Ep. 4 SELALU DIBEDAKAN

Setibanya di rumah, Aline langsung di sambut dengan kehadiran sang ayah.

Seperti biasa mata Aline langsung menangkap pemandangan yang sudah terlalu akrab: melihat ayahnya diapit ibu dan adik tirinya di ruang tamu.

Aline melangkah ke arah mereka, berharap bisa melepaskan rindu dengan sang ayah. Ia juga akan memberitahukan pada ayahnya tentang apa yang sudah mereka lakukan padanya. Namun, sebelum ia ingin menjelaskan pada sang ayah sebuah suara dingin menghentikan langkahnya.

"Apa selama Ayah tidak ada, kamu selalu keluyuran seperti ini?" tanya Dimas. Ia menatap putrinya dengan pandangan yang menghunjam.

DEGH!

Rasa kecewa langsung memenuhi hati Aline. Apakah ini sambutan pertama sang ayah untuknya. Tidak ada pelukkan bahkan menanyakan kabar dirinya pun seolah tidak penting.

Tiba-tiba suara ibu tirinya menambah suasana itu semakin memanas. "Memang semenjak, Mas! Nggak ada di rumah, aku sering melihat Aline selalu berada di luar." sambung Sinta sambil menampilkan senyum miring yang hanya ia tunjukkan ke arah Aline.

"Itu semua nggak benar, Ayah." Aline mencoba membela diri. "Sebenarnya mereka—"

Kalimat itu terhenti kala Nana menyela percakapan itu. "Bahkan aku pernah memperingatkan Kakak, saat dia mendatangi hotel bersaman laki-laki dan akhirnya Kak Aline malah memarahiku." Suara sedih Nana dan raut wajah sendu yang dibuat-buat membuat laki-laki paruh baya itu seketika menjadi geram.

"Apa seperti itu didikkan Ayahmu ini, Aline? Ayah tidak ingin mendengar alasan apa pun lagi dari kamu, mulai sekarang semua pekerjaanmu serahkan saja pada adikmu. Ayah tidak ingin perusahan yang Ayah bangun susah payah berantakan hanya karena kamu."

Kalimat itu lebih menyakitkan dari hal apa pun yang pernah Aline dapatkan, bahkan saat ia kehilangan harga dirinya tidak sampai sesakit ini.

Ayah kandungnya sendiri tidak percaya sama sekali dengannya, apakah jika ia tetap mengatakan hal yang sudah terjadi padanya ayahnya akan membelanya. Aline menggeleng tidak percaya ia tertawa miris dalam hati.

"Ayah! Aku nggak mungkin seperti itu. Ayah yang lebih tau putrimu ini seperti apa?" sela Aline, suaranya terdengar lirih.

Tanpa mendengarkan penjelasan Aline. Dimas, Sinta dan Nana berlalu pergi begitu saja meninggalkan Aline yang berdiri di tempatnya.

"Ayah! Tunggu... dengarkan Aku dulu!" Air matanya mulai luruh saat itu juga, Aline mencengkram plastik yang berisi obat tersebut dengan erat. Sambil menatap ayahnya masuk ke dalam kamarnya.

Dengan langkah gontai Aline masuk ke kamarnya, hari ini terlalu lelah baginya dan ditambah lagi rasa sakit di area pribadinya yang terasa sangat perih.

Di dalam kamar, Aline langsung menuju kamar mandi sambil membawa obat tersebut. Lagi-lagi Aline meneteskan air matanya saat sedang mengobati area intimnya.

"Kenapa mereka setega ini, selama ini aku nggak pernah memperlakukan mereka dengan buruk." Aline menatap pantulan dirinya di depan cermin wastafel. Satu-satunya yang tersisa dalam dirinya kini telah hilang.

Malam hari pun tiba. Semua masih terlihat normal untuk ketiga orang tersebut. Ayah, ibu dan adik tirinya duduk di meja makan, mereka tampak terlihat seperti keluarga harmonis. Makan bersama lebih dulu tanpa menunggu dirinya seolah kehadirannya memang tidak diinginkan.

Aline melangkah mendekat lalu menarik kursi dan duduk di antara mereka. Sebelum tangannya menyentuh makanan, lagi-lagi suara dingin ayahnya selalu berhasil membuatnya membeku.

