2. Didikan Militer

"Ngapain, Bang?" Tanya Aslan saat Ryu masuk ke dalam kamarnya.

"Astaga, Aslan! berantakan banget sih, kamarmu? Ini kamar apa kandang?" Omel Ryuga saat melihat kamar Aslan yang berantakan.

"Kandang singa." Jawab Aslan dengan santai.

"Abang gak kerja?" Tanya Aslan saat Ryu merebahkan diri di atas ranjangnya.

"Libur." Jawab Ryu sembaru menggulir ponselnya.

"Kamu, kenapa gak kerja?" Ryu balik bertanya.

"Capek. Kerja terus, nanti tambah kaya, Yanda." Jawab Aslan yang membuat Ryu terkekeh.

"Abang kenapa gak nerusin usaha Yanda, sih? Kan jadi aku yang di suruh nerusin." Cicit Aslan.

"Bukan passion Abang." Jawab Ryuga.

"Sama, bukan passionku juga. Tapi tetep aja di paksa Yanda." Sahut Aslan.

"Tapi kamu menikmati banget tuh." Sergah Ryu.

"Ya itu, awalnya terpaksa, lama - lama suka." Kekeh Aslan yang membuat Ryu mencebik.

"Tapi keren sih kamu, Lan. Bisa bikin omset naik drastis. Banyak barang baru yang bisa kamu masukin, padahal Yanda sama Opa gak bisa." Puji Ryu.

"Ya itu, Bang. Emang kita gak bisa selalu main lurus. Dunia bisnis ini kejam." Jawab Aslan.

"Bang..."

"Hm?"

"Dari pada tiduran di sini, mending keluar cari istri. Aku udah pingin punya ponakan, tau." Celetuk Aslan yang tak di tanggapi oleh Ryu.

"Bang, kayaknya aku gak pernah lihat Abang pacaran, deh." Kata Aslan.

"Gak penting, Lan. Yang ada, pacaran itu bikin pusing karena harus ngadepin tingkah cewek yang sering absurd." Jawab Ryu.

"Ck! Padahal, hal - hal kayak gitu tuh yang bisa jadi hiburan pelepas penat, Bang. Tingkahnya yang manja, yang bawel, yang lembut, ngangenin tau, Bang." Ujar Aslan yang kembali tak di tanggapi oleh Ryu.

"Abang gak kelainan, kan?" Tanya Aslan yang mulai memancing perhatian Ryuga.

"Maksudnya?" Tanya Ryu.

"Itu, Abang bukan kaum rainbow, kan?" Tanya Aslan yang langsung membuat Ryuga melotot. Gerakan tubuh Ryu yang secepat kilat, tak memberi kesempatan Aslan untuk menghindari kuncian dari Abangnya.

"Emang kurang ajar banget anak satu ini, mulutnya. Sembarangan banget ngomongin orang kaum sesama jenis. Abang masih normal, tau!" Kata Ryu sambil mengunci tubuh adiknya, hingga Aslan tak bisa bergerak.

"Kalo normal, kenapa gk pernah deket sama cewek?" Cicit Aslan sambil meronta - ronta, berusaha melepaskan diri.

"Emang Abang harus laporan sama kamu, kalau mau deket sama cewek?" Ryu balik bertanya.

"Jadi, ada cewek yang Abang deketin?" Tanya Aslan sembari menghentikan gerakan memberontaknya.

"Enggak!" Jawab Ryu.

"Ah kan! Abang ini mencurigan banget, awas ya, kalo tiba - tiba bawa pulang temen cowok kaum tulang lunak." Cerocos Aslan yang membuat Ryu makin mengencangkan kunciannya.

Tak berhenti sampai di sana, Ryu juga membekap wajah adiknya hingga adiknya itu berteriak - teriak karena kesulitan bernafas.

"Bundaaaa! Yandaaaa! Tolooong!" Teriak Aslan berulang - ulang hingga membuat rumah itu menjadi berisik dengan teriakan Aslan.

