Gino yang Malang

Teori di kepala Mina tentang cara menghapus trauma seseorang ternyata berbanding terbalik dengan kenyataan yang ada. Buku psikologi atau tips internet yang mengatakan bahwa 'korban harus didekatkan dengan faktor pemicu traumanya secara perlahan' rasanya ingin Mina bakar sekarang juga. Mengubah cap 'ibu tiri dajjal' menjadi 'ibu tiri peri' tidak semudah membalikkan telapak tangan.

​Sudah seminggu Mina menempati tubuh Alicia, dan setiap kali dia mencoba mendekat, Gino selalu gemetar hebat. Bocah tiga tahun itu akan langsung meringkuk, memejamkan mata erat-erat, dan bergumam dengan suara super pelit yang sangat memilukan.

​"N-Nyonya... Ino inta maaf... Ino idak nakal... Janan cubit Ino... hiks..."

​Melihat itu, Mina tidak berani melangkah lebih dekat. Dia terpaksa mundur dan hanya menatap bocah menggemaskan itu dari ambang pintu. Dadanya selalu terasa sesak setiap kali melihat respons Gino. Siapa yang tidak trauma? Dari sisa memori Alicia yang berkelebat di kepalanya, wanita ini sering melontarkan kata-kata makian yang sangat kasar, bahkan tega mencubit lengan dan perut buncit bocah tak berdosa itu sampai kebiruan. Ingatan anak usia tiga tahun itu pastinya merekam Alicia sebagai monster paling mengerikan di hidupnya.

​"Gila ya ini Alicia asli, beneran gak punya hati nurani," umpat Mina pelan sambil bersandar di koridor setelah gagal lagi mendekati Gino.

"Bocah selucu itu disiksa dengan teganya. Kalau di dunia asli gue punya anak kayak Gino, udah gue unyel-unyel tiap hari." ucapnya sambil menatap Gino dari jauh.

Jiwa dan moral di dalam diri Mina makin diperparah dengan fakta baru yang dia temukan di rumah megah ini. Ternyata, kelakuan biadab Alicia menular ke beberapa pelayan. Mina memergoki tiga orang pelayan di rumah ini yang ikut-ikutan menyiksa Gino secara pasif. Mereka sengaja mengabaikan Gino, tidak memberinya makan tepat waktu, atau yang paling parah, menyajikan makanan yang sudah hampir basi dan berbau asam! Padahal ini adalah rumah Gino, rumah ayahnya, tapi bocah itu diperlakukan lebih rendah daripada hewan peliharaan.

​"Lagian, ini bapaknya ke mana sih?! Mati suri apa gimana?!" omel Mina frustrasi di dalam kamarnya.

​Sudah lebih dari seminggu dia di sini, tapi batang hidung suaminya Tuan Arsenio belum juga kelihatan. Jangankan datang, menelepon ke rumah pun tidak pernah. Mina merasa seperti terjebak di dalam neraka rumah tangga orang lain tanpa tahu peta jalannya.

​Untuk mengalihkan rasa frustrasinya, Mina berguling di atas ranjang king size-nya dan meraih ponsel berlogo apel digigit milik Alicia. Kemarin dia baru tahu kalau pemilik tubuh ini ternyata adalah seorang selebgram papan atas dengan jutaan pengikut. Mina membuka aplikasi Instagram dan seketika terperangah melihat angka di profilnya.

​"Busret! Followers-nya lima juta?!" Mina menjerit heboh, sifat sembrononya keluar. Dia mengucek matanya tidak percaya.

"Buset, kontras banget sama hidup gue yang dulu. Di dunia asli, followers gue cuma seratus orang, itu pun setengahnya akun fake buatan gue sendiri buat nge-wibu sama nge-stalk mantan!" dumelnya cemberut.

​Mina asyik men-scroll feeds Alicia. Isinya foto-foto aesthetic, barang-barang branded, dan OOTD yang memamerkan lekuk tubuhnya yang memang sangat terjaga dan menggoda. Pantesan badannya bagus banget, makannya aja salad mulu, batin Mina.

​Namun, keasyikan Mina langsung buyar saat pintu kamarnya digedor dengan kasar dari luar.

