Mencoba Dekat

Mina melangkah keluar dari kamar tidurnya dengan dagu terangkat dan langkah yang sengaja dibuat anggun, meniru gaya berjalan para bangsawan di komik yang sering dibacanya. Pikirannya sudah melayang ke mana-mana, membayangkan kastil megah, pesta dansa dengan gaun berlapis emas, atau mungkin kekuatan sihir tersembunyi yang akan bangkit di dalam tubuh barunya.

"Sarah," panggil Mina kepada pelayan paruh baya yang tadi menunggunya di koridor. Mina berusaha menjaga suaranya agar terdengar berwibawa.

"Tolong antarkan saya ke ruangan... Grand Duke. Saya rasa saya harus menyapanya pagi ini." ucapnya percaya diri.

Sarah, yang sedang merapikan beberapa pajangan di koridor, langsung menoleh dengan dahi berkerut dalam. Dia menatap Mina dari ujung kepala sampai ujung kaki dengan tatapan bingung yang sangat kentara.

"Nyonya... maaf?" Sarah tampak ragu-ragu.

"Grand Duke siapa yang Anda maksud?" tanyanya bingung.

Mina mendengus pelan, berpikir kalau pelayan ini mungkin sedang mengujinya atau ingatan pelayan ini agak bermasalah.

"Ya suami saya dong, Sarah. Grand Duke Killian. Siapa lagi?" ucapnya kesal.

Keheningan melanda koridor mewah itu selama beberapa detik. Sarah berkedip beberapa kali, lalu tiba-tiba wajahnya memerah menahan tawa, meskipun dia buru-buru menutup mulutnya dengan sopan.

"Maafkan saya, Nyonya, tapi... Anda ini bicara apa?" Sarah terkekeh pelan.

"Grand Duke Killian? Itu kan karakter utama dari drakor fiksi ilmiah-fantasi yang kita tonton di televisi dua hari lalu? Suami Anda adalah Tuan Arsenio, seorang pengusaha. Dan kita sekarang berada di penthouse pusat kota, bukan di kekaisaran mana pun." jelas Sarah sopan meskipun dia ingin tertawa karena tingkah lucu nyonya nya.

Mina membeku di tempatnya. Kalimat Sarah barusan terasa seperti sambaran petir di siang bolong yang langsung menghancurkan seluruh fantasi indahnya.

"Bentar, bentar..." Mina memegangi kepalanya yang mendadak kembali pening.

"Televisi? Drakor? Penthouse? Berarti... ini bukan dunia abad pertengahan?!" tanyanya syok.

"Tentu saja bukan, Nyonya," jawab Sarah, kini menatap Mina dengan tatapan khawatir.

"Apakah kepala Anda terbentur sesuatu saat tidur? Ini tahun 2026, Nyonya Alicia. Zaman modern." balas Sarah sopan.

Mina menelan ludah dengan susah payah. Rasa kecewa yang amat sangat langsung melingkupi dadanya. Dia ingin berteriak protes kepada tuhan karena telah menipunya mentah-mentah. Kenapa pelayan ini tadi memakai baju hitam-putih klasik? Kenapa dia menyebut kata 'tabib istana' tadi? Oh, ingatan Mina kembali berputar, sepertinya Sarah tadi hanya bercanda atau menyindirnya yang bangun kesiangan seperti putri tidur!

"Aduh, sialan..." gumam Mina lemas, bahunya langsung merosot.

"Gue udah pede banget bakal pakai sihir atau naik kereta kuda, taunya malah zaman modern lagi. Terus buat apa gue dapet bodi seksi begini kalau ujung-ujungnya masih harus mikirin bayar tagihan listrik?!" dumelnya cemberut.

"Nyonya? Anda baik-baik saja? Anda terus bergumam sendiri," tanya Sarah, melangkah mendekat.

"Saya gak apa-apa, Sarah. Cuma agak... syok sama diri sendiri," jawab Mina asal-asalan, tidak peduli lagi dengan tata bahasa formal yang tadi sempat dia usahakan.

"Jadi, intinya gue—eh, saya, adalah istri dari Tuan Arsenio, seorang pengusaha kaya raya? Dan kita tinggal di penthouse?" tanyanya kembali seolah memastikan.

"Benar, Nyonya."

