Pria Tampan yang Berbahaya

Mina membuka matanya yang terasa perih. Dia sudah terbangun untuk kesekian kalinya, sementara Gino masih setia dengan tidur lelapnya di atas ranjang rumah sakit. Sebenarnya, beberapa jam yang lalu bocah itu sempat sadar. Kejadian tadi benar-benar menguras emosi dan air mata Mina sampai rasanya dia mau dehidrasi.

​Saat Gino pertama kali membuka mata pasca-kritis, dia langsung menatap Mina. Awalnya, binar ketakutan itu masih ada, tetapi sedetik kemudian, raut wajah Gino berubah drastis menjadi seperti seorang anak yang ingin mengadu karena telah dizalimi. Air mata bocah itu menetes deras tanpa suara, membuat Mina panik setengah mati.

​"Eh, Gino? Kenapa sayang? Ada yang sakit?" tanya Mina panik, langsung mendekatkan wajahnya.

​Tanpa diduga, Gino tiba-tiba bangkit seolah mengerahkan seluruh tenaga tersisanya. Dia langsung menubruk dan memeluk erat leher Mina seolah-olah sedang meminta pertolongan dari monster yang mengejarnya. Saking hebatnya gerakan mendadak Gino untuk memeluk sang ibu tiri, jarum infus di punggung tangan mungilnya sampai terlepas dan meneteskan darah.

​"M-Mama... hiks... akit... Ino akit..." Gino menangis sesenggukan di dalam dekapan Mina, mencengkeram daster tipis wanita itu dengan sangat erat.

​Mina yang memang dasarnya memiliki hati selembut Hello Kitty langsung melupakan fakta bahwa dia berada di tubuh orang lain. Jiwa penyayangnya meronta. Air mata Mina ikut tumpah ruah begitu saja. Dia membalas pelukan Gino tidak kalah erat, mengusap punggung bergetar bocah itu dengan penuh kasih sayang.

​"Iya sayang, Mama di sini... Maafin Mama ya... Huhu, jangan nangis lagi, nanti Mama ikutan sesak napas," ratap Mina.

​Akhirnya, drama adu tangis pun terjadi. Keduanya saling menangis meraung-raung di dalam ruangan VIP itu. Mina meratapi nasib tragis Gino, sementara Gini menangis karena menumpahkan seluruh rasa sakit yang dipendamnya sendiri selama ini. Beberapa perawat bahkan sempat masuk dengan panik untuk membenarkan posisi jarum infus Gino yang lepas, sembari menatap heran ke arah ibu dan anak yang sedang menangis berjamaah tersebut.

​Setelah merasa lebih tenang, Gino perlahan melepaskan pelukannya. Sisa-sisa ketakutan kembali melintas di mata bulatnya saat menyadari dia baru saja memeluk wanita yang biasanya menyiksanya. Melihat perubahan itu, Mina buru-buru mengangkat kedua tangannya di udara, memasang wajah sejinak mungkin.

​"Tenang, Gino. Mama gak marah. Suer, dua rius deh! Mama gak bakal pukul atau cubit Gino lagi," ujar Mina meyakinkan, mencoba mencairkan suasana dengan sifat cerianya.

​Setelah itu, terjadilah interaksi yang cukup menguras otak di antara mereka berdua. Gino berbicara dengan keterbatasan kata khas anak berusia tiga tahun, ditambah suaranya yang cadel dan sesenggukan. Mina harus memutar otak dan mengartikan kata-kata Gino dengan susah payah. Biar bagaimanapun, untuk anak seusianya, kosakata Gino sebenarnya sudah cukup banyak, hanya saja pengucapan hurufnya banyak yang meleset.

​Dari kalimat-kalimat membingungkan Gino seperti, "Bi Nah akal... ancap-ancap angan Ino... Bubul acem...", Mina menarik kesimpulan yang membuat darahnya kembali mendidih.