"Malam ini, berkas pekerjaan yang kamu handle kasih pada adikmu."

"Aku akan kasih semuanya, tapi asal Ayah tau mereka sudah menghancurkan hidupku." Suara Aline terdengar naik satu oktaf.

"Jangan bicara omong kosong, Aline. Jangan menyalahkan mereka hanya karena ingin menyembunyikan kesalahanmu!" Suaranya terdengar dingin dan menusuk.

Setelah mengatakan itu, Dimas berlalu pergi begitu saja tanpa memandang atau menyapa putrinya.

Aline menatap punggung ayahnya dengan pandangan sendu, untuk hal seperti ini saja ayahnya tetap tidak mempercayainya. Ayahnya terkesan sangat membela adik dan ibu tirinya.

Aline kehilangan napsu makan, apalagi melihat kedua orang itu. Ingin sekali ia menumpahkan seluruh amarahnya, namun percuma saja ia tidak memiliki cukup bukti dan hanya akan menambah pertengkarannya dengan ayahnya. Ia lebih memilih untuk kembali ke kamar.

Di sisi lain, Nana dan Sinta tersenyum penuh kemenang mereka menatap ke dua ayah dan putri itu saling berjauhan.

Nana beralih duduk ke samping ibunya. "Ibu, rencana kita berhasil." bisik Nana tepat di samping ibunya, ia menoleh ke kanan dan ke kiri memastikan situasi agar tidak ada yang mendengar percakapan mereka.

"Bagus, kamu memang pintar Nana! Sekarang perusahaan ayahmu hanya akan menjadi milikmu."

Nana mengangguk antusias matanya berkilat bahagia. Dengan begitu sekarang ia bebas melakukan apa pun di perusahaan ayahnya, bebas mengambil berapa pun uang yang akan ia gunakan untuk perawatan tubuh dan mempercantik dirinya.

Ia tidak akan membiarkan kaka tirinya itu mempunyai segalanya, semua yang dia miliki harus menjadi miliknya. "Jangan harap! Kamu bisa hidup bahagia, Aline." Suaranya mengandung rasa iri dan dengki terhadap saudara tirinya sendiri.

Keduanya tertawa girang. Merencanakan apa pun untuk mengusir Aline dari rumah itu dan menguasi seluruh harta ayah Aline.

"Ibu, kalau begitu aku pamit dulu, ya. Aku harus menemui Pria Tua itu agar dia tetap tutup mulut." bisik Nana, merapatkan tubuhnya agar suaranya tidak terdengar oleh siapa pun.

Sinta mengangguk sambil menatap pintu kamarnya, takut suaminya tiba-tiba ke luar dan melihat gelagat aneh dirinya dan putrinya yang bisa menimbulkan kecurigaan suaminya.

"Kamu harus hati-hati, jangan sampai ada orang yang tau!"

"Ibu, tenang aja semuanya sudah aku urus dan akan tetap aman. Aku berangkat sekarang."

Setelah mengatakan itu, Nana langsung beranjak dari tempatnya, ia mengenakan tas selempang lalu mengambil kunci mobil yang tergantung.

Nana mengarahkan mobilnya menuju sebuah gedung tua. Tidak membutuhkan waktu lama ia akhirnya sampai di tempat itu.

Ia langsung turun dari mobil, seketika matanya menangkap beberapa orang yang tengah bermain judi. Bau minumanan keras menyengat dan beberapa botol berserakan di lantai gedung tua itu.

"Ada di mana, Bos! Kalian?" tanya Nana langsung pada intinya.

Mereka langsung menoleh di saat mendengar suara Nana. "Untuk apa kau mencarinya?" Salah satu dari mereka maju ke arah Nana.

"Aku ingin bertemu dengannya."

Tepat setelah Nana mengatakan itu, bos preman itu keluar dari salah satu kamar yang berada di gedung tua itu.

"Ada apa, kau mencariku lagi?"

Nana sedikit menciut dengan aura pria tua itu, yang terlihat sangat mengintimidasi dan mengancam. Jelas dia adalah seorang preman kelas kakap.