Mina menghela napas panjang. Dia mencoba mengingat-ingat semua komik atau novel yang pernah dia baca. Namun, sebanyak apa pun dia memutar otak, dia tidak ingat pernah membaca cerita dengan latar belakang modern yang persis seperti ini. Dia benar-benar buta. Tidak ada sistem yang tiba-tiba muncul memberikan jendela status layar melayang, tidak ada panduan web, tidak ada apa-apa! Dia menempati tubuh seorang wanita bernama Alicia di dunia modern, itu saja fakta yang dia punya.

Namun, lamunan Mina terputus saat sebuah suara tangisan kecil terdengar dari arah ujung koridor. Tangisan itu terdengar sangat lirih, tertahan, dan penuh ketakutan.

"Hiks... hiks... ampun... janan pukul Ino... hiks..."

Mina menajamkan pendengarannya. Jantungnya mendadak berdegup kencang, kali ini bukan karena syok, melainkan karena rasa iba yang mendalam.

"Sarah, itu suara siapa?" tanya Mina ragu.

Wajah Sarah yang tadinya ramah langsung berubah menjadi tegang dan agak pucat. Dia menundukkan kepalanya dalam-dalam, menolak menatap mata Mina.

"Itu... Tuan Muda Gino, Nyonya. Dia mungkin baru bangun tidur." jawab Sarah takut.

Mina menyipitkan matanya, menyadari perubahan sikap Sarah yang drastis. Rasa penasaran di dalam dirinya mulai berkecamuk. Ingatan samar yang bukan miliknya tiba-tiba berkelebat di kepalanya. Itu adalah kilasan memori dari Alicia yang asli, tangan yang terangkat untuk menampar, suara bentakan yang kasar, dan seorang anak kecil bertubuh mungil yang meringkuk ketakutan di sudut kamar.

"Gila... jadi Alicia yang asli ini ibu tiri jahat yang suka nyiksa anaknya?!" batin Mina berteriak ngeri. Anak kecil sekecil itu?!

"Di mana kamar Gino?" tanya Mina tegas.

"N-Nyonya..." Sarah tampak ketakutan, dia meremas celemeknya.

"Tolong jangan hukum Tuan Muda Gino lagi pagi ini. Dia masih berusia tiga tahun, Nyonya. Dia tidak sengaja menjatuhkan mainannya kemarin..." Sarah terlihat seperti ingin menangis.

Mina tertegun melihat reaksi Sarah. Seburuk itu kah kelakuan Alicia yang asli sampai para pelayan pun trauma? Rasa bersalah yang sebenarnya bukan miliknya membuat dada Mina terasa sesak. Sebagai Mina yang ceria dan penyayang, dia tidak habis pikir bagaimana ada orang yang tega menyiksa balita berusia tiga tahun.

"Sarah, saya tidak akan menghukumnya," kata Mina, mencoba melembutkan suaranya agar pelayan itu tenang.

"Tolong tunjukkan saja di mana kamarnya."

Dengan tangan gemetar, Sarah menunjuk ke sebuah pintu kayu putih di ujung koridor. Tanpa membuang waktu, Mina langsung melangkah lebar menuju kamar tersebut dan membuka pintunya perlahan.

Pemandangan di dalam kamar itu langsung membuat hati Mina mencelos. Di sudut ruangan, di samping sebuah tempat tidur kecil, seorang anak laki-laki berpipi tembam namun tampak pucat sedang meringkuk. Tubuhnya yang mungil bergetar hebat. Begitu mendengar suara pintu dibuka, anak itu langsung menyembunyikan wajahnya di antara kedua lututnya yang ditekuk, berusaha membuat dirinya sekecil mungkin.

"J-janan pukul Ino... Ino inta maaf... Ino idak nakal lagi... hiks..." suara cicitan anak itu terdengar sangat memilukan.

Mina merasakan matanya memanas. Sifat aslinya yang tidak tegaan langsung bergejolak. Persetan dengan image Alicia yang angkuh dan kejam, persetan dengan risiko orang lain curiga kalau dia kerasukan. Dia tidak akan membiarkan anak ini ketakutan lagi.

Mina berjalan mendekat dengan langkah sepelan mungkin, lalu berlutut di atas lantai di hadapan anak itu.