Mina segera memeriksa lengan Gino, dan benar saja, ada bekas memerah kebiruan akibat cubitan baru di sana. Itu jelas bukan cubitan dari tubuh Alicia yang sekarang, karena selama seminggu ini Mina sama sekali tidak melakukan banyak interaksi fisik dengan Gino, dia hanya mengawasi bocah itu dari kejauhan karena takut bikin trauma. Sudah pasti, tiga pelayan biadab di penthouse itulah pelakunya! Mereka sengaja menyiksa Gino secara fisik dan verbal saat Alicia sedang tidak melihat atau pura-pura tidak tahu.

​"Awas aja lu bertiga, pulang dari sini gue bikin lu pada jadi perkedel," umpat Mina dalam hati dengan dendam membara.

​Setelah disuapi makanan bubur hambar sesuai standar rumah sakit khusus untuk pasien keracunan oleh Mina, Gino akhirnya kembali tertidur pulas karena efek obat.

​Mina menghela napas panjang, menyandarkan punggungnya di sofa dekat ranjang. Perutnya tiba-tiba berbunyi nyaring. Dia lapar, sangat lapar karena sejak siang belum kemasukan makanan sama sekali. Namun, tidak mungkin bagi Mina untuk meninggalkan bocil imut menggemaskan ini sendirian di kamar. Bagaimana jika Gino tiba-tiba terbangun lagi dan langsung menangis histeris karena tidak mendapati siapapun di ruangan ini? Trauma anak itu bisa makin parah.

​"Duh, lambung gue udah kayak lagi konser rock," bisik Mina sambil memegangi perutnya yang keroncongan.

"Tapi demi dedek gemes, gue tahan deh. Anggap aja lagi diet intermiten ala selebgram."

​Hari sudah semakin larut, jarum jam dinding sudah menunjukkan hampir tengah malam. Suasana rumah sakit menjadi sangat sunyi, membuat rasa bosan dan frustrasi Mina makin memuncak. Dia hanya bisa menatap ponselnya yang masih memblokir nomor suaminya.

​Di tengah-tengah kefrustrasian Mina yang sedang menahan lapar, tiba-tiba...

​BRAAAKKK!

​Pintu kamar rawat inap VIP itu dibuka dengan sangat kuat hingga menghantam dinding pembatas. Mina tersentak kaget, hampir saja melompat dari sofa. Beruntung, Gino sudah tidur terlalu pulas akibat pengaruh obat bius ringan, sehingga bocah itu tidak terbangun oleh suara hantaman pintu.

​Mina langsung berdiri, emosinya tersulut. Dia menatap marah ke arah pintu, siap menyemburkan sumpah serapah pada siapapun orang tidak sopan yang berani mengganggu ketenangan rumah sakit malam-malam begini.

"Woi! Punya tangan biasa aja dong, gak usah diruntuhin juga itu pin–"

​Kalimat Mina langsung tersangkut di tenggorokan. Amarahnya yang tadinya sudah sampai ke ubun-ubun mendadak menguap, hilang tak berbekas dalam sekejap mata.

​Di ambang pintu, berdiri seorang pria bertubuh tinggi tegap. Dia mengenakan setelan jas hitam formal yang sedikit berantakan, dasinya sudah dilonggarkan, dan rambut hitamnya agak acak-acakan seolah dia baru saja berlari kencang. Pria itu memiliki rahang yang tegas, hidung yang mancung sempurna seperti perosotan TK, dan bibir yang... oh my god, sangat cipokable! Setiap inci dari wajah dan proporsi tubuh pria ini benar-benar definisi kata perfect.

​Jiwa wibu dan pencinta cowok ganteng (cogan) nomor satu di dalam diri Mina langsung meronta-meronta hebat. Perlu diketahui, sebelum transmigrasi, riwayat pencarian Google di ponsel lama Mina isinya sangat memprihatinkan. Mayoritas pencariannya berkisar tentang: "Cowok ganteng anime drakor", "Cara menjadi cewek isekai dan mendapatkan harem ganteng", "Isekai jadi ratu dikelilingi cowok tampan", dan segala hal fiksi yang berkaitan dengan visual pria tampan.

​Melihat sosok di depannya, Mina sampai harus menahan diri agar air liurnya tidak menetes.

