Bab 2.

Luis dengan kasar menindih tubuh Laura, tangannya cepat merobek kancing seragam putih yang menutupi dadanya.

Setelah mesin mobil berhenti, udara di dalam kabin terasa sesak, seolah napas mereka saling bertarung untuk bertahan.

Matanya menyipit penuh ejekan, tatapannya menusuk seolah ingin membakar rahasia yang disembunyikan.

"Aku nggak menyangka. Gadis SMA yang hampir lulus sepertimu pernah melahirkan dan memiliki ASI," suaranya dingin dan penuh penghinaan, seolah mengoyak harga dirinya yang rapuh.

Laura terisak, air matanya mengalir tanpa henti, namun hatinya bergejolak. "Kak Luis, aku nggak berbohong. Aku hanya kelebihan hormon, jujur aku nggak pernah hamil dan melahirkan," jawabnya dengan suara bergetar, berharap kata-katanya bisa menembus kerasnya dinding kemarahan Luis.

Namun, Luis tak peduli, tangannya semakin mencengkeram erat, membuka paksa dada Naura lalu mulai mengisapnya dengan rakus, seolah menegaskan tuduhannya.

"Dasar penipu," gumamnya penuh kebencian, sementara Naura hanya bisa menahan kesakitan dan kehancuran yang menyelimuti dirinya.

Kedua tangan Laura mencengkram lengan Luis, saat Luis menghisapnya dengan kasar.

"Kak Luis, ini salah ... " Ujar Laura dengan suara penuh kepedihan.

"Apanya yang salah?" Sahut Luis ketus, ia yang sudah selesai menjauhkan tubuhnya dari Laura, ekspresi terlihat jijik saat menatap Laura.

"Kita itu saudara, nggak seharusnya kamu meminum ... " Ucapan Laura terhenti, berganti dengan isakan tangis.

Ia nampak kesulitan melanjutkan ucapannya.

Luis hanya tersenyum sinis, wajahnya malah kembali marah, terlihat tidak menunjukkan rasa bersalah sama sekali.

"Kehidupanku yang sekarang ini aku sudah tidak percaya dengan salah dan benar? Intinya kamu hadir tiba-tiba dan menjadi anak kandung ayahku, itu suatu hal yang salah."

Luis mencengkram dagu Laura dengan kasar, "Kamu itu hanya anak haram dari seorang pelakor yang hina. Nggak usah sok pintar dengan mengajariku, seumur hidupmu kamu harus membayar hal yang dilakukan oleh ibumu hingga menyebabkan ibuku pergi dari rumah."

Air mata Laura luruh, matanya yang berwarna hazel beradu dengan mata biru milik Luis yang penuh kebencian.

Luis melepaskan cengkraman tangannya dengan kasar, "jangan sok suci dengan menolak keinginanku. Kamu hanya seorang jalang yang tidak tahu malu, pernah hamil dan juga melahirkan."

Ucapan Luis bagaikan cambuk yang dicambukkkan ke dalam tubuh Laura.

Laura memilih diam mematung dan tidak menanggapi ucapan Luis, semua yang keluar dari mulutnya selalu salah, bahkan sama sekali tak pernah didengarkan oleh Luis.

Saat ingin mengancingkan bajunya, Laura tertegun saat melihat kancing bajunya tidak ada.

Lalu ia menoleh ke arah Luis yang fokus mengemudikan mobilnya.

Luis tahu kalau Laura menatapnya, tapi ia memilih pura-pura tidak melihat, ia berharap Laura akan merengek padanya.

Tapi, sampai mobil mewah Luis akan sampai ke sekolah. Laura masih saja diam.

Hal itu sungguh membuat Luis kecewa, walaupun ia merasa ada yang aneh dengan sikap Laura.

Tapi Luis yang teringat memiliki kelemahan Laura, memilih acuh dan tidak peduli.

Laura memilih memejamkan matanya, berpikir seraya mencari solusi untuk masalahnya sendiri.

Tapi otaknya bukanya membantunya berpikir, malah mengingat masa lalu.

Setelah dirinya kecelakaan, ntah kenapa Laura tidak bisa mengingat apapun, setelah dibawa ayahnya masuk ke dalam keluarga Wilson. Ia hanya mendapatkan siksaan dan tekanan batin dari Luis.

