Aku Sudah Membunuh Putramu!

Sesampainya di rumah sakit, suasana mendadak menjadi sangat sibuk. Beberapa perawat dan dokter jaga langsung berhamburan menghampiri Mina yang turun dari mobil sambil mendekap erat tubuh Gino. Bocah itu segera dilarikan ke ruang instalasi gawat darurat (IGD) untuk mendapatkan penanganan medis yang cepat.

​Mina dipaksa menunggu di luar ruangan. Dia duduk di kursi tunggu koridor rumah sakit dengan wajah pucat pasi dan keringat dingin yang terus bercucuran membasahi pelipisnya. Dadanya masih naik-turun, berdegup kencang karena sisa kepanikan yang teramat sangat. Saat emosinya mulai sedikit mereda, barulah Mina menyadari pandangan orang-orang di sekitarnya.

​Mina menunduk, menatap penampilannya sendiri. Dia menelan ludah, baru sadar kalau dirinya sama sekali tidak menggunakan alas kaki sejak berlari dari penthouse tadi. Telapak kakinya yang mulus kini kotor terkena debu jalanan. Bukan hanya itu, pakaian yang melekat di tubuhnya saat ini hanyalah selembar daster katun tipis bermotif bunga-bunga kecil yang agak pudar.

​Kemarin, Mina terpaksa membongkar seisi lemari besar milik Alicia demi mencari pakaian yang normal. Sialnya, semua pakaian selebgram itu kalau tidak terlalu terbuka, ketatnya minta ampun, atau gaun pesta berlapis brokat yang sangat tidak nyaman untuk dipakai rebahan di kamar. Hanya daster tipis ini yang entah didapat dari mana, mungkin bonus belanjaan atau dibeli karena iseng yang paling tertutup dan nyaman, meskipun ukurannya agak pas-pasan di tubuh sintal Alicia.

​Di dalam kantong daster tipis itulah, Mina menyadari ponsel milik Alicia masih terselip dengan aman.

​Beberapa perawat dan pengunjung rumah sakit yang lewat di depan Mina menatapnya dengan pandangan prihatin sekaligus heran. Di mata mereka, wanita secantik dewi dengan tubuh seksi ini terlihat seperti seorang ibu yang begitu mengkhawatirkan anaknya hingga tidak sempat memikirkan penampilannya sendiri.

​"Nyonya?" seorang dokter paruh baya keluar dari ruang IGD, membuat Mina langsung melompat berdiri dari kursinya.

​"Iya, Dok! Gimana keadaan anak saya? Gino gak apa-apa, kan?" tanya Mina bertubi-tubi, sifat aslinya yang sembrono dan tidak tegaan membuatnya melupakan tata krama formal sejenak.

​Dokter itu menghela napas, memasang ekspresi wajah yang cukup serius.

"Putra Anda sudah melewati masa kritisnya. Namun, dari hasil pemeriksaan awal, dia harus menjalani rawat inap untuk observasi lebih lanjut. Putra Anda diduga kuat mengalami keracunan makanan akut. Tubuhnya menolak sesuatu yang dia konsumsi hingga memicu muntah hebat." jelas dokter itu prihatin.

​Mina mengepalkan tangannya kuat-kuat. Rahangnya mengeras. Keracunan makanan? Fix, ini pasti ulah tiga pelayan dajjal yang ngasih makanan basi itu! batin Mina murka.

​"Lalu, Dok, hidungnya yang mimisan itu kenapa? Darahnya banyak banget tadi," tanya Mina lagi, suaranya agak bergetar.

​"Oh, kalau untuk mimisannya, itu karena pecahnya pembuluh darah tipis di hidung akibat perubahan suhu ruangan yang terlalu ekstrem dan mendadak, ditambah kondisi fisiknya yang memang sedang drop akibat keracunan. Entah apa yang terjadi di kamarnya sebelum ini, tapi hal itu memicu gejalanya menjadi lebih buruk," jelas sang dokter.

​Mina menarik napas dalam-dalam, mencoba meredam amarahnya yang hampir meledak di depan dokter.

"Baik, Dok. Makasih banyak." ucap Mina tulus.