"Gila... ini mah visualnya melebihi karakter cowok gepeng di komik aplikasi hijau! Bapaknya Gino ganteng banget woi! Gak sia-sia gue transmigrasi kalau disuguhin makanan mata kayak gini tiap hari!" jerit Mina histeris di dalam hatinya, jiwa sembrononya kembali kumat di saat yang tidak tepat.

​Namun, fantasi indah Mina tentang cogan fiksi ilmiah langsung hancur berkeping-keping dalam hitungan detik.

​Pria itu melangkah masuk, dan aura di sekelilingnya mendadak berubah menjadi luar biasa mencekam dan dingin. Sepasang mata tajam milik pria itu menatap lurus ke arah Mina. Tatapan itu begitu menusuk, dipenuhi oleh kemarahan yang tertahan, kilat berbahaya, dan ketegasan yang mutlak. Rasanya seolah-olah pria itu siap mendepak Mina ke kutub utara saat itu juga.

​Mina langsung merinding disko. Sifat ceria dan asyiknya menciut seketika, digantikan oleh rasa takut yang luar biasa murni. Dia menelan ludahnya dengan susah payah, mendadak sadar kalau pria tampan di depannya ini adalah Tuan Arsenio, suami sah Alicia, sekaligus pria yang beberapa jam lalu dia kirimi pesan ancaman pembunuhan anak, lalu nomornya dia blokir tanpa rasa bersalah.

​Arsenio menutup pintu kamar dengan perlahan namun berbunyi klik yang tegas, lalu berjalan mendekat ke arah Mina dengan langkah yang mengintimidasi.

​"Alicia," suara bariton Narendra terdengar sangat rendah dan dingin, menggema di ruangan sunyi itu.

"Jelaskan padaku apa maksud dari pesan sialan mu itu, sebelum aku benar-benar kehilangan kesabaranku dan menjebloskan mu ke penjara malam ini juga."

