Ep. 3 RUMAH SAKIT

Erlangga menatap sahabatnya sejenak, sebelum ia mengatakan kalimat yang akan membuat sahabatnya itu meledeknya.

"Aku belum sempat bertanya namanya, dia sudah menghilang."

Pengakuan Erlangga yang tiba-tiba, membuat Reno tidak bisa menahan tawanya. Awalnya pria itu hanya menggoda sahabatnya, namun siapa sangka ternyata semua dugaannya benar.

"Sumpah, Erlangga! Kamu yang biasanya tahan dengan godaan wanita. Kenapa bisa sampai melakukan hal itu?" Reno bertanya dengan wajah menyelidik.

Erlangga terdiam sejenak sebelum menjawab pertanyaan sahabatnya, pandangannya mulai menerawang jauh, akankah ia menemukan wanita itu untuk menebus kekhilafannya. "Entah! Semuanya terjadi begitu saja."

Reno yang melihat kegelisahan sahabatnya menghentikan tawanya. Ia mulai memandang sahabatnya itu dengan serius.

"Ok, sekarang kamu jelaskan dari awal! Agar aku tahu dan mudah-mudahan bisa membantumu menemukan wanita itu."

Erlangga mulai menjelaskan, bagaimana ia bisa bermalam di hotel itu dan menemukan wanita itu yang sudah terpengaruh obat tersebut.

"Jadi seseorang sudah menjebaknya, lalu kau datang dan wanita itu langsung menerjangmu!" Reno tampak terkejut bukan main hingga ia bangkit dari tempat duduknya.

Erlangga mengangguk mantap. Tatapannya memancarkan tekad bahwa ia akan berusaha mencari wanita itu.

"Sekarang aku mengerti, apa ada ciri-ciri lain dari wanita itu? Siapa tahu aku menemukannya." sambung Reno. Wajahnya terlihat antusias saat tahu sahabatnya sudah menemukan wanita yang menarik perhatiannya, terlebih dia akan bertanggung jawab padanya.

Erlangga menggeleng pelan tampak mendesah frustasi. Itulah kebodohannya ia sama sekali tidak tahu ciri-ciri lain selain wajah Aline yang sangat ia kenali. "Aku tidak tahu, Reno! Aku hanya tahu persis seperti apa wajahnya."

"Periksa CCTV yang ada di hotel saja? Kenapa kau harus pusing?"

"Sudah, orangku mengatakan jika CCTV itu ada yang menyabotase."

"Kalau begitu biar aku panggilankan seorang pelukis profesional, agar dia membuat sketsa wanita itu. Kamu cukup jelaskan semua yang kamu tahu." usul Reno yang terdengar sangat menjanjikan di tengah kebingungan Erlangga.

Seulas senyum tipis terbit dari bibir Erlangga. Ia mengangguk mantap dengan ide dari Reno. "Kau memang sahabatku yang baik."

"Tentu saja." balas Reno dengan wajah sombong.

Erlangga hanya mendengus melihat wajah so-angkuh Reno. Namun ia tetap berterima kasih atas usulan yang sudah sahabatnya itu berikan.

*

*

*

Di sisi lain, sore itu Aline memutuskan untuk pergi ke rumah sakit karena area pribadinya terasa sangat nyeri dan kerap masih mengeluarkan darah.

Aline mulai keluar kamar, namun ia melihat rumah dalam keadaan sepi. Biasanya ibu dan adik tirinya selalu terlihat berkumpul di sore hari, semenjak kepergian ayahnya keluar kota ia tidak pernah melihat kedua orang itu berdiam di rumah.

Sinta seorang sosialita dan Nana bekerja di perusahaan kecil milik ayahnya hanya sebatas membantu pekerjaan ayahnya. Gadis itu sangat malas, yang dia tau hanya menghamburkan uang.

Tidak ingin memikirkan hal yang tidak penting, Aline memilih untuk melanjutkan tujuannya. Ia melangkah ke luar rumah dengan langkah kaki yang sedikit di seret.

