The Best Sniper

The Best Sniper

1. Ryuga

Dorr!

Dooor!

Doorrr!

Suara tembakan saling bersahutan. Di tengah tanah lapang itu, dua kubu sedang bertarung sengit.

Satu pihak, berusaha untuk mempertahankan keselamatan, sementara pihak lain berusaha untuk meringkus.

Dengan langkah tegap, pria yang memakai baju tertutup itu berjalan di tengah desingan peluru. Ia yang baru bergabung, langsung memberondong tembakan ke arah lawan tanpa henti.

Langkahnya tanpa ragu, terus maju di antara peluru yang beterbangan. Hanya dalam hitungan menit, ia berhasil meluluh lantakkan lawan di depannya.

Sosoknya sangat di segani di kalangannya. Namanya cukup terkenal di dunia bawah sebagai pria yang sepak terjangnya sangat mengerikan.

Tak hanya di Negaranya, namanya pun menggema dengan lantang di Negara lain. Baik itu di kalangan militer maupun di kalangan Mafia, semua pasti mengenal sosoknya.

Pria dingin itu memiliki julukan CK (Sikey) atau Coffin King yang berarti Raja Peti Mati. Dengan gagahnya, Ia berhasil menundukkan Mafia - Mafia besar yang bermain di dunia bawah. Semua 'pemain' itu, seolah barada di bawah kakinya.

Namun, pria berwajah tampan itu memiliki sisi lain yang tak banyak di ketahui. Dia adalah pria yang sangat lembut pada orang terdekatnya. Meski ketegasannya tak pernah luntur, namun, semua orang yang ada di dekatnya mengakui kelembutan hatinya.

"Kapt!" Salah seorang Juniornya menghampiri dengan tergopoh - gopoh.

"Tolong beresin semua, gue ada urusan." Titahnya sembari menepuk pelan pundak Juniornya.

"Siap, Kapt!" Jawab Juniornya dengan patuh.

Dengan mobil yang sudah disiapkan, ia segera menuju ke Markas. Pria tampan itu menghela nafas panjang. Sesekali netranya tertuju pada jam yang ada di layar di hadapannya.

"Tolong lebih cepat, Pak." Pintanya. Nadanya terdengar halus saat meminta tolong pada supir andalan Markas.

"Siap!" Jawab si Supir. Keduanya pun mulai mengobrol untuk mengusir penat selama di perjalanan.

Setelah sampai di Markas, ia segera berlari menuju ke ruangannya untuk berganti pakaian. Begitu ponselnya ia nyalakan, puluhan notifikasi masuk tanpa jeda, hingga membuat ruangannya sangat berisik dengan nada notifikasi itu.

Namun, sepertinya pria itu sudah terbiasa. Ia tetap santai mengganti pakaiannya dengan pakaian semi formal yang sudah ia siapkan.

Setelah selesai berganti, Ia segera keluar dan berjalan menuju ke tempatnya memarkirkan mobil.

"Yu!" Terdengar suara seseorang yang tak asing di telinganya.

Orang itu berada tiga pangkat di atasnya dan dialah pria yang sudah ia anggap seperti Ayahnya saat sedang di 'lapangan'.

"Sir!" Sapa Ryu pada Elno. Sahabat Ibunya yang kini menjabat sebagai Pimpinan di Markas Agen Rahasia.

"Ah! Bundamu baru telfon." Kata Elno.

"Sir, gak datang?" Tanya Ryu.

"Sir titip hadiah untuk Bunda aja. Salam buat Yanda. Sir harus rapat bersama Jendral." Jawab Elno sembari memberikan sebuah totebag kecil yang berisi hadiah untuk Fey.

"Sir gak takut kena omel Bunda?" Tanya Ryu.

"Nanti biar Sir suruh Yanda peluk Bundamu erat - erat supaya marahnya reda." Kekeh Elno yang kemudian berlari menuju ke mobilnya.

Ryu tersenyum sekilas menatap punggung duda merana yang sebatang kara itu. Elno, di tinggal istrinya yang meninggal akibat sakit kanker yang di deritanya. Ia tak memiliki keturunan dan menganggap anak - anak Sahabatnya, seperti anaknya sendiri.

Dengan kecepatan tinggi, Ryuga mengendarai mobilnya menuju ke salah satu Restoran yang di sewa untuk merayakan ulang tahun Bundanya.

Begitu sampai di Resto, ia segera turun dari mobil dengan membawa dua hadiah. Satu dari Elno dan satu lagi adalah hadiah yang sudah ia siapkan.

"Loh! Abang baru sampe?" Tanya seorang pria yang tampak mirip dengannya. Meski memang tak setampan Ryuga.

"Kamu juga, kok baru sampe?" Tanya Ryuga pada Aslan, adiknya.

"Aku habis ada meeting." Jawab Aslan yang kini mengurus Mall bersama sang Ayah.

Dua pria itu berjalan cepat menuju ke ruangan yang nampak sudah ramai dengan kehadiran keluarga dekat mereka.

