dua

Mata elang xavier mengamati lalu lalang manusia di penyebrangan lampu merah. Kernyitan di keningnya terlihat semakin menebal, wajah tampannya menegang.

Dipanas siang hari begini, ketukan seorang pengamen di kaca mobilnya membuat wajah tampannya terlihat kesal.

Tak ada niat untuk membuka kaca jendela itu, apalagi untuk mengulurkan recehan. Rasa kesalnya semakin memuncak, apalagi para pengamen yang berdiri di samping mobilnya mulai terlihat sedikit tak sabaran.

Dengan kesal xavier akhirnya melemparkan selembar uang ratusan, dan langsung menutup kembali kaca mobilnya.

Pengamen tadi kelihatan hampir marah, namun melihat uang ratusan itu, wajah sangar pengamen itu tersenyum sumringah.

Xavier tak melirik, begitu lampu hijau menyala ia langsung tancap gas. Meninggalkan kepulan asap tepat di wajah para pengamen yang memaki.

Rasa kesal sejak pagi menyelimuti hatinya, paksaan omanya selalu membuat xavier sakit kepala. Perjodohan demi perjodohan yang omanya siapkan selalu mampu membuat xavier kesal seharian.

Suara decitan ban mobilnya terdengar keras, saat ia parkir di depan sebuah restoran. Xavier mengedarkan pandangannya, mencari sosok yang menunggunya.

Lambaian tangan dari seorang pria, membuat wajahnya yang menegang marah tadi sedikit melembut. Xavier melangkah pasti, mendekati pria itu yang tersenyum cerah dengan wajah tampannya.

"sendirian?" tanya xavier dengan suara baritonnya, sembari menarik kursi yang ada di hadapan pria itu.

"bareng mona dan raya anakku, tapi mereka minta diturunkan di mall tadi, ntar pulangnya minta di singgahin" sahut pria tampan itu tersenyum.

"kamu pasti lagi kesal yah?"

Xavier mengangguk lesu, tangannya meraih gelas kopi yang sudah tersedia.

"oma menyiapkan perjodohan lagi?"

Xavier mengangguk lagi, suara sesapan kopinya terdengar nikmat.

"aku nggak bisa menikah, roy. Bagaimana aku menikahi perempuan pilihan oma kalau aku tak berhasrat pada mereka!"

Pria bernama roy itu, menarik nafasnya berat. Kepalanya terlihat mengangguk paham.

"sudah 6 tahun loh, dan kamu sudah ke dokter. Kata dokter juga nggak ada masalah kan?"

Xavier mengangguk lesu, matanya menatap lekat sahabatnya itu.

"apa kamu pernah mencobanya, setelah itu?"

"pernah.." sahut xavier cepat.

"bahkan aku pernah mencobanya dengan cathy, dan hasilnya tetap, aku tak mampu"

"padahal sebelum-sebelumnya dengan cathy nggak masalahkan?" tanya roy lagi penuh selidik.

Kepala xavier kembali menggeleng, "aku takut, aku mati rasa pada wanita dan imp*tensi karenanya"

Roy tertawa, namun kepala pria itu menggeleng tak setuju.

"apakah kamu tak memiliki sedikitpun informasi tentang perempuan itu?"

"tidak.." sahutnya lesu, " wajahnya saja samar dalam ingatanku"

"hhhhhhh" bersamaan xavier dan roy menghembuskan nafasnya.

Mereka saling pandang dengan raut bingung, xavier menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi.

"bagaimana kalau kamu menemui psikiater saja?" saran roy dengan hati-hati, menatap wajah xavier yang sedikit tersentak.

"aku yakin yang jadi masalah adalah psikismu, kamu harus melupakannya, xavi! Move on dari wanita itu"

"apa maksudmu move on?" tanya xavier kesal, matanya melotot.

"seakan-akan aku memiliki hubungan dengan wanita sialan itu"

Roy tertawa kecil, "akui saja bung!, kamu memang menganggap wanita itu spesial kan?"

Xavier mendengus kesal, dia tidak bisa menampik sama sekali. Ucapan roy membuat xavier tak berkutik, ia juga sadar memang perempuan itu benar-benar menyita pikirannya. Mungkin juga perempuan itu spesial, namun bukan spesial dalam artian asmara.

"apa yang paling kamu ingat dari perempuan itu?" tanya roy, setelah pria itu meletakkan gelas kopi yang baru disruputnya.

Xavier tertegun, matanya menerawang sedang mengingat sesuatu.

"aroma wanita itu, dia beraroma mint. Tubuhnya mungil berkulit putih, mungkin.." ujarnya ragu, kernyitan di keningnya masih terlihat.

Roy tercenung sesaat, "apakah malam itu kamu mabuk berat, sampai nggak bisa mengingat wanita itu" tanyanya penasaran.

Xavier mengangguk lagi, wajahnya lesu.

