Janji Arkan

Langkah kaki Arkan terasa begitu berat saat menapak selasar koridor apartemen kelas pekerja yang terletak di pinggiran ibu kota. Kompleks hunian ini sangat kontras dengan hotel bintang lima tempat ia melangsungkan pernikahan megahnya semalam.

Di sini, dinding-dindingnya mulai memudar, udara terasa agak pengap oleh aroma masakan para tetangga, dan kebisingan jalan raya sayup-sayup terdengar dari kejauhan.

Namun, bagi Arkan, tempat yang sempit dan sederhana inilah satu-satunya tempat di mana ia bisa bernapas dengan lega. Tempat di mana hatinya benar-benar pulang.

Arkan berdiri di depan pintu bernomor 114. Tangannya yang memegang kunci cadangan sempat gemetar sesaat. Ada rasa bersalah yang begitu besar berkecamuk di dalam dadanya.

Bagaimana mungkin ia tega menemui wanita yang paling dicintainya, setelah semalam ia berdiri di pelaminan bersama wanita lain?

Setelah semalam ia secara resmi menyerahkan marga keluarganya kepada seorang Salsa yang licik?

Dengan perlahan, Arkan memutar kunci dan mendorong daun pintu kayu itu. Ruang tamu kecil yang biasanya rapi dan beraroma lavender itu kini terasa begitu sunyi dan kelam. Gorden jendela bahkan belum dibuka, membiarkan ruangan tetap dilingkupi remang-remang fajar yang muram.

Di sudut sofa kain berwarna abu-abu, Arkan menangkap bayangan siluet seorang wanita yang sedang meringkuk. Hati Arkan langsung mencelos, seperti dihantam oleh gada besi yang sangat besar.

"Nabila..." Bisik Arkan, suaranya tercekat di tenggorokan.

Sosok itu bergerak pelan. Ketika Nabila mengangkat wajahnya, napas Arkan seakan berhenti berputar. Kondisi Nabila benar-benar berantakan.

Rambut hitam panjangnya yang biasanya tersisir rapi kini tampak kusut dan berantakan. Ia masih mengenakan piyama katun yang kusut, seolah tidak memiliki energi bahkan hanya untuk sekadar mengganti pakaian.

Yang paling menghancurkan hati Arkan adalah wajahnya. Wajah manis Nabila tampak begitu pucat, dengan kedua mata yang sembab, bengkak, dan memerah. Jejak air mata yang mengering terlihat jelas di pipinya yang tirus.

Mendengar suara yang begitu familier, Nabila berkedip perlahan, mencoba meyakinkan dirinya bahwa pria yang berdiri di ambang pintu bukanlah sebuah ilusi.

"Arkan...?" Lirihnya, suaranya begitu serak dan parau, sisa dari tangisan semalaman suntuk yang menguras seluruh tenaganya.

Arkan tidak mampu lagi menahan diri. Ia melangkah cepat, menjatuhkan lututnya di lantai karpet tepat di hadapan sofa, lalu merengkuh tubuh rapuh Nabila ke dalam pelukannya.

Ia memeluk wanita itu dengan begitu erat, seolah-olah jika ia melepaskannya sedikit saja, Nabila akan hancur menjadi serpihan debu.

"Maafkan aku Nabila, maafkan aku" Bisik Arkan berkali-kali, menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Nabila. Setitik air mata yang sejak semalam ia tahan di depan Salsa, akhirnya luruh juga di tempat ini.

"Aku bajingan. Aku pria lemah yang tidak berguna karena membiarkanmu melewati neraka ini sendirian"

Nabila tidak menangis histeris. Ia hanya menyandarkan kepalanya di bahu tegap Arkan, membiarkan jemarinya yang gemetar mencengkeram kemeja pria yang kini statusnya adalah suami orang lain.

Kehangatan tubuh Arkan yang selalu menjadi pelindungnya kini terasa begitu menyakitkan, karena ia tahu, raga itu kini telah terikat oleh selembar kertas dokumen pernikahan dengan wanita lain.