"Aku minta kau untuk tetap tutup mulut, jangan sampai ada orang yang tau bahwa aku telah membayarmu!"

Preman itu tersenyum miring. Ia menatap Nana dengan pandangan meremehkan. "Jika kau ingin aku tetap tutup mulut, berapa kau berani membayarku?"

"Apa-apan! Aku sudah membayarmu, tidak ada uang lagi. Urusan kita sudah selesai dan awas saja kalau sampai kau berani membongkarnya."

Pria tua itu tertawa renyah, namun terdengar mengerikan di telinga Nana. Ia semakin mendekat ke arah Nana mengikis jarak di antara mereka. Hingga Nana bisa mencium aroma tembakau dari pria tua itu.

"Menjauh lah dariku berengsek!"

"Kau berani sekali datang ke sini." ucap Pria Tua itu dengan nada mengancam.

Nana yang semakin terpojok, ia tidak ingin terjadi hal buruk padanya. Dengan hati yang tidak ikhlas ia menyetujui bahwa ia akan memberikan uang lagi pada mereka.

"Baiklah, aku akan transfer kalian lagi. Tapi ingat jangan sampai kalian membocorkan hal ini pada siapa pun." Nana langsung mengambil ponselnya dalam tas dan mengirim uang tersebut pada mereka.

"Sudah!"

"Ok, lagian wanita itu tidak pernah tidur denganku. Terima kasih untuk uang ini." Mereka semua menertawakan kebodohan Nana.

Nana terkejut bukan main. Jika bukan dengan pria tua itu, lalu siapa yang sudah tidur dengan Kakak tirinya. Ia telah ditipu para preman itu, uangnya lenyap begitu saja.

Dengan amarah yang tertahan dalam hati, Nana langsung pergi meninggalkan tempat itu.

Terpopuler

Comments

mawar merah

mawar merah

Dih Ayah ini memang sudah dikasih jampi mbh dukun kayaknya...Pasti membela anak tirinya drpa anak kandungnya