"itu, saat cathy menolak menikah denganku, karena oma memaksa kami harus memiliki anak. Seperti yang kamu tahu, cathy seorang model, memiliki anak sama dengan membunuh kariernya, kamu tahukan dia sangat mencintai profesinya itu"

"hhhhhhh" roy menghela nafasnya cukup keras.

"aku ingin membantumu, tapi info yang kamu miliki terlalu minim.."

Xavier mengangguk setuju, "sepertinya aku memang akan menikahi wanita pilihan oma, roy" nafasnya yang berat terdengar dari dengusannya.

"aku juga sudah lelah mencari wanita sialan itu"

<<<<<<<>>>>>>>

Xavier menghempaskan tubuhnya yang terasa penat ke ranjangnya.

Ranjang itu bergelombang menerima hempasan tubuhnya, tangan xavier sibuk membuka kancing jas, dan mencampakkan jas itu ke lantai.

Matanya menatap langit-langit kamarnya yang tinggi, benaknya masih sibuk berpikir. Apa sebenarnya yang membuat dia menjadi seperti ini.

Perempuan sialan itu, merenggut kepercayaan diri dan ego yang sangat tinggi yang ia punya. Saat ia terbangun pagi itu, xavier tidak menemukan siapapun di sisinya.

Hanya noda darah wanita itu yang membasahi seprei hotel, menjadi saksi bisu bahwa telah terjadi sesuatu sebelumnya.

Perempuan itu meninggalkan xavier bagai seonggok kotoran, hanya meninggalkan secarik kertas tertulis 'terima kasih'.

Bagaimana harga dirinya tak terluka, wanita manapun yang pernah tidur dengannya mengakui betapa perkasanya xavier. Dan wanita-wanita itu akan menempel seperti lem setan padanya, jika xavier membiarkannya.

Tapi perempuan sialan itu, meninggalkannya begitu saja. Seakan ia hanya seonggok kain bekas yang layak dibuang, tak berharga.

"hhhhhhhh" xavier kembali menghembuskan nafasnya yang terasa sesak.

Bagaimana mereka bisa terdampar di kamar hotel melati itu pun, xavier tak tahu. Yang ia ingat hanya, sejumlah uang yang ia ulurkan kepada seorang pria, untuk mencarikan dia seorang perempuan.

Perempuan biasa, itu yang xavier ingat. Dia tak mau perempuan penghibur atau lc atau apapun sebutannya.

Dia hanya meminta wanita biasa, karena xavier tak mau tertular penyakit, dan dia juga tak suka memakai pelindung.

Xavier mengernyitkan keningnya, ia teringat sesuatu. Malam itu, seingat xavier ia mencumbu wanita itu tanpa henti dan ia sangat yakin malam itu juga dia sama sekali tidak menggunakan pengaman apapun.

Bagaimana jika wanita itu hamil, apalagi dengan jelas ia tahu bahwa dia yang merenggut kehormatan gadis itu.

Tiba-tiba xavier terduduk, ia semakin mengernyitkan keningnya. Kenapa baru terpikir olehnya kemungkinan itu, xavier perlahan bangkit dari ranjangnya.

"aku harus menemukan wanita itu, harus. Aku nggak mau begini terus"

Xavier melepas kemeja dan celana panjangnya kasar, melemparkan ke atas keranjang pakaian kotornya, menunjukkan tubuh toplessnya dengan hanya boxer sebagai dalaman.

Tubuhnya yang tinggi besar, dengan bentuk 'v' terlihat sangat gagah. Ia melangkah ke kamar mandinya, xavier ingin berendam di air dingin.

Ia ingin mendinginkan berisiknya isi kepalanya itu, mungkin dengan berendam akan meredam keberisikan itu.

Xavier menuang busa mandi ke dalam bathupnya, setelah menyemprotkan aroma terapi dan juga menyalakan lilin. Ia bersiap masuk ke dalam bathup, namun tiba-tiba xavier teringat, sambil berendam pasti akan lebih nikmat jika di temani segelas wine.

Xavier menyambar handuknya, keluar kamar mandi, dan melihat gelas winenya yang terletak di atas meja dalam posisi terbalik.

Senyum khasnya terbit, menyadari betapa art di rumah omanya itu sangat paham kebiasaan yang ia punya.

Xavier membawa sebuah gelas dan sebuah botol wine ke dalam kamar mandinya, menuangkan ke dalam gelas berpinggang ramping itu.

Masuk ke dalam bathup berisi air dingin, dan mulai merileksasi tubuhnya dengan nyaman. Terdengar desah nafasnya lega, mata elangnya terpejam perlahan.

Bersambung...