"Kamu kenapa ada di sini, Arkan?" Tanya Nabila dengan suara bergetar, mencoba mendorong pelan dada Arkan agar mereka bisa saling bertatapan.

"Ini pagi setelah pernikahanmu. Kamu harusnya ada di hotel, bersama istrimu. Kenapa kamu justru datang ke sini?"

Mendengar kata istrimu, rahang Arkan langsung mengeras.

"Dia bukan istriku, Nabila. Sampai kapan pun, wanita sombong dan serakah itu tidak akan pernah menjadi istriku. Pernikahan semalam hanyalah sebuah sandiwara kotor yang dipaksakan!"

Arkan menggenggam kedua tangan Nabila yang terasa sedingin es, lalu menatap lekat-lekat mata sembab kekasihnya itu.

"Dengar aku, Sayang. Aku berjanji padamu, demi apa pun yang aku miliki di dunia ini. Aku akan mencari cara untuk menceraikan Salsa secepatnya. Pernikahan ini tidak akan bertahan lama. Aku tidak akan membiarkan wanita jahat itu menghancurkan sisa hidup kita"

Mendengar ucapan Arkan, mata Nabila justru melebar bukan karena bahagia, melainkan karena rasa takut yang teramat sangat. Ia menggelengkan kepalanya dengan cepat, air mata baru mulai menggenang lagi di pelupuk matanya.

"Tidak Arkan. Jangan lakukan itu. Tolong jangan gila!" Nabila menarik tangannya dari genggaman Arkan, suaranya terdengar panik.

"Kita sudah membahas ini sebelum pernikahan itu terjadi. Perusahaan ayahmu, bisnis keluargamu sedang berada di ujung tanduk. Jika kamu menceraikan Salsa sekarang, keluarga Brahmantyo akan menarik semua investasi mereka. Perusahaan papamu akan bangkrut, dan keluargamu akan hancur dalam semalam!"

Nabila menangis pelan, menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan.

"Aku tidak ingin menjadi penyebab hancurnya perusahaan keluargamu, Arkan. Aku tidak akan pernah sanggup menanggung rasa bersalah itu. Aku hanya wanita biasa, aku tidak punya apa-apa untuk membantumu. Tolong, jalani saja pernikahan ini..."

Melihat Nabila yang justru memikirkan keselamatan keluarganya di tengah rasa sakitnya sendiri membuat Arkan semakin mengutuk dirinya sendiri, sekaligus melipatgandakan kebenciannya pada Salsa dan keluarganya.

Bagaimana bisa Salsa yang memiliki segalanya bertindak begitu egois dan licik, sementara Nabila yang tidak memiliki apa-apa justru begitu tulus dan mengorbankan perasaannya sendiri?

Arkan meraih kembali pundak Nabila, memaksanya untuk menatapnya.

"Tidak Nabila! Dengarkan aku baik-baik!" Tegas Arkan, suaranya terdengar begitu bertekad.

"Aku tidak akan membiarkan harga diriku dan kebahagiaan kita dibeli selamanya oleh uang keluarga mereka. Aku memang terpaksa menandatangani berkas pernikahan itu semalam karena posisi Papa yang sudah terdesak, tapi aku tidak akan tinggal diam!"

Kilat kemarahan dan ambisi menyala di sepasang mata tajam Arkan.

"Aku akan mencari jalan keluar lain. Aku akan mulai bekerja dua kali lebih keras untuk mencari investor alternatif di luar jaringan mereka yang bersedia menyuntikkan dana ke perusahaan Papa. Dan kalau itu belum cukup..." Arkan menjeda kalimatnya, wajahnya menggelap.