Terpopuler

Comments

Siti Solikah

Siti Solikah

wah semoga Arsen nanti jadi bucin

2026-07-13

1

Desi Belitong

Desi Belitong

mina seperti diriku thor pecinta cogan🤭🤭

2026-08-11

0

Andrea

Andrea

tadi'y ikutan berkaca2 eh jdi ketawa gara2 kata nangis berjamaah🤣🤣🤣

2026-07-10

0

lihat semua
Episodes
1 Awal Mula Transmigrasi
2 Mencoba Dekat
3 Gino yang Malang
4 Aku Sudah Membunuh Putramu!
5 Pria Tampan yang Berbahaya
6 Drama Kolosal Mina
7 Sebungkus Nasi Padang
8 Perkara Bra Kekecilan
9 Akhirnya Gino Pulang
10 Celana Dalam Pink Berenda
11 Solo Ria Arsenio
12 Mimpi Basah
13 Siaran Langsung Mina
14 Quality Time with Gino
15 Pikiran Kotor Arsenio
16 Bukan Mimpi Lagi
17 Mina dan Pikiran Kotornya
18 Sikap dan Tindakan yang Berbeda
19 Masa Depan Setelah Cerai
20 Panggil Aku Mina
21 Kenalan Dengan Cowok Ganteng
22 Dinner Bersama
23 Keluarga Harmonis
24 Telpon di Lift
25 Kau Tampar Aku ya Ku Tampar Balik!
26 Aku Adalah Jalang Anakmu Ibu Mertua
27 Sepertinya Saya Tertarik Padamu?
28 Kemarin Ibunya Sekarang Anaknya!
29 Selingkuh Depan Mata!
30 Tuduhan Selingkuh!
31 Pilih Papa Atau Mama!
32 Alasan Tidak Masuk Akal
33 Live VS Kepanikan Mina
34 Ternyata Istriku Terkenal
35 Dilema
36 Arsenio Mabuk
37 Kuras Uang Arsenio
38 Sarapan Pagi yang Hangat
39 Bertemu Fans
40 Perasaan Berdebar
41 Perhatian Kecil
42 Arsenio yang Membingungkan!
43 Siapa Kamu Sebenernya?
44 PENGUMUMAN!!
45 Penyusup di Pagi Buta
46 Arsenio Berulah Lagi
47 Cemburu Sama Anak Sendiri
48 Curhat dengan Asisten
49 Ada Apa dengan Arsenio?
50 Hanya Rasa Kasihan!
51 Sakit Tapi Tetap Mesum!
52 Arsenio Super Manja
53 Cemburu Lagi!
54 Hampir Ketahuan Siapa Suami Mina
55 Ibu Kandung Gino?
56 Mina Mode Singa
57 Mina Dengan Pikirannya
58 Ternyata Wanita itu Ibu Kandung Gino
59 Provokasi Edward 1
60 Aku Tertarik Pada Istrimu Arsenio
61 Kantor Arsenio
62 Terimakasih Telah Membela Gino
63 Memancing Ikan
64 Ikannya Terpancing
65 Bermain di Kantor
66 Terlalu Besar Mas Arsen!
67 Panggil Aku Mina
68 Gempur Habis-habisan
69 Berakhir Diinfus
70 Siapa Mina?
71 Masa Lalu Arsenio dengan Elena
72 Like Father Like Son
73 Pensiunan Janda yang Gagal Total!
74 Rumah Baru
75 Syarat Izin Keluar
76 Kedatangan Elena
77 Ancaman Bunuh Diri Elena
78 Arsenio Mode Manja
79 Bertemu Kendrick
80 Bertemu Sampah
81 Di Buang Gino!
82 Cerita sebelum Tidur
83 Cerita yang Berakhir Saling Memuaskan
84 Pagi Yang Damai
85 Provokasi Edward 2
86 Dibalik Sikap Tenang Kevin
87 Edward Runtuh!
88 Hari Pertama Gino Sekolah
89 Drama Mina Saat Di sekolah
90 Gino di culik?!
91 Ternyata Penculiknya Adalah
92 Gino, Edward dan Mayat
93 Ruangan Kematian
94 Penyelamatan Gino
95 Perintah Pembantaian Edward
96 Hukuman Untuk Edward
97 Akhir Dari Edward
98 Penyesalan Terbesar Arsenio
99 Duo Racun Tikus
100 Suara Gino Keluar
101 Kehebohan Jessica
102 Alasan Tidak Ingin Hamil
103 Mari Kita Buat Adik Untuk Gino
104 Tugas Utama Arsenio
105 Kehidupan Yang Manis
106 NOVEL BARU LAGI!
107 Pagi Yang Riweh (Bonus Chapter)
108 Arsenio yang Menyebalkan (Bonus Chapter)
109 Debat Ayah dan Anak (Bonus Chapter)
110 Gangguan Geo Ditengah Malam (Bonus Chapter)
111 Hamil Lagi? (Bonus Chapter)
112 Adik Baru Untuk Gino dan Geo (Bonus Chapter)
113 Ada Apa Dengan Geo? (Bonus Chapter)
114 Deeptalk (Bonus Chapter)
115 Obrolan Geo dan Mama Mina (Bonus Chapter)
116 Terasa Lengkap (Bonus Chapter)
117 Novel Baru!!
118 NOVEL BARU LAGI!!
Episodes