Begitu sampai di luar gerbang rumah, Aline langsung menghentikan sebuah taksi.

Dua puluh menit kemudian. Aline tiba di rumah sakit, ia menyusuri koridor dengan langkah yang sebisa mungkin agar terlihat normal.

Saat tiba di depan pintu Dokter Spesial Obstetri dan Ginekologi (obgyn). Jantung Aline tiba-tiba berdetak sangat cepat antara takut dan juga cemas.

Perlahan ia membuka pintu tersebut, ruangan itu terasa dingin. Namun telapak tangan Aline berkeringat deras.

Bersyukur dokter itu seorang wanita paruh baya. Aline mulai berkonsultasi tentang keluhan yang ia rasakan.

"Permisi, Dok!" sapa Aline dengan sopan sambil menarik kursi dan duduk di depan dokter itu.

Dokter itu membalas dengan anggukan kepala sambil tersenyum ramah. "Silakan duduk, ada yang bisa saya bantu?"

Aline terdiam sejenak nampak ragu untuk mengatakannya, ia menghela napas panjang. Jemarinya yang dingin saling bertautan di bawah meja. "Begini Dok!"

Dokter itu seakan paham dengan apa yang Aline rasakan, ia menatap Aline dengan lembut. "Tidak perlu takut, kita sama-sama wanita."

"Sebenarnya area pribadi saya terasa sakit dan mengeluarkan darah."

"Apa sedang menstruasi?"

Aline menggeleng pelan. "Nggak Dok!" Suaranya nyaris seperti bisikkan.

Dokter itu mengangguk, lalu beranjak dari tempatnya. "Mari, saya periksa dulu." Dokter itu mengajak Aline untuk berbaring di atas kasur rumah sakit.

Dengan sedikit tertatih, Aline mengikuti langkah dokter itu lalu naik ke atas brankar tersebut.

Dokter itu langsung memeriksa Aline dengan seksama dan teliti, namun bibirnya tampak berkedut ingin tersenyum. Saat melihat bahwa pasiennya ini baru saja melakukan hubungan suami istri.

"Anak muda memang sering malu-malu, tapi kalau sudah berhubungan sering lupa diri." bisik dokter itu dalam hati.

Setelah selesai pemeriksaan, dokter itu menuliskan beberapa catatan tentang kesehatan Aline dan memberikan sedikit nasehat.

"Kamu tidak apa-apa, tidak ada yang perlu dikhawatirkan hanya saja..." Dokter itu menjeda kalimatnya sejenak. Ia menatap Aline dengan senyum menggoda.

"Terkadang saat pertama kali itu memang sangat agresif, tapi lain kali harus diperhatikan lagi agar lebih lembut jika ingin melakukannya."

Nasihat itu terdengar sangat ambigu bagi Aline wajahnya seketika memerah, ia tahu kemana arah pembicaraan itu. Dengan gerakan kaku Aline mengangguk sambil tersenyum canggung.

"Ini obatnya, kamu cukup oleskan saja pada area yang luka dan untuk beberapa hari kedepan jangan berhubungan dulu." ucap Dokter itu sambil menyerahkan sebuah salep ke arah Aline.

Setelah Aline menerima obat itu, ia langsung beranjak dari tempat duduknya. "Terima kasih, Dok! Kalau gitu saya permisi."

Dokter itu mengangguk sambil menggoda Aline. "Ingat sampaikan pesan saya sama suami kamu, untuk menahannya seminggu kedepan." Dokter itu terkekeh kecil saat melihat Aline tergesa-gesa keluar dari ruangannya.

Aline menghela napas lega setelah keluar dari sana. Ia melanjutkan langkahnya ingin segera kembali ke rumah, namun di pertengahan koridor rumah sakit saat Aline terburu-buru dan bertepatan Reno yang keluar dari ruangan Erlangga tanpa sengaja mereka bertabrakan.

"Ma-af, Dok! Saya nggak sengaja." ucap Aline merasa bersalah sambil menunduk sopan.

