Bab 5 ~ Bekas Luka yang Tak Kuingat

"Kak. Kenapa di sini? Jangan bilang kau diusir kakak ipar?"

Juan yang baru keluar ruangan untuk menenangkan hati menatap ke sumber suara. Terlihat seorang gadis muda nan cantik berdiri seorang diri di sana.

"Kau kenapa ke sini?" tanya pria itu sembari mengerutkan kening.

"Kak, kau memang lebih tua. Tapi bertanya seperti itu bukankah enggak sopan? Tentu saja aku datang untuk jenguk kakak ipar baikku itu."

"Sejak kapan kau dekat dengannya?"

"Haish, bagaimana pun dia tetap istrimu, kakak iparku. Aku datang menjenguk memangnya salah? Sudah! Ayo kita masuk."

Gadis itu mendorong kursi roda Juan, memaksa pria itu kembali masuk ke dalam kamar rawat.

"Kak, aku mau pipis. Bisa ...." Perkataan Ailin tertelan saat melihat sang suami tidak kembali sendiri. Wanita itu menatap gadis yang berdiri di belakang Juan, cantik, manis, dan masih muda.

"Dia... siapa?"

"Aku? Kau pura-pura enggak kenal aku lagi? Huh, makin menyebalkan saja!" Gadis itu tertawa tidak percaya.

"Dia siapa? Jangan bilang, kamu punya istri lain?" Ailin bertanya dengan tatapan menuduh, membuat Juan entah kenapa sedikit panik.

"Bukan ...."

"Kau gila, ya? Aku adik iparmu, Lulu Xie. Kalau mau pura-pura juga yang masuk akal sedikit dong!" Lulu membalas sewot, membuat sang kakak memukul lengannya kuat.

"Kak!"

"Jadi kamu adiknya kak Juan? Aku baru tahu Kakak punya adik."

"Heh, kau ...."

"Lulu!"

"Kak, dia ...."

"Antarin kakak iparmu ke toilet!"

"Apa? Nggak mau!"

"Kalau kakak bisa antar, kakak nggak akan suruh kamu." Juan berkata dengan nada memelan hingga membuat sang adik merasa bersalah.

"Ck, menyusahkan saja! Seharusnya aku enggak datang." Gadis itu mendumel sendiri, namun saat merasakan tatapan tak biasa dari sang kakak ia menoleh dengan takut.

"Oke, oke. Aku bantu." Lulu berkata dengan tawa kaku. Ia akan menurut kali ini , setidaknya demi uang jajan dari sang kakak.

Gadis itu lalu mendekat ke arah brankar, berdiri di samping dan melihat Ailin dengan datar. "Ayo!"

"Mendekatlah! Aku kesusahan turun."

"Heh, kau jangan manja, deh!"

"Lulu! Bantu kakak iparmu turun!" titah Juan yang sudah menatap kertas-kertas dokumen. Sementara Lulu mengeraskan rahang, kesal namun tidak bisa berbuat apa-apa.

Dengan enggan ia mendekati Ailin yang langsung mengulurkan tangan. Namun meski tidak rela, gadis itu tetap membantu dengan telaten. Mengiring Ailin dengan pelan hingga sampai ke dalam toilet.

"Kau bisa sendiri, kan?" tanya Lulu dengan ketus. Ailin mengangguk dan tersenyum tipis.

"Terima kasih," balas sang kakak ipar yang membuat Lulu tertegun. Kedua bola matanya membulat sempurna, tanpa membalas apa pun ia berjalan cepat pergi dari sana.

"Kak, dia kesambet, ya? Bisa-bisanya ucapin terima kasih." Lulu berkata dengan wajah yang masih syok. Gadis itu buru-buru mendekat dan duduk di samping Juan.

"Dia... hilang ingatan."

"What? Hilang ingatan? Semuanya?"

Juan menggeleng pelan. "Hanya sekitar lima tahunan."

"Berarti dia lupa kalau dia benci banget sama Kakak?" Lulu bertanya dengan penasaran yang dijawab anggukan pelan sang kakak.

"Pantas saja aku merasa aneh. Dia seperti cemburu padaku tadi. Ck, coba saja Kakak beritahu aku dari tadi. Setidaknya aku bisa pura-pura jadi pacar Kakak untuk mengerjainya. Ouchh, Kakk!" Lulu mengaduh sembari mengelus kepalanya yang habis ditabok map plastik keras.

"Kakak gitu banget sih sama adik sendiri."

"AKHHH!"

