4. Pertemuan

"Ada masalah, Kak?" Tanya Bryan yang menghampiri Ryu di lapangan tembak dengan membawa dua botol minuman dingin. Ia lalu melemparkan satu botol minuman pada Seniornya itu.

"Gak ada, cuma gak bisa tidur aja." Jawab Ryu. Ia kemudian menghampiri Bryan dan duduk di sebelahnya.

"Seisi markas juga tau, kalo Kak Ryu tiba - tiba di sini tanpa ada jadwal latihan, pasti karena ada sesuatu yang mengganggu." Kata Bryan yang membuat Ryuga terkekeh.

Sejak dulu, kedekatan dan kekompakan para Agen Rahasia memang tak perlu di ragukan lagi. Agen Rahasia adalah rumah dan keluarga kedua mereka. Kedekatan mereka bukan hanya sebagai rekan, tetapi seperti saudara yang dilahirkan dari rahim yang sama.

"Gak ada apa - apa." Kata Ryu meyakinkan.

"Beneran?" Tanya Bryan dengan tatapan penuh selidik. Ia tentu tak percaya begitu saja dengan jawaban Seniornya.

"Sebenernya ada sesuatu yang lagi gue pikirin." Kata Ryu.

"Ada pesan masuk dari nomor asing yang ngajak gue ketemuan di Cafe." Cerita Ryu.

"Bukannya hal kayak gitu biasa, ya? Mungkin orang yang lo kenal, Kak." Komentar Bryan yang di jawab gelengan oleh Ryu.

"Kalau pesan itu masuk ke sim card biasa, gue pasti gak akan kepikiran. Masalahnya, ini pesan masuk ke sim card khusus." Kata Ryu yang membuat mata Bryan langsung terbelalak.

"Serius? Gimana bisa ada pesan masuk selain dari orang dalam kita? Itupun gak semua orang dalam kita tau nomor sim card khusus." Cerocos Bryan.

"Nah, lo jadi bertanya - tanya, kan? Sama, gue juga dari tadi gitu." Kata Ryu.

"Terus, gimana, Kak?" Tanya Bryan.

"Ya mau gue temuin lah, gue panasaran." Jawab Ryuga yang kemudian beranjak dari tempatnya duduk.

"Gue ikut dong, Kak. Gue udah selesai jaga kok." Kata Bryan yang juga penasaran.

"Gak usah, tidur aja, sana." Sahut Ryu.

"Ah! Pelit banget lo, Kak. Kalo ada apa - apa kan, seenggaknya lo gak sendirian." Bujuk Bryan.

"Emang kenapa kalo sendirian? Sendirian juga gue gak takut." Jawab Ryu sambil terkekeh.

"Ish! Kak Ryu!" Seru Bryan yang terus mengekori Ryuga.

Pada akhirnya, Ryuga pun turut membawa Bryan yang sedari tadi terus membujuk Ryu dengan berbagai macam rayuan hingga wajah memelasnya. Sebenarnya, Ryu tak keberatan sama sekali jika Bryan ikut, ia memang sengaja menjahili Bryan yang sudah terlanjur penasaran.

Pukul delapan pagi, mereka berdua pun pergi dari Markas dengan menggunakan mobil milik Bryan. Keduanya mampir sarapan di salah satu warung nasi uduk langganan mereka, sebelum menuju ke Cafe tempat Ryu berjanji untuk bertemu.

"Lo gak bilang sama Sir El dulu, Kak?" Tanya Bryan saat mereka sampai di Cafe.

"Enggak." Jawab Ryu.

"Eh! Nanti kalo ada apa - apa, gimana?" Tanya Bryan yang menahan tangan Ryu saat Seniornya itu hendak turun dari mobil.

"Kan gue gak sendiri." Jawab Ryu yang kemudian turun dengan memakai topi dan masker.

"Buset! Emang agak lain orang itu. Heran gue, sama pola pikirnya." Kata Bryan yang kemudian segera turun dari mobilnya dan menyusul Ryu ke dalam Cafe.

