Dosa Di Balik Gaun Sutra

Dosa Di Balik Gaun Sutra

Bahagia sendirian

​Dinding-dinding balai riung hotel bintang lima itu dilapisi kain satin putih dan untaian bunga melati yang aromanya menguar pekat, memenuhi rongga dada siapapun yang melangkah masuk.

Alunan musik klasik bernada megah mengalun lembut, mengiringi tawa renyah dari ratusan tamu undangan kelas atas. Malam ini adalah malam perayaan. Malam di mana dua dinasti bisnis besar bersatu melalui ikatan suci pernikahan.

​Bagi Salsa, ini adalah puncak dari segala impiannya. ​Ia berdiri di depan cermin besar di ruang rias pribadi, mematut dirinya yang dibalut gaun pengantin modern potongan ball gown bertabur kristal swarovski.

Gaun itu sangat berat, mencerminkan harganya yang fantastis, namun Salsa sama sekali tidak peduli. Dengan dagu terangkat tinggi dan senyum kemenangan yang tak luntur dari bibir bergincu merah merona, ia menyentuh mahkota kecil di atas kepalanya.

​"Kau cantik sekali Nona Salsa" Puji salah satu perias dengan nada penuh sanjungan, atau mungkin ketakutan. Semua orang tahu bagaimana tabiat Salsa.

Wanita muda itu manja, keras kepala, dan tidak segan-segan membuat orang lain kehilangan pekerjaan jika keinginannya tidak dituruti.

​"Tentu saja aku cantik!" Sahut Salsa angkuh, matanya berkilat sombong saat menatap pantulan dirinya sendiri.

"Dan malam ini, aku menjadi wanita paling bahagia di dunia. Akhirnya, Arkan menjadi milikku sepenuhnya. Tidak akan ada yang bisa merebutnya dariku lagi!"

​Salsa tidak peduli jika pernikahan ini terjadi karena perusahaan milik ayah Arkan sedang berada di ambang kebangkrutan.

Ia tidak peduli jika semua sepupu dan teman-temannya berbisik di belakang punggungnya, menyebutnya sebagai wanita serakah yang menggunakan kekayaan dan suntikan dana luar biasa dari keluarganya untuk membeli seorang suami yang sedang terdesak.

Bagi Salsa, dalam kamus hidupnya, apa yang Salsa inginkan, harus Salsa dapatkan. Dan sejak pandangan pertama di bangku kuliah dulu, fokusnya hanya satu...

Arkan!!

​Pintu ruang rias terbuka, menampilkan sosok Arkan yang sudah mengenakan setelan tuksedo hitam yang pas di tubuh tegapnya.

Wajah pria itu sangat tampan, dengan rahang tegas dan tatapan mata yang biasanya tajam. Namun malam ini, mata itu tampak mati. Kosong. Tidak ada binar, tidak ada kebahagiaan. Hanya ada sekat sedingin es yang begitu tebal.

​"Waktunya keluar. Para tamu sudah menunggu!" Kata Arkan. Suaranya datar, tanpa intonasi, mirip seperti robot yang diprogram untuk berbicara. Ia bahkan tidak memandang wajah Salsa. Tatapannya tertuju pada dinding kosong di belakang istrinya.

​Salsa mencoba menggelayutkan tangannya di lengan Arkan, namun belum sempat jemarinya yang lentik menyentuh kain tuksedo itu, Arkan sudah melangkah mundur. Gerakan menghindar itu begitu kentara, membuat senyum di wajah Salsa membeku sesaat.

​Salsa merasakan sedikit denyutan di dadanya, namun sifat sombong dan keras kepalanya segera mengambil alih. Ia mendengus pelan, memposisikan dirinya kembali sebagai wanita anggun yang tak tersentuh.