"Bundaaaa! Aku di siksa sama Abang!" Seru Aslan sambil terus meronta - ronta, saat Ryu mengunci lehernya.

"Astaga! Kalian berdua ini kenapa, sih? Udah pada besar juga." omel Fey yang berdiri di ambang pintu kamar Aslan.

"Tolong, aku mau di bunuh Abang, Bun." Keluh Aslan.

"Abang! Lepasin adeknya." Titah Fey.

"Biarin aja, Bun. Kurang ajar banget ini mulutnya. Masak aku di bilang kaum rainbow." Jawab Ryuga yang enggan melepaskan mangsanya.

"Kamu juga, Lan, sembarangan banget mulutnya kalo ngomong!" Omel Gian yang menyusul istrinya melihat kehebohan dua putranya.

"Abisnya, umur udah hampir menginjak kepala orang, tapi belum punya pacar juga." Sahut Aslan.

"Kepala kamu yang Abang injek!" Sahut Ryu.

"Udah, bersihin aja itu adeknya, Bang. Biar saingan Yanda dapetin perhatian Bunda, tinggal kamu aja." Kekeh Gian yang kemudian beranjak meninggalkan kamar Aslan.

"Bundaaa! Tolong Bun, sakit semua badanku." Keluh Aslan yang merengek seperti anak kecil.

"Minta maaf sama Abang." Perintah Fey.

"Lepasin dulu, baru aku minta maaf." Kata Aslan.

"Minta maaf dulu, baru Abang lepasin." Sergah Ryu.

Keduanya terus saling mengeyel enggan melepaskan dan enggan meminta maaf. Melihat tingkah dua putranya, tentu saja membuat Fey naik darah. Dengan cepat, Fey berjalan menuju ke kamarnya dan mengambil senjata kesayangannya.

"Berhenti sekarang!" Teriak Fey dengan suara melengking. Ia kemudian memanjangkan tongkat kematian yang sudah ia pegang.

"Satu... Dua..." Fey mulai menghitung sembari memukul - mukulkan pelan tongkat kematian di tangannya.

"Yes, Ma'am!" Seru Ryu dan Aslan.

Kedua pria yang berusia dua puluh sembilan dan dua puluh lima tahun itu langsung berdiri tegap layaknya seorang Prajurit yang hendak di beri perintah.

"Push up, lima puluh kali. Kalo sampe berhenti, Bunda pukul bokongnya." Ujar Fey sambil memukul bokong Ryu dan Aslan.

"Yes, Ma'am." Jawab mereka berdua yang langsung melaksanakan perintah Fey, sementara Fey menghitung gerakan dua putranya.

Melihat dua saingannya yang sedang di tertibkan, Gian pun tertawa dengan puas. Sudah lama ia tak melihat Fey menertibkan dua putranya dengan gaya militer.

...****************...

"Dering ponsel Ryu, membangunkannya dini hari itu. Ia buru - buru mengangkat panggilan telfon itu, ketika melihat nama yang tertera di layar ponselnya.

"Yes, Sir!" Ujar Ryuga dengan suara serak khas orang bangun tidur. Ryu mendengarkan arahan dari Elno, sebelum menyudahi panggilan telfon dari atasannya.

Ryu segera mencuci wajahnya, kemudian memakai jaket dan trening panjang. Tak lupa, ia mengirim pesan pada Fey yang pasti sudah terlelap sekarang.

Seperti sang Ibunda, dengan mudahnya Ryu menyelinap dari rumah besarnya. Ia kemudian berjalan cepat menghampiri mobil milik Markas yang sudah menjemputnya.

Di dalam mobil itu, sudah tersedia senapannya dan beberapa senapan lain milik rekannya yang di simpan di bawah jok. Jok tempat duduk itu, di sulap sedemikian rupa hingga membentuk seperti brankas yang hanya bisa di buka dengan chip yang tersembunyi di balik kulit tangan setiap Agen Rahasa.