Sesampainya di Cafe, Ryu dan Bryan pun duduk di tempat terpisah, namun tak terlalu jauh agar Bryan bisa terus mengawasi pergerakan Ryu dan orang yang akan menemuinya,

Berbeda dengan Ryu yang tampak sangat santai, Bryan justru terlihat lebih gelisah. Selain penasaran, ia juga tentu merasa was - was. Takut sesuatu yang buruk akan menimpa Seniornya.

Bryan selalu mendongak penuh harap setiap ada pengunjung cafe yang masuk. Tentu saja, ia tak sabar menunggu kedatangan tamu Ryuga. Sementara Ryuga masih terlihat santai sembari sesekali melihat jam yang melingkar di tangannya.

"Sumpah ya, cuma pake kaos, jaket sama celana gitu doang bisa ganteng banget." Kata Bryan yang kali ini justru salah fokus saat menatap ke arah Ryuga yang tampak bersinar.

Tak hanya Bryan, beberapa pengunjung dan staf cafe pun kerap kali mencuri pandang ke arah Ryuga yang tampak sangat mempesona dengan wajah tampan dan gaya santainya.

Saat sedang tak fokus itu, tiba - tiba ada orang yang langsung duduk di hadapan Ryuga. Bryan sendiri sempat tak berkedip saat melihat orang yang tiba - tiba duduk di depan Ryuga.

"Lah, kesini mau ngedate? Gue di bohongin?" Batin Bryan saat melihat seorang wanita cantik duduk di depan Ryuga.

"Cantik banget, gila! Tapi, kapan Kak Ryu deket sama cewek? Kok gak bilang sama kita - kita? Apa dia sengaja mau pamer sama gue?" Batin Bryan lagi.

Sementara itu, Ryu sedikit menegakkan duduknya ketika tamunya datang. Ia menatap penuh selidik ke arah wanita cantik yang terlihat sporty itu. Tak jauh berbeda dengannya, wanita itu tampak sangat santai saat berhadapan dengannya.

"Gue gak salah orang, kan?" Tanya Wanita itu sambil menuliskan kode Agen milik Ryu di kertas note yang ia bawa.

Ryu tersenyum sambil meremas kertas kecil itu dan menyimpannya di dalam saku jaketnya. Ia pun mengangkat kedua alisnya sebagai kode kalau apa yang di tulis oleh wanita itu benar.

"Gak apa - apa, kita disini?" Tanya Wanita itu.

"It's O.K." Jawab Ryuga.

Namun, wanita itu seperti tak percaya begitu saja. Ia meraba bagian bawah meja dengan gayanya yang anggun. Namun, tiba - tiba gerakannya terhenti oleh tangan Ryuga yang menahannya di balik meja.

"Gak ada apa - apa, gak usah khawatir. Gak ada alat apapun di meja ini." Kata Ryuga yang kemudian melepaskan tangan wanita itu sambil tersenyum tipis. Sangat tipis hingga hampir tak nampak.

"Langsung aja ke intinya. Waktu gue gak banyak, nona Gladys." Kata Ryuga kemudian.

Ternyata, ia sudah mengetahui nama wanita itu. Tak hanya nama, ia pun tau profesi dari wanita itu dan tak terkejut jika ternyata Gladys yang menghubunginya.

Gladys pun tersenyum. Nampaknya ia juga tak terkejut jika Ryuga mengenalnya, karena mereka memang pernah beberapa kali bertemu di pertemuan khusus, meskipun tak saling bicara.

Gladys adalah salah satu anggota agen intel dari BIN. Sama dengan Agen Rahasia, identitas asli Gladys dan beberapa rekannya yang bekerja di bawah divisi yang sama pun dirahasiakan.

"Ada pekerjaan yang harus kita lakukan secara rahasia." Gladys memulai tugasnya.

"Kenapa gak melalui Pimpinan?" Tanya Ryuga.

"Sir El udah tau. Dan beliau yang minta gue harus langsung menyampaikan ke lo." Jawab Gladys yang berbicara santai dengan Ryu.

"Kenapa gue?" Tanya Ryu.

