kembali dengan monster dari masa lalunya itu memicu trauma yang selama ini ia kubur dalam-dalam.

Dengan tangan gemetar, Ananda mengambil botol air mineral di atas mejanya dan meneguknya dengan cepat, mencoba menenangkan debaran jantungnya yang menggila.

‘Kenapa takdir harus mempertemukan aku dengan dia lagi? Tidak... dia tidak boleh tahu kalau aku adalah si itik buruk rupa. Aku harus bertahan demi El dan Ibu,’ batin Ananda, menguatkan tekadnya.

"Permisi... dengan Sekretaris Ananda?"

Sebuah suara membuyarkan lamunan Ananda. Ia menoleh dan mendapati Riska, salah satu staf administrasi, berdiri di dekat mejanya sambil memeluk beberapa map tebal.

"Iya, saya Ananda. Ada yang bisa saya bantu, Mbak?" tanya Ananda, langsung memasang wajah profesionalnya kembali.

Riska menyodorkan berkas-berkas tersebut dengan raut wajah yang tampak tegang. "Ini ada dokumen penting yang harus segera ditandatangani oleh Pak Tristan, Nanda. Sekalian, aku mau mengingatkan... besok pagi seluruh pemimpin divisi akan mengadakan rapat bulanan."

Riska mendekat, lalu berbisik dengan nada ngeri. "Kamu harus menyiapkan mental, ya. Kalau sampai ada kesalahan sedikit saja di dalam laporan, siap-siap saja menahan tangis dan malu di depan semua orang. Pak Tristan itu tersohor sebagai pemimpin yang kejam, dingin, dan perfeksionis. Dia tidak mentoleransi kesalahan sekecil apa pun!"

Mendengar penuturan Riska, sudut bibir Ananda terangkat tipis, menyunggingkan senyum getir yang penuh dengan sinisme.

‘Pria itu memang sedari dulu kejam dan tengil. Kecongakan nya benar-benar membuat geram semua orang!’ batin Ananda sambil mengepalkan tangannya di balik meja.

Namun di hadapan Riska, ia tetap menjaga sikapnya. "Baik, Mbak Riska. Terima kasih informasinya. Nanti dokumen penting ini akan segera saya berikan ke ruangannya Pak Tristan."

"Aduh, syukurlah kalau begitu. Semoga beruntung ya, Nanda" ucap Riska tulus.

Sebelum bergegas pergi, Riska sempat menoleh ke arah pintu ruang kerjanya Tristan yang menjulang tinggi. Di dalam khayalan Riska, dari celah pintu itu seolah keluar kepulan asap tebal berwarna hitam pekat yang siap menelan siapa saja. Sungguh aura yang menyeramkan.

Setelah Riska pergi, Ananda menatap map di tangannya. Ia menarik napas dalam-dalam, menegakkan bahunya, lalu melangkah mantap menuju pintu sarang monster tersebut. Perang batinnya baru saja dimulai.

Sambil menghela napas panjang untuk menenangkan gemuruh di dadanya, Ananda melangkah mantap menuju ruang kerja utama. Ia membawa dokumen penting yang baru saja diserahkan oleh Riska. Begitu pintu terbuka, pandangan Ananda langsung tertumpu pada seorang pria yang sedang duduk di sofa ruang depan.

Pria itu adalah Kevin, asisten pribadi Tristan. Begitu melihat Ananda masuk, Kevin langsung terpaku. Tatapannya menelisik dari ujung rambut hingga ujung kaki Ananda tanpa berkedip sedikit pun.

"Maaf, kamu cari siapa?" tanya Kevin, suaranya mendadak melunak dengan nada penuh pesona.

"Tuan Tristan nya ada?" jawab Ananda datar, berusaha mengabaikan tatapan kurang nyaman dari pria di depannya.

"Oh, Tuan Tristan? Dia sedang tidur di dalam," tunjuk Kevin ke arah pintu kayu megah yang tertutup rapat di sudut ruangan.

Mendengar hal itu, Ananda seketika merasa kesal. Ia kembali mengepalkan tangannya kuat-kuat

 ‘Bisa-bisanya si monster tengil itu tidur di saat jam kerja! Benar-benar tidak bertanggung jawab,’ batinnya mendengus gusar.