Mobil itu melaju dengan cepat menuju ke sebuah rumah besar. Rumah besar yang tertutup itu adalah rumah milik Fey dan Gian yang sengaja di peruntukkan untuk tempat tinggal anggota Agen Rahasia atau tempat untuk mereka berkumpul.

Begitu mobil yang dikenali terkena sensor kamera di gerbang, secara otomatis, gerbang akan terbuka dengan sendirinya. Mobil milik Margas itu pun segera masuk untuk menjemput dua orang anggota yang tinggal di rumah besar itu.

"Kok kalian di Basecamp? Siapa yang jaga malam ini?" Tanya Ryu.

"Davi sama Brian, Yu." Jawab Adit, sahabat dekat Ryu yang juga satu angkatan dengannya.

"Jadi, kita berlima, Kak?" Tanya Wili yang di jawab anggukan oleh Ryu.

"Mereka berdua udah berangkat, Pak?" Tanya Adit pada supir mereka.

"Udah, Mas. Pake mobil satunya." Jawab Supir yang membawa mereka.

"Ada waktu satu jam, kalian berdua tidur dulu aja, biar gue yang jaga." Titah Ryu.

"Biar Wili aja yang tidur. Gue udah tidur lama." Kata Adit.

Sebagai anggota termuda di dalam mobil, tentu dengan senang hati Wili menuruti perintah dua Seniornya. Ia pun segera tidur, sementara Ryu dan Adit berjaga untuk menerima perintah lanjutan dari atasan mereka.

Terpopuler

Comments

This Is Me

This Is Me

Makasih launchingnya novel ini.
Dah lama ditunggu novel secret agent ini.
Semangat terus kak author

2026-06-04

1

Ummu Dzaky

Ummu Dzaky

hadir kakak othooorrrr
semangaaaaaaaaattttt🔥🔥🔥

2026-06-04

1

Kasandra Kasandra

Kasandra Kasandra

nulis novel nya knp ndak satu2 dulu kak biar ndak keteteran.. kisah si juna jg blom tamat.. yg kisah titisan jg blom tamat.. ini nulis yg baru lg.. si juna saja up nya jg ndak konsisten sm waktunya.. sebenarnya para outhor pd buru apa sih.. 😞

2026-06-04

2

lihat semua
Episodes
1 1. Ryuga
2 2. Didikan Militer
3 3. Penasaran
4 4. Pertemuan
5 5. Misi Pertama
6 6. Role Mode
7 7. Diam - Diam ?
8 8. Pembalasan
9 9. 'Mainan' Baru?
10 10. Yakin.
11 11. Pendekatan
12 12. Rencana Pernikahan
13 13. Aksi Duet
14 14. Curiga
15 15. Manusia Salju
16 16. Rahasia
17 17. Pengakuan
18 18. Menertibkan
19 19. Menggemaskan
20 20. Hari Pertama Pasutri
21 21. Pembajakan
22 22. Buaya
23 23. Ayam Kecap
24 24. Lelang
25 25. Rasa Dibalik Misi
26 26. Misi Lain
27 27. Pembebasan Sandera
28 28. Dua Sisi
29 29. Balas Dendam
30 30. Kedinginan
31 31. O'oww!
32 32. Sambal
33 33. Ungkapan Perasaan
34 34. Be My Wife
35 35. Pengganggu
36 36. Wanita Ajaib
37 37. Berkebalikan.
38 38. Skandal
39 39. Pilihan
40 40. Tertangkap Basah
41 41. Terjebak
42 42. Perlawanan
43 43. Kondisi Gladys
44 44. Menyusul
45 45. Balas Dendam
46 46. Menangis Dalam Diam
47 47. Tersadar
48 48. Welcome Home
49 49. Hangat
50 50. Fakta
51 51. Support
52 52. Perkembangan Signifikan
53 53. Buah Keisengan
54 54. Camp Body Guard
55 55. Insting
56 56. Wanitaku
57 57. So Hot
58 58. Istri Idaman
59 59. Zona Merah
60 60. Mengganjal
61 61. Serangan Mendadak
62 62. Kegundahan
63 63. Menantu Keluarga Aditama
64 64. Mak Comblang
65 65. Silent Mission
66 66. Penyelamatan
67 67. Mission Accomplished
68 68. Pendekatan
69 69. Berusaha Mengembalikan Ingatan
70 70. Godaan
71 71. Menyendiri
72 72. Amarah dan Rindu
73 73. Salah Sangka
74 74. Standar Keamanan
75 75. Anggota Gila
76 76. Singa atau Buaya?
77 77. Usaha Pendekatan
78 78. Tidak Peka
79 79. Pesan Rahasia
80 80. Kunci kelemahan
81 81. Memohon Pertolongan
82 82. Sahabat Lama
83 83. Perubahan Rencana
84 84. Reuni
85 85. Turun Tangan
86 86. Kabar Bahagia
87 87. Kabar Untuk Keluarga
88 88. Ngidam
89 89. Mukbang
90 90. Teler
91 91. Couvade Syndrom
92 92. Terpisah Jarak
93 93. Kapal Kebahagiaan
94 94. Kabar Duka
95 95. Histeris
Episodes