Episodes
1 satu
2 dua
3 tiga
4 empat
5 lima
6 enam
7 tujuh
8 delapan
9 sembilan
10 sepuluh
11 sebelas
12 dua belas
13 tiga belas
14 empat belas
15 lima belas
16 enam belas
17 tujuh belas
18 delapan belas
19 sembilan belas
20 dua puluh
21 dua puluh satu
22 dua puluh dua
23 dua puluh tiga
24 dua puluh empat
25 dua puluh lima
26 dua puluh enam
27 dua puluh tujuh
28 dua puluh delapan.
29 dua puluh sembilan
30 tiga puluh
31 tiga puluh satu
32 tiga puluh dua
33 tiga puluh tiga
34 tiga puluh empat
35 tiga puluh lima
36 tiga puluh enam
37 tiga puluh tujuh
38 tiga puluh delapan
39 tiga puluh sembilan
40 empat puluh
41 empat puluh satu
42 empat puluh dua
43 empat puluh tiga
44 empat puluh empat
45 empat puluh lima
46 empat puluh enam
47 empat puluh tujuh
48 empat puluh delapan
49 empat puluh sembilan
50 lima puluh
51 lima puluh satu
52 lima puluh dua
53 lima puluh tiga
54 lima puluh empat.
55 lima puluh lima
56 lima puluh enam
57 lima puluh tujuh
58 lima puluh delapan
59 lima puluh sembilan
60 enam puluh
61 enam puluh satu
62 enam puluh dua
63 enam puluh tiga
64 enam puluh empat
65 enam puluh lima
66 enam puluh enam
67 enam puluh tujuh
68 enam puluh delapan
69 enam puluh sembilan
70 tujuh puluh
71 tujuh puluh satu
72 tujuh puluh dua
73 tujuh puluh tiga
74 tujuh puluh empat
75 tujuh puluh lima
76 tujuh puluh enam
77 tujuh puluh tujuh
78 tujuh puluh delapan
79 tujuh puluh sembilan
80 delapan puluh
81 delapan puluh satu
82 delapan puluh dua
83 delapan puluh tiga
84 delapan puluh empat
85 delapan puluh lima
86 delapan puluh enam
87 delapan puluh tujuh
88 delapan puluh delapan
89 delapan puluh sembilan
90 sembilan puluh
91 sembilan puluh satu
92 sembilan puluh dua
93 sembilan puluh tiga
94 sembilan puluh empat
95 sembilan puluh lima
96 sembilan puluh enam
97 sembilan puluh tujuh
98 sembilan puluh delapan
99 sembilan puluh sembilan.
100 seratus
101 seratus satu
102 seratus dua
Episodes

Updated 102 Episodes

1
satu
2
dua
3
tiga
4
empat
5
lima
6
enam
7
tujuh
8
delapan
9
sembilan
10
sepuluh
11
sebelas
12
dua belas
13
tiga belas
14
empat belas
15
lima belas
16
enam belas
17
tujuh belas
18
delapan belas
19
sembilan belas
20
dua puluh
21
dua puluh satu
22
dua puluh dua
23
dua puluh tiga
24
dua puluh empat
25
dua puluh lima
26
dua puluh enam
27
dua puluh tujuh
28
dua puluh delapan.
29
dua puluh sembilan
30
tiga puluh
31
tiga puluh satu
32
tiga puluh dua
33
tiga puluh tiga
34
tiga puluh empat
35
tiga puluh lima
36
tiga puluh enam
37
tiga puluh tujuh
38
tiga puluh delapan
39
tiga puluh sembilan
40
empat puluh
41
empat puluh satu
42
empat puluh dua
43
empat puluh tiga
44
empat puluh empat
45
empat puluh lima
46
empat puluh enam
47
empat puluh tujuh
48
empat puluh delapan
49
empat puluh sembilan
50
lima puluh
51
lima puluh satu
52
lima puluh dua
53
lima puluh tiga
54
lima puluh empat.
55
lima puluh lima
56
lima puluh enam
57
lima puluh tujuh
58
lima puluh delapan
59
lima puluh sembilan
60
enam puluh
61
enam puluh satu
62
enam puluh dua
63
enam puluh tiga
64
enam puluh empat
65
enam puluh lima
66
enam puluh enam
67
enam puluh tujuh
68
enam puluh delapan
69
enam puluh sembilan
70
tujuh puluh
71
tujuh puluh satu
72
tujuh puluh dua
73
tujuh puluh tiga
74
tujuh puluh empat
75
tujuh puluh lima
76
tujuh puluh enam
77
tujuh puluh tujuh
78
tujuh puluh delapan
79
tujuh puluh sembilan
80
delapan puluh
81
delapan puluh satu
82
delapan puluh dua
83
delapan puluh tiga
84
delapan puluh empat
85
delapan puluh lima
86
delapan puluh enam
87
delapan puluh tujuh
88
delapan puluh delapan
89
delapan puluh sembilan
90
sembilan puluh
91
sembilan puluh satu
92
sembilan puluh dua
93
sembilan puluh tiga
94
sembilan puluh empat
95
sembilan puluh lima
96
sembilan puluh enam
97
sembilan puluh tujuh
98
sembilan puluh delapan
99
sembilan puluh sembilan.
100
seratus
101
seratus satu
102
seratus dua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!