"...aku akan mencari kelemahan dari Brahmantyo, ayah Salsa. Pengusaha serakah seperti dia pasti memiliki borok dan rahasia kotor dalam bisnisnya. Begitu aku menemukan celah atau kesalahan dari bisnis keluarganya, aku akan menggunakan itu sebagai kartu as untuk membalikkan keadaan. Aku akan memaksa mereka melepaskan perusahaan Papa tanpa bisa menuntut apa pun, lalu aku akan menceraikan Salsa dengan kepala tegak"

Nabila menatap wajah Arkan yang dipenuhi dendam dan tekad. Ada rasa hangat yang menyelinap di hatinya melihat betapa besarnya perjuangan Arkan untuknya, namun di sisi lain, ketakutan yang besar tetap menghantuinya.

"Tapi Arkan, Pak Brahmantyo adalah orang yang sangat berkuasa. Salsa juga wanita yang manja dan nekat. Bagaimana jika mereka tahu rencanamu?"

"Mereka tidak akan tahu" Potong Arkan cepat, menyeka sisa air mata di pipi Nabila dengan ibu jarinya yang lembut.

"Biarkan Salsa menganggap dia telah menang untuk saat ini. Biarkan dia menikmati status palsunya sebagai nyonya besar di rumahku. Tapi dia tidak akan pernah mendapatkan apa pun dari raga maupun jiwaku"

Arkan menundukkan kepalanya, mendekatkan keningnya pada kening Nabila, menyatukan napas mereka yang terasa berat. Di dalam remang-remang ruangan itu, Arkan membisikkan sebuah janji suci yang ia tujukan hanya untuk satu-satunya wanita yang ia miliki di hatinya.

"Aku berjanji padamu Nabila, di hadapan Tuhan, aku tidak akan pernah menyentuh Salsa sedikit pun. Selama satu atap dengannya, aku akan memperlakukannya seperti pajangan dinding yang mati. Ranjangku tidak akan pernah ternoda oleh kehadirannya. Tubuhku, hatiku, dan masa depanku hanya milikmu. Tolong, bertahanlah sedikit lagi untukku. Jangan menyerah pada hubungan kita!"

Nabila memejamkan matanya, membiarkan air matanya mengalir membasahi pipi Arkan. Di tengah rasa sakit yang mendera, janji Arkan pagi itu menjadi satu-satunya pegangan yang membuatnya tetap waras. Ia mengangguk pelan, memeluk leher Arkan erat-erat, menerima janji setia dari seorang pria yang raganya kini harus ia bagi dalam kepalsuan.

Mereka berdua tidak pernah tahu, bahwa di belahan kota yang lain, Salsa sedang mengepalkan tangannya dengan kemarahan yang membakar, bersiap untuk meruntuhkan setiap dinding pertahanan yang coba dibangun oleh Arkan. Sebuah perang dingin di bawah satu atap baru saja dimulai.

*

*

Satu lagi nanti sore yaaaaa🥰🥰🥰

Terpopuler

Comments

🍒WINA🍒

🍒WINA🍒

saya tunggu lagi kakak nanti sore updatenya lagi....
kasian nabila jadi korbannya keegoisan salsa memaksa menikah sama arkan, arkan sangat mencintai nabila karena sangat tulus cintanya...
nabila memikirkan kondisi perusahaan keluarga arkan, bertahan menikah sama salsa... arkan semakin membenci salsa demi ambisinya cintanya sampai rela menghalalkan menikah sama arkan....

takutnya nanti salsa bisa menyakiti nabila bila arkan terus menemui nabila, salsa nekat orangnya dengan kekuasaannya dan uangnya....

arkan janji tidak akan menyentuh salsa, hanya anggap salsa istri diatas kerja aja...
hati-hati arkan salsa akan melakukan lebih gila lagi dan nekat menyakiti nabila...