​Braakk!

​Sarah masuk dengan raut wajah yang luar biasa panik, napasnya tersengal-sengal seperti habis dikejar setan.

"N-Nyonya! Gawat, Nyonya!"

​Mina langsung duduk tegak, ponselnya hampir saja terlempar. "Ada apa, Sarah? Jangan bikin gue senam jantung dong!"

​"Tuan Muda Gino, Nyonya! Tuan Muda tiba-tiba muntah-muntah dan hidungnya mengeluarkan banyak darah!" pekik Sarah.

​"APA?!"

​Mendengar hal itu, jantung Mina serasa berhenti berdetak. Tanpa alas kaki, dia langsung melompat dari ranjang dan berlari kencang keluar kamar, mengabaikan Sarah yang berteriak memanggilnya. Jiwa ceria dan santainya menguap begitu saja, digantikan oleh rasa panik yang murni.

​Begitu sampai di depan kamar Gino, pemandangan di dalamnya membuat darah Mina mendidih seketika. Gino, bocah kecil itu, tergeletak tidak berdaya di atas lantai marmer yang dingin. Wajahnya seputih kertas, bajunya kotor karena muntahan, dan aliran darah segar mengalir dari kedua lubang hidungnya.

​Dan yang membuat Mina paling murka adalah keberadaan tiga pelayan yang berdiri tidak jauh dari sana. Bukannya menolong, mereka hanya diam menonton, bersedekap, bahkan salah satunya tampak berbisik sambil tersenyum sinis, seolah-olah kondisi kritis Gino adalah sebuah pertunjukan sirkus yang bagus.

​"Kalian... APA YANG KALIAN LAKUKAN, HAH?!" teriak Mina membahana, suaranya menggelegar penuh amarah hingga ketiga pelayan itu terlonjak kaget.

​"Ny-Nyonya..." salah satu pelayan gagap.

​"Kalian punya mata dan otak gak?! Anak kecil kritis begini malah ditontonin! Kalian mau jadi pembunuh?!" amuk Mina dengan mata berkilat marah. Dia tidak sudi membuang waktu untuk mendengarkan alasan mereka. Mina langsung menerjang maju, berlutut di lantai dingin, dan dengan hati-hati namun cekatan mengangkat tubuh mungil Giino ke dalam dekapannya.

​Tubuh Gino Bu terasa sangat ringan, terlalu ringan untuk anak seusianya, dan suhunya dingin sekali.

​"Gino, sayang, denger Mama... tahan ya, nak," bisik Mina dengan suara bergetar, air matanya mulai menetes saat merasakan napas Gino yang pendek-pendek.

​Mina bangkit berdiri sambil menggendong Gino erat-erat. "Sarah! Siapkan mobil sekarang! Bilang ke supir kita ke rumah sakit paling dekat!" teriak Mina sambil berlari keluar koridor.

​Di area parkir bawah tanah, Pak Heru, sang supir pribadi, sudah membukakan pintu mobil dengan tangan gemetar setelah mendapat perintah mendadak dari Sarah. Namun, begitu melihat Mina berlari sambil menggendong Tuan Muda Gino yang tidak sadarkan diri dengan wajah penuh darah, Pak Heru langsung membeku. Wajahnya berubah pucat pasi.

​Di dalam pikiran Pak Heru, skenario terburuk langsung terbentuk. "Ya Tuhan... Nyonya Alicia pasti habis menyiksa Tuan Muda lagi sampai pingsan begini!" batin Pak Heru ketakutan.

Padahal, selama seminggu terakhir ini suasana rumah terasa sepi, tidak ada suara teriakan murka dari sang nyonya atau tangisan histeris dari Tuan Muda Gino. Pak Joko mengira sang nyonya sudah mulai bertobat dan berubah baik, tapi ternyata ini adalah puncaknya! Sang nyonya mungkin sudah muak pura-pura baik dan langsung menghajar Tuan Muda sampai sekarat.