Walaupun didepan Wilson, Luis akan bersikap sangat manis dan baik pada dirinya.

Sebenarnya ia mengerti, alasan kenapa Luis melakukan semua itu? Tapi apa salahnya hingga dibenci sedemikian rupa.

Ntah dirumah dan disekolah baginya sama saja, Luis selalu melakukan hal yang menyakiti hatinya.

Sebelumnya Laura bisa tahan, tapi sejak semalam Luis mulai berani membuka bajunya bahkan menghisap air susunya, Laura merasa jika dirinya sudah difase lelah. Lelah untuk menghadapi Luis, lelah terus tersakiti.

Semalam ia tidak bisa tidur, ia bertekad ingin kabur dan meninggalkan keluarga Wilson.

Tapi apa daya? Hal itu tidak bisa diputuskan gegabah, ayahnya begitu baik. Ia masih memikirkan, jika sampai dirinya kabur ayahnya pasti akan mengkhawatirkan dirinya.

"Kamu beneran ingin memperlihatkan tubuhmu pada semua orang disekolah?" Celetuk Luis, hal itu langsung membuyarkan lamunan Laura.

Laura mengepalkan tangannya, menahan kebencian yang sudah membuncah pada Luis.

Awalnya ia akui, dulu ia memang jatuh cinta pada pandangan pertama pada Luis.

Ia tahu, cintanya itu salah, karena ia saudara seayah. Karena sesungguhnya perasaan tidak bisa dipaksakan.

Tapi sekarang rasa cinta itu perlahan terkikis oleh rasa sakit yang setiap hari Luis berikan padanya.

Laura menjawab tanpa menatap ke arah Luis, "Sementara aku akan menutupinya dengan tanganku. Lalu aku akan meminjam baju di UKS."

Tak berselang lama, mobil mewah milik Luis pun berhenti di depan gerbang SMA Bintang.

Saat Laura ingin turun, Luis mencekal tangan Laura.

"Ada apa tuan muda Luis?" tanya Laura dengan suara datar dan dingin.

Ntah kenapa Luis tiba-tiba merasa tidak suka dan tidak nyaman dengan panggilan 'Tuan muda' yang sebelumnya Luis inginkan.

"Ini seragamnya, kamu ganti disini saja!" Ujar Luis yang mana membuat Laura mengangkat satu alisnya.

Laura merasa heran, tidak biasanya Luis bersikap baik dan toleran seperti ini.

"Apa mungkin Luis melakukannya karena dirinya merasa bersalah," pikir Laura. Tapi ia buru-buru menepis pikiran itu, mengingat kelakuan Luis semalam memang tidak akan pernah ia maafkan.

Ia mengembalikan atasan berwarna putih yang sebelumnya diberikan kepada dirinya, "nggak perlu."

Luis menanggapi dengan senyuman sinis, "kamu marah padaku? Atas dasar apa? Apa kamu lupa, selama tiga tahun kamu makan dan tinggal dirumahku."

Laura yang sudah bosan menangapi ucapan Luis memaksa keluar dari mobil, tapi saat tangannya menyentuh handle pintu.

Luis malah mengunci pintu mobilnya.

"Sepertinya, selama ini aku terlalu baik padamu Laura." Ujar Luis marah.

Alis Laura mengerut, saat melihat Luis milih marah. "Bukankah harusnya yang marah itu aku? Kenapa dia?" Pikir Laura heran.

Tiba-tiba Luis mencium dan melumat bibirnya, Laura terkejut sontak mengigit bibir Luis.

"Kamu anjing ya? Kenapa gigit?" Ujar Luis dengan senyuman sinis, tapi ntah kenapa Laura yang keras kepala dan tidak penurut ini membuatnya suka.

Cuman ia merasa marah dan tak nyaman saja saat Laura merajuk.

Laura tidak menanggapi, ia berkata dengan nada dingin. "Gerbang sekolah lima menit lagi akan ditutup. Tuan muda Luis, biarkan aku keluar dari mobil."

"Kalau mau keluar dari mobilku, segera ganti seragammu!" Ujar Luis, menolak penolakan Laura.

Laura yang tidak ingin kena hukuman karena terlambat masuk gerbang, akhirnya memilih untuk menyetujui ucapan Luis. Ia mengambil seragam itu dan bersiap keluar mobil.