2026-06-04

4

Jumi🍉

Jumi🍉

Mau kasihan sama Arkan Nabila tapi jadi Salsa juga sakit, Arkan main2 sama janjinya sama Nabila padahal udah punya istri Salsa, kemakan omongan sendiri baru tau kamu Arkan yang ada kamu jadi luka untuk dua wanita sekaligus jadi kamu aja antagonisnya disini wkwkw🤣

2026-06-04

0

🌷Vnyjkb🌷

🌷Vnyjkb🌷

ngeyel, ngototmu akan menghancurkanmu,,,, dan menciptakan kebencian yg dlm pd diri arkan, melawan dan mempertahankan dg otak, bkn otot dan emosi bodoh

2026-06-04

2

lihat semua
Episodes
1 Bahagia sendirian
2 Tak punya hati!
3 Bukan suami sebenarnya
4 Janji Arkan
5 Impian semu
6 Kedatangan Salsa
7 Binar yang palsu
8 Ditampar kenyataan
9 Kelicikan Salsa
10 Tak bisa membeli cinta
11 Rencana Arkan
12 Meyakinkan Nabila
13 Malam pertama atau terakhir?
14 Noda di gaun sutra
15 Membuang jejak Salsa
16 Arkan yang keras kepala
17 Penjara tanpa batas waktu
18 Identitas yang terenggut
19 Harapan di tengah kehancuran
20 Bahagia di atas puing kehancuran
21 Dua garis kehidupan
22 Puing penyesalan
23 Mantra penyiksa jiwa
24 Di bawah kolong jembatan
25 Masa lalu yang menghujam
26 Neraka
27 Labirin masa lalu
28 Tak sama seperti dulu
29 Dalang yang sebenarnya
30 Mengais makanan
31 Malaikat pelindung
32 Pembalasan Arkan
33 Tabir yang tersingkap
34 Sisa waras di ujung jalan
35 Sisa waras di ujung jalan
36 Jeritan luka
37 Pengakuan yang terlanbat
38 Berjuang untuk Ibu
39 Fatamorgana
40 Penebusan yang hambar
41 Panggilan yang mahal
42 5006
43 Permintaan Salsa
44 Langkah baru
45 Secercah harapan
46 Suara kecil di masa lalu
47 Riak cemburu
48 Kunci masa lalu
49 Jeritan di balik dinginnya malam
50 Yang hancur semakin hancur
51 Sesuatu di dalam kain lusuh
52 Luka di hati Ayu
53 Perasaan yang terlambat
54 Binar tanda cinta
55 Serpihan Memori
56 Keputusan berat
57 Perasaan yang tak penting lagi
58 Sedikit demi sedikit
59 Kepergian Arkan
60 Binar yang asing
61 Luka yang sama
62 Kebohongan demi kebohongan
63 Ayah....
64 Hanya orang asing
65 Kecurigaan Arkan
66 Pria dari masa lalu
67 Syarat dari Arkan
68 Kepergian Salsa
69 Perpisahan
70 Membuka hati
71 Menjadi jembatan kecil
72 Alam bawah sadar
73 Kecemburuan Julian
74 Perlawanan Arkan
75 Lelah berpura-pura
76 Dituntun rindu
77 Kilasan masa lalu
78 Ingatan masa lalu
79 Ajakan menikah
80 Kejutan
81 Memory
82 Telah usai
83 Kebenaran yang tersingkap
84 Tak ingin berhubungan lagi
85 Pelukan yang kosong
86 Benar-benar lepas
87 Dibalik pintu yang tertutup
88 Gamang
89 Bantuan tanpa Tuan
90 Menyesakkan dada
91 Bantuan tak kasat mata
92 Bayang-bayang tanpa suara
93 Permintaan Amara
94 Pengakuan di balik luka
95 Jimat penenang
96 Ego yang menampar
97 Jeruji balas dendam
98 Kerinduan
99 Arkan sakit
100 Perhatian Salsa
101 Amarah terselubung
102 Kebahagiaan Arkan
103 Kebahagiaan Fana
104 Rencana Julian
105 Keputusan sepihak
106 Ucapan diujung keputusasaan
107 Pengakuan
108 Rumah yang sebenarnya
109 Kebenaran
110 Kekalahan mutlak
111 Rumah baru
112 Tujuan bersama
113 Kejutan
114 Lamaran
115 Cincin penuh luka
116 Pernikahan kedua
117 Janji pengikat jiwa
118 TAMAT
Episodes