​Kondisi saat ini benar-benar tidak bagus. Tuan Arsenio sama sekali tidak bisa dihubungi sejak beberapa hari lalu karena urusan bisnis di luar negeri yang sangat mendesak. Pak Heru takut jika Tuan Muda Gino tidak akan selamat hari ini. Memikirkan bocah malang itu akan tutup usia di tangan ibu tirinya membuat bulu kuduk Pak Heru meremang dan wajahnya makin memucat.

​Mina langsung masuk ke kursi belakang, mendekap Gino erat-erat di dadanya yang bergemuruh. Melihat Pak Heru yang masih bengong di depan pintu kemudi, emosi Mina langsung meledak.

​"PAK SUPIR! NGAPAIN MASIH BENGONG DI SITU?! JALANIN MOBILNYA SEKARANG! CEPETAN!" teriak Mina histeris, air matanya sudah bercucuran membasahi pipinya yang cantik.

​Pak Heru tersentak, langsung masuk ke kursi kemudi dan menyalakan mesin mobil dengan terburu-buru. Mobil mewah itu melesat keluar dari gedung penthouse dengan kecepatan tinggi, membelah jalanan kota yang cukup padat.

​"Cepat lagi, Pak! Terobos aja lampu merahnya aman itu! Anakku dingin banget, Pak!" teriak Mina lagi dari kursi belakang, suaranya parau penuh ketakutan.

​Sebenarnya, Mina sangat takut sekarang. Jiwanya yang asli hanyalah seorang gadis muda biasa yang paling mentok menghadapi situasi darurat saat pesanan kafe membludak. Dia belum pernah menghadapi situasi hidup dan mati seperti ini. Di dalam dekapannya, Gino terasa sangat pucat, dingin, dan tidak berdaya. Sentuhan darah Gino yang mengenai kulit lengan Mina membuat seluruh tubuhnya merinding.

​Mina menunduk, menatap wajah sayu Gino yang memejamkan mata erat. Entah apa yang sebenarnya terjadi pada tubuh bocah ini, entah karena racun dari makanan basi para pelayan bajingan itu, atau penyakit lain yang selama ini diabaikan oleh Alicia yang asli. Yang pasti, anak menggemaskan ini sedang tidak baik-baik saja, dan Mina bersumpah di dalam hatinya, jika Gino sampai kenapa-napa, dia tidak akan melepaskan siapa pun yang terlibat dalam penderitaan anak ini.