"Lihat aja nanti, bakal gue didik itu pelayan-pelayan kurang ajar," gumam Mina di akhir kalimat dengan nada mendesis pelan.

​Setelah dipindahkan ke ruang rawat inap kelas VIP, suasana menjadi jauh lebih tenang. Mina duduk di kursi samping ranjang pasien, matanya tidak lepas menatap tubuh mungil Gino yang sedang terlelap. Setitik air mata kembali jatuh di pipi Mina.

​Bocah berusia tiga tahun itu kini harus menggunakan tabung oksigen dengan selang kecil yang melingkari hidungnya. Yang paling membuat hati Mina teriris adalah melihat tangan mungil Gino yang dipasangi jarum infus, dibalut perban putih agar tidak bergeser.

​Mina perlahan meraih tangan mungil Gino, menggenggamnya dengan sangat hati-hati seolah bocah itu terbuat dari kaca yang mudah pecah.

"Gino... maafin Mama ya. Dulu waktu di dunia asli, gue disuntik vitamin aja udah mau nangis bombay, lah ini kamu sekecil ini harus ngerasain jarum infus segede itu," bisik Mina dengan nada sedih, sifat cerianya mendadak hilang tak bersisa digantikan rasa keibuan yang tulus.

​Mina mengedarkan pandangannya ke sekeliling kamar VIP yang luas namun terasa sangat sepi dan dingin. Tidak ada satu pun orang yang datang menjenguk. Tidak ada keluarga, tidak ada kerabat, dan yang paling parah, tidak ada tanda-tanda kehadiran ayah kandung Gino.

​Mina mendengus sinis. Dia tiba-tiba teringat ponsel di kantong dasternya. Dengan cepat, dia merogoh ponsel tersebut dan membukanya. Mina segera membuka aplikasi kontak, mengetik kata kunci 'Suami' di kolom pencarian. Sesaat kemudian, sebuah nama kontak muncul di layar dan sukses membuat Mina bergidik ngeri sekaligus geli.

​"Suamiku sayangg💓"

​"Iuh... najis banget yang namain kontak ini," gumam Mina merinding.

"Palingan si Alicia asli manggil sayang cuma karena ngincer duitnya atau karena mukanya yang ganteng. Dasar cewek matre." hina nya pada pemilik tubuh.

​Mina mencoba mengingat-ingat sisa potongan memori yang ada. Seingatnya, hubungan Alicia dan Tuan Arsenio ini sama sekali tidak didasari oleh cinta yang sehat. Hubungan mereka berdua tidak seperti suami istri normal pada umumnya. Alicia yang licik sengaja menjebak Arsenio dalam suatu skandal malam yang terencana, hingga akhirnya Arsenio terpaksa menikahi wanita itu demi menjaga nama baik keluarga dan perusahaannya.

​Sementara itu, dari gosip-gosip hangat yang beredar di kalangan pelayan yang sempat Mina dengar samar-samar, ibu kandung Gino yang asli dikabarkan kabur ke luar negeri bersama selingkuhannya tak lama setelah melahirkan Gino.

​Mina menatap wajah Gino yang pucat, lalu mengusap pipi tembam bocah itu dengan ibu jarinya.

"Nasib lo tragis banget sih, cil. Lebih tragis dari hidup gue yang cuman jadi babu kafe. Udah ditinggal ibu kandung yang gak bener, bapaknya gak peduli, terus malah dapet ibu tiri titisan dajjal kayak Alicia asli. Menyedihkan banget hidup lo, Gino..."

​Rasa keadilan di dalam jiwa Mina bergejolak. Dia tidak bisa membiarkan situasi ini terus berlanjut. Mina memutuskan untuk menekan tombol panggil pada kontak "Suamiku sayangg💓" tersebut.

​Tut... Tut... Tut...

​Panggilan pertama tidak diangkat. Mina mengembuskan napas berat, lalu mencoba mendial nomor itu untuk kedua kalinya. Tetap sama, hanya suara operator yang menjawab. Ketiga kalinya, panggilan Mina langsung dialihkan, menandakan nomornya sengaja ditolak atau sibuk.