Reno yang sama terkejutnya mengangguk sambil tersenyum ramah. "Tidak apa-apa, lagian ini salah saya."

Reno yang melihat Aline, sepertinya sedang mengalami keluhan mencoba berinisiatif menawarkan diri. "Kamu pasien di sini? Ada yang bisa saya bantu?"

Aline menggeleng cepat. Ia mendongak guna melihat dokter muda yang terlihat ramah itu. "Saya baru saja selesai konsultasi, terima kasih atas tawarannya, Dok!"

"Baiklah kalau gitu, semoga cepat sembuh, ya."

Tidak ingin berlama-lama di sana, Aline langsung mengangguk dan melangkah pergi meninggalkan Reno yang masih berdiri di tempatnya.

Tepat setelah Aline berlalu dari sana, Erlangga tiba-tiba keluar dari ruangannya. Ia melihat sahabatanya yang masih di depan ruangannya. "Kenapa masih di sini?"

"Nggak sengaja nabrak wanita cantik." jawab Reno sambil menunjuk Aline yang belum sepenuhnya meghilang dengan dagunya.

Erlangga menatap punggung Aline dan perasaannya tiba-tiba mulai merasakan sesuatu yang sulit ia jelaskan. Jika saja Erlangga melihat wajah Aline pasti pria itu akan mengenalinya.

Terpopuler

Comments

Key

Key

Yah ... sabar ya Pak Dokter. Belum waktunya dipertemukan oleh Author.

