3. Penasaran

"Wil, bangun." Ryu membangunkan Wili, perlahan. Ia tentu tak ingin membuat Wili terkejut.

"Udah smpe, Kak?" Tanya Wili saat melihat Ryu dan Adit yang sudah siap dengan pakaian mereka.

"Sepuluh menit lagi." Jawab Adit yang kemudian melemparkan pakaian dan balaclava milik Wili.

Wili segera memakai pakaian tertutupnya dan juga Balaclava. Setelah itu, ia segera memeriksa kondisi senapannya.

Sesuai dengan instruksi kedua dari Elno, mereka segera menuju ke salah satu gudang besar yang ada di sana.

Dengan lincah, mereka bertiga memanjat dinding gudang yang memang terdapat tangga besi menuju ke atap di sana.

Di atas, kedatangan mereka pun di sambut dengan Davi dan Briyan yang sudah mengintai mangsa mereka sejak beberapa menit lalu.

"Gimana?" Tanya Ryu.

"Masih belum ada pergerakan, Kapt." Jawab Davi.

"Kalian bertiga, langsung ke tempat masing - masing. Terus awasi." Perintah Ryu.

"Siap, Kapt!" Jawab ketiga junior Ryu yang langsung menjalankan perintah. Sementara ia dan Adit tetap di tempat agar lebih mudah mengawasi gudang ke dua yang juga mungkin akan jadi tempat transaksi.

"Ada mobil yang mencurigakan." Ujar Davi melalui earpiece saat melihat sebuah mobil box memasuki area pantauan.

"Perketat pantauan." Sahut Ryuga saat ia menangkap beberapa mobil SUV yang juga turut masuk ke area.

Ryuga pun tersenyum saat melihat orang - orang yang turun dari mobil itu. Ya, mereka adalah komplotan mafia senjata ilegal yang cukup meresahkan akhir - akhir ini.

"Target, lock." Ujar Ryuga yang memberi aba - aba pada semua rekannya.

"Bersihkan semua, jangan sampai ada yang tersisa." Imbuhnya kemudian.

Mereka terus memantau pergerakan target. Kelima orang itu pun terkejut saat pintu box mobil terbuka.

Di dalamnya, ada banyak sekali senjata api. Mulai dari pistol, hingga senapan laras panjang. Tak hanya itu, mereka juga membawa beberapa macam narkoba yang di letakkan di sebuah koper jinjing.

"Waaw! Transaksi milyaran kali ini, otewe gagal." Kata Adit.

"Sniper get ready!" Titah Ryu. Ia dan semua rekannya pun mulai fokus dengan titik vital target utama mereka.

Mereka tentu mengincar titik vital untuk meringankan rasa sakit target. Karena mereka sudah pasti akan tewas di tempat dalam hitungan detik saat timah panas mengenai titik vital.

"Shoot!"

Suara tembakan terdengar bersamaan. Tak ada yang menyadari keberadaan sniper di sekitar mereka. Lima orang target utama pun langsung rubuh tanpa sempat menyadari apa - apa.

Sementara, beberapa orang yang bersama mereka pun ikut menyusul dengan suara tembakan ke dua.

Tepat sasaran dan tak ada yang meleset, target vital mereka pun sama, yaitu bagian dada sebelah kiri (jantung).

Setelah menyelesaikan tugas, mereka segera kembali ke mobil. Tugas selanjutnya akan di laksanakan oleh Cleaning Agent atau Agen Pembersih yang sudah siap bertugas.

Agen Pembersih, tentu saja bertugas untuk membersihkan target yang sudah tak bernyawa. Mereka jugalah yang akan mengamankan barang bukti dan memastikan lokasi eksekusi benar - benar bersih dan tak meninggalkan jejak.

"Balik ke rumah, Yu?" Tanya Adit.

"Gue langsung ke Markas aja." Jawab Ryu. Ia justru lebih betah berada di Markas di bandingkan dengan di Basecamp.

"Gue juga mau ke Markas, Kak." Sahut Wili.

"Berarti, cuma gue nih, yang ke Basecamp." Ujar Adit.

"Lagian, kayak gak punya rumah aja, lo, tidur di Basecamp." Kata Ryu.

"Ngaca, woy! Lo ngapain kerjaannya tidur di Markas?" Sahut Adit.

"Padahal rumah Kak Ryu gede banget, bisa buat tidur pasukan satu kompi." Kata Wili.

"Satu batalion juga muat, Wil, kalo itu." Sahut Adit yang membuat mereka tertawa.

"Bukan rumah gue, rumah bokap - nyokap. Gue cuma numpang aja di sana." Kata Ryu.

"Low profile sekali anda, Tuan Muda. Pencitraan kah?" Ledek Adit yang hanya di tanggapi senyuman oleh Ryuga.

Setelah mengantar Adit kembali ke Basecamp, Ryu dan Wili segera menuju ke Markas. Tentusaja mereka akan tidur di ruangan mereka masing - masing.

