CEO Tengil VS Sekertaris Bar-bar

CEO Tengil VS Sekertaris Bar-bar

Chapter 1

"Di mana aku...?"

Ananda melenguh lirih. Ia memijit pelipisnya yang berdenyut nyeri akibat hantaman keras di tengkuknya beberapa saat lalu. Pandangannya kabur. Dengan tangan gemetar, ia membetulkan letak kacamata tebalnya yang hampir merosot.

Saat kesadarannya terkumpul sepenuhnya, hawa dingin mendadak menjalar di tengkuknya. Dari arah belakang, sesosok pria berbadan tegap melangkah mendekat. Jantung Ananda mencelos. Pria itu adalah Tristan Bratadikara. Sosok yang selama dua minggu ini tiada hentinya mengejarnya, menjadikannya badut mainan, dan menjadikannya barang taruhan di kampus.

"Malam ini, kau adalah milikku!" bisik Tristan tepat di daun telinganya Ananda. Suara berat dan napasnya yang panas seketika membuat bulu kuduk Ananda meremang.

"Lepas...!" Ananda meronta sekuat tenaga. Air matanya mulai meleleh. Ia berusaha memutar tubuhnya untuk kabur, namun kekuatannya jelas kalah jauh dibandingkan tubuh kekar Tristan yang menguncinya rapat.

"Aku bilang, malam ini kau harus menjadi milikku!" racau Tristan. Tatapannya sayu, bicaranya melantur akibat pengaruh alkohol yang membakar kesadarannya.

Ananda menangis histeris. Rasa takut yang luar biasa mencengkeram dadanya. Ia tidak pernah menyangka, kehidupan kuliah yang diimpikannya akan berubah menjadi neraka sekelam ini.

Dengan kasar, Tristan membalikkan tubuh Ananda. Ia mencengkeram kedua bahu gadis itu dan menatap tajam langsung ke manik matanya. Detik itu, Tristan sempat tertegun. Jujur, ia terpesona melihat bola mata Ananda yang begitu indah dan jernih. Namun, begitu pandangannya turun ke bagian wajah yang lain, rasa pesona itu menguap seketika. Sisa-sisa kesadarannya menolak apa yang ia lihat.

Wajah yang dipenuhi jerawat kemerahan. Penampilan yang teramat kuno. Tristan mendengus sinis. Dialah orang yang pertama kali menyematkan julukan 'si itik buruk rupa' pada gadis di hadapannya ini. Julukan kejam yang kini digemakan oleh teman-teman satu gengnya dan seluruh mahasiswa di kampus untuk mengolok-olok Ananda.

Sementara itu, di koridor hotel yang sepi, Andre dan Indra melangkah tergesa-gesa sambil mengobrol dengan nada berbisik.

"Dre, elo sudah gila, ya? Berani sekali lo masukin obat itu ke minumannya Tristan! Lo tahu sendiri kan Tristan kayak gimana kalau mengamuk?" Indra menoleh ke belakang dengan cemas.

"Udah, diem aja lu, Dra!" sahut Andre kesal, melambaikan tangannya meremehkan.

"Biar si Tristan tahu betapa indahnya surga dunia. Lagian, dia yang menang taruhan, kan? Si wanita itik itu sekarang resmi jadi miliknya malam ini!"

"Ya, tapi gak gini juga caranya, Dre! Gila lo, ya? Itu anak orang loh yang ada di dalam sana!" Indra menggeleng-gelengkan kepala, merasa bersalah.

"Yang bilang anak kambing siapa? Udah, ah! Sebaiknya kita cepat pergi sebelum si Bella curiga sama kita. Kalau nanti dia nyariin Tristan, bilang aja dia sudah kita antar pulang!" potong Andre cepat.

"Wah, kacau lu, Dre. Kalau sampai Tristan tahu kita jebak dan dia ngamuk besok pagi, habis kita berdua!"

"Alah, sudah, jangan banyak bacot lu! Dia gak bakalan sadar. Obat surga yang gue kasih itu dosisnya kuat banget," ucap Andre penuh percaya diri.

Pintu lift berdenting terbuka. Andre dan Indra segera melangkah masuk, meninggalkan lorong sepi itu. Di balik pintu kamar hotel yang tertutup rapat, nasib Ananda dan Tristan baru saja dimulai.

