Kau Milikku Sayang

Kau Milikku Sayang

satu

"xavi..!, ingat umur dong. Mau sampai kapan kamu begini?"

Nyonya wina pratama, wanita berusia 70 tahun nenek dan sekaligus orangtua satu-satunya yang xavier miliki, menatap cucu semata wayangnya itu gemas.

Xavier pria lajang penerus grup pratama jaya, kehilangan kedua orangtuanya saat berusia 15 tahun, dalam sebuah kecelakaan yang menewaskan kedua orangtuanya.

Pria tampan berusia 34 tahun itu berulangkali menghembuskan nafasnya kesal, entah sudah yang keberapa kali, omanya memaksa dia menikah.

Bagaimana dia akan menikah, jika calon saja dia tak punya. 6 tahun lalu xavier memiliki tunangan yang cantik, catherine wijaya.

Namun wanita itu lebih memilih karier daripada menikah dengannya, seorang model internasional yang selalu wira-wiri baik di majalah model ataupun catwalk bertaraf internasional.

Cathy, mau menikah dengannya dengan syarat tidak memiliki anak. Dan tentu saja omanya sangat menentang, xavier paham maksud omanya. Namun sampai sekarang, wanita yang pernah dicintainya itu juga tidak menikah, cathy juga menunggu xavier.

Sesekali mereka masih sering bertemu, yah jelas tanpa sepengetahuan nyonya wina tentunya.

Tapi alasan sebenarnya mengapa xavier tak percaya diri untuk menikahi siapapun, kejadian 6 tahun silam kembali terngiang-ngiang di benaknya

One night stand, dengan seorang wanita yang dia sendiri tak mengenalnya.

Yang ia ingat hanya aroma wanita itu begitu manis, sampai detik ini ia berusaha mengingat wajah wanita itu, namun yang hadir hanya bayangan samar.

Rambut ikal, dengan aroma tubuhnya yang manis. Aroma mint tercium samar dari tubuh wanita itu.

Xavier kembali menghela nafasnya dalam-dalam. Tak ada petunjuk apapun, wanita itu tidak meninggalkan apapun padanya, walau hanya secuil petunjuk yang dapat xavier gunakan untuk mencari wanita itu.

Tak ada nama atau apapun, dan tentu saja cukup membuat xavier pratama berubah menjadi pribadi yang dingin karenanya.

Wanita sialan itu meninggalkan trauma yang sangat besar dalam hidupnya, membuatnya menjadi pria yang tak percaya diri.

"xavi..."

Xavier tersentak, menoleh. Tatapan nyonya wina kembali menyadarkannya.

"kalau kamu tak bisa menemukan siapapun untuk kamu nikahi, biar oma yang cari untukmu"

Lagi-lagi xavier menghela nafasnya kasar, dia berdiri dan melangkah menuju meja kerjanya.

"pasti oma sudah punya calon yah!"

Nyonya wina mengangguk, "kalau pacar kamu mau memiliki anak, oma akan merestui kalian..tapi cathy memilih childfree"

"sudahlah oma..!" sambar xavier cepat, mata elang pria itu terlihat malas. Ia duduk di kursi meja kerjanya dengan anggun.

"aku tak keberatan untuk bertemu dengan calon dari oma, tapi aku nggak jamin kalau aku menerimanya"

"hhhhhh.." dengusan nyonya wina terdengar kasar, wajah tuanya terlihat kesal.

"trus untuk apa kamu ketemu dengan wanita itu, mau buat malu lagi? Sudah 10 kali kamu menolak wanita yang oma kenalkan, wanita bagaimana yang kamu cari?"

Xavier tersenyum tipis, namun tidak menjawab sama sekali. Sementara nyonya wina, omanya terlihat sangat kesal melihat reaksinya.

"kasih tahu oma kriteriamu, oma akan cari seperti yang kamu mau!"

Xavier tertegun, 'seperti yang kumau?'

"aku mau yang aromanya seperti mint" gumamnya berbisik.

Nyonya wina mengernyitkan keningnya, gumaman xavier tak terdengar.

"apa kamu bilang?"

Xavier menggeleng lesu, dengan malas dia bangun. Berdiri membelakangi omanya, menatap langit yang terlihat biru dari dinding kaca kantornya.

"pikirkan saran oma, xavi! tahun ini kamu harus menikah"

"oma...!" panggil xavier setengah protes, ia berbalik menatap lekat omanya.

Wanita tua itu sudah berdiri, sepertinya dia hendak pergi.

Kakinya sudah melangkah, namun sekali lagi dia menoleh ke arah cucu semata wayangnya itu.

"apa kamu mau keluarga pratama habis di kamu?, kamu ikhlas kalau keluarga pratama tak ada penerusnya"

"tapi om–"

"oma nggak terima alasan apapun, xavi!" sambar omanya cepat, wanita sepuh itu menggeleng cepat.