Tapi Luis masih belum membuka kunci mobil. "Aku akan memakainya, kenapa kamu belum membukanya?" Ujar Laura tak sabar.

Luis pura-pura memejamkan mata sambil melipat tangan di dada. "Aku ingin kamu ganti seragammu di sini," sahut Luis.

Naura yang terkejut langsung berteriak, "Apa kamu bilang?"

"Ya, buruan ganti kalau nggak mau terlambat."

Laura melirik jam di tangannya, melihat waktu yang sangat mepet.

Dia tak punya pilihan lain. Mobil mewah Luis dilengkapi fitur penggelap kaca, agar orang di luar tak bisa melihat ke dalam.

Setelah mengaktifkan mode itu, Laura mulai melepaskan seragamnya.

Dengan nada peringatan, ia berkata, "Tutup matamu. Jangan lihat."

Namun saat hendak mengancingkan baju seragam yang diberikan Luis, tatapan Laura tiba-tiba menoleh ke arah pria itu.

Betapa terkejutnya dia saat melihat Luis menatapnya seperti orang kelaparan. "Dasar mesum!" gerutu Laura.

Episodes
1 Bab 1.
2 Bab 2.
3 Bab 3.
4 Bab 4.
5 Bab 5.
6 Bab 6.
7 Bab 7.
8 Bab 8.
9 Bab 9.
10 Bab 10.
11 Bab 11.
12 Bab 12.
13 Bab 13.
14 Bab 14.
15 Bab 15.
16 Bab 16.
17 Bab 17.
18 Bab 18.
19 Bab 19.
20 Bab 20.
21 Bab 21.
22 Bab 22.
23 Bab 23.
24 Bab 24.
25 Bab 25.
26 Bab 26.
27 Bab 27.
28 Bab 28.
29 Bab 29.
30 Bab 30.
31 Bab 31.
32 Bab 32.
33 Bab 33.
34 Bab 34.
35 Bab 35.
36 Bab 36.
37 Bab 37.
38 Bab 38.
39 Bab 39.
40 Bab 40.
41 Bab 41.
42 Bab 42.
43 Bab 43.
44 Bab 44.
45 Bab 45.
46 Bab 46.
47 Bab 47.
48 Bab 48.
49 Bab 49.
50 Bab 50.
51 Bab 51.
52 Bab 52.
53 Bab 53.
54 Bab 54.
55 Bab 55.
56 Bab 56.
57 Bab 57.
58 Bab 58.
59 Bab 59.
60 Bab 60.
61 Bab 61.
62 Bab 62.
63 Bab 63.
64 Bab 64.
65 Bab 65.
66 Bab 66.
67 Bab 67.
68 Bab 68.
69 Bab 69.
70 Bab 70.
71 Bab 71.
72 Bab 72.
73 Bab 73.
74 Bab 74.
75 Bab 75.
76 Bab 76.
77 Bab 77.
78 Bab 78.
79 Bab 79.
80 Bab 80.
81 Bab 81.
82 Bab 82.
83 Bab 83.
84 Bab 84.
85 Bab 85.
86 Bab 86.
87 Bab 87.
88 Bab 88.
89 Bab 89.
90 Bab 90.
91 Bab 91.
92 Bab 92.
93 Bab 93.
94 bab 94
95 Bab 95.
96 Bab 96.
97 Bab 97.
98 Bab 98.
99 Bab 99.
100 Bab 100.
101 Bab 101.
102 Bab 102.
103 Bab 103.
104 Bab 104.
105 Bab 105.
106 Bab 106.
107 Bab 107.
108 Bab 108.
109 Bab 109.
110 Bab 110.
111 Bab 111.
112 Bab 112.
113 Bab 113.
114 Bab 114.
115 Bab 115.
116 Bab 116.
117 Bab 117.
118 Bab 118.
119 Bab 119.
120 Bab 120.
121 Bab 121.
122 Bab 122.
123 Bab 123.
124 Bab 124.
125 Bab 125.
126 Bab 126.
127 Bab 127.
128 Bab 128.
129 Bab 129.
130 Bab 130.
131 Bab 131.
132 Bab 132.
133 Bab 133.
134 Bab 134.
135 Bab 135.
136 Bab 136.
137 Bab 137.
138 Bab 138.
139 Bab 139.
140 Bab 140.
141 Bab 141.
142 Bab 142.
143 Bab 143.
144 Bab 144.
145 Bab 145.
146 Bab 146
147 Bab 147.
148 Bab 148.
149 Bab 149.
150 Bab 150.
151 Bab 151.
152 Bab 152.
153 Bab 153.
154 Bab 154.
155 Bab 155.
156 Bab 156.
157 Bab 157.
158 Bab 158.
159 Bab 159.
160 Bab 160.
161 Bab 161.
162 Bab 162.
163 Bab 163.
164 Bab 164. Ending.
Episodes