"Gue juga gak tau alasan pastinya. Gue cuma ngejalanin apa yang di tugasin ke gue dan gue harap, lo gak mempersulit tugas gue." Kata Gladys sambil menatap ke arah Ryu.

Tatapannya terlihat sangat tegas dan mengintimidasi. Namun, Ryu tampak santai dan tetap tenang menghadapi wanita di depannya. Tentu, ia sama sekali tak terpengaruh dengan tatapan intimidasi dari wanita di depannya itu.

Ryu kemudian mencondongkan tubuhnya ke arah Gladys hingga nafas hangatnya terasa di kulit wajah Gladys. Ryu lalu menggeser gelas berisi minuman yang belum ia minum ke hadapan Gladys.

"Gue gak akan mempersulit pekerjaan, selama tujuan dan tugasnya jelas. Tentu, harus untuk kepentingan Negara." Lirih Ryu.

Gladys pun menggeser sedotan di dalam gelas itu ke arah bibirnya dan dengan santai menyeruput minuman yang di berikan Ryuga sambil menatap mata Ryuga. Gladys menunjukkan jika ia serius dan tak takut dengan ancaman apapun.

Melihat gerakan dan tatapan wanita di hadapannya, membuat Ryu menarik tubuhnya, lalu kembali bersandar di sandaran sofa.

Sementara itu di kursi lain, Bryan justru menutup separuh wajahnya dengan buku menu yang ada di meja. Ryu dan wanita itu seperti memiliki kedekatan yang cukup 'intim' di mata Bryan yang terus mengawasi gerak - gerik mereka.

"Bjir! Bener - bener ya, Kak Ryu. Bisa - bisanya dia pamer kemesraan di sini. Mana cantik banget lagi, pacarnya." Komentar Bryan yang tak mengalihkan pandangannya dari Ryu dan wanita yang bersama Seniornya.

Terpopuler

Comments

Sonya Kapahang

Sonya Kapahang

klo Gladys jodohnya Ryuga, minimal sekeren Ibunya Ryu lah ya..

2026-06-06

1

This Is Me

This Is Me

Apakah kemampuan Gladys sekeren Fey dulu?

2026-06-06

1

fsf

fsf

lebih keren mana nih, Gladis apa Fay

2026-08-27

1

lihat semua
Episodes
1 1. Ryuga
2 2. Didikan Militer
3 3. Penasaran
4 4. Pertemuan
5 5. Misi Pertama
6 6. Role Mode
7 7. Diam - Diam ?
8 8. Pembalasan
9 9. 'Mainan' Baru?
10 10. Yakin.
11 11. Pendekatan
12 12. Rencana Pernikahan
13 13. Aksi Duet
14 14. Curiga
15 15. Manusia Salju
16 16. Rahasia
17 17. Pengakuan
18 18. Menertibkan
19 19. Menggemaskan
20 20. Hari Pertama Pasutri
21 21. Pembajakan
22 22. Buaya
23 23. Ayam Kecap
24 24. Lelang
25 25. Rasa Dibalik Misi
26 26. Misi Lain
27 27. Pembebasan Sandera
28 28. Dua Sisi
29 29. Balas Dendam
30 30. Kedinginan
31 31. O'oww!
32 32. Sambal
33 33. Ungkapan Perasaan
34 34. Be My Wife
35 35. Pengganggu
36 36. Wanita Ajaib
37 37. Berkebalikan.
38 38. Skandal
39 39. Pilihan
40 40. Tertangkap Basah
41 41. Terjebak
42 42. Perlawanan
43 43. Kondisi Gladys
44 44. Menyusul
45 45. Balas Dendam
46 46. Menangis Dalam Diam
47 47. Tersadar
48 48. Welcome Home
49 49. Hangat
50 50. Fakta
51 51. Support
52 52. Perkembangan Signifikan
53 53. Buah Keisengan
54 54. Camp Body Guard
55 55. Insting
56 56. Wanitaku
57 57. So Hot
58 58. Istri Idaman
59 59. Zona Merah
60 60. Mengganjal
61 61. Serangan Mendadak
62 62. Kegundahan
63 63. Menantu Keluarga Aditama
64 64. Mak Comblang
65 65. Silent Mission
66 66. Penyelamatan
67 67. Mission Accomplished
68 68. Pendekatan
69 69. Berusaha Mengembalikan Ingatan
70 70. Godaan
71 71. Menyendiri
72 72. Amarah dan Rindu
73 73. Salah Sangka
74 74. Standar Keamanan
75 75. Anggota Gila
76 76. Singa atau Buaya?
77 77. Usaha Pendekatan
78 78. Tidak Peka
79 79. Pesan Rahasia
80 80. Kunci kelemahan
81 81. Memohon Pertolongan
82 82. Sahabat Lama
83 83. Perubahan Rencana
84 84. Reuni
85 85. Turun Tangan
86 86. Kabar Bahagia
87 87. Kabar Untuk Keluarga
88 88. Ngidam
89 89. Mukbang
90 90. Teler
91 91. Couvade Syndrom
92 92. Terpisah Jarak
93 93. Kapal Kebahagiaan
94 94. Kabar Duka
95 95. Histeris
Episodes