Updated 95 Episodes

1
1. Ryuga
2
2. Didikan Militer
3
3. Penasaran
4
4. Pertemuan
5
5. Misi Pertama
6
6. Role Mode
7
7. Diam - Diam ?
8
8. Pembalasan
9
9. 'Mainan' Baru?
10
10. Yakin.
11
11. Pendekatan
12
12. Rencana Pernikahan
13
13. Aksi Duet
14
14. Curiga
15
15. Manusia Salju
16
16. Rahasia
17
17. Pengakuan
18
18. Menertibkan
19
19. Menggemaskan
20
20. Hari Pertama Pasutri
21
21. Pembajakan
22
22. Buaya
23
23. Ayam Kecap
24
24. Lelang
25
25. Rasa Dibalik Misi
26
26. Misi Lain
27
27. Pembebasan Sandera
28
28. Dua Sisi
29
29. Balas Dendam
30
30. Kedinginan
31
31. O'oww!
32
32. Sambal
33
33. Ungkapan Perasaan
34
34. Be My Wife
35
35. Pengganggu
36
36. Wanita Ajaib
37
37. Berkebalikan.
38
38. Skandal
39
39. Pilihan
40
40. Tertangkap Basah
41
41. Terjebak
42
42. Perlawanan
43
43. Kondisi Gladys
44
44. Menyusul
45
45. Balas Dendam
46
46. Menangis Dalam Diam
47
47. Tersadar
48
48. Welcome Home
49
49. Hangat
50
50. Fakta
51
51. Support
52
52. Perkembangan Signifikan
53
53. Buah Keisengan
54
54. Camp Body Guard
55
55. Insting
56
56. Wanitaku
57
57. So Hot
58
58. Istri Idaman
59
59. Zona Merah
60
60. Mengganjal
61
61. Serangan Mendadak
62
62. Kegundahan
63
63. Menantu Keluarga Aditama
64
64. Mak Comblang
65
65. Silent Mission
66
66. Penyelamatan
67
67. Mission Accomplished
68
68. Pendekatan
69
69. Berusaha Mengembalikan Ingatan
70
70. Godaan
71
71. Menyendiri
72
72. Amarah dan Rindu
73
73. Salah Sangka
74
74. Standar Keamanan
75
75. Anggota Gila
76
76. Singa atau Buaya?
77
77. Usaha Pendekatan
78
78. Tidak Peka
79
79. Pesan Rahasia
80
80. Kunci kelemahan
81
81. Memohon Pertolongan
82
82. Sahabat Lama
83
83. Perubahan Rencana
84
84. Reuni
85
85. Turun Tangan
86
86. Kabar Bahagia
87
87. Kabar Untuk Keluarga
88
88. Ngidam
89
89. Mukbang
90
90. Teler
91
91. Couvade Syndrom
92
92. Terpisah Jarak
93
93. Kapal Kebahagiaan
94
94. Kabar Duka
95
95. Histeris

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!