Melihat perubahan ekspresi Ananda, Kevin buru-buru menambahi, "Maklum lah, Tuan Tristan ini baru saja tiba dari Kanada setelah mengurus perusahaan milik Tuan Besar di sana. Setelah kondisi Tuan Besar membaik, Tuan Tristan langsung diminta untuk memimpin perusahaan yang di Jakarta."

Ananda mengernyitkan keningnya, merasa heran dengan sikap asisten pribadi yang terlalu mengumbar informasi ini. "Kenapa Bapak menceritakan hal ini kepada saya?"

"Karena kamu adalah sekretaris barunya, benar begitu kan?" tanya Kevin sambil mengedipkan sebelah matanya dengan genit.

Melihat gelagat Kevin yang mulai tebar pesona, Ananda langsung membuang muka dengan tatapan jengah. "Baiklah kalau begitu, saya permisi kembali ke meja kerja saya, Pak!" pamit Ananda tegas, lalu berbalik dan bergegas pergi.

Kevin terus memandangi punggung Ananda yang menjauh. Di matanya, bentuk tubuh dan paras wanita itu benar-benar mendekati kata sempurna. "Beuh... cantik plus seksi. Yang model begini nih gue demen!" gumamnya dengan senyum sumringah.

"Berisik sekali sih! Kau telah mengganggu tidurku, Kevin. Kau sudah bosan hidup, hah?!"

Sebuah suara bariton yang berat dan serak memecah keheningan. Tristan keluar dari ruangan dalamnya dengan wajah yang masih terlihat kuyu akibat kelelahan dan sisa kantuk.

Kevin tersentak kaget, bulu kuduknya meremang. "M... maaf Tuan! Saya... saya tidak bermaksud begitu. Barusan sekretaris Ananda memberikan dokumen ini untuk Anda, Tuan," ucap Kevin terbata-bata sambil buru-buru menyodorkan map dari meja dan mengusap keringat dingin yang mulai muncul di keningnya.

Tristan berjalan menuju kursi kebesarannya, menghempaskan tubuhnya di sana, lalu merebut dokumen tersebut dari tangan Kevin. Namun, baru beberapa detik netranya membaca lembaran di dalamnya, urat-urat di leher Tristan langsung menonjol tegang. Tatapannya berubah menjadi sangat tajam dan mengerikan.

Sret!

Brak!

Tristan melemparkan dokumen itu ke sembarang arah hingga lembarannya berhamburan di lantai marmer.

"Apa-apaan ini?! Dokumen sampah seperti ini dia berikan padaku?!" bentak Tristan dengan suara menggelegar, membuat seisi ruangan seolah bergetar. "Kevin! Cepat kau panggil wanita itu ke sini!"

Kevin gemetar hebat mendengar amukan sang bos. Nyalinya langsung menciut drastis. "B... baik, Tuan!" jawabnya gugup setengah mati.

Sambil melangkah setengah berlari keluar ruangan, Kevin memegangi dadanya yang berdebar kencang.

‘Haduh, habislah kau, Nona Cantik. Tuan Tristan sudah mulai berubah menjadi serigala lapar. Bersiaplah kau dicabik-cabik olehnya. Sayang sekali wajah secantik itu harus jadi samsak amarahnya hari ini,’ batin Kevin meratapi nasib sial yang akan menimpa Ananda.

Bersambung...

Terpopuler

Comments

Aghitsna Agis

Aghitsna Agis

langsubg up lagi thir sering2 uo ya ditunggu

2026-06-04

1

mimief

mimief

mau marah...eh ga bisa
coba aja🤣🤣

2026-07-03

1

🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍

🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍

Padahal Aku nunggu Nanda Ngetok Pintu dengan bunyi
Tok Tok Tok.... dan bunyi Cekklekk buka pintu Thor, eehh taunya udah di dalam saja.🤣🤣🤣

