Sore festival seni JIS, halaman sekolah berubah menjadi pasar kecil penuh suara.
Ada stand makanan, panggung utama, lampu gantung, kursi lipat, dan orang tua yang membawa kamera lebih serius daripada kru televisi.
Aku termasuk salah satunya.
Di tanganku ada kamera DV yang kubeli khusus, karena ponsel terasa kurang khidmat untuk merekam Shawn dan Taima tampil bersama.
Raymon datang membawa tas, boba, dan wajah CEO yang berusaha tidak terlihat terlalu bangga.
"Semangat," katanya dari pinggir backstage.
Shawn yang memakai kostum taichi hitam merah menatapnya.
"Papa, jangan bilang begitu keras."
"Aku bicara normal."
"Terlalu publik."
Taima di sebelahnya tampak bersinar. Kostumnya pas, rambut putihnya rapi, pedang latihan di tangan. Ia menepuk lengan Shawn.
"Si Kecil, senyum."
"Taima, nanti satu sekolah dengar."
"Bagus. Mereka harus tahu Taima punya Si Kecil."
Aku menyalakan kamera.
"Aku merekam."
Shawn langsung memejamkan mata.
"Keluarga ini tidak punya belas kasihan."
Tampilan mereka dimulai pukul lima lewat sedikit.
Musik taichi mengalun. Shawn dan Taima berdiri berdampingan di panggung lapangan. Awalnya aku takut Shawn akan terlalu kaku, tetapi ketika gerakan pertama dimulai, semua latihan di halaman Kei Mansion seperti menyatu.
Taima bergerak pelan, stabil, penuh wibawa.
Shawn mengikuti dengan garis gerak yang lebih muda, sedikit tegang, tetapi rapi.
Pedang mereka berputar di bawah cahaya sore.
Tiga puluh dua langkah.
Tidak sempurna seperti atlet.
Tapi indah karena dua generasi yang pernah sama-sama kesepian kini berdiri di panggung yang sama.
Aku merekam tanpa berkedip.
Raymon berdiri di sampingku. Bahunya nyaris menyentuh bahuku.
"Bagus," katanya pelan.
"Sangat bagus," bisikku.
Saat gerakan terakhir selesai, tepuk tangan pecah. Bima paling keras berteriak dari deretan siswa.
"BROOO!"
Shawn hampir kehilangan ekspresi dinginnya.
Taima tertawa dan membungkuk kecil.
Setelah turun panggung, Taima terlihat lelah tetapi bahagia. Pengasuh yang ikut mendampingi segera memb…
Ibu Tiri CEO: Nikah Kontrak, Cinta Sungguhan
Episode 67
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 120 Episodes
Comments