Updated 118 Episodes

1
Awal Mula Transmigrasi
2
Mencoba Dekat
3
Gino yang Malang
4
Aku Sudah Membunuh Putramu!
5
Pria Tampan yang Berbahaya
6
Drama Kolosal Mina
7
Sebungkus Nasi Padang
8
Perkara Bra Kekecilan
9
Akhirnya Gino Pulang
10
Celana Dalam Pink Berenda
11
Solo Ria Arsenio
12
Mimpi Basah
13
Siaran Langsung Mina
14
Quality Time with Gino
15
Pikiran Kotor Arsenio
16
Bukan Mimpi Lagi
17
Mina dan Pikiran Kotornya
18
Sikap dan Tindakan yang Berbeda
19
Masa Depan Setelah Cerai
20
Panggil Aku Mina
21
Kenalan Dengan Cowok Ganteng
22
Dinner Bersama
23
Keluarga Harmonis
24
Telpon di Lift
25
Kau Tampar Aku ya Ku Tampar Balik!
26
Aku Adalah Jalang Anakmu Ibu Mertua
27
Sepertinya Saya Tertarik Padamu?
28
Kemarin Ibunya Sekarang Anaknya!
29
Selingkuh Depan Mata!
30
Tuduhan Selingkuh!
31
Pilih Papa Atau Mama!
32
Alasan Tidak Masuk Akal
33
Live VS Kepanikan Mina
34
Ternyata Istriku Terkenal
35
Dilema
36
Arsenio Mabuk
37
Kuras Uang Arsenio
38
Sarapan Pagi yang Hangat
39
Bertemu Fans
40
Perasaan Berdebar
41
Perhatian Kecil
42
Arsenio yang Membingungkan!
43
Siapa Kamu Sebenernya?
44
PENGUMUMAN!!
45
Penyusup di Pagi Buta
46
Arsenio Berulah Lagi
47
Cemburu Sama Anak Sendiri
48
Curhat dengan Asisten
49
Ada Apa dengan Arsenio?
50
Hanya Rasa Kasihan!
51
Sakit Tapi Tetap Mesum!
52
Arsenio Super Manja
53
Cemburu Lagi!
54
Hampir Ketahuan Siapa Suami Mina
55
Ibu Kandung Gino?
56
Mina Mode Singa
57
Mina Dengan Pikirannya
58
Ternyata Wanita itu Ibu Kandung Gino
59
Provokasi Edward 1
60
Aku Tertarik Pada Istrimu Arsenio
61
Kantor Arsenio
62
Terimakasih Telah Membela Gino
63
Memancing Ikan
64
Ikannya Terpancing
65
Bermain di Kantor
66
Terlalu Besar Mas Arsen!
67
Panggil Aku Mina
68
Gempur Habis-habisan
69
Berakhir Diinfus
70
Siapa Mina?
71
Masa Lalu Arsenio dengan Elena
72
Like Father Like Son
73
Pensiunan Janda yang Gagal Total!
74
Rumah Baru
75
Syarat Izin Keluar
76
Kedatangan Elena
77
Ancaman Bunuh Diri Elena
78
Arsenio Mode Manja
79
Bertemu Kendrick
80
Bertemu Sampah
81
Di Buang Gino!
82
Cerita sebelum Tidur
83
Cerita yang Berakhir Saling Memuaskan
84
Pagi Yang Damai
85
Provokasi Edward 2
86
Dibalik Sikap Tenang Kevin
87
Edward Runtuh!
88
Hari Pertama Gino Sekolah
89
Drama Mina Saat Di sekolah
90
Gino di culik?!
91
Ternyata Penculiknya Adalah
92
Gino, Edward dan Mayat
93
Ruangan Kematian
94
Penyelamatan Gino
95
Perintah Pembantaian Edward
96
Hukuman Untuk Edward
97
Akhir Dari Edward
98
Penyesalan Terbesar Arsenio
99
Duo Racun Tikus
100
Suara Gino Keluar
101
Kehebohan Jessica
102
Alasan Tidak Ingin Hamil
103
Mari Kita Buat Adik Untuk Gino
104
Tugas Utama Arsenio
105
Kehidupan Yang Manis
106
NOVEL BARU LAGI!
107
Pagi Yang Riweh (Bonus Chapter)
108
Arsenio yang Menyebalkan (Bonus Chapter)
109
Debat Ayah dan Anak (Bonus Chapter)
110
Gangguan Geo Ditengah Malam (Bonus Chapter)
111
Hamil Lagi? (Bonus Chapter)
112
Adik Baru Untuk Gino dan Geo (Bonus Chapter)
113
Ada Apa Dengan Geo? (Bonus Chapter)
114
Deeptalk (Bonus Chapter)
115
Obrolan Geo dan Mama Mina (Bonus Chapter)
116
Terasa Lengkap (Bonus Chapter)
117
Novel Baru!!
118
NOVEL BARU LAGI!!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!