Updated 95 Episodes

1
1. Ryuga
2
2. Didikan Militer
3
3. Penasaran
4
4. Pertemuan
5
5. Misi Pertama
6
6. Role Mode
7
7. Diam - Diam ?
8
8. Pembalasan
9
9. 'Mainan' Baru?
10
10. Yakin.
11
11. Pendekatan
12
12. Rencana Pernikahan
13
13. Aksi Duet
14
14. Curiga
15
15. Manusia Salju
16
16. Rahasia
17
17. Pengakuan
18
18. Menertibkan
19
19. Menggemaskan
20
20. Hari Pertama Pasutri
21
21. Pembajakan
22
22. Buaya
23
23. Ayam Kecap
24
24. Lelang
25
25. Rasa Dibalik Misi
26
26. Misi Lain
27
27. Pembebasan Sandera
28
28. Dua Sisi
29
29. Balas Dendam
30
30. Kedinginan
31
31. O'oww!
32
32. Sambal
33
33. Ungkapan Perasaan
34
34. Be My Wife
35
35. Pengganggu
36
36. Wanita Ajaib
37
37. Berkebalikan.
38
38. Skandal
39
39. Pilihan
40
40. Tertangkap Basah
41
41. Terjebak
42
42. Perlawanan
43
43. Kondisi Gladys
44
44. Menyusul
45
45. Balas Dendam
46
46. Menangis Dalam Diam
47
47. Tersadar
48
48. Welcome Home
49
49. Hangat
50
50. Fakta
51
51. Support
52
52. Perkembangan Signifikan
53
53. Buah Keisengan
54
54. Camp Body Guard
55
55. Insting
56
56. Wanitaku
57
57. So Hot
58
58. Istri Idaman
59
59. Zona Merah
60
60. Mengganjal
61
61. Serangan Mendadak
62
62. Kegundahan
63
63. Menantu Keluarga Aditama
64
64. Mak Comblang
65
65. Silent Mission
66
66. Penyelamatan
67
67. Mission Accomplished
68
68. Pendekatan
69
69. Berusaha Mengembalikan Ingatan
70
70. Godaan
71
71. Menyendiri
72
72. Amarah dan Rindu
73
73. Salah Sangka
74
74. Standar Keamanan
75
75. Anggota Gila
76
76. Singa atau Buaya?
77
77. Usaha Pendekatan
78
78. Tidak Peka
79
79. Pesan Rahasia
80
80. Kunci kelemahan
81
81. Memohon Pertolongan
82
82. Sahabat Lama
83
83. Perubahan Rencana
84
84. Reuni
85
85. Turun Tangan
86
86. Kabar Bahagia
87
87. Kabar Untuk Keluarga
88
88. Ngidam
89
89. Mukbang
90
90. Teler
91
91. Couvade Syndrom
92
92. Terpisah Jarak
93
93. Kapal Kebahagiaan
94
94. Kabar Duka
95
95. Histeris

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!