Updated 118 Episodes

1
Bahagia sendirian
2
Tak punya hati!
3
Bukan suami sebenarnya
4
Janji Arkan
5
Impian semu
6
Kedatangan Salsa
7
Binar yang palsu
8
Ditampar kenyataan
9
Kelicikan Salsa
10
Tak bisa membeli cinta
11
Rencana Arkan
12
Meyakinkan Nabila
13
Malam pertama atau terakhir?
14
Noda di gaun sutra
15
Membuang jejak Salsa
16
Arkan yang keras kepala
17
Penjara tanpa batas waktu
18
Identitas yang terenggut
19
Harapan di tengah kehancuran
20
Bahagia di atas puing kehancuran
21
Dua garis kehidupan
22
Puing penyesalan
23
Mantra penyiksa jiwa
24
Di bawah kolong jembatan
25
Masa lalu yang menghujam
26
Neraka
27
Labirin masa lalu
28
Tak sama seperti dulu
29
Dalang yang sebenarnya
30
Mengais makanan
31
Malaikat pelindung
32
Pembalasan Arkan
33
Tabir yang tersingkap
34
Sisa waras di ujung jalan
35
Sisa waras di ujung jalan
36
Jeritan luka
37
Pengakuan yang terlanbat
38
Berjuang untuk Ibu
39
Fatamorgana
40
Penebusan yang hambar
41
Panggilan yang mahal
42
5006
43
Permintaan Salsa
44
Langkah baru
45
Secercah harapan
46
Suara kecil di masa lalu
47
Riak cemburu
48
Kunci masa lalu
49
Jeritan di balik dinginnya malam
50
Yang hancur semakin hancur
51
Sesuatu di dalam kain lusuh
52
Luka di hati Ayu
53
Perasaan yang terlambat
54
Binar tanda cinta
55
Serpihan Memori
56
Keputusan berat
57
Perasaan yang tak penting lagi
58
Sedikit demi sedikit
59
Kepergian Arkan
60
Binar yang asing
61
Luka yang sama
62
Kebohongan demi kebohongan
63
Ayah....
64
Hanya orang asing
65
Kecurigaan Arkan
66
Pria dari masa lalu
67
Syarat dari Arkan
68
Kepergian Salsa
69
Perpisahan
70
Membuka hati
71
Menjadi jembatan kecil
72
Alam bawah sadar
73
Kecemburuan Julian
74
Perlawanan Arkan
75
Lelah berpura-pura
76
Dituntun rindu
77
Kilasan masa lalu
78
Ingatan masa lalu
79
Ajakan menikah
80
Kejutan
81
Memory
82
Telah usai
83
Kebenaran yang tersingkap
84
Tak ingin berhubungan lagi
85
Pelukan yang kosong
86
Benar-benar lepas
87
Dibalik pintu yang tertutup
88
Gamang
89
Bantuan tanpa Tuan
90
Menyesakkan dada
91
Bantuan tak kasat mata
92
Bayang-bayang tanpa suara
93
Permintaan Amara
94
Pengakuan di balik luka
95
Jimat penenang
96
Ego yang menampar
97
Jeruji balas dendam
98
Kerinduan
99
Arkan sakit
100
Perhatian Salsa
101
Amarah terselubung
102
Kebahagiaan Arkan
103
Kebahagiaan Fana
104
Rencana Julian
105
Keputusan sepihak
106
Ucapan diujung keputusasaan
107
Pengakuan
108
Rumah yang sebenarnya
109
Kebenaran
110
Kekalahan mutlak
111
Rumah baru
112
Tujuan bersama
113
Kejutan
114
Lamaran
115
Cincin penuh luka
116
Pernikahan kedua
117
Janji pengikat jiwa
118
TAMAT

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!