*

*

Di dalam kamar hotel yang remang-remang, atmosfer terasa begitu mencekam. Tristan yang telah kehilangan seluruh akal sehatnya mulai bertindak liar. Tanpa mempedulikan ketakutan gadis di hadapannya, ia merenggut paksa tubuh Ananda dan melemparkannya ke atas tempat tidur berukuran besar di tengah ruangan.

Tubuh Ananda memantul di atas kasur, menyisakan rasa pening yang kian mendera. Belum sempat ia menguasai diri, tubuh kekar Tristan sudah berada di atasnya, mengunci pergerakannya hingga ia tak mampu berkutik. Tangan Tristan bergerak dengan kasar, merobek dan melepaskan pakaiannya sendiri satu demi satu hingga menyisakan dada bidangnya yang perfect dan bagian otot perut nya bak roti sobek.

"Lepas, brengsek... Lepaskan aku!" teriak Ananda histeris. Suaranya bergetar hebat, dipenuhi rasa takut yang teramat sangat.

Namun, Tristan yang sudah sepenuhnya dikuasai oleh zat afrodisiak sama sekali tidak menghiraukan jeritan memohon itu. Netranya yang memerah menatap liar. Detik berikutnya, ia membekap mulut Ananda, menyatukan bibir mereka dengan paksa untuk membungkam segala penolakan.

Ananda hanya bisa menangis sejadinya. Air matanya mengalir deras membasahi pipinya yang terserap oleh seprai hotel. Ia terus meronta, memukul, dan berusaha mendorong dada Tristan, namun lambat laun tenaganya terkuras habis. Tubuhnya seolah lumpuh, lemas tak berdaya menghadapi dominasi pria di atasnya.

Melihat mangsanya tak lagi mampu melawan, Tristan dengan begitu leluasa menguasai tubuh Ananda. Dengan membabi buta, ia melucuti satu per satu pakaian yang melekat di tubuh gadis itu hingga tak ada lagi selembar benang pun yang tersisa. Tristan mulai menjelajahi bagian atas tubuh Ananda. Sentuhan dan kecupan kasar mendarat di dada Ananda, meninggalkan jejak kemerahan sebagai tanda kepemilikan yang dipaksakan. Di tengah rasa takut yang luar biasa, sensasi asing yang belum pernah dirasakan Ananda sebelumnya sempat menyergap kesadarannya, membuatnya kian merasa hancur dan terhina.

Puas bermain di area atas, gair4h Tristan telah mencapai puncaknya. Ia sudah tidak tahan lagi untuk menuntaskan hasratnya yang sudah memuncak. Tanpa aba-aba, dengan satu hentakan yang kasar dan penuh paksaan, Tristan merenggut paksa kesucian gadis di bawahnya.

Ananda menjerit histeris menahan rasa sakit yang luar biasa, seolah tubuhnya tengah dibelah menjadi dua. Rasa perih yang teramat sangat seketika menjalar, beriringan dengan mengalirnya darah segar yang menodai seprei putih di bawah mereka menjadi bukti runtuhnya kehormatan yang selama ini ia jaga.

"Kau jahat, Tristan... Kau telah merenggut kesucianku!" ratap Ananda di sela tangisnya yang pecah, menyuarakan kepedihan yang teramat dalam.

Namun malam itu seolah enggan berakhir bagi Ananda. Di bawah pengaruh obat yang mengaburkan nuraninya, Tristan terus melancarkan aksinya tanpa ampun. Entah sudah berapa kali pria itu menumpahkan benihnya ke dalam rahim Ananda malam itu, membiarkan gadis malang tersebut tenggelam dalam rasa perih, sakit, dan trauma mendalam yang akan mengubah garis hidupnya selamanya.

Bersambung...