"Hei... Gino?" panggil Mina dengan nada suara paling lembut yang bisa dia keluarkan.

Mendengar suara yang tidak biasa dia dengar, anak itu, Gino perlahan mengangkat kepalanya. Matanya yang bulat besar digenangi air mata, menatap Mina dengan pandangan penuh horor dan trauma. Dia bergeser mundur sampai punggungnya menempel erat pada dinding.

"N-Nyonya..." bisik Gino terbata-bata, badannya masih gemetar.

Mina tersenyum manis, senyuman tulus yang belum pernah Alicia berikan seumur hidupnya.

"Gino, jangan takut. Mama... eh, Tante... maksudnya, aku gak bakal pukul kamu kok." Mina agak bingung harus menyebut dirinya apa, mengingat dia adalah ibu tiri.

Gino berkedip, air matanya menetes ke pipinya yang tembam. Dia tampak sangat bingung melihat perubahan drastis dari wanita yang biasanya selalu menatapnya dengan pandangan benci dan jijik.

"N-Nyonya idak malah?" tanya Gino cadel.

"Nggak, sayang. Mama gak marah sama sekali," ucap Mina, hatinya meleleh melihat betapa lucunya anak ini meskipun sedang ketakutan.

Mina perlahan mengulurkan tangannya, bergerak sangat lambat agar tidak mengejutkan Gino. Ketika tangannya menyentuh puncak kepala Gino, anak itu sempat memejamkan mata erat-erat, mengira dia akan dijambak. Namun, saat yang dia rasakan adalah usapan lembut yang menenangkan di rambutnya, Gino membuka matanya kembali dengan tatapan tidak percaya.

"Mulai hari ini, gak bakal ada yang pukul Gino lagi. Oke?" kata Mina, menatap lurus ke dalam mata bulat anak itu.

"Mama minta maaf ya atas semua kesalahan Mama yang dulu. Sekarang, kita temenan, yuk?"

Gino masih menatap Mina dengan sisa-sisa kewaspadaan, namun usapan lembut di kepalanya membuat tubuh mungilnya perlahan berhenti bergetar. Pikiran aneh di dalam diri Mina perlahan mengikis, digantikan oleh tekad yang kuat. Dia mungkin tidak masuk ke dunia komik fantasi romantis yang indah, dan dia mungkin terjebak di tubuh seorang ibu tiri yang dibenci. Tapi di sini, di dunia modern ini, Mina bersumpah akan menggunakan kesempatan kedua ini untuk melindungi anak tak berdosa ini dan mengubah takdir buruk yang membayangi mereka.

Terpopuler

Comments

Ita Putri

Ita Putri

perasaan tadi Sarah bilang" apa perlu saya panggilkan tabib kerajaan nyonya"
begitu deh😄