Ruangan berukuran tiga kali enam meter itu memang sangat nyaman. Ruangan pribadi itu, terbagi menjadi dua area, yaitu kamar pribadi dengan fasilitas lengkap termasuk kamar mandi dan ruang kerja yang berada di bagian depan.

Begitu sampai di ruangannya, Ryu langsung menuju ke kamar mandi untuk mencuci tangan dan kakinya, setelah itu barulah ia naik ke ranjang berukuran seratus dua puluh kali dua ratus senti meter yang tentu hanya cukup untuk satu orang.

Tak langsung memejamkan mata, ia membuka beberapa pesan yang masuk ke ponselnya. Dahinya mengernyit saat melihat sebuah pesan dari nomor asing yang masuk ke ponselnya.

"Siapa yang kirim pesan ke nomor rahasia?" Ryuga bertanya - tanya.

Pasalnya, nomor sim card rahasia itu, hanya di ketahui oleh anggota Agen Rahasia. Semua pesan atau panggilan yang berhubungan dengan Agen Rahasia, akan masuk ke sim tersebut.

Ryuga kembali membaca pesan yang masuk itu. Pada pesan itu, ia diminta bertemu dengan pengirim pesan hari ini, pukul sepuluh di salah satu Cafe.

Untuk mencari aman dari orang asing, Ryuga pun meminta untuk bertemu di sebuah Cafe yang berada di dekat Basecamp. Cafe itu adalah milik mantan anggota Agen Rahasia yang tentu akan lebih aman jika Ryu bertemu di sana.

Tak berselang lama, pesan balasan pun masuk. Pengirim pesan menyetujui permintaan Ryuga dan akan berada di Cafe itu tepat pukul sepuluh.

Ryuga meletakkan ponselnya lalu menghela nafas panjang. Ia tentu merasa penasaran pada si pengirim pesan.

Bagaimana mungkin nomor pribadi rahasia itu bisa di lacak? Tak kehabisan akal, Ryuga pun mengirimkan nomor si pengirim pesan pada bagian investigasi.

Tak berselang lama, ponselnya pun berdering. Ryu segera menjawab panggilan telfon dari bagian investigasi itu.

"Gak terlacak, Yu. Nomor pengirim pesan itu gak bisa terlacak." Ujar salah satu anggota investigasi.

"Kok bisa?" Tanya Ryu yang kini makin penasaran.

"Kemungkinan, itu sim card yang sama dengan yang kita pakai." Jawabnya.

"Siapa aja yang di beri akses menghubungi Agen Rahasia?" Tanya Ryu.

"Semua Petinggi kemiliteran."

"Apa ada yang lagi, Kak?" Tanya Ryu.

"Satu lagi adalah BIN (Badan Intelejen Negara). Tapi mereka belum pernah menghubungi secara langsung. Pasti akan lewat Jendral Militer terlebih dulu."

"Baiklah. Terima kasih, bantuannya, Kak." Ucap Ryu sebelum menghentikan panggilannya.

Ryu pun kembali meletakkan ponselnya. Ia berbaring sembari menatap langit - langit kamarnya. Kantuknya pun tiba - tiba hilang tertelan oleh rasa penasaran.

Namun, ia tak boleh gegabah. Jika yang menghubunginya adalah orang dalam lingkup yang sama, maka semua akan baik - baik saja. Tetapi jika bukan? Maka ia harus membersihkannya saat itu juga demi keamanan Agen Rahasia.

"Ah! Sial!" Gerutu Ryu.

Ia kemudian beranjak dari ranjang dan berjalan menuju ke tempat latihan tembak.

Seperti biasa, ia akan menenangkan diri dengan cara latihan menembak, persis seperti apa yang di lakukan Fey. Ia akan selalu pergi ke tempat latihan tembak jika merasa tak tenang.

Darah Fey benar - benar banyak mengalir pada putra pertamanya. Meski wajah Ryu mewarisi ketampanan Gian, namun sifat dan kepribadiannya banyak di wariskan dari Fey.

Terpopuler

Comments

Munas Tuti

Munas Tuti

lanjuuut mbak'e....kayaknta seru banget nih bakalan, ngelebihi ceritanya Feyy..💪👍