2026-06-13

0

Key

Key

Meskipun di tertawakan , tapi selalu ada solusi kalo sama sohib tuh

2026-06-13

0

mawar merah

mawar merah

jangan-jangan rumah sakit tempat Erlangga kerja

2026-06-13

0

lihat semua
Episodes
1 Ep. 1 KEHILANGAN HAL YANG PALING BERHARGA
2 Ep. 2 MENCARI TAHU
3 Ep. 3 RUMAH SAKIT
4 Ep. 4 SELALU DIBEDAKAN
5 Ep. 5 JARAK YANG SEMAKIN JAUH
6 Ep. 6 BANDUNG
7 Ep. 7 KEBUN TEH
8 Ep. 8 KE TEMPAT DI MANA ADA KAMU
9 Ep. 9 KENYATAAN
10 Ep. 10 MENGETAHUI WAJAH AYAH ANAKKU
11 Ep. 11 PUTUS HUBUNGAN
12 Ep.12 DIUSIR DAN MEMILIH HIDUP DENGAN AYAH ANAKKU
13 Ep. 13 MEMBERIKAN YANG TERBAIK
14 Ep. 14 MENIKAHLAH DENGANKU
15 Ep. 15 BERI WAKTU
16 Ep. 16 TERBAYANG
17 Ep. 17 KEBERSAMAAN
18 Ep. 18 SEMAKIN DEKAT
19 Ep. 19 KELUARGA DEWANGGA
20 Ep. 20 KEHEBOHAN
21 Ep. 21 KETEGASAN SEORANG AYAH
22 Ep. 22 MENUJU
23 Ep. 23 HARI H
24 Bab 24 MALAM YANG MANIS
25 Ep. 25 PELUKKAN HALAL YANG MENENANGKAN
26 Ep. 26 KELUCUAN PAGI HARI
27 Ep. 27 KEDATANGAN TAMU
28 Ep. 28 KEGUNDAHAAN RARA
29 Ep. 29 NGIDAM
30 Ep. 30 BERTEMU
31 Ep. 31 MERTUA IDAMAN
32 Ep. 32 KARMA ITU NYATA
33 Ep. 33 KABAR BAHAGIA
34 Ep. 34 MULAI MENUAI
35 Ep. 35 KEHILANGAN HAL YANG SAMA DENGAN CARA YANG BERBEDA 21+
36 Ep. 36 PENIPU TERTIPU
37 Ep. 37 MENYESAL
38 Ep. 38 KEHANGATAN KELUARGA
39 Ep. 39 PUTUS ASA
40 Ep. 40 KEDUA WANITA HEBAT
41 41. MULAI CEMBURU
42 Ep. 42 PENYESALAN YANG TERLAMBAT
43 Ep. 43 HUKUMAN BUMIL
44 Ep. 44 MALAM PENUH WARNA DAN KEWAJIBAN SEORANG ISTRI
45 Ep. 45 HANGAT
46 Ep. 46 PANTI ASUHAN
47 Ep. 47 KETEGASAN SUAMI
48 Ep. 48 KALIMAT ELEGAN ALINE UNTUK DINA
49 Ep. 49 DENDAM KUSUMAT DINA
50 Ep. 50 MAKAN SIANG
51 Ep. 51 JAGALAH MEREKA
52 Ep. 52
53 Ep. 53
54 Ep. 54
55 Ep. 55
56 Ep. 56 KEKEJAMAN BRAM
57 Ep. 57 SADAR
58 Ep. 58 MASA SULIT ALINE
59 Ep. 59 LAPORAN YANG DIABAIKAN
60 Ep. 60 BERUSAHA
61 Ep. 61 KETIKA TAKDIR YANG BERKEHENDAK
62 Ep. 62 MERINDUKANMU DISISIKU
63 Ep. 63 WELCOME BABY TWINS
64 Ep. 64 KEGADUHAN
65 Ep. 65 KESULITAN ERLANGGA
66 Ep. 66 MELAWAN KEADAAN [Bonus Up untuk Kak Aira_kayla dan readers setia lainnya]
67 Ep. 67 DI AMBANG HIDUP DAN MATI
68 Ep. 68 BERTAHANLAH
69 Ep. 69 JANGAN PERGI
70 Ep. 70 BERDETAK
71 Ep. 71 AKU SELALU MENUNGGUMU MAS
72 Ep. 72 RARA VS SISKA
73 Ep. 73 KESETIAAN YANG DIUJI
74 Ep. 74 AKU SELALU MENEMANIMU MAS
75 Ep. 75 TANPA HARUS MENGOTORI TANGAN
76 Ep. 76 TUMBUH KEMBANG SI KEMBAR
77 Ep. 77 KEHIDUPAN BARU
78 Ep. 78 KEBERSAMAAN
79 Ep. 79 CINTA DAN BAKTI SEORANG ISTRI
80 Ep. 80 BERTEMU SESEORANG
81 Ep. 81 KEHADIRAN ORANG LAMA
82 Ep. 82 BERKUNJUNG
83 Ep. 83 AURA SEORANG ALVIAN
84 Ep. 84 PERTEMUAN
85 Ep. 85
86 Ep. 86
87 Ep. 87 RENCANA LIBURAN
88 Ep. 88 GODAAN MALAM HARI YANG GAGAL
89 Ep. 89
90 Ep. 90
91 Ep. 91 LIBURAN DAN KEDEKATAN
Episodes