​Mina yang dasarnya memiliki sumbu pendek dan sifat sembrono langsung merasa kepalanya berasap. Emosinya yang sempat tertahan karena memikirkan kondisi Gino kini kembali naik ke ubun-ubun. Dia mengetik sebuah pesan teks di aplikasi WhatsApp dengan jari yang bergerak cepat dan penuh penekanan.

​"Aku sudah membunuh putramu."

​Klik. Kirim.

​Mina melempar ponselnya ke atas meja nakas di samping ranjang dengan napas memburu.

"Biarin lu panik! Rasain! Bapak macam apa yang gak bisa dihubungin saat anaknya sekarat?!" omel Mina ketus.

​Benar saja, efek dari pesan singkat bin ekstrem itu langsung bekerja seperti sihir. Tidak sampai satu menit berlalu, ponsel di atas nakas tiba-tiba berdering dengan sangat nyaring. Layar ponsel menampilkan nama "Suamiku sayangg💓" yang melakukan panggilan video.

​Mina menatap layar ponsel itu dengan senyuman sinis. Alih-alih merasa takut atau buru-buru mengangkatnya, Mina justru mendengus meremehkan. Kepalanya sudah terlanjur dipenuhi rasa marah yang luar biasa besar terhadap pria tidak bertanggung jawab itu.

​"Oh, sekarang baru lu kelabakan? Baru lu nyariin?" cicit Mina sengit.

​Tanpa ragu sedikit pun, Mina meraih ponselnya, lalu dengan satu gerakan tegas, dia menolak panggilan tersebut. Tidak sampai di situ, dengan sifatnya yang impulsif dan sembrono saat emosi, Mina langsung menekan opsi pengaturan kontak, lalu mengetuk tombol 'Blokir Nomor Ini'.

​"Mampus lu! Gak usah hubungin gue lagi! Cari tahu sendiri anak lu di rumah sakit mana!" seru Mina puas setelah memblokir nomor suaminya sendiri.

​Mina melemparkan kembali ponselnya ke atas meja. Dia tahu tindakannya ini sangat nekat dan mungkin akan membuat kondisinya yang sudah kacau menjadi berkali-kali lipat lebih rumit nanti. Tuan Arsenio pasti akan mengamuk besar atau bahkan langsung pulang membawa polisi untuk menangkapnya atas dugaan pembunuhan. Tapi saat ini, Mina terlalu muak dan marah untuk memikirkan konsekuensi masa depan. Fokus utamanya sekarang hanyalah menjaga Gino sampai bocah itu membuka matanya kembali.

Terpopuler

Comments

Siti Solikah

Siti Solikah

kok wa gitu to Mina,nanti kalau kamu dimasukkan ke penjara terus gimana nasib gino