2026-08-11

1

Combat 2003

Combat 2003

🤣🤣🤣🤣baru Nemu yg lucu

2026-07-14

1

mimief

mimief

demi masa depan yg lebih cerah
semangat

2026-07-31

0

lihat semua
Episodes
1 Awal Mula Transmigrasi
2 Mencoba Dekat
3 Gino yang Malang
4 Aku Sudah Membunuh Putramu!
5 Pria Tampan yang Berbahaya
6 Drama Kolosal Mina
7 Sebungkus Nasi Padang
8 Perkara Bra Kekecilan
9 Akhirnya Gino Pulang
10 Celana Dalam Pink Berenda
11 Solo Ria Arsenio
12 Mimpi Basah
13 Siaran Langsung Mina
14 Quality Time with Gino
15 Pikiran Kotor Arsenio
16 Bukan Mimpi Lagi
17 Mina dan Pikiran Kotornya
18 Sikap dan Tindakan yang Berbeda
19 Masa Depan Setelah Cerai
20 Panggil Aku Mina
21 Kenalan Dengan Cowok Ganteng
22 Dinner Bersama
23 Keluarga Harmonis
24 Telpon di Lift
25 Kau Tampar Aku ya Ku Tampar Balik!
26 Aku Adalah Jalang Anakmu Ibu Mertua
27 Sepertinya Saya Tertarik Padamu?
28 Kemarin Ibunya Sekarang Anaknya!
29 Selingkuh Depan Mata!
30 Tuduhan Selingkuh!
31 Pilih Papa Atau Mama!
32 Alasan Tidak Masuk Akal
33 Live VS Kepanikan Mina
34 Ternyata Istriku Terkenal
35 Dilema
36 Arsenio Mabuk
37 Kuras Uang Arsenio
38 Sarapan Pagi yang Hangat
39 Bertemu Fans
40 Perasaan Berdebar
41 Perhatian Kecil
42 Arsenio yang Membingungkan!
43 Siapa Kamu Sebenernya?
44 PENGUMUMAN!!
45 Penyusup di Pagi Buta
46 Arsenio Berulah Lagi
47 Cemburu Sama Anak Sendiri
48 Curhat dengan Asisten
49 Ada Apa dengan Arsenio?
50 Hanya Rasa Kasihan!
51 Sakit Tapi Tetap Mesum!
52 Arsenio Super Manja
53 Cemburu Lagi!
54 Hampir Ketahuan Siapa Suami Mina
55 Ibu Kandung Gino?
56 Mina Mode Singa
57 Mina Dengan Pikirannya
58 Ternyata Wanita itu Ibu Kandung Gino
59 Provokasi Edward 1
60 Aku Tertarik Pada Istrimu Arsenio
61 Kantor Arsenio
62 Terimakasih Telah Membela Gino
63 Memancing Ikan
64 Ikannya Terpancing
65 Bermain di Kantor
66 Terlalu Besar Mas Arsen!
67 Panggil Aku Mina
68 Gempur Habis-habisan
69 Berakhir Diinfus
70 Siapa Mina?
71 Masa Lalu Arsenio dengan Elena
72 Like Father Like Son
73 Pensiunan Janda yang Gagal Total!
74 Rumah Baru
75 Syarat Izin Keluar
76 Kedatangan Elena
77 Ancaman Bunuh Diri Elena
78 Arsenio Mode Manja
79 Bertemu Kendrick
80 Bertemu Sampah
81 Di Buang Gino!
82 Cerita sebelum Tidur
83 Cerita yang Berakhir Saling Memuaskan
84 Pagi Yang Damai
85 Provokasi Edward 2
86 Dibalik Sikap Tenang Kevin
87 Edward Runtuh!
88 Hari Pertama Gino Sekolah
89 Drama Mina Saat Di sekolah
90 Gino di culik?!
91 Ternyata Penculiknya Adalah
92 Gino, Edward dan Mayat
93 Ruangan Kematian
94 Penyelamatan Gino
95 Perintah Pembantaian Edward
96 Hukuman Untuk Edward
97 Akhir Dari Edward
98 Penyesalan Terbesar Arsenio
99 Duo Racun Tikus
100 Suara Gino Keluar
101 Kehebohan Jessica
102 Alasan Tidak Ingin Hamil
103 Mari Kita Buat Adik Untuk Gino
104 Tugas Utama Arsenio
105 Kehidupan Yang Manis
106 NOVEL BARU LAGI!
107 Pagi Yang Riweh (Bonus Chapter)
108 Arsenio yang Menyebalkan (Bonus Chapter)
109 Debat Ayah dan Anak (Bonus Chapter)
110 Gangguan Geo Ditengah Malam (Bonus Chapter)
111 Hamil Lagi? (Bonus Chapter)
112 Adik Baru Untuk Gino dan Geo (Bonus Chapter)
113 Ada Apa Dengan Geo? (Bonus Chapter)
114 Deeptalk (Bonus Chapter)
115 Obrolan Geo dan Mama Mina (Bonus Chapter)
116 Terasa Lengkap (Bonus Chapter)
117 Novel Baru!!
118 NOVEL BARU LAGI!!
Episodes