Updated 91 Episodes

1
Ep. 1 KEHILANGAN HAL YANG PALING BERHARGA
2
Ep. 2 MENCARI TAHU
3
Ep. 3 RUMAH SAKIT
4
Ep. 4 SELALU DIBEDAKAN
5
Ep. 5 JARAK YANG SEMAKIN JAUH
6
Ep. 6 BANDUNG
7
Ep. 7 KEBUN TEH
8
Ep. 8 KE TEMPAT DI MANA ADA KAMU
9
Ep. 9 KENYATAAN
10
Ep. 10 MENGETAHUI WAJAH AYAH ANAKKU
11
Ep. 11 PUTUS HUBUNGAN
12
Ep.12 DIUSIR DAN MEMILIH HIDUP DENGAN AYAH ANAKKU
13
Ep. 13 MEMBERIKAN YANG TERBAIK
14
Ep. 14 MENIKAHLAH DENGANKU
15
Ep. 15 BERI WAKTU
16
Ep. 16 TERBAYANG
17
Ep. 17 KEBERSAMAAN
18
Ep. 18 SEMAKIN DEKAT
19
Ep. 19 KELUARGA DEWANGGA
20
Ep. 20 KEHEBOHAN
21
Ep. 21 KETEGASAN SEORANG AYAH
22
Ep. 22 MENUJU
23
Ep. 23 HARI H
24
Bab 24 MALAM YANG MANIS
25
Ep. 25 PELUKKAN HALAL YANG MENENANGKAN
26
Ep. 26 KELUCUAN PAGI HARI
27
Ep. 27 KEDATANGAN TAMU
28
Ep. 28 KEGUNDAHAAN RARA
29
Ep. 29 NGIDAM
30
Ep. 30 BERTEMU
31
Ep. 31 MERTUA IDAMAN
32
Ep. 32 KARMA ITU NYATA
33
Ep. 33 KABAR BAHAGIA
34
Ep. 34 MULAI MENUAI
35
Ep. 35 KEHILANGAN HAL YANG SAMA DENGAN CARA YANG BERBEDA 21+
36
Ep. 36 PENIPU TERTIPU
37
Ep. 37 MENYESAL
38
Ep. 38 KEHANGATAN KELUARGA
39
Ep. 39 PUTUS ASA
40
Ep. 40 KEDUA WANITA HEBAT
41
41. MULAI CEMBURU
42
Ep. 42 PENYESALAN YANG TERLAMBAT
43
Ep. 43 HUKUMAN BUMIL
44
Ep. 44 MALAM PENUH WARNA DAN KEWAJIBAN SEORANG ISTRI
45
Ep. 45 HANGAT
46
Ep. 46 PANTI ASUHAN
47
Ep. 47 KETEGASAN SUAMI
48
Ep. 48 KALIMAT ELEGAN ALINE UNTUK DINA
49
Ep. 49 DENDAM KUSUMAT DINA
50
Ep. 50 MAKAN SIANG
51
Ep. 51 JAGALAH MEREKA
52
Ep. 52
53
Ep. 53
54
Ep. 54
55
Ep. 55
56
Ep. 56 KEKEJAMAN BRAM
57
Ep. 57 SADAR
58
Ep. 58 MASA SULIT ALINE
59
Ep. 59 LAPORAN YANG DIABAIKAN
60
Ep. 60 BERUSAHA
61
Ep. 61 KETIKA TAKDIR YANG BERKEHENDAK
62
Ep. 62 MERINDUKANMU DISISIKU
63
Ep. 63 WELCOME BABY TWINS
64
Ep. 64 KEGADUHAN
65
Ep. 65 KESULITAN ERLANGGA
66
Ep. 66 MELAWAN KEADAAN [Bonus Up untuk Kak Aira_kayla dan readers setia lainnya]
67
Ep. 67 DI AMBANG HIDUP DAN MATI
68
Ep. 68 BERTAHANLAH
69
Ep. 69 JANGAN PERGI
70
Ep. 70 BERDETAK
71
Ep. 71 AKU SELALU MENUNGGUMU MAS
72
Ep. 72 RARA VS SISKA
73
Ep. 73 KESETIAAN YANG DIUJI
74
Ep. 74 AKU SELALU MENEMANIMU MAS
75
Ep. 75 TANPA HARUS MENGOTORI TANGAN
76
Ep. 76 TUMBUH KEMBANG SI KEMBAR
77
Ep. 77 KEHIDUPAN BARU
78
Ep. 78 KEBERSAMAAN
79
Ep. 79 CINTA DAN BAKTI SEORANG ISTRI
80
Ep. 80 BERTEMU SESEORANG
81
Ep. 81 KEHADIRAN ORANG LAMA
82
Ep. 82 BERKUNJUNG
83
Ep. 83 AURA SEORANG ALVIAN
84
Ep. 84 PERTEMUAN
85
Ep. 85
86
Ep. 86
87
Ep. 87 RENCANA LIBURAN
88
Ep. 88 GODAAN MALAM HARI YANG GAGAL
89
Ep. 89
90
Ep. 90
91
Ep. 91 LIBURAN DAN KEDEKATAN

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!