2026-06-06

1

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

Ryu bener" keturunan Fey karna Badas dan gak kenal takut 😉😉

2026-06-05

1

Dewi kunti

Dewi kunti

ini kenapa upnya lama 😤😤😤😤

2026-06-05

1

lihat semua
Episodes
1 1. Ryuga
2 2. Didikan Militer
3 3. Penasaran
4 4. Pertemuan
5 5. Misi Pertama
6 6. Role Mode
7 7. Diam - Diam ?
8 8. Pembalasan
9 9. 'Mainan' Baru?
10 10. Yakin.
11 11. Pendekatan
12 12. Rencana Pernikahan
13 13. Aksi Duet
14 14. Curiga
15 15. Manusia Salju
16 16. Rahasia
17 17. Pengakuan
18 18. Menertibkan
19 19. Menggemaskan
20 20. Hari Pertama Pasutri
21 21. Pembajakan
22 22. Buaya
23 23. Ayam Kecap
24 24. Lelang
25 25. Rasa Dibalik Misi
26 26. Misi Lain
27 27. Pembebasan Sandera
28 28. Dua Sisi
29 29. Balas Dendam
30 30. Kedinginan
31 31. O'oww!
32 32. Sambal
33 33. Ungkapan Perasaan
34 34. Be My Wife
35 35. Pengganggu
36 36. Wanita Ajaib
37 37. Berkebalikan.
38 38. Skandal
39 39. Pilihan
40 40. Tertangkap Basah
41 41. Terjebak
42 42. Perlawanan
43 43. Kondisi Gladys
44 44. Menyusul
45 45. Balas Dendam
46 46. Menangis Dalam Diam
47 47. Tersadar
48 48. Welcome Home
49 49. Hangat
50 50. Fakta
51 51. Support
52 52. Perkembangan Signifikan
53 53. Buah Keisengan
54 54. Camp Body Guard
55 55. Insting
56 56. Wanitaku
57 57. So Hot
58 58. Istri Idaman
59 59. Zona Merah
60 60. Mengganjal
61 61. Serangan Mendadak
62 62. Kegundahan
63 63. Menantu Keluarga Aditama
64 64. Mak Comblang
65 65. Silent Mission
66 66. Penyelamatan
67 67. Mission Accomplished
68 68. Pendekatan
69 69. Berusaha Mengembalikan Ingatan
70 70. Godaan
71 71. Menyendiri
72 72. Amarah dan Rindu
73 73. Salah Sangka
74 74. Standar Keamanan
75 75. Anggota Gila
76 76. Singa atau Buaya?
77 77. Usaha Pendekatan
78 78. Tidak Peka
79 79. Pesan Rahasia
80 80. Kunci kelemahan
81 81. Memohon Pertolongan
82 82. Sahabat Lama
83 83. Perubahan Rencana
84 84. Reuni
85 85. Turun Tangan
86 86. Kabar Bahagia
87 87. Kabar Untuk Keluarga
88 88. Ngidam
89 89. Mukbang
90 90. Teler
91 91. Couvade Syndrom
92 92. Terpisah Jarak
93 93. Kapal Kebahagiaan
94 94. Kabar Duka
95 95. Histeris
Episodes

Updated 95 Episodes

1
1. Ryuga
2
2. Didikan Militer
3
3. Penasaran
4
4. Pertemuan
5
5. Misi Pertama
6
6. Role Mode
7
7. Diam - Diam ?
8
8. Pembalasan
9
9. 'Mainan' Baru?
10
10. Yakin.
11
11. Pendekatan
12
12. Rencana Pernikahan
13
13. Aksi Duet
14
14. Curiga
15
15. Manusia Salju
16
16. Rahasia
17
17. Pengakuan
18
18. Menertibkan
19
19. Menggemaskan
20
20. Hari Pertama Pasutri
21
21. Pembajakan
22
22. Buaya
23
23. Ayam Kecap
24
24. Lelang
25
25. Rasa Dibalik Misi
26
26. Misi Lain
27
27. Pembebasan Sandera
28
28. Dua Sisi
29
29. Balas Dendam
30
30. Kedinginan
31
31. O'oww!
32
32. Sambal
33
33. Ungkapan Perasaan
34
34. Be My Wife
35
35. Pengganggu
36
36. Wanita Ajaib
37
37. Berkebalikan.
38
38. Skandal
39
39. Pilihan
40
40. Tertangkap Basah
41
41. Terjebak
42
42. Perlawanan
43
43. Kondisi Gladys
44
44. Menyusul
45
45. Balas Dendam
46
46. Menangis Dalam Diam
47
47. Tersadar
48
48. Welcome Home
49
49. Hangat
50
50. Fakta
51
51. Support
52
52. Perkembangan Signifikan
53
53. Buah Keisengan
54
54. Camp Body Guard
55
55. Insting
56
56. Wanitaku
57
57. So Hot
58
58. Istri Idaman
59
59. Zona Merah
60
60. Mengganjal
61
61. Serangan Mendadak
62
62. Kegundahan
63
63. Menantu Keluarga Aditama
64
64. Mak Comblang
65
65. Silent Mission
66
66. Penyelamatan
67
67. Mission Accomplished
68
68. Pendekatan
69
69. Berusaha Mengembalikan Ingatan
70
70. Godaan
71
71. Menyendiri
72
72. Amarah dan Rindu
73
73. Salah Sangka
74
74. Standar Keamanan
75
75. Anggota Gila
76
76. Singa atau Buaya?
77
77. Usaha Pendekatan
78
78. Tidak Peka
79
79. Pesan Rahasia
80
80. Kunci kelemahan
81
81. Memohon Pertolongan
82
82. Sahabat Lama
83
83. Perubahan Rencana
84
84. Reuni
85
85. Turun Tangan
86
86. Kabar Bahagia
87
87. Kabar Untuk Keluarga
88
88. Ngidam
89
89. Mukbang
90
90. Teler
91
91. Couvade Syndrom
92
92. Terpisah Jarak
93
93. Kapal Kebahagiaan
94
94. Kabar Duka
95
95. Histeris

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!