Updated 118 Episodes

1
Awal Mula Transmigrasi
2
Mencoba Dekat
3
Gino yang Malang
4
Aku Sudah Membunuh Putramu!
5
Pria Tampan yang Berbahaya
6
Drama Kolosal Mina
7
Sebungkus Nasi Padang
8
Perkara Bra Kekecilan
9
Akhirnya Gino Pulang
10
Celana Dalam Pink Berenda
11
Solo Ria Arsenio
12
Mimpi Basah
13
Siaran Langsung Mina
14
Quality Time with Gino
15
Pikiran Kotor Arsenio
16
Bukan Mimpi Lagi
17
Mina dan Pikiran Kotornya
18
Sikap dan Tindakan yang Berbeda
19
Masa Depan Setelah Cerai
20
Panggil Aku Mina
21
Kenalan Dengan Cowok Ganteng
22
Dinner Bersama
23
Keluarga Harmonis
24
Telpon di Lift
25
Kau Tampar Aku ya Ku Tampar Balik!
26
Aku Adalah Jalang Anakmu Ibu Mertua
27
Sepertinya Saya Tertarik Padamu?
28
Kemarin Ibunya Sekarang Anaknya!
29
Selingkuh Depan Mata!
30
Tuduhan Selingkuh!
31
Pilih Papa Atau Mama!
32
Alasan Tidak Masuk Akal
33
Live VS Kepanikan Mina
34
Ternyata Istriku Terkenal
35
Dilema
36
Arsenio Mabuk
37
Kuras Uang Arsenio
38
Sarapan Pagi yang Hangat
39
Bertemu Fans
40
Perasaan Berdebar
41
Perhatian Kecil
42
Arsenio yang Membingungkan!
43
Siapa Kamu Sebenernya?
44
PENGUMUMAN!!
45
Penyusup di Pagi Buta
46
Arsenio Berulah Lagi
47
Cemburu Sama Anak Sendiri
48
Curhat dengan Asisten
49
Ada Apa dengan Arsenio?
50
Hanya Rasa Kasihan!
51
Sakit Tapi Tetap Mesum!
52
Arsenio Super Manja
53
Cemburu Lagi!
54
Hampir Ketahuan Siapa Suami Mina
55
Ibu Kandung Gino?
56
Mina Mode Singa
57
Mina Dengan Pikirannya
58
Ternyata Wanita itu Ibu Kandung Gino
59
Provokasi Edward 1
60
Aku Tertarik Pada Istrimu Arsenio
61
Kantor Arsenio
62
Terimakasih Telah Membela Gino
63
Memancing Ikan
64
Ikannya Terpancing
65
Bermain di Kantor
66
Terlalu Besar Mas Arsen!
67
Panggil Aku Mina
68
Gempur Habis-habisan
69
Berakhir Diinfus
70
Siapa Mina?
71
Masa Lalu Arsenio dengan Elena
72
Like Father Like Son
73
Pensiunan Janda yang Gagal Total!
74
Rumah Baru
75
Syarat Izin Keluar
76
Kedatangan Elena
77
Ancaman Bunuh Diri Elena
78
Arsenio Mode Manja
79
Bertemu Kendrick
80
Bertemu Sampah
81
Di Buang Gino!
82
Cerita sebelum Tidur
83
Cerita yang Berakhir Saling Memuaskan
84
Pagi Yang Damai
85
Provokasi Edward 2
86
Dibalik Sikap Tenang Kevin
87
Edward Runtuh!
88
Hari Pertama Gino Sekolah
89
Drama Mina Saat Di sekolah
90
Gino di culik?!
91
Ternyata Penculiknya Adalah
92
Gino, Edward dan Mayat
93
Ruangan Kematian
94
Penyelamatan Gino
95
Perintah Pembantaian Edward
96
Hukuman Untuk Edward
97
Akhir Dari Edward
98
Penyesalan Terbesar Arsenio
99
Duo Racun Tikus
100
Suara Gino Keluar
101
Kehebohan Jessica
102
Alasan Tidak Ingin Hamil
103
Mari Kita Buat Adik Untuk Gino
104
Tugas Utama Arsenio
105
Kehidupan Yang Manis
106
NOVEL BARU LAGI!
107
Pagi Yang Riweh (Bonus Chapter)
108
Arsenio yang Menyebalkan (Bonus Chapter)
109
Debat Ayah dan Anak (Bonus Chapter)
110
Gangguan Geo Ditengah Malam (Bonus Chapter)
111
Hamil Lagi? (Bonus Chapter)
112
Adik Baru Untuk Gino dan Geo (Bonus Chapter)
113
Ada Apa Dengan Geo? (Bonus Chapter)
114
Deeptalk (Bonus Chapter)
115
Obrolan Geo dan Mama Mina (Bonus Chapter)
116
Terasa Lengkap (Bonus Chapter)
117
Novel Baru!!
118
NOVEL BARU LAGI!!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!