"Astaga, kalian berdua! Acara udah mau selesai tapi kalian baru dateng." Omel Gian.

"Lupa, kalo hari ini Bunda ulang tahun?" Omel Fey.

"Enggak lah, Bunda." Jawab Ryuga dan Aslan bersamaan.

"Maaf ya, Bunda. Selamat ulang tahun, Cantik." Ucap Ryu yang kemudian mengecup kedua pipi wanita terkasihnya. Wanita yang selama ini mengajarinya untuk menjadi sniper yang andal.

"Selamat bertambah tua, Cinta pertamaku. Selamat ulang tahun yang ke tujuh belas plus - plus." Ucap Aslan sambil tersenyum. Ucapan itu tentu membuat Fey dan Gian tertawa saat mendengarnya.

"Ini, Bun, titipan dari Papa El." Kata Ryu sembari menyerahkan hadiah dari Elno.

"Kemana duda gila itu? Bener - bener, ya. Katanya mau dateng, berani - beraninya dia bohongin Bunda." Ujar Fey.

"Sayang..." Kekeh Gian sambil merangkul istrinya.

"Dia ada meeting, Bun." Jawab Ryu.

"Bunda kayak gak tau Papa El aja. Masih untung dia inget ulang tahun Bunda." Sahut Aslan.

"Ini hadiah dari Ryu. Sekali lagi, selamat ulang tahun ya, Bun." Ucap Ryu.

"Makasih, Sayang." Jawab Fey.

"Nah, ini dari Aslan. Jam tangan yang pasti Bunda suka." Ujar Aslan. Pekerjaannya yang berurusan dengan Mall, membuatnya mengerti dengan selera fashion Bundanya.

"Waah, makasih ya, Sayang." Ucap Fey sambil tersenyum senang.

Kehidupan Fey sungguh sangat membahagiakan. Ia di treat layaknya seorang Permaisuri oleh ketiga pria yang ia Cintai. Bahkan, tak jarang tiga pria itu saling bersaing untuk membuatnya bahagia.

"Aduh, anak - anak ganteng ini. Sibuk banget deh, ya. Acara Bundanya udah selesai, tapi baru pada nongol." Kata Gita.

"Eh, Mommy." Ryuga dan Aslan kemudian menyalami dan memeluk Gita.

"Biasa Mi, Yanda sengaja kasih aku kerjaan mendadak, biar cuma Yanda yang kelihatan bagus di depan Bunda." Celoteh Aslan.

"Bisa - bisanya kamu fitnah Yanda." Protes Gian sembari melempar kentang goreng ke kepala Putra keduanya.

"Ini, Freezer seribu liter, kenapa baru dateng juga?" Tanya Gita.

"Ryu harus dampingi sidang dulu, Mi." Dusta Ryu sambil melirik ke arah Aslan.

Tentu saja hanya Aslan yang tak tau pekerjaan Ryu sebenarnya. Kedua orang tuanya, jelas saja tau karena merekalah wali Ryu.

Sementara Gita, tentu mengerti seluk beluk Agen Rahasia karena masih tetap menjadi Dokter khusus di sana.

"Ck! Abang selalu aja alasannya dampingi sidang. Kayak gak ada kerjaan lain aja." Ledek Aslan.

"Memang itu pekerjaan Abang!" Sahut Ryu sambil menyentil dahi adiknya yang berbeda usia empat tahun dengannya.

"Nikah makanya, biar ada yang di urusin. Bukan cuma ngurusin orang lain terus." Sergah Aslan yang kembali meledek. Sepertinya, harinya tak sempurna kalau tidak membuat keributan dengan Abangnya.

Terpopuler

Comments

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

jd ini cerita dr anak"nya Fey dan Gian 👍👏 semoga ceritanya makin seru ditiap part"nya 😍😍

2026-06-04

3

Anonim

Anonim

Alhamdulillah
Mantap thor semangat up nya💪
Tetep sehat yah

2026-06-04

3

Mini Amora

Mini Amora

aaahhhhhh kangen Fey n Gian...