Terpopuler

Comments

Ari Peny

Ari Peny

la kamu yg bego sdh pindah lama gk bertindak

2026-07-05

1

Siti Solikah

Siti Solikah

kok ga dideketin Gino nya mina

2026-07-13

0

Erna Masliana

Erna Masliana

lah kamu tau tapi diem bae

2026-08-01

0

lihat semua
Episodes
1 Awal Mula Transmigrasi
2 Mencoba Dekat
3 Gino yang Malang
4 Aku Sudah Membunuh Putramu!
5 Pria Tampan yang Berbahaya
6 Drama Kolosal Mina
7 Sebungkus Nasi Padang
8 Perkara Bra Kekecilan
9 Akhirnya Gino Pulang
10 Celana Dalam Pink Berenda
11 Solo Ria Arsenio
12 Mimpi Basah
13 Siaran Langsung Mina
14 Quality Time with Gino
15 Pikiran Kotor Arsenio
16 Bukan Mimpi Lagi
17 Mina dan Pikiran Kotornya
18 Sikap dan Tindakan yang Berbeda
19 Masa Depan Setelah Cerai
20 Panggil Aku Mina
21 Kenalan Dengan Cowok Ganteng
22 Dinner Bersama
23 Keluarga Harmonis
24 Telpon di Lift
25 Kau Tampar Aku ya Ku Tampar Balik!
26 Aku Adalah Jalang Anakmu Ibu Mertua
27 Sepertinya Saya Tertarik Padamu?
28 Kemarin Ibunya Sekarang Anaknya!
29 Selingkuh Depan Mata!
30 Tuduhan Selingkuh!
31 Pilih Papa Atau Mama!
32 Alasan Tidak Masuk Akal
33 Live VS Kepanikan Mina
34 Ternyata Istriku Terkenal
35 Dilema
36 Arsenio Mabuk
37 Kuras Uang Arsenio
38 Sarapan Pagi yang Hangat
39 Bertemu Fans
40 Perasaan Berdebar
41 Perhatian Kecil
42 Arsenio yang Membingungkan!
43 Siapa Kamu Sebenernya?
44 PENGUMUMAN!!
45 Penyusup di Pagi Buta
46 Arsenio Berulah Lagi
47 Cemburu Sama Anak Sendiri
48 Curhat dengan Asisten
49 Ada Apa dengan Arsenio?
50 Hanya Rasa Kasihan!
51 Sakit Tapi Tetap Mesum!
52 Arsenio Super Manja
53 Cemburu Lagi!
54 Hampir Ketahuan Siapa Suami Mina
55 Ibu Kandung Gino?
56 Mina Mode Singa
57 Mina Dengan Pikirannya
58 Ternyata Wanita itu Ibu Kandung Gino
59 Provokasi Edward 1
60 Aku Tertarik Pada Istrimu Arsenio
61 Kantor Arsenio
62 Terimakasih Telah Membela Gino
63 Memancing Ikan
64 Ikannya Terpancing
65 Bermain di Kantor
66 Terlalu Besar Mas Arsen!
67 Panggil Aku Mina
68 Gempur Habis-habisan
69 Berakhir Diinfus
70 Siapa Mina?
71 Masa Lalu Arsenio dengan Elena
72 Like Father Like Son
73 Pensiunan Janda yang Gagal Total!
74 Rumah Baru
75 Syarat Izin Keluar
76 Kedatangan Elena
77 Ancaman Bunuh Diri Elena
78 Arsenio Mode Manja
79 Bertemu Kendrick
80 Bertemu Sampah
81 Di Buang Gino!
82 Cerita sebelum Tidur
83 Cerita yang Berakhir Saling Memuaskan
84 Pagi Yang Damai
85 Provokasi Edward 2
86 Dibalik Sikap Tenang Kevin
87 Edward Runtuh!
88 Hari Pertama Gino Sekolah
89 Drama Mina Saat Di sekolah
90 Gino di culik?!
91 Ternyata Penculiknya Adalah
92 Gino, Edward dan Mayat
93 Ruangan Kematian
94 Penyelamatan Gino
95 Perintah Pembantaian Edward
96 Hukuman Untuk Edward
97 Akhir Dari Edward
98 Penyesalan Terbesar Arsenio
99 Duo Racun Tikus
100 Suara Gino Keluar
101 Kehebohan Jessica
102 Alasan Tidak Ingin Hamil
103 Mari Kita Buat Adik Untuk Gino
104 Tugas Utama Arsenio
105 Kehidupan Yang Manis
106 NOVEL BARU LAGI!
107 Pagi Yang Riweh (Bonus Chapter)
108 Arsenio yang Menyebalkan (Bonus Chapter)
109 Debat Ayah dan Anak (Bonus Chapter)
110 Gangguan Geo Ditengah Malam (Bonus Chapter)
111 Hamil Lagi? (Bonus Chapter)
112 Adik Baru Untuk Gino dan Geo (Bonus Chapter)
113 Ada Apa Dengan Geo? (Bonus Chapter)
114 Deeptalk (Bonus Chapter)
115 Obrolan Geo dan Mama Mina (Bonus Chapter)
116 Terasa Lengkap (Bonus Chapter)
117 Novel Baru!!
118 NOVEL BARU LAGI!!
Episodes