"oma tunggu kabar dari kamu!, kalau dalam bulan ini oma nggak terima berita dari kamu, kamu harus menikah dengan calon yang oma siapkan"

Xavier terdiam, hanya mengamati langkah nyonya wina yang menjauh.

Xavier menghempaskan tubuhnya ke kursi dengan kesal, tangannya membuka kancing jasnya. Tangannya menekan interkom, dengusan kesal dari hidungnya masih terdengar.

"suruh leo masuk" perintahnya dingin, matanya menatap pintu masuk dengan sorot tajam.

"bagaimana permintaanku, sudah kamu kerjakan!" tanyanya langsung tanpa basa-basi, begitu leo, asisten pribadinya itu masuk.

Pria tampan berambut klimis dengan kaca mata itu terlihat sedikit gugup. Berdiri pria muda itu juga terlihat tidak tenang.

"informasi yang bapak kasih ke saya kurang detail pak" sahutnya dengan suara setengah mencicit, takut.

Siapa yang tidak takut pada xavier, auranya yang dingin dengan tatapan mata elangnya yang selalu tajam, selalu sukses mengintimidasi lawan bicaranya.

Xavier bukanlah pria yang hangat, ditambah dengan wajah tampan, mata kebiruan dengan garis rahang yang tegas, siapapun mengakui kalau dia adalah pria tampan.

Namun auranya terlalu dingin, walau bejibun karyawan wanita di kantornya mengakui ketampanannya, namun tak ada yang berani untuk coba-coba tebar pesona padanya.

"hhhhhhh..."

Terdengar desah nafasnya yang berat, xavier menatap leo yang berdiri gelisah di depannya.

"saya tanya ke bar itu pak, tapi mereka tidak pernah punya pekerja dengan ciri-ciri yang bapak berikan, baik enam tahun lalu ataupun sekarang"

"kamu yakin?" mata xavier memicing dengan alisnya yang naik sebelah.

"atau kamu yang malas mencarinya"

Leo menggeleng, maju selangkah mendekati bosnya.

"apakah bapak tidak bisa memberi tahu saya, siapa namanya?"

Lagi-lagi terdengar hembusan nafas xavier terdengar berat.

"kalau aku tahu siapa namanya, untuk apa aku memintamu mencarinya!"

Xavier menatap asistennya itu, tangannya mengibas meminta leo keluar.

"tapi kamu harus tetap mencarinya leo" perintahnya tepat sebelum leo berbalik hendak meninggalkannya.

Pria muda itu mengangguk patuh, dan dengan segera pergi dari sana.

Xavier berdiri lagi, menatap keluar, memandangi langit yang siang itu terlihat sangat cerah.

"perempuan sialan" gumamnya kesal.

"aku harus menemukanmu, dan kamu harus bertanggung jawab mengembalikan kepercayaan diriku"

Jujur xavier sangat ingin menemukan wanita itu, seumur hidupnya baru wanita itu yang berani meninggalkan dia dalam keadaan tidur di hotel setelah bercinta semalaman.

Xavier sakit hati, kepercayaan dirinya hilang tak berbekas setelah wanita itu meninggalkannya begitu saja.

Dia yang selalu dipuja-puja wanita kemanapun dia pergi, namun wanita itu meninggalkannya bagai barang bekas tak berguna tanpa mengatakan apapun.

Seandainya wanita itu hanya wanita panggilan biasa, mungkin xavier tak perlu kepikiran seperti ini. Namun ia tahu, wanita itu bukanlah wanita panggilan. Noda darah yang wanita itu tinggalkan di alas tidur saat itu membuktikannya.

Xavier tahu, wanita yang ia tiduri malam itu adalah gadis polos dan masih perawan.

Gadis itu pasif dan hanya menunggu xavier yang memulainya.

"arghhhhh"

Xavier meremas rambutnya frustasi, sungguh ia menyesali mengapa malam itu dirinya mabuk, sehingga tidak terlalu mengamati wajah wanita itu.

Dan dirinya juga tahu, betapa kasarnya ia malam itu. rasa bersalah hadir saat dia melihat darah perawan di seprai putih ranjang hotel itu, rasa sakit karena penolakan cathy ia lampiaskan dan ia menulikan telinganya walau wanita itu menjerit-jerit kesakitan.

"aku harus menemukanmu, harus..."

Bersambung...

Hai...hai..., ketemu lagi dengan karya baruku' kau milikku sayang'

dukung terus yah, kasih saran dan juga like dan votenya

Dukung saya agar semakin semangat berkarya 💪💪❤️❤️

Terpopuler

Comments

Sanjaria Abubakar

Sanjaria Abubakar

masih nyimak dulu 😄

2026-08-17

1

lihat semua
Episodes
1 satu
2 dua