2026-07-27

1

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1
2 Chapter 2
3 Chapter 3
4 Chapter 4
5 Chapter 5
6 Chapter 6
7 Chapter 7
8 Chapter 8
9 Chapter 9
10 Chapter 10
11 Chapter 11
12 Chapter 12
13 Chapter 13
14 Chapter 14
15 Chapter 15
16 Chapter 16
17 Chapter 17
18 Chapter 18
19 Chapter 19
20 Chapter 20
21 Chapter 21
22 Chapter 22
23 Chapter 23
24 Chapter 24
25 Chapter 25
26 Chapter 26
27 Chapter 27
28 Chapter 28
29 Chapter 29
30 Chapter 30
31 Chapter 31
32 Chapter 32
33 Chapter 33
34 Chapter 34
35 Chapter 35
36 Chapter 36
37 Chapter 37
38 Chapter 38
39 Chapter 39
40 Chapter 40
41 Chapter 41
42 Chapter 42
43 Chapter 43
44 Chapter 44
45 Chapter 45
46 Chapter 46
47 Chapter 47
48 Chapter 48
49 Chapter 49
50 Chapter 50
51 Chapter 51
52 Chapter 52
53 Chapter 53
54 Chapter 54
55 Chapter 55
56 Chapter 56
57 Chapter 57
58 Chapter 58
59 Chapter 59
60 Chapter 60
61 Chapter 61
62 Chapter 62
63 Chapter 63
64 Chapter 64
65 Chapter 65
66 Chapter 66
67 Chapter 67
68 Chapter 68
69 Chapter 69
70 Chapter 70
71 Chapter 71
72 Chapter 72
73 Chapter 73
74 Chapter 74
75 Chapter 75
76 Chapter 76
77 Chapter 77
78 Chapter 78
79 Chapter 79
80 Chapter 80
81 Chapter 81
82 Chapter 82
83 Chapter 83
84 Chapter 84
85 Chapter 85
86 Chapter 86
87 Chapter 87
88 Chapter 88
89 Chapter 89
90 Chapter 90 (End)
91 Pengumuman karya terbaruku di bulan Agustus
Episodes

Updated 91 Episodes

1
Chapter 1
2
Chapter 2
3
Chapter 3
4
Chapter 4
5
Chapter 5
6
Chapter 6
7
Chapter 7
8
Chapter 8
9
Chapter 9
10
Chapter 10
11
Chapter 11
12
Chapter 12
13
Chapter 13
14
Chapter 14
15
Chapter 15
16
Chapter 16
17
Chapter 17
18
Chapter 18
19
Chapter 19
20
Chapter 20
21
Chapter 21
22
Chapter 22
23
Chapter 23
24
Chapter 24
25
Chapter 25
26
Chapter 26
27
Chapter 27
28
Chapter 28
29
Chapter 29
30
Chapter 30
31
Chapter 31
32
Chapter 32
33
Chapter 33
34
Chapter 34
35
Chapter 35
36
Chapter 36
37
Chapter 37
38
Chapter 38
39
Chapter 39
40
Chapter 40
41
Chapter 41
42
Chapter 42
43
Chapter 43
44
Chapter 44
45
Chapter 45
46
Chapter 46
47
Chapter 47
48
Chapter 48
49
Chapter 49
50
Chapter 50
51
Chapter 51
52
Chapter 52
53
Chapter 53
54
Chapter 54
55
Chapter 55
56
Chapter 56
57
Chapter 57
58
Chapter 58
59
Chapter 59
60
Chapter 60
61
Chapter 61
62
Chapter 62
63
Chapter 63
64
Chapter 64
65
Chapter 65
66
Chapter 66
67
Chapter 67
68
Chapter 68
69
Chapter 69
70
Chapter 70
71
Chapter 71
72
Chapter 72
73
Chapter 73
74
Chapter 74
75
Chapter 75
76
Chapter 76
77
Chapter 77
78
Chapter 78
79
Chapter 79
80
Chapter 80
81
Chapter 81
82
Chapter 82
83
Chapter 83
84
Chapter 84
85
Chapter 85
86
Chapter 86
87
Chapter 87
88
Chapter 88
89
Chapter 89
90
Chapter 90 (End)
91
Pengumuman karya terbaruku di bulan Agustus

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!