2026-07-13

0

lihat semua
Episodes
1 Awal Mula Transmigrasi
2 Mencoba Dekat
3 Gino yang Malang
4 Aku Sudah Membunuh Putramu!
5 Pria Tampan yang Berbahaya
6 Drama Kolosal Mina
7 Sebungkus Nasi Padang
8 Perkara Bra Kekecilan
9 Akhirnya Gino Pulang
10 Celana Dalam Pink Berenda
11 Solo Ria Arsenio
12 Mimpi Basah
13 Siaran Langsung Mina
14 Quality Time with Gino
15 Pikiran Kotor Arsenio
16 Bukan Mimpi Lagi
17 Mina dan Pikiran Kotornya
18 Sikap dan Tindakan yang Berbeda
19 Masa Depan Setelah Cerai
20 Panggil Aku Mina
21 Kenalan Dengan Cowok Ganteng
22 Dinner Bersama
23 Keluarga Harmonis
24 Telpon di Lift
25 Kau Tampar Aku ya Ku Tampar Balik!
26 Aku Adalah Jalang Anakmu Ibu Mertua
27 Sepertinya Saya Tertarik Padamu?
28 Kemarin Ibunya Sekarang Anaknya!
29 Selingkuh Depan Mata!
30 Tuduhan Selingkuh!
31 Pilih Papa Atau Mama!
32 Alasan Tidak Masuk Akal
33 Live VS Kepanikan Mina
34 Ternyata Istriku Terkenal
35 Dilema
36 Arsenio Mabuk
37 Kuras Uang Arsenio
38 Sarapan Pagi yang Hangat
39 Bertemu Fans
40 Perasaan Berdebar
41 Perhatian Kecil
42 Arsenio yang Membingungkan!
43 Siapa Kamu Sebenernya?
44 PENGUMUMAN!!
45 Penyusup di Pagi Buta
46 Arsenio Berulah Lagi
47 Cemburu Sama Anak Sendiri
48 Curhat dengan Asisten
49 Ada Apa dengan Arsenio?
50 Hanya Rasa Kasihan!
51 Sakit Tapi Tetap Mesum!
52 Arsenio Super Manja
53 Cemburu Lagi!
54 Hampir Ketahuan Siapa Suami Mina
55 Ibu Kandung Gino?
56 Mina Mode Singa
57 Mina Dengan Pikirannya
58 Ternyata Wanita itu Ibu Kandung Gino
59 Provokasi Edward 1
60 Aku Tertarik Pada Istrimu Arsenio
61 Kantor Arsenio
62 Terimakasih Telah Membela Gino
63 Memancing Ikan
64 Ikannya Terpancing
65 Bermain di Kantor
66 Terlalu Besar Mas Arsen!
67 Panggil Aku Mina
68 Gempur Habis-habisan
69 Berakhir Diinfus
70 Siapa Mina?
71 Masa Lalu Arsenio dengan Elena
72 Like Father Like Son
73 Pensiunan Janda yang Gagal Total!
74 Rumah Baru
75 Syarat Izin Keluar
76 Kedatangan Elena
77 Ancaman Bunuh Diri Elena
78 Arsenio Mode Manja
79 Bertemu Kendrick
80 Bertemu Sampah
81 Di Buang Gino!
82 Cerita sebelum Tidur
83 Cerita yang Berakhir Saling Memuaskan
84 Pagi Yang Damai
85 Provokasi Edward 2
86 Dibalik Sikap Tenang Kevin
87 Edward Runtuh!
88 Hari Pertama Gino Sekolah
89 Drama Mina Saat Di sekolah
90 Gino di culik?!
91 Ternyata Penculiknya Adalah
92 Gino, Edward dan Mayat
93 Ruangan Kematian
94 Penyelamatan Gino
95 Perintah Pembantaian Edward
96 Hukuman Untuk Edward
97 Akhir Dari Edward
98 Penyesalan Terbesar Arsenio
99 Duo Racun Tikus
100 Suara Gino Keluar
101 Kehebohan Jessica
102 Alasan Tidak Ingin Hamil
103 Mari Kita Buat Adik Untuk Gino
104 Tugas Utama Arsenio
105 Kehidupan Yang Manis
106 NOVEL BARU LAGI!
107 Pagi Yang Riweh (Bonus Chapter)
108 Arsenio yang Menyebalkan (Bonus Chapter)
109 Debat Ayah dan Anak (Bonus Chapter)
110 Gangguan Geo Ditengah Malam (Bonus Chapter)
111 Hamil Lagi? (Bonus Chapter)
112 Adik Baru Untuk Gino dan Geo (Bonus Chapter)
113 Ada Apa Dengan Geo? (Bonus Chapter)
114 Deeptalk (Bonus Chapter)
115 Obrolan Geo dan Mama Mina (Bonus Chapter)
116 Terasa Lengkap (Bonus Chapter)
117 Novel Baru!!
118 NOVEL BARU LAGI!!
Episodes