Juan yang acuh tak acuh pada sang adik langsung panik saat mendengar teriakan dari arah kamar mandi. Pria itu langsung menekan tuas kursi rodanya, bergerak cepat ke sana. Lulu juga mendekat, bukan karena peduli, tapi lebih ke penasaran.

Namun saat keduanya hampir mencapai toilet, pintu itu tiba-tiba terbuka. Ailin keluar dengan wajah tegang. Wanita itu langsung mengangkat piyama pasiennya.

"Ini apa? Kenapa aku punya bekas operasi seperti ini?" tanya Ailin sembari menunjuk sebuah garis samar di bawah perutnya.

Juan menghela napas lega. Pria itu mengira sang istri jatuh di kamar mandi, untung saja wanita itu keluar dalam keadaan baik-baik saja. Namun jarum infus di tangannya sepertinya tertarik, tampak sedikit darah muncul dari bawah plesternya.

"Ailin! Kenapa kamu ceroboh sekali?" geram Juan sembari menyentuh tangan sang istri. Pria itu berbalik, berniat untuk menekan bel perawat.

"Eh, Kak. Kau mau ke mana? Lebih baik Kakak langsung panggil saja, bisa saja belnya enggak terdengar."

"Tapi ...."

"Enggak papa, aku akan membantu kakak ipar kembali ke brankar. Kakak cepatlah pergi!"

Merasa perkataan sang adik ada benarnya, pria itu segera bergerak ke luar ruangan. Meninggalkan dua orang perempuan yang saling memandang itu.

"Kamu tahu ini kenapa? Seingat ku tubuhku mulus, apa ada yang diam-diam mengambil organ dalamku?" tanya Ailin bertubi, terlihat panik.

Namun Lulu tidak langsung menjawab. Gadis itu menatap bekas operasi itu selama beberapa detik sebelum mendongak untuk melihat wajah syok sang kakak ipar. Ekspresinya perlahan berubah aneh.

"Kau... beneran nggak ingat apa pun?"

.

.

.

Episodes
1 Bab 1 ~ Orang Asing Bernama Suami
2 Bab 2 ~ Kehidupan yang Tak Kuingat
3 Bab 3 ~ Aku Cuma Ingin Mengobrol
4 Bab 4 ~ Aku Tidak Sendirian
5 Bab 5 ~ Bekas Luka yang Tak Kuingat
6 Bab 6 ~ Bukan Orang Asing Lagi
7 Bab 7 ~ Lima Tahun yang Hilang
8 Bab 8 ~ Aku Sudah Punya Anak?!
9 Bab 9 ~ Mama Jahat
10 Bab 10 ~ Air Mata Mama
11 Bab 11 ~ Kakak Enggak Mau Peluk Aku?
12 Bab 12 ~ Ini Kamar Kita
13 Bab 13 ~ Kebohongan Pertama Juan
14 Bab 14 ~ Lulu Benar
15 Bab 15 ~ Kerasukan Cinta Kakakmu
16 Bab 16 ~ Wanita yang Berbeda
17 Bab 17 ~ Mimpi yang Menyakitkan
18 Bab 18 ~ Apa Kakak Malu Padaku?
19 Bab 19 ~ Takut Hanya Mimpi
20 Bab 20 ~ Bukan Hanya untuk Lian
21 Bab 21 ~ Aku Percaya Sama Dia
22 Bab 22 ~ Ziyu
23 Bab 23 ~ Ada Manis-Manisnya
24 Bab 24 ~ Mama
25 Bab 25 ~ Apakah Aku Seburuk Itu?
26 Bab 26 ~ Dirimu Yang Sekarang
27 Bab 27 ~ Tempat Untuk Bersandar
28 Bab 28 ~ Boleh Minta Pelukan?
29 Bab 29 ~ Bibi Kecil Juga Butuh Dilindungi
30 Bab 30 ~ Pantas Disebut Mama?
31 Bab 31 ~ Aku Membencimu!
32 Bab 32 ~ Semakin Gelisah
33 Bab 33 ~ Maaf, Aku Kurang Perhatian
34 Bab 34 ~ Tujuh Hari
35 Bab 35 ~ Kakak Datang
36 Bab 36 ~ Pantas Berbeda
37 Bab 37 ~ Liya
38 Bab 38 ~ Pilihan Ailin
39 Bab 39 ~ Selalu Cantik
40 Bab 40 ~ Sisi Lain Ailin
41 Bab 41 ~ Keinginan Ailin
42 Bab 42 ~ Luka Lulu
43 Bab 43 ~ Pelukan Kakak
44 Bab 44 ~ Baik
45 Bab 45 ~ Maaf yang Tak Kuingat
46 Bab 46 ~ Mama?
47 Bab 47 ~ Ingatan
48 Bab 48 ~ Kenapa Harus Ingat?
49 Bab 49 ~ Lega
50 Bab 50 ~ Bukan Salahku
51 Bab 51 ~ Penyesalan
52 Bab 52 ~ Tatapan Juan
53 Bab 53 ~ 5 Tahun Yang Ku Sia-siakan
54 Bab 54 ~ Aku Yang Lebih Takut
55 Bab 55 ~ Milik Keluarga Orang Lain
56 Bab 56 ~ Perasaan yang Berbeda
57 Bab 57 ~ Tidak Akan membuatnya Kecewa Lagi
58 Bab 58 ~ Dia Tahu
59 Bab 59 ~ Keributan Pagi Ini
60 Bab 60 ~ Mulai Curiga
61 Bab 61 ~ Gara-gara Ailin
62 Ba 62 ~ Tidak Ada Ailin di Antara Kita
Episodes