2026-06-14

0

Black Swan

Black Swan

Paling ga suka nih kalau orang tua langsung ngomong kaya gini

2026-06-14

0

Black Swan

Black Swan

Kalau aku jadi Aline udah aku lawan tuh, tapi dosa ga ya

2026-06-14

0

lihat semua
Episodes
1 Ep. 1 KEHILANGAN HAL YANG PALING BERHARGA
2 Ep. 2 MENCARI TAHU
3 Ep. 3 RUMAH SAKIT
4 Ep. 4 SELALU DIBEDAKAN
5 Ep. 5 JARAK YANG SEMAKIN JAUH
6 Ep. 6 BANDUNG
7 Ep. 7 KEBUN TEH
8 Ep. 8 KE TEMPAT DI MANA ADA KAMU
9 Ep. 9 KENYATAAN
10 Ep. 10 MENGETAHUI WAJAH AYAH ANAKKU
11 Ep. 11 PUTUS HUBUNGAN
12 Ep.12 DIUSIR DAN MEMILIH HIDUP DENGAN AYAH ANAKKU
13 Ep. 13 MEMBERIKAN YANG TERBAIK
14 Ep. 14 MENIKAHLAH DENGANKU
15 Ep. 15 BERI WAKTU
16 Ep. 16 TERBAYANG
17 Ep. 17 KEBERSAMAAN
18 Ep. 18 SEMAKIN DEKAT
19 Ep. 19 KELUARGA DEWANGGA
20 Ep. 20 KEHEBOHAN
21 Ep. 21 KETEGASAN SEORANG AYAH
22 Ep. 22 MENUJU
23 Ep. 23 HARI H
24 Bab 24 MALAM YANG MANIS
25 Ep. 25 PELUKKAN HALAL YANG MENENANGKAN
26 Ep. 26 KELUCUAN PAGI HARI
27 Ep. 27 KEDATANGAN TAMU
28 Ep. 28 KEGUNDAHAAN RARA
29 Ep. 29 NGIDAM
30 Ep. 30 BERTEMU
31 Ep. 31 MERTUA IDAMAN
32 Ep. 32 KARMA ITU NYATA
33 Ep. 33 KABAR BAHAGIA
34 Ep. 34 MULAI MENUAI
35 Ep. 35 KEHILANGAN HAL YANG SAMA DENGAN CARA YANG BERBEDA 21+
36 Ep. 36 PENIPU TERTIPU
37 Ep. 37 MENYESAL
38 Ep. 38 KEHANGATAN KELUARGA
39 Ep. 39 PUTUS ASA
40 Ep. 40 KEDUA WANITA HEBAT
41 41. MULAI CEMBURU
42 Ep. 42 PENYESALAN YANG TERLAMBAT
43 Ep. 43 HUKUMAN BUMIL
44 Ep. 44 MALAM PENUH WARNA DAN KEWAJIBAN SEORANG ISTRI
45 Ep. 45 HANGAT
46 Ep. 46 PANTI ASUHAN
47 Ep. 47 KETEGASAN SUAMI
48 Ep. 48 KALIMAT ELEGAN ALINE UNTUK DINA
49 Ep. 49 DENDAM KUSUMAT DINA
50 Ep. 50 MAKAN SIANG
51 Ep. 51 JAGALAH MEREKA
52 Ep. 52
53 Ep. 53
54 Ep. 54
55 Ep. 55
56 Ep. 56 KEKEJAMAN BRAM
57 Ep. 57 SADAR
58 Ep. 58 MASA SULIT ALINE
59 Ep. 59 LAPORAN YANG DIABAIKAN
60 Ep. 60 BERUSAHA
61 Ep. 61 KETIKA TAKDIR YANG BERKEHENDAK
62 Ep. 62 MERINDUKANMU DISISIKU
63 Ep. 63 WELCOME BABY TWINS
64 Ep. 64 KEGADUHAN
65 Ep. 65 KESULITAN ERLANGGA
66 Ep. 66 MELAWAN KEADAAN [Bonus Up untuk Kak Aira_kayla dan readers setia lainnya]
67 Ep. 67 DI AMBANG HIDUP DAN MATI
68 Ep. 68 BERTAHANLAH
69 Ep. 69 JANGAN PERGI
70 Ep. 70 BERDETAK
71 Ep. 71 AKU SELALU MENUNGGUMU MAS
72 Ep. 72 RARA VS SISKA
73 Ep. 73 KESETIAAN YANG DIUJI
74 Ep. 74 AKU SELALU MENEMANIMU MAS
75 Ep. 75 TANPA HARUS MENGOTORI TANGAN
76 Ep. 76 TUMBUH KEMBANG SI KEMBAR
77 Ep. 77 KEHIDUPAN BARU
78 Ep. 78 KEBERSAMAAN
79 Ep. 79 CINTA DAN BAKTI SEORANG ISTRI
80 Ep. 80 BERTEMU SESEORANG
81 Ep. 81 KEHADIRAN ORANG LAMA
82 Ep. 82 BERKUNJUNG
83 Ep. 83 AURA SEORANG ALVIAN
84 Ep. 84 PERTEMUAN
85 Ep. 85
86 Ep. 86
87 Ep. 87 RENCANA LIBURAN
88 Ep. 88 GODAAN MALAM HARI YANG GAGAL
89 Ep. 89
90 Ep. 90
91 Ep. 91 LIBURAN DAN KEDEKATAN
Episodes