Updated 118 Episodes

1
Awal Mula Transmigrasi
2
Mencoba Dekat
3
Gino yang Malang
4
Aku Sudah Membunuh Putramu!
5
Pria Tampan yang Berbahaya
6
Drama Kolosal Mina
7
Sebungkus Nasi Padang
8
Perkara Bra Kekecilan
9
Akhirnya Gino Pulang
10
Celana Dalam Pink Berenda
11
Solo Ria Arsenio
12
Mimpi Basah
13
Siaran Langsung Mina
14
Quality Time with Gino
15
Pikiran Kotor Arsenio
16
Bukan Mimpi Lagi
17
Mina dan Pikiran Kotornya
18
Sikap dan Tindakan yang Berbeda
19
Masa Depan Setelah Cerai
20
Panggil Aku Mina
21
Kenalan Dengan Cowok Ganteng
22
Dinner Bersama
23
Keluarga Harmonis
24
Telpon di Lift
25
Kau Tampar Aku ya Ku Tampar Balik!
26
Aku Adalah Jalang Anakmu Ibu Mertua
27
Sepertinya Saya Tertarik Padamu?
28
Kemarin Ibunya Sekarang Anaknya!
29
Selingkuh Depan Mata!
30
Tuduhan Selingkuh!
31
Pilih Papa Atau Mama!
32
Alasan Tidak Masuk Akal
33
Live VS Kepanikan Mina
34
Ternyata Istriku Terkenal
35
Dilema
36
Arsenio Mabuk
37
Kuras Uang Arsenio
38
Sarapan Pagi yang Hangat
39
Bertemu Fans
40
Perasaan Berdebar
41
Perhatian Kecil
42
Arsenio yang Membingungkan!
43
Siapa Kamu Sebenernya?
44
PENGUMUMAN!!
45
Penyusup di Pagi Buta
46
Arsenio Berulah Lagi
47
Cemburu Sama Anak Sendiri
48
Curhat dengan Asisten
49
Ada Apa dengan Arsenio?
50
Hanya Rasa Kasihan!
51
Sakit Tapi Tetap Mesum!
52
Arsenio Super Manja
53
Cemburu Lagi!
54
Hampir Ketahuan Siapa Suami Mina
55
Ibu Kandung Gino?
56
Mina Mode Singa
57
Mina Dengan Pikirannya
58
Ternyata Wanita itu Ibu Kandung Gino
59
Provokasi Edward 1
60
Aku Tertarik Pada Istrimu Arsenio
61
Kantor Arsenio
62
Terimakasih Telah Membela Gino
63
Memancing Ikan
64
Ikannya Terpancing
65
Bermain di Kantor
66
Terlalu Besar Mas Arsen!
67
Panggil Aku Mina
68
Gempur Habis-habisan
69
Berakhir Diinfus
70
Siapa Mina?
71
Masa Lalu Arsenio dengan Elena
72
Like Father Like Son
73
Pensiunan Janda yang Gagal Total!
74
Rumah Baru
75
Syarat Izin Keluar
76
Kedatangan Elena
77
Ancaman Bunuh Diri Elena
78
Arsenio Mode Manja
79
Bertemu Kendrick
80
Bertemu Sampah
81
Di Buang Gino!
82
Cerita sebelum Tidur
83
Cerita yang Berakhir Saling Memuaskan
84
Pagi Yang Damai
85
Provokasi Edward 2
86
Dibalik Sikap Tenang Kevin
87
Edward Runtuh!
88
Hari Pertama Gino Sekolah
89
Drama Mina Saat Di sekolah
90
Gino di culik?!
91
Ternyata Penculiknya Adalah
92
Gino, Edward dan Mayat
93
Ruangan Kematian
94
Penyelamatan Gino
95
Perintah Pembantaian Edward
96
Hukuman Untuk Edward
97
Akhir Dari Edward
98
Penyesalan Terbesar Arsenio
99
Duo Racun Tikus
100
Suara Gino Keluar
101
Kehebohan Jessica
102
Alasan Tidak Ingin Hamil
103
Mari Kita Buat Adik Untuk Gino
104
Tugas Utama Arsenio
105
Kehidupan Yang Manis
106
NOVEL BARU LAGI!
107
Pagi Yang Riweh (Bonus Chapter)
108
Arsenio yang Menyebalkan (Bonus Chapter)
109
Debat Ayah dan Anak (Bonus Chapter)
110
Gangguan Geo Ditengah Malam (Bonus Chapter)
111
Hamil Lagi? (Bonus Chapter)
112
Adik Baru Untuk Gino dan Geo (Bonus Chapter)
113
Ada Apa Dengan Geo? (Bonus Chapter)
114
Deeptalk (Bonus Chapter)
115
Obrolan Geo dan Mama Mina (Bonus Chapter)
116
Terasa Lengkap (Bonus Chapter)
117
Novel Baru!!
118
NOVEL BARU LAGI!!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!