Updated 62 Episodes

1
Bab 1 ~ Orang Asing Bernama Suami
2
Bab 2 ~ Kehidupan yang Tak Kuingat
3
Bab 3 ~ Aku Cuma Ingin Mengobrol
4
Bab 4 ~ Aku Tidak Sendirian
5
Bab 5 ~ Bekas Luka yang Tak Kuingat
6
Bab 6 ~ Bukan Orang Asing Lagi
7
Bab 7 ~ Lima Tahun yang Hilang
8
Bab 8 ~ Aku Sudah Punya Anak?!
9
Bab 9 ~ Mama Jahat
10
Bab 10 ~ Air Mata Mama
11
Bab 11 ~ Kakak Enggak Mau Peluk Aku?
12
Bab 12 ~ Ini Kamar Kita
13
Bab 13 ~ Kebohongan Pertama Juan
14
Bab 14 ~ Lulu Benar
15
Bab 15 ~ Kerasukan Cinta Kakakmu
16
Bab 16 ~ Wanita yang Berbeda
17
Bab 17 ~ Mimpi yang Menyakitkan
18
Bab 18 ~ Apa Kakak Malu Padaku?
19
Bab 19 ~ Takut Hanya Mimpi
20
Bab 20 ~ Bukan Hanya untuk Lian
21
Bab 21 ~ Aku Percaya Sama Dia
22
Bab 22 ~ Ziyu
23
Bab 23 ~ Ada Manis-Manisnya
24
Bab 24 ~ Mama
25
Bab 25 ~ Apakah Aku Seburuk Itu?
26
Bab 26 ~ Dirimu Yang Sekarang
27
Bab 27 ~ Tempat Untuk Bersandar
28
Bab 28 ~ Boleh Minta Pelukan?
29
Bab 29 ~ Bibi Kecil Juga Butuh Dilindungi
30
Bab 30 ~ Pantas Disebut Mama?
31
Bab 31 ~ Aku Membencimu!
32
Bab 32 ~ Semakin Gelisah
33
Bab 33 ~ Maaf, Aku Kurang Perhatian
34
Bab 34 ~ Tujuh Hari
35
Bab 35 ~ Kakak Datang
36
Bab 36 ~ Pantas Berbeda
37
Bab 37 ~ Liya
38
Bab 38 ~ Pilihan Ailin
39
Bab 39 ~ Selalu Cantik
40
Bab 40 ~ Sisi Lain Ailin
41
Bab 41 ~ Keinginan Ailin
42
Bab 42 ~ Luka Lulu
43
Bab 43 ~ Pelukan Kakak
44
Bab 44 ~ Baik
45
Bab 45 ~ Maaf yang Tak Kuingat
46
Bab 46 ~ Mama?
47
Bab 47 ~ Ingatan
48
Bab 48 ~ Kenapa Harus Ingat?
49
Bab 49 ~ Lega
50
Bab 50 ~ Bukan Salahku
51
Bab 51 ~ Penyesalan
52
Bab 52 ~ Tatapan Juan
53
Bab 53 ~ 5 Tahun Yang Ku Sia-siakan
54
Bab 54 ~ Aku Yang Lebih Takut
55
Bab 55 ~ Milik Keluarga Orang Lain
56
Bab 56 ~ Perasaan yang Berbeda
57
Bab 57 ~ Tidak Akan membuatnya Kecewa Lagi
58
Bab 58 ~ Dia Tahu
59
Bab 59 ~ Keributan Pagi Ini
60
Bab 60 ~ Mulai Curiga
61
Bab 61 ~ Gara-gara Ailin
62
Ba 62 ~ Tidak Ada Ailin di Antara Kita

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!