eehhhh skrg dibikinin cerita ttg anak²nya
thanks bgttt ya author tersayang ku🩷🩷🩷

2026-07-20

1

lihat semua
Episodes
1 1. Ryuga
2 2. Didikan Militer
3 3. Penasaran
4 4. Pertemuan
5 5. Misi Pertama
6 6. Role Mode
7 7. Diam - Diam ?
8 8. Pembalasan
9 9. 'Mainan' Baru?
10 10. Yakin.
11 11. Pendekatan
12 12. Rencana Pernikahan
13 13. Aksi Duet
14 14. Curiga
15 15. Manusia Salju
16 16. Rahasia
17 17. Pengakuan
18 18. Menertibkan
19 19. Menggemaskan
20 20. Hari Pertama Pasutri
21 21. Pembajakan
22 22. Buaya
23 23. Ayam Kecap
24 24. Lelang
25 25. Rasa Dibalik Misi
26 26. Misi Lain
27 27. Pembebasan Sandera
28 28. Dua Sisi
29 29. Balas Dendam
30 30. Kedinginan
31 31. O'oww!
32 32. Sambal
33 33. Ungkapan Perasaan
34 34. Be My Wife
35 35. Pengganggu
36 36. Wanita Ajaib
37 37. Berkebalikan.
38 38. Skandal
39 39. Pilihan
40 40. Tertangkap Basah
41 41. Terjebak
42 42. Perlawanan
43 43. Kondisi Gladys
44 44. Menyusul
45 45. Balas Dendam
46 46. Menangis Dalam Diam
47 47. Tersadar
48 48. Welcome Home
49 49. Hangat
50 50. Fakta
51 51. Support
52 52. Perkembangan Signifikan
53 53. Buah Keisengan
54 54. Camp Body Guard
55 55. Insting
56 56. Wanitaku
57 57. So Hot
58 58. Istri Idaman
59 59. Zona Merah
60 60. Mengganjal
61 61. Serangan Mendadak
62 62. Kegundahan
63 63. Menantu Keluarga Aditama
64 64. Mak Comblang
65 65. Silent Mission
66 66. Penyelamatan
67 67. Mission Accomplished
68 68. Pendekatan
69 69. Berusaha Mengembalikan Ingatan
70 70. Godaan
71 71. Menyendiri
72 72. Amarah dan Rindu
73 73. Salah Sangka
74 74. Standar Keamanan
75 75. Anggota Gila
76 76. Singa atau Buaya?
77 77. Usaha Pendekatan
78 78. Tidak Peka
79 79. Pesan Rahasia
80 80. Kunci kelemahan
81 81. Memohon Pertolongan
82 82. Sahabat Lama
83 83. Perubahan Rencana
84 84. Reuni
85 85. Turun Tangan
86 86. Kabar Bahagia
87 87. Kabar Untuk Keluarga
88 88. Ngidam
89 89. Mukbang
90 90. Teler
91 91. Couvade Syndrom
92 92. Terpisah Jarak
93 93. Kapal Kebahagiaan
94 94. Kabar Duka
95 95. Histeris
Episodes

Updated 95 Episodes

1
1. Ryuga
2
2. Didikan Militer
3
3. Penasaran
4
4. Pertemuan
5
5. Misi Pertama
6
6. Role Mode
7
7. Diam - Diam ?
8
8. Pembalasan
9
9. 'Mainan' Baru?
10
10. Yakin.
11
11. Pendekatan
12
12. Rencana Pernikahan
13
13. Aksi Duet
14
14. Curiga
15
15. Manusia Salju
16
16. Rahasia
17
17. Pengakuan
18
18. Menertibkan
19
19. Menggemaskan
20
20. Hari Pertama Pasutri
21
21. Pembajakan
22
22. Buaya
23
23. Ayam Kecap
24
24. Lelang
25
25. Rasa Dibalik Misi
26
26. Misi Lain
27
27. Pembebasan Sandera
28
28. Dua Sisi
29
29. Balas Dendam
30
30. Kedinginan
31
31. O'oww!
32
32. Sambal
33
33. Ungkapan Perasaan
34
34. Be My Wife
35
35. Pengganggu
36
36. Wanita Ajaib
37
37. Berkebalikan.
38
38. Skandal
39
39. Pilihan
40
40. Tertangkap Basah
41
41. Terjebak
42
42. Perlawanan
43
43. Kondisi Gladys
44
44. Menyusul
45
45. Balas Dendam
46
46. Menangis Dalam Diam
47
47. Tersadar
48
48. Welcome Home
49
49. Hangat
50
50. Fakta
51
51. Support
52
52. Perkembangan Signifikan
53
53. Buah Keisengan
54
54. Camp Body Guard
55
55. Insting
56
56. Wanitaku
57
57. So Hot
58
58. Istri Idaman
59
59. Zona Merah
60
60. Mengganjal
61
61. Serangan Mendadak
62
62. Kegundahan
63
63. Menantu Keluarga Aditama
64
64. Mak Comblang
65
65. Silent Mission
66
66. Penyelamatan
67
67. Mission Accomplished
68
68. Pendekatan
69
69. Berusaha Mengembalikan Ingatan
70
70. Godaan
71
71. Menyendiri
72
72. Amarah dan Rindu
73
73. Salah Sangka
74
74. Standar Keamanan
75
75. Anggota Gila
76
76. Singa atau Buaya?
77
77. Usaha Pendekatan
78
78. Tidak Peka
79
79. Pesan Rahasia
80
80. Kunci kelemahan
81
81. Memohon Pertolongan
82
82. Sahabat Lama
83
83. Perubahan Rencana
84
84. Reuni
85
85. Turun Tangan
86
86. Kabar Bahagia
87
87. Kabar Untuk Keluarga
88
88. Ngidam
89
89. Mukbang
90
90. Teler
91
91. Couvade Syndrom
92
92. Terpisah Jarak
93
93. Kapal Kebahagiaan
94
94. Kabar Duka
95
95. Histeris

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!