Updated 91 Episodes

1
Ep. 1 KEHILANGAN HAL YANG PALING BERHARGA
2
Ep. 2 MENCARI TAHU
3
Ep. 3 RUMAH SAKIT
4
Ep. 4 SELALU DIBEDAKAN
5
Ep. 5 JARAK YANG SEMAKIN JAUH
6
Ep. 6 BANDUNG
7
Ep. 7 KEBUN TEH
8
Ep. 8 KE TEMPAT DI MANA ADA KAMU
9
Ep. 9 KENYATAAN
10
Ep. 10 MENGETAHUI WAJAH AYAH ANAKKU
11
Ep. 11 PUTUS HUBUNGAN
12
Ep.12 DIUSIR DAN MEMILIH HIDUP DENGAN AYAH ANAKKU
13
Ep. 13 MEMBERIKAN YANG TERBAIK
14
Ep. 14 MENIKAHLAH DENGANKU
15
Ep. 15 BERI WAKTU
16
Ep. 16 TERBAYANG
17
Ep. 17 KEBERSAMAAN
18
Ep. 18 SEMAKIN DEKAT
19
Ep. 19 KELUARGA DEWANGGA
20
Ep. 20 KEHEBOHAN
21
Ep. 21 KETEGASAN SEORANG AYAH
22
Ep. 22 MENUJU
23
Ep. 23 HARI H
24
Bab 24 MALAM YANG MANIS
25
Ep. 25 PELUKKAN HALAL YANG MENENANGKAN
26
Ep. 26 KELUCUAN PAGI HARI
27
Ep. 27 KEDATANGAN TAMU
28
Ep. 28 KEGUNDAHAAN RARA
29
Ep. 29 NGIDAM
30
Ep. 30 BERTEMU
31
Ep. 31 MERTUA IDAMAN
32
Ep. 32 KARMA ITU NYATA
33
Ep. 33 KABAR BAHAGIA
34
Ep. 34 MULAI MENUAI
35
Ep. 35 KEHILANGAN HAL YANG SAMA DENGAN CARA YANG BERBEDA 21+
36
Ep. 36 PENIPU TERTIPU
37
Ep. 37 MENYESAL
38
Ep. 38 KEHANGATAN KELUARGA
39
Ep. 39 PUTUS ASA
40
Ep. 40 KEDUA WANITA HEBAT
41
41. MULAI CEMBURU
42
Ep. 42 PENYESALAN YANG TERLAMBAT
43
Ep. 43 HUKUMAN BUMIL
44
Ep. 44 MALAM PENUH WARNA DAN KEWAJIBAN SEORANG ISTRI
45
Ep. 45 HANGAT
46
Ep. 46 PANTI ASUHAN
47
Ep. 47 KETEGASAN SUAMI
48
Ep. 48 KALIMAT ELEGAN ALINE UNTUK DINA
49
Ep. 49 DENDAM KUSUMAT DINA
50
Ep. 50 MAKAN SIANG
51
Ep. 51 JAGALAH MEREKA
52
Ep. 52
53
Ep. 53
54
Ep. 54
55
Ep. 55
56
Ep. 56 KEKEJAMAN BRAM
57
Ep. 57 SADAR
58
Ep. 58 MASA SULIT ALINE
59
Ep. 59 LAPORAN YANG DIABAIKAN
60
Ep. 60 BERUSAHA
61
Ep. 61 KETIKA TAKDIR YANG BERKEHENDAK
62
Ep. 62 MERINDUKANMU DISISIKU
63
Ep. 63 WELCOME BABY TWINS
64
Ep. 64 KEGADUHAN
65
Ep. 65 KESULITAN ERLANGGA
66
Ep. 66 MELAWAN KEADAAN [Bonus Up untuk Kak Aira_kayla dan readers setia lainnya]
67
Ep. 67 DI AMBANG HIDUP DAN MATI
68
Ep. 68 BERTAHANLAH
69
Ep. 69 JANGAN PERGI
70
Ep. 70 BERDETAK
71
Ep. 71 AKU SELALU MENUNGGUMU MAS
72
Ep. 72 RARA VS SISKA
73
Ep. 73 KESETIAAN YANG DIUJI
74
Ep. 74 AKU SELALU MENEMANIMU MAS
75
Ep. 75 TANPA HARUS MENGOTORI TANGAN
76
Ep. 76 TUMBUH KEMBANG SI KEMBAR
77
Ep. 77 KEHIDUPAN BARU
78
Ep. 78 KEBERSAMAAN
79
Ep. 79 CINTA DAN BAKTI SEORANG ISTRI
80
Ep. 80 BERTEMU SESEORANG
81
Ep. 81 KEHADIRAN ORANG LAMA
82
Ep. 82 BERKUNJUNG
83
Ep. 83 AURA SEORANG ALVIAN
84
Ep. 84 PERTEMUAN
85
Ep. 85
86
Ep. 86
87
Ep. 87 RENCANA LIBURAN
88
Ep. 88 GODAAN MALAM HARI YANG GAGAL
89
Ep. 89
90
Ep. 90
91
Ep. 91 LIBURAN DAN KEDEKATAN

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!