Terpopuler

Comments

Ima Kristina

Ima Kristina

Kasihan Ananda kehormatan sebagai wanita direnggut paksa Tristan orang yang membully di kampus

2026-08-07

5

Deera__

Deera__

kamu siapa??? aku siapa?? 🤣🤣🤣🤣 eng ing eng....🤣🤣🤣
kau sedang di negeri halu saudariku 🤣🤣

2026-08-13

1

Rizky Manik

Rizky Manik

tadinya mau nabung bab tapi kyknya gkbisa deh, harus baca iniii🤭🤭🤭

2026-06-07

1

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1
2 Chapter 2
3 Chapter 3
4 Chapter 4
5 Chapter 5
6 Chapter 6
7 Chapter 7
8 Chapter 8
9 Chapter 9
10 Chapter 10
11 Chapter 11
12 Chapter 12
13 Chapter 13
14 Chapter 14
15 Chapter 15
16 Chapter 16
17 Chapter 17
18 Chapter 18
19 Chapter 19
20 Chapter 20
21 Chapter 21
22 Chapter 22
23 Chapter 23
24 Chapter 24
25 Chapter 25
26 Chapter 26
27 Chapter 27
28 Chapter 28
29 Chapter 29
30 Chapter 30
31 Chapter 31
32 Chapter 32
33 Chapter 33
34 Chapter 34
35 Chapter 35
36 Chapter 36
37 Chapter 37
38 Chapter 38
39 Chapter 39
40 Chapter 40
41 Chapter 41
42 Chapter 42
43 Chapter 43
44 Chapter 44
45 Chapter 45
46 Chapter 46
47 Chapter 47
48 Chapter 48
49 Chapter 49
50 Chapter 50
51 Chapter 51
52 Chapter 52
53 Chapter 53
54 Chapter 54
55 Chapter 55
56 Chapter 56
57 Chapter 57
58 Chapter 58
59 Chapter 59
60 Chapter 60
61 Chapter 61
62 Chapter 62
63 Chapter 63
64 Chapter 64
65 Chapter 65
66 Chapter 66
67 Chapter 67
68 Chapter 68
69 Chapter 69
70 Chapter 70
71 Chapter 71
72 Chapter 72
73 Chapter 73
74 Chapter 74
75 Chapter 75
76 Chapter 76
77 Chapter 77
78 Chapter 78
79 Chapter 79
80 Chapter 80
81 Chapter 81
82 Chapter 82
83 Chapter 83
84 Chapter 84
85 Chapter 85
86 Chapter 86
87 Chapter 87
88 Chapter 88
89 Chapter 89
90 Chapter 90 (End)
91 Pengumuman karya terbaruku di bulan Agustus
Episodes

Updated 91 Episodes

1
Chapter 1
2
Chapter 2
3
Chapter 3
4
Chapter 4
5
Chapter 5
6
Chapter 6
7
Chapter 7
8
Chapter 8
9
Chapter 9
10
Chapter 10
11
Chapter 11
12
Chapter 12
13
Chapter 13
14
Chapter 14
15
Chapter 15
16
Chapter 16
17
Chapter 17
18
Chapter 18
19
Chapter 19
20
Chapter 20
21
Chapter 21
22
Chapter 22
23
Chapter 23
24
Chapter 24
25
Chapter 25
26
Chapter 26
27
Chapter 27
28
Chapter 28
29
Chapter 29
30
Chapter 30
31
Chapter 31
32
Chapter 32
33
Chapter 33
34
Chapter 34
35
Chapter 35
36
Chapter 36
37
Chapter 37
38
Chapter 38
39
Chapter 39
40
Chapter 40
41
Chapter 41
42
Chapter 42
43
Chapter 43
44
Chapter 44
45
Chapter 45
46
Chapter 46
47
Chapter 47
48
Chapter 48
49
Chapter 49
50
Chapter 50
51
Chapter 51
52
Chapter 52
53
Chapter 53
54
Chapter 54
55
Chapter 55
56
Chapter 56
57
Chapter 57
58
Chapter 58
59
Chapter 59
60
Chapter 60
61
Chapter 61
62
Chapter 62
63
Chapter 63
64
Chapter 64
65
Chapter 65
66
Chapter 66
67
Chapter 67
68
Chapter 68
69
Chapter 69
70
Chapter 70
71
Chapter 71
72
Chapter 72
73
Chapter 73
74
Chapter 74
75
Chapter 75
76
Chapter 76
77
Chapter 77
78
Chapter 78
79
Chapter 79
80
Chapter 80
81
Chapter 81
82
Chapter 82
83
Chapter 83
84
Chapter 84
85
Chapter 85
86
Chapter 86
87
Chapter 87
88
Chapter 88
89
Chapter 89
90
Chapter 90 (End)
91
Pengumuman karya terbaruku di bulan Agustus

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!