"Kenapa buru-buru? Biarkan mereka menunggu sedikit lagi. Ini pesta kita, Arkan. Kita adalah raja dan ratunya malam ini. Mereka yang harus mengikuti waktu kita"

​Arkan tidak membalas. Pria itu hanya membalikkan badan, bersiap untuk keluar terlebih dahulu.

​"Arkan tunggu!" Salsa mengejar, dengan paksa menyelipkan jemarinya ke sela-sela lengan Arkan yang menegang. Salsa bisa merasakan otot lengan itu mengeras, tanda penolakan yang nyata.

"Setidaknya di depan media dan kolega Papa, tersenyumlah. Aku tidak mau besok ada berita yang mengatakan pernikahan kita tidak bahagia"

​Arkan menghentikan langkahnya tepat di ambang pintu. Ia menoleh perlahan, menatap Salsa dari balik bulu matanya yang lebat.

Tatapan itu begitu dingin hingga mampu membuat bulu kuduk meremang, namun Salsa tetap bertahan dengan keangkuhannya.

​"Kau mendapatkan pernikahan ini, Salsa. Kau mendapatkan status sebagai istriku, persis seperti yang kau rencanakan bersama keluargamu ketika tahu perusahaan ayahku sedang hancur" Bisik Arkan, suaranya begitu rendah hingga hanya bisa didengar oleh mereka berdua di antara riuh rendah suara dari luar.

"Ayahku mungkin terpaksa menjual harga diriku demi menyelamatkan bisnisnya dari kebangkrutan, tapi jangan pernah meminta hal yang tidak akan pernah bisa kuberikan. Kau tahu persis di mana hatiku berada"

​Nama wanita lain seolah menggantung di udara di antara mereka, Nabila. Kekasih Arkan yang sudah dipacarinya selama beberapa tahun terakhir. Wanita yang malam ini pasti sedang menangis di suatu tempat karena pria yang dicintainya terpaksa mengorbankan diri menjadi tumbal finansial demi menyelamatkan keluarganya dari jerat hutang dan kebangkrutan.

​Rahang Salsa mengeras. Rasa cemburu dan ego yang terluka membakar dadanya.

"Nabila lagi? Dia hanya masa lalumu sekarang, Arkan! Mulai hari ini, detik ini, akulah satu-satunya wanita yang memegang margamu. Lupakan wanita miskin itu! Uang keluargaku yang menyelamatkan masa depanmu, jadi hargai itu!"

​Mendengar makian Salsa terhadap Nabila, ditambah kesombongan Salsa yang mengungkit bantuan finansial keluarganya, kilat amarah menyala di mata Arkan.

Pria itu menyentak lengannya dengan kasar, membuat pegangan tangan Salsa terlepas seketika. Salsa hampir saja tersandung gaunnya sendiri jika tidak segera berpegangan pada pinggiran meja rias.

​"Jaga mulutmu Salsa!" Desis Arkan, napasnya memburu menahan murka.

"Kamu mungkin bisa membeli raga ini dengan uang sialan keluargamu untuk menyelamatkan perusahaan ayahku. Tapi kamu tidak akan pernah bisa membeli seujung kuku pun rasa hormat atau cintaku. Nikmati saja pesta ini sendirian"

​Tanpa memedulikan Salsa yang termangu, Arkan melangkah lebar-lebar meninggalkan ruangan, membiarkan pintu tertutup dengan dentuman pelan namun terasa begitu menghantam ulu hati Salsa.

​Salsa berdiri mematung di tengah ruangan yang sunyi. Dadanya naik turun karena emosi yang meluap-luap.

Ia menatap pantulan dirinya di cermin lagi. Riasannya masih sempurna, gaunnya masih berkilau, namun tiba-tiba ia merasa sangat kesepian di tengah kemegahan ini.

Sifat manjanya berontak, ingin rasanya ia menangis dan mengadu pada papanya agar memberi pelajaran pada Arkan. Namun, rasa cintanya yang terobsesi pada Arkan jauh lebih besar dari rasa sakit hatinya.

