Impian semu

Mobil sedan mewah berwarna putih mutiara itu berhenti tepat di depan gerbang sebuah rumah bergaya minimalis modern di kawasan perumahan elite Jakarta Selatan.

Rumah itu adalah hadiah pernikahan yang disiapkan oleh keluarga Arkan, atau lebih tepatnya, sebuah simbol formalitas untuk menyambut menantu kaya raya yang telah menyelamatkan bisnis mereka.

Desain bangunan itu sangat megah dengan dinding-dinding batu alam yang kokoh, namun atmosfer yang memancar darinya terasa begitu mati dan asing.

Salsa keluar dari kursi belakang setelah sopir pribadinya membukakan pintu. Dengan langkah anggun yang sengaja dibuat-buat untuk menegaskan posisinya, ia berjalan melewati halaman rumah yang ditata rapi.

Tas tangan bermerek dari kulit buaya meluncur mulus di lekukan lengannya, sementara kacamata hitam besar menyembunyikan sepasang mata indahnya yang sebenarnya kurang tidur karena semalaman memikirkan Arkan.

Ketika daun pintu utama yang besar itu terbuka, dua orang wanita paruh baya dengan seragam asisten rumah tangga sudah berdiri membungkuk dengan takzim di sisi kanan dan kiri lobi.

"Selamat datang Nyonya Salsa!" Ucap mereka hampir bersamaan, nada suara mereka bergetar pelan oleh rasa cemburu sekaligus takut yang samar. Mereka berdua tentu sudah mendengar desas-desus mengenai tabiat buruk dari putri tunggal keluarga Brahmantyo ini.

Salsa menghentikan langkahnya sejenak. Dari balik kacamata hitamnya, ia menatap kedua wanita itu dari ujung rambut hingga ujung kaki dengan pandangan merendahkan yang sangat kental.

Sifat sombong dan angkuhnya yang sudah mendarat di dalam darah membuatnya enggan untuk sekadar melempar senyum tipis atau menyapa balik. Bagi Salsa, orang-orang seperti mereka hanyalah dekorasi pelengkap yang dibayar untuk melayaninya, kaum rendahan yang tidak penting dan tidak selevel untuk mendapatkan keramahannya.

Tanpa mengeluarkan sepatah kata pun, Salsa melangkah melewati mereka, membiarkan langkah sepatu hak tingginya berdentang keras di atas lantai marmer yang mengilat.

"Bawakan semua koper dan barang-barangku ke atas. Kamar utama di lantai dua kan?" Perintahnya ketus tanpa menoleh sedikit pun.

"Iya Nyonya" Jawab salah satu asisten dengan cepat, langsung bergegas membawa tumpukan koper besar milik Salsa yang baru saja diturunkan oleh sopir.

Salsa menaiki anak tangga satu per satu dengan dagu yang terangkat tinggi. Ketika ia membuka pintu kayu ganda yang menuju ke kamar utama, aroma maskulin yang sangat khas langsung menyergap indra penciumannya.

Itu adalah aroma parfum Arkan, campuran antara kayu cedar dan mint yang selalu berhasil membuat jantung Salsa berdegup kencang sejak zaman kuliah dulu. Kamar itu sangat luas, didominasi oleh warna abu-abu gelap dan putih, mencerminkan selera Arkan yang dingin dan kaku.

Salsa melangkah menuju bilik walk in closet di sudut kamar. Di sana, sebagian gantungan sudah terisi oleh deretan kemeja, setelan jas, dan celana kain milik Arkan yang tertata sangat rapi berdasarkan warna.

Ketika asisten rumah tangga datang membawa koper-kopernya, Salsa langsung berkacak pinggang di depan pintu lemari.

"Susun semua bajuku di sini. Campurkan dan sandingkan tepat di sebelah baju-baju milik Arkan. Pastikan gaun-gaunku berjejer bersisian dengan jasnya. Jangan ada satu pun barangku yang dipisahkan di tempat lain" Perintah Salsa dengan nada manja namun penuh penekanan yang mutlak.

Asisten itu hanya bisa mengangguk patuh dan dengan telaten mulai memindahkan gaun-gaun sutra, pakaian mahal, dan koleksi tas milik Salsa ke dalam lemari yang sama dengan pakaian Arkan.

Salsa berdiri bersandar pada dinding kaca, melipat kedua tangannya di dada sambil memperhatikan proses itu dengan senyuman yang perlahan terukir di bibirnya. Matanya berkilat penuh kepuasan yang mendalam.

Saat melihat gaun tidurnya yang berbahan satin lembut kini tergantung berdampingan dengan kemeja kerja Arkan, sebuah rasa kepemilikan yang luar biasa membuncah di dalam dadanya.

Ia tersenyum sendiri, merasa tidak menyangka bahwa ia akhirnya bisa melihat pemandangan seindah itu. Setelah bertahun-tahun mengejar bayangan Arkan, setelah ratusan penolakan yang ia terima dengan angkuh, hari ini pakaian mereka sudah menyatu di bawah satu atap yang sama.

Baginya, ini adalah bukti nyata dari kemenangannya atas Nabila. Ini adalah validasi bahwa tidak peduli seberapa besar Arkan memberontak, pada akhirnya raganya tetap menjadi milik Salsa.

"Kamu lihat sendiri kan, Arkan? Sekeras apa pun kamu mencoba lari, kamu akan selalu kembali ke tempat di mana ada aku di dalamnya" Gumam Salsa lirih pada diri sendiri, jemarinya mengusap pelan kerah salah satu jas hitam milik Arkan yang tergantung.

Kebahagiaan semu itu terasa begitu manis, menutupi fakta pahit bahwa semalam suaminya lebih memilih tidur di sofa dingin daripada menyentuhnya.

Namun, kebahagiaan yang membumbung tinggi itu tidak pernah bertahan lama jika fondasinya dibangun di atas paksaan.

Dretttt... Dretttt...

Getaran keras dari ponsel yang berada di atas meja rias membuyarkan lamunan indah Salsa. Ia melangkah mendekat, mengerutkan kening saat melihat sebuah nomor tidak dikenal mengirimkan beberapa pesan gambar melalui aplikasi pesan singkat.

Nomor itu adalah milik orang suruhan yang sengaja Salsa bayar dengan uang dalam jumlah besar untuk memata-matai setiap gerak-gerik Arkan sejak mereka keluar dari hotel pagi tadi.

Jari tangan Salsa yang dihiasi kuteks merah darah membuka pesan tersebut. Detik berikutnya, seluruh warna seolah memudar dari wajah cantiknya yang semula merona.

Di layar ponselnya, terpampang beberapa foto dengan kualitas tajam. Foto pertama memperlihatkan mobil Arkan yang terparkir di sebuah area luar ruangan.

Foto kedua dan ketiga jauh lebih menghancurkan egonya, Arkan sedang melangkah keluar dari sebuah gedung apartemen dengan langkah yang tergesa-gesa, mengenakan kemeja dan jas yang sama persis dengan yang ia lihat di hotel beberapa jam lalu.

Salsa tahu persis gedung apartemen itu.

Desain fasadnya, lokasinya, bahkan lingkungan sekitarnya sangat familier di ingatan Salsa. Itu adalah kompleks apartemen sederhana tempat tinggal Nabila. Wanita miskin yang selalu menjadi duri di dalam daging pernikahannya.

Darah Salsa seketika mendidih, mengalirkan rasa panas yang membakar hingga ke ubung-ubung kepalanya. Rasa cemburu yang luar biasa dahsyat bercampur dengan penghinaan yang teramat sangat mencabik-cabik harga dirinya sebagai seorang wanita sombong.

Pagi pertama setelah malam pernikahan mereka, dan Arkan justru berlari ke pelukan wanita lain! Suaminya mengabaikan dirinya yang merupakan istri sah demi mengemis cinta pada seorang Nabila.

"Kurang ajar!" Desis Salsa dengan suara mendesis menahan murka yang teramat sangat.

Kedua matanya melebar, menatap layar ponsel itu dengan tatapan yang seolah ingin membunuh.

Rasa manja dan sombongnya kini berubah menjadi insting predator yang merasa wilayah kekuasaannya diganggu oleh musuh. Ia tidak akan membiarkan harga dirinya diinjak-injak lebih jauh lagi oleh sepasang kekasih sialan itu.

Dengan gerakan kasar dan penuh amarah, Salsa menyambar tas tangan merek terkenalnya yang tergeletak di atas kasur. Ia tidak memedulikan asisten rumah tangganya yang langsung terlonjak kaget melihat perubahan drastis dari raut wajah sang nyonya besar.

Salsa membalikkan badannya dengan cepat, mengabaikan segala tata krama, dan melangkah lebar-lebar keluar dari kamar utama dengan napas yang memburu. Setiap ketukan sepatunya di atas lantai marmer kini tidak lagi terdengar anggun, melainkan terdengar seperti genderang perang yang siap ditabuh.

Pikirannya hanya tertuju pada satu nama, Nabila.

Salsa bertekad untuk mendatangi tempat itu saat ini juga. Ia akan menyeret wanita itu keluar dari persembunyiannya dan menunjukkan siapa pemilik Arkan yang sebenarnya.

Apa yang akan dilakukan oleh Salsa yang sedang dirasuki iblis cemburu itu di apartemen Nabila?

Tindakan nekat dan kejam apa lagi yang akan ia lancarkan demi mempertahankan obsesinya?

Terpopuler

Comments

🍒WINA🍒

🍒WINA🍒

Salsa sangat cemburu marah dan emosi jadi satu, ingin melabrak nabila menunjukan istri sah arkan...
Sifat sombong dan angkuhnya tidak disukai sama arkan, salsa pemaksa terobsesi gimana caranya harus bisa memiliki arkan...salsa kamu bikin ulah ngelabrak nabila arkan akan semakin membenci dan muak dan jijik...
salsa terlahir dalam keluarga kaya raya terbiasa dimanja, suka merendahkan orang lain...
justru nabila yg mengalah merelakan arkan menikah dengan salsa, jangan sampai hidup nabila...

mungkin salsa menikah sama arkan hidup bahagia diratukan itu hanya bayangan semu...

2026-06-04

2

Felycia Fernandez

Felycia Fernandez

selalu deg deg baca bagian Salsa nya 😆😆😆

2026-06-04

0

Agnezz

Agnezz

Apa yg diinginkan Salsa harus terpenuhi, sifat ini sudah mendarah daging dalam hdupnya. terbiasa dimanja. Padahal diluaran sana tidak semua orang mau dan harus tunduk pada keinginan Salsa.

2026-06-04

2

lihat semua
Episodes
1 Bahagia sendirian
2 Tak punya hati!
3 Bukan suami sebenarnya
4 Janji Arkan
5 Impian semu
6 Kedatangan Salsa
7 Binar yang palsu
8 Ditampar kenyataan
9 Kelicikan Salsa
10 Tak bisa membeli cinta
11 Rencana Arkan
12 Meyakinkan Nabila
13 Malam pertama atau terakhir?
14 Noda di gaun sutra
15 Membuang jejak Salsa
16 Arkan yang keras kepala
17 Penjara tanpa batas waktu
18 Identitas yang terenggut
19 Harapan di tengah kehancuran
20 Bahagia di atas puing kehancuran
21 Dua garis kehidupan
22 Puing penyesalan
23 Mantra penyiksa jiwa
24 Di bawah kolong jembatan
25 Masa lalu yang menghujam
26 Neraka
27 Labirin masa lalu
28 Tak sama seperti dulu
29 Dalang yang sebenarnya
30 Mengais makanan
31 Malaikat pelindung
32 Pembalasan Arkan
33 Tabir yang tersingkap
34 Sisa waras di ujung jalan
35 Sisa waras di ujung jalan
36 Jeritan luka
37 Pengakuan yang terlanbat
38 Berjuang untuk Ibu
39 Fatamorgana
40 Penebusan yang hambar
41 Panggilan yang mahal
42 5006
43 Permintaan Salsa
44 Langkah baru
45 Secercah harapan
46 Suara kecil di masa lalu
47 Riak cemburu
48 Kunci masa lalu
49 Jeritan di balik dinginnya malam
50 Yang hancur semakin hancur
51 Sesuatu di dalam kain lusuh
52 Luka di hati Ayu
53 Perasaan yang terlambat
54 Binar tanda cinta
55 Serpihan Memori
56 Keputusan berat
57 Perasaan yang tak penting lagi
58 Sedikit demi sedikit
59 Kepergian Arkan
60 Binar yang asing
61 Luka yang sama
62 Kebohongan demi kebohongan
63 Ayah....
64 Hanya orang asing
65 Kecurigaan Arkan
66 Pria dari masa lalu
67 Syarat dari Arkan
68 Kepergian Salsa
69 Perpisahan
70 Membuka hati
71 Menjadi jembatan kecil
72 Alam bawah sadar
73 Kecemburuan Julian
74 Perlawanan Arkan
75 Lelah berpura-pura
76 Dituntun rindu
77 Kilasan masa lalu
78 Ingatan masa lalu
79 Ajakan menikah
80 Kejutan
81 Memory
82 Telah usai
83 Kebenaran yang tersingkap
84 Tak ingin berhubungan lagi
85 Pelukan yang kosong
86 Benar-benar lepas
87 Dibalik pintu yang tertutup
88 Gamang
89 Bantuan tanpa Tuan
90 Menyesakkan dada
91 Bantuan tak kasat mata
92 Bayang-bayang tanpa suara
93 Permintaan Amara
94 Pengakuan di balik luka
95 Jimat penenang
96 Ego yang menampar
97 Jeruji balas dendam
98 Kerinduan
99 Arkan sakit
100 Perhatian Salsa
101 Amarah terselubung
102 Kebahagiaan Arkan
103 Kebahagiaan Fana
104 Rencana Julian
105 Keputusan sepihak
106 Ucapan diujung keputusasaan
107 Pengakuan
108 Rumah yang sebenarnya
109 Kebenaran
110 Kekalahan mutlak
111 Rumah baru
112 Tujuan bersama
113 Kejutan
114 Lamaran
115 Cincin penuh luka
116 Pernikahan kedua
117 Janji pengikat jiwa
118 TAMAT
Episodes

Updated 118 Episodes

1
Bahagia sendirian
2
Tak punya hati!
3
Bukan suami sebenarnya
4
Janji Arkan
5
Impian semu
6
Kedatangan Salsa
7
Binar yang palsu
8
Ditampar kenyataan
9
Kelicikan Salsa
10
Tak bisa membeli cinta
11
Rencana Arkan
12
Meyakinkan Nabila
13
Malam pertama atau terakhir?
14
Noda di gaun sutra
15
Membuang jejak Salsa
16
Arkan yang keras kepala
17
Penjara tanpa batas waktu
18
Identitas yang terenggut
19
Harapan di tengah kehancuran
20
Bahagia di atas puing kehancuran
21
Dua garis kehidupan
22
Puing penyesalan
23
Mantra penyiksa jiwa
24
Di bawah kolong jembatan
25
Masa lalu yang menghujam
26
Neraka
27
Labirin masa lalu
28
Tak sama seperti dulu
29
Dalang yang sebenarnya
30
Mengais makanan
31
Malaikat pelindung
32
Pembalasan Arkan
33
Tabir yang tersingkap
34
Sisa waras di ujung jalan
35
Sisa waras di ujung jalan
36
Jeritan luka
37
Pengakuan yang terlanbat
38
Berjuang untuk Ibu
39
Fatamorgana
40
Penebusan yang hambar
41
Panggilan yang mahal
42
5006
43
Permintaan Salsa
44
Langkah baru
45
Secercah harapan
46
Suara kecil di masa lalu
47
Riak cemburu
48
Kunci masa lalu
49
Jeritan di balik dinginnya malam
50
Yang hancur semakin hancur
51
Sesuatu di dalam kain lusuh
52
Luka di hati Ayu
53
Perasaan yang terlambat
54
Binar tanda cinta
55
Serpihan Memori
56
Keputusan berat
57
Perasaan yang tak penting lagi
58
Sedikit demi sedikit
59
Kepergian Arkan
60
Binar yang asing
61
Luka yang sama
62
Kebohongan demi kebohongan
63
Ayah....
64
Hanya orang asing
65
Kecurigaan Arkan
66
Pria dari masa lalu
67
Syarat dari Arkan
68
Kepergian Salsa
69
Perpisahan
70
Membuka hati
71
Menjadi jembatan kecil
72
Alam bawah sadar
73
Kecemburuan Julian
74
Perlawanan Arkan
75
Lelah berpura-pura
76
Dituntun rindu
77
Kilasan masa lalu
78
Ingatan masa lalu
79
Ajakan menikah
80
Kejutan
81
Memory
82
Telah usai
83
Kebenaran yang tersingkap
84
Tak ingin berhubungan lagi
85
Pelukan yang kosong
86
Benar-benar lepas
87
Dibalik pintu yang tertutup
88
Gamang
89
Bantuan tanpa Tuan
90
Menyesakkan dada
91
Bantuan tak kasat mata
92
Bayang-bayang tanpa suara
93
Permintaan Amara
94
Pengakuan di balik luka
95
Jimat penenang
96
Ego yang menampar
97
Jeruji balas dendam
98
Kerinduan
99
Arkan sakit
100
Perhatian Salsa
101
Amarah terselubung
102
Kebahagiaan Arkan
103
Kebahagiaan Fana
104
Rencana Julian
105
Keputusan sepihak
106
Ucapan diujung keputusasaan
107
Pengakuan
108
Rumah yang sebenarnya
109
Kebenaran
110
Kekalahan mutlak
111
Rumah baru
112
Tujuan bersama
113
Kejutan
114
Lamaran
115
Cincin penuh luka
116
Pernikahan kedua
117
Janji pengikat jiwa
118
TAMAT

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!