Updated 164 Episodes

1
Bab 1.
2
Bab 2.
3
Bab 3.
4
Bab 4.
5
Bab 5.
6
Bab 6.
7
Bab 7.
8
Bab 8.
9
Bab 9.
10
Bab 10.
11
Bab 11.
12
Bab 12.
13
Bab 13.
14
Bab 14.
15
Bab 15.
16
Bab 16.
17
Bab 17.
18
Bab 18.
19
Bab 19.
20
Bab 20.
21
Bab 21.
22
Bab 22.
23
Bab 23.
24
Bab 24.
25
Bab 25.
26
Bab 26.
27
Bab 27.
28
Bab 28.
29
Bab 29.
30
Bab 30.
31
Bab 31.
32
Bab 32.
33
Bab 33.
34
Bab 34.
35
Bab 35.
36
Bab 36.
37
Bab 37.
38
Bab 38.
39
Bab 39.
40
Bab 40.
41
Bab 41.
42
Bab 42.
43
Bab 43.
44
Bab 44.
45
Bab 45.
46
Bab 46.
47
Bab 47.
48
Bab 48.
49
Bab 49.
50
Bab 50.
51
Bab 51.
52
Bab 52.
53
Bab 53.
54
Bab 54.
55
Bab 55.
56
Bab 56.
57
Bab 57.
58
Bab 58.
59
Bab 59.
60
Bab 60.
61
Bab 61.
62
Bab 62.
63
Bab 63.
64
Bab 64.
65
Bab 65.
66
Bab 66.
67
Bab 67.
68
Bab 68.
69
Bab 69.
70
Bab 70.
71
Bab 71.
72
Bab 72.
73
Bab 73.
74
Bab 74.
75
Bab 75.
76
Bab 76.
77
Bab 77.
78
Bab 78.
79
Bab 79.
80
Bab 80.
81
Bab 81.
82
Bab 82.
83
Bab 83.
84
Bab 84.
85
Bab 85.
86
Bab 86.
87
Bab 87.
88
Bab 88.
89
Bab 89.
90
Bab 90.
91
Bab 91.
92
Bab 92.
93
Bab 93.
94
bab 94
95
Bab 95.
96
Bab 96.
97
Bab 97.
98
Bab 98.
99
Bab 99.
100
Bab 100.
101
Bab 101.
102
Bab 102.
103
Bab 103.
104
Bab 104.
105
Bab 105.
106
Bab 106.
107
Bab 107.
108
Bab 108.
109
Bab 109.
110
Bab 110.
111
Bab 111.
112
Bab 112.
113
Bab 113.
114
Bab 114.
115
Bab 115.
116
Bab 116.
117
Bab 117.
118
Bab 118.
119
Bab 119.
120
Bab 120.
121
Bab 121.
122
Bab 122.
123
Bab 123.
124
Bab 124.
125
Bab 125.
126
Bab 126.
127
Bab 127.
128
Bab 128.
129
Bab 129.
130
Bab 130.
131
Bab 131.
132
Bab 132.
133
Bab 133.
134
Bab 134.
135
Bab 135.
136
Bab 136.
137
Bab 137.
138
Bab 138.
139
Bab 139.
140
Bab 140.
141
Bab 141.
142
Bab 142.
143
Bab 143.
144
Bab 144.
145
Bab 145.
146
Bab 146
147
Bab 147.
148
Bab 148.
149
Bab 149.
150
Bab 150.
151
Bab 151.
152
Bab 152.
153
Bab 153.
154
Bab 154.
155
Bab 155.
156
Bab 156.
157
Bab 157.
158
Bab 158.
159
Bab 159.
160
Bab 160.
161
Bab 161.
162
Bab 162.
163
Bab 163.
164
Bab 164. Ending.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!