​"Tidak" Gumam Salsa pada diri sendiri, jemarinya mengepal kuat hingga kukunya yang dihias cantik memutih.

"Kamu sudah menjadi suamiku, Arkan. Satu atap denganku. Lambat laun, aku akan membuatmu melupakan Nabila. Kamu hanya milikku. Hanya Salsa yang boleh ada di hidupmu!"

​Dengan sisa-sisa keangkuhan yang ia miliki, Salsa memperbaiki posisi mahkotanya. Ia menarik napas dalam-dalam, memaksakan sebuah senyuman paling menawan dan sombong yang ia miliki, lalu melangkah keluar menyusul suaminya menuju altar pesta.

​Ketika pintu aula besar dibuka, cahaya lampu sorot langsung mengarah pada mereka. Ratusan pasang mata memandang takjub, tepuk tangan bergemuruh memecah keheningan.

Di atas panggung pelaminan yang didekorasi layaknya taman musim dingin di Eropa, Salsa berjalan dengan anggun, kembali menyisipkan tangannya di lengan Arkan.

​Arkan tidak menolak lagi, demi menjaga nama baik dan formalitas di depan para investor serta kolega bisnis yang malam ini hadir karena tahu adanya suntikan dana besar dari keluarga Salsa.

Namun, sepanjang malam itu, sepanjang mereka menyalami ratusan tamu yang memberikan ucapan selamat, tangan Arkan terasa sedingin es.

Pria itu tersenyum tipis pada para kolega bisnis, namun senyuman itu tidak pernah sampai ke matanya. Setiap kali Salsa mencoba bersandar atau berbisik mesra di telinganya, Arkan hanya bergeming, memperlakukannya tak lebih dari sebuah jaminan kontrak bisnis yang mendampinginya.

​Salsa tetap tersenyum lebar, menyapa teman-teman sosialitanya dengan nada pamer yang kental, menunjukkan cincin berlian besar di jari manisnya.

Ia membusungkan dada, memamerkan kemenangan semunya kepada dunia. Ia merasa telah memenangkan pertempuran besar. Ia percaya bahwa waktu akan mengubah segalanya, bahwa pesonanya dan kekayaannya akan mampu menaklukkan hati Arkan yang beku, lambat laun.

​Ia tidak pernah tahu, bahwa malam ini bukanlah awal dari kebahagiaan yang ia dambakan. Malam ini adalah ketukan pertama dari lonceng kematian bagi kewarasan dan masa depannya.

Pesta yang begitu megah ini, sesungguhnya adalah fondasi pertama dari dinding penderitaan yang akan mengurungnya di kemudian hari. Di atas panggung yang dipenuhi bunga-bunga segar itu, Salsa tersenyum di atas takdirnya yang perlahan mulai bergulir menuju kegelapan.

Terpopuler

Comments

🍒WINA🍒

🍒WINA🍒

Kekuasaan dan kekayaan mampu beli segalanya tapi tidak bisa cinta arka, salsa sangat happy sekali bisa menikah pria sangat dicintainya....
arkan semakin membenci salsa berbagai cara mendapatkan arkan, jangan harap memperlakukanmu dengan baik salsa...
arka sangat jijik dan muak pada mau, sifatnya salsa sangat sambong dan angkuh manja pula...

Salsa menggunakan kekuasaanya membantu jadi investor di perusahaan arkan diambang kebangkrutan, terpaksa arka mau menuruti keinginan orgtuanya menikah sama Salsa....

2026-06-03

2

Teti Hayati

Teti Hayati

Salsa tau sesuatu..
mungkinkah ada resiko yang dia ambil sebagai syarat dari orang tuanya, yg mau menikahkan dia sama Arkan..
Hmm... Obsesi mengalahkan akal sehat dan logika.. demi kepuasan..