Updated 118 Episodes

1
Awal Mula Transmigrasi
2
Mencoba Dekat
3
Gino yang Malang
4
Aku Sudah Membunuh Putramu!
5
Pria Tampan yang Berbahaya
6
Drama Kolosal Mina
7
Sebungkus Nasi Padang
8
Perkara Bra Kekecilan
9
Akhirnya Gino Pulang
10
Celana Dalam Pink Berenda
11
Solo Ria Arsenio
12
Mimpi Basah
13
Siaran Langsung Mina
14
Quality Time with Gino
15
Pikiran Kotor Arsenio
16
Bukan Mimpi Lagi
17
Mina dan Pikiran Kotornya
18
Sikap dan Tindakan yang Berbeda
19
Masa Depan Setelah Cerai
20
Panggil Aku Mina
21
Kenalan Dengan Cowok Ganteng
22
Dinner Bersama
23
Keluarga Harmonis
24
Telpon di Lift
25
Kau Tampar Aku ya Ku Tampar Balik!
26
Aku Adalah Jalang Anakmu Ibu Mertua
27
Sepertinya Saya Tertarik Padamu?
28
Kemarin Ibunya Sekarang Anaknya!
29
Selingkuh Depan Mata!
30
Tuduhan Selingkuh!
31
Pilih Papa Atau Mama!
32
Alasan Tidak Masuk Akal
33
Live VS Kepanikan Mina
34
Ternyata Istriku Terkenal
35
Dilema
36
Arsenio Mabuk
37
Kuras Uang Arsenio
38
Sarapan Pagi yang Hangat
39
Bertemu Fans
40
Perasaan Berdebar
41
Perhatian Kecil
42
Arsenio yang Membingungkan!
43
Siapa Kamu Sebenernya?
44
PENGUMUMAN!!
45
Penyusup di Pagi Buta
46
Arsenio Berulah Lagi
47
Cemburu Sama Anak Sendiri
48
Curhat dengan Asisten
49
Ada Apa dengan Arsenio?
50
Hanya Rasa Kasihan!
51
Sakit Tapi Tetap Mesum!
52
Arsenio Super Manja
53
Cemburu Lagi!
54
Hampir Ketahuan Siapa Suami Mina
55
Ibu Kandung Gino?
56
Mina Mode Singa
57
Mina Dengan Pikirannya
58
Ternyata Wanita itu Ibu Kandung Gino
59
Provokasi Edward 1
60
Aku Tertarik Pada Istrimu Arsenio
61
Kantor Arsenio
62
Terimakasih Telah Membela Gino
63
Memancing Ikan
64
Ikannya Terpancing
65
Bermain di Kantor
66
Terlalu Besar Mas Arsen!
67
Panggil Aku Mina
68
Gempur Habis-habisan
69
Berakhir Diinfus
70
Siapa Mina?
71
Masa Lalu Arsenio dengan Elena
72
Like Father Like Son
73
Pensiunan Janda yang Gagal Total!
74
Rumah Baru
75
Syarat Izin Keluar
76
Kedatangan Elena
77
Ancaman Bunuh Diri Elena
78
Arsenio Mode Manja
79
Bertemu Kendrick
80
Bertemu Sampah
81
Di Buang Gino!
82
Cerita sebelum Tidur
83
Cerita yang Berakhir Saling Memuaskan
84
Pagi Yang Damai
85
Provokasi Edward 2
86
Dibalik Sikap Tenang Kevin
87
Edward Runtuh!
88
Hari Pertama Gino Sekolah
89
Drama Mina Saat Di sekolah
90
Gino di culik?!
91
Ternyata Penculiknya Adalah
92
Gino, Edward dan Mayat
93
Ruangan Kematian
94
Penyelamatan Gino
95
Perintah Pembantaian Edward
96
Hukuman Untuk Edward
97
Akhir Dari Edward
98
Penyesalan Terbesar Arsenio
99
Duo Racun Tikus
100
Suara Gino Keluar
101
Kehebohan Jessica
102
Alasan Tidak Ingin Hamil
103
Mari Kita Buat Adik Untuk Gino
104
Tugas Utama Arsenio
105
Kehidupan Yang Manis
106
NOVEL BARU LAGI!
107
Pagi Yang Riweh (Bonus Chapter)
108
Arsenio yang Menyebalkan (Bonus Chapter)
109
Debat Ayah dan Anak (Bonus Chapter)
110
Gangguan Geo Ditengah Malam (Bonus Chapter)
111
Hamil Lagi? (Bonus Chapter)
112
Adik Baru Untuk Gino dan Geo (Bonus Chapter)
113
Ada Apa Dengan Geo? (Bonus Chapter)
114
Deeptalk (Bonus Chapter)
115
Obrolan Geo dan Mama Mina (Bonus Chapter)
116
Terasa Lengkap (Bonus Chapter)
117
Novel Baru!!
118
NOVEL BARU LAGI!!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!