Bab 093: Aura Kakak Gue Keren Banget
Kalimat Kevin Tjiang jatuh pelan, tetapi ruangan langsung berganti pemilik.
Senyum Larry Peng membeku di wajahnya. Beberapa menit lalu, ia masih duduk di kursi utama dan membungkus kerugian kami dengan kata "risiko bisnis", seolah-olah semua ini hanya cuaca buruk. Sekarang ia berdiri terlalu cepat sampai kaki kursinya menyeret karpet dengan bunyi pendek.
"Pak Kevin," katanya, nada suaranya turun satu tingkat. "Saya tidak tahu Anda akan datang. Kalau tahu, tentu saya akan menyambut langsung."
Ia mengulurkan tangan.
Kevin tidak melihat tangan itu.
Tangan Larry berhenti di udara, canggung seperti bunga yang lupa disiram.
Brandon maju setengah langkah. Suaranya sopan, bersih, dan sama sekali tidak punya suhu.
"Pak Kevin punya prinsip kebersihan. Beliau tidak berjabat tangan dengan orang asing dalam situasi yang belum jelas."
Ada orang di belakang yang menarik napas.
Aku nyaris tertawa.
Justin mencondongkan tubuh sedikit ke arahku dan berbisik, "Aura kakak gue keren banget."
Aku meliriknya.
"Kakak kita."
Mata Justin langsung menyala, lalu ia buru-buru memasang wajah serius. Gagal total.
Kevin akhirnya menatap Larry.
"Saya dengar Anda akan memberikan hak eksklusif TK Rose Estate kepada SW Group."
Ia tidak duduk.
Brandon juga tidak menarik kursi untuknya. Seolah Kevin tidak datang untuk menghadiri rapat, melainkan untuk mengakhiri rapat. Detail kecil itu membuat Larry semakin salah tingkah. Kursi utama yang tadi didudukinya mendadak tampak seperti barang pinjaman.
Larry menelan ludah.
"Itu keputusan bisnis Larrey Indonesia berdasarkan evaluasi pasar."
"Urusan ini bukan kamu yang memutuskan."
Suaranya tidak keras.
Justru karena tidak keras, kalimat itu lebih menekan.
Larry tampak ingin membantah, tetapi tidak menemukan pijakan. Di ruang seperti ini, yang paling menakutkan bukan orang yang marah. Yang paling menakutkan adalah orang yang datang membawa struktur kekuasaan lengkap, lalu menunjukkan bahwa kursimu selama ini hanya tambahan.
Wa…
Ibu Tiri CEO: Nikah Kontrak, Cinta Sungguhan
Episode 93
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 120 Episodes
Comments