2026-06-03

4

Kumala

Kumala

jadi penasaran kenapa setelah di usir oleh arkan salsa gak kembali ke orang tua nya kan katanya kaya atau beberapa tahun kemudian orang tua nya salsa bangkrut juga jadi nya salsa nya hidup dijalanan 🤔

2026-06-02

1

lihat semua
Episodes
1 Bahagia sendirian
2 Tak punya hati!
3 Bukan suami sebenarnya
4 Janji Arkan
5 Impian semu
6 Kedatangan Salsa
7 Binar yang palsu
8 Ditampar kenyataan
9 Kelicikan Salsa
10 Tak bisa membeli cinta
11 Rencana Arkan
12 Meyakinkan Nabila
13 Malam pertama atau terakhir?
14 Noda di gaun sutra
15 Membuang jejak Salsa
16 Arkan yang keras kepala
17 Penjara tanpa batas waktu
18 Identitas yang terenggut
19 Harapan di tengah kehancuran
20 Bahagia di atas puing kehancuran
21 Dua garis kehidupan
22 Puing penyesalan
23 Mantra penyiksa jiwa
24 Di bawah kolong jembatan
25 Masa lalu yang menghujam
26 Neraka
27 Labirin masa lalu
28 Tak sama seperti dulu
29 Dalang yang sebenarnya
30 Mengais makanan
31 Malaikat pelindung
32 Pembalasan Arkan
33 Tabir yang tersingkap
34 Sisa waras di ujung jalan
35 Sisa waras di ujung jalan
36 Jeritan luka
37 Pengakuan yang terlanbat
38 Berjuang untuk Ibu
39 Fatamorgana
40 Penebusan yang hambar
41 Panggilan yang mahal
42 5006
43 Permintaan Salsa
44 Langkah baru
45 Secercah harapan
46 Suara kecil di masa lalu
47 Riak cemburu
48 Kunci masa lalu
49 Jeritan di balik dinginnya malam
50 Yang hancur semakin hancur
51 Sesuatu di dalam kain lusuh
52 Luka di hati Ayu
53 Perasaan yang terlambat
54 Binar tanda cinta
55 Serpihan Memori
56 Keputusan berat
57 Perasaan yang tak penting lagi
58 Sedikit demi sedikit
59 Kepergian Arkan
60 Binar yang asing
61 Luka yang sama
62 Kebohongan demi kebohongan
63 Ayah....
64 Hanya orang asing
65 Kecurigaan Arkan
66 Pria dari masa lalu
67 Syarat dari Arkan
68 Kepergian Salsa
69 Perpisahan
70 Membuka hati
71 Menjadi jembatan kecil
72 Alam bawah sadar
73 Kecemburuan Julian
74 Perlawanan Arkan
75 Lelah berpura-pura
76 Dituntun rindu
77 Kilasan masa lalu
78 Ingatan masa lalu
79 Ajakan menikah
80 Kejutan
81 Memory
82 Telah usai
83 Kebenaran yang tersingkap
84 Tak ingin berhubungan lagi
85 Pelukan yang kosong
86 Benar-benar lepas
87 Dibalik pintu yang tertutup
88 Gamang
89 Bantuan tanpa Tuan
90 Menyesakkan dada
91 Bantuan tak kasat mata
92 Bayang-bayang tanpa suara
93 Permintaan Amara
94 Pengakuan di balik luka
95 Jimat penenang
96 Ego yang menampar
97 Jeruji balas dendam
98 Kerinduan
99 Arkan sakit
100 Perhatian Salsa
101 Amarah terselubung
102 Kebahagiaan Arkan
103 Kebahagiaan Fana
104 Rencana Julian
105 Keputusan sepihak
106 Ucapan diujung keputusasaan
107 Pengakuan
108 Rumah yang sebenarnya
109 Kebenaran
110 Kekalahan mutlak
111 Rumah baru
112 Tujuan bersama
113 Kejutan
114 Lamaran
115 Cincin penuh luka
116 Pernikahan kedua
117 Janji pengikat jiwa
118 TAMAT
Episodes

Updated 118 Episodes

1
Bahagia sendirian
2
Tak punya hati!
3
Bukan suami sebenarnya
4
Janji Arkan
5
Impian semu
6
Kedatangan Salsa
7
Binar yang palsu
8
Ditampar kenyataan
9
Kelicikan Salsa
10
Tak bisa membeli cinta
11
Rencana Arkan
12
Meyakinkan Nabila
13
Malam pertama atau terakhir?
14
Noda di gaun sutra
15
Membuang jejak Salsa
16
Arkan yang keras kepala
17
Penjara tanpa batas waktu
18
Identitas yang terenggut
19
Harapan di tengah kehancuran
20
Bahagia di atas puing kehancuran
21
Dua garis kehidupan
22
Puing penyesalan
23
Mantra penyiksa jiwa
24
Di bawah kolong jembatan
25
Masa lalu yang menghujam
26
Neraka
27
Labirin masa lalu
28
Tak sama seperti dulu
29
Dalang yang sebenarnya
30
Mengais makanan
31
Malaikat pelindung
32
Pembalasan Arkan
33
Tabir yang tersingkap
34
Sisa waras di ujung jalan
35
Sisa waras di ujung jalan
36
Jeritan luka
37
Pengakuan yang terlanbat
38
Berjuang untuk Ibu
39
Fatamorgana
40
Penebusan yang hambar
41
Panggilan yang mahal
42
5006
43
Permintaan Salsa
44
Langkah baru
45
Secercah harapan
46
Suara kecil di masa lalu
47
Riak cemburu
48
Kunci masa lalu
49
Jeritan di balik dinginnya malam
50
Yang hancur semakin hancur
51
Sesuatu di dalam kain lusuh
52
Luka di hati Ayu
53
Perasaan yang terlambat
54
Binar tanda cinta
55
Serpihan Memori
56
Keputusan berat
57
Perasaan yang tak penting lagi
58
Sedikit demi sedikit
59
Kepergian Arkan
60
Binar yang asing
61
Luka yang sama
62
Kebohongan demi kebohongan
63
Ayah....
64
Hanya orang asing
65
Kecurigaan Arkan
66
Pria dari masa lalu
67
Syarat dari Arkan
68
Kepergian Salsa
69
Perpisahan
70
Membuka hati
71
Menjadi jembatan kecil
72
Alam bawah sadar
73
Kecemburuan Julian
74
Perlawanan Arkan
75
Lelah berpura-pura
76
Dituntun rindu
77
Kilasan masa lalu
78
Ingatan masa lalu
79
Ajakan menikah
80
Kejutan
81
Memory
82
Telah usai
83
Kebenaran yang tersingkap
84
Tak ingin berhubungan lagi
85
Pelukan yang kosong
86
Benar-benar lepas
87
Dibalik pintu yang tertutup
88
Gamang
89
Bantuan tanpa Tuan
90
Menyesakkan dada
91
Bantuan tak kasat mata
92
Bayang-bayang tanpa suara
93
Permintaan Amara
94
Pengakuan di balik luka
95
Jimat penenang
96
Ego yang menampar
97
Jeruji balas dendam
98
Kerinduan
99
Arkan sakit
100
Perhatian Salsa
101
Amarah terselubung
102
Kebahagiaan Arkan
103
Kebahagiaan Fana
104
Rencana Julian
105
Keputusan sepihak
106
Ucapan diujung keputusasaan
107
Pengakuan
108
Rumah yang sebenarnya
109
Kebenaran
110
Kekalahan mutlak
111
Rumah baru
112
Tujuan bersama
113
Kejutan
114
Lamaran
115
Cincin penuh luka
116
Pernikahan kedua
117
Janji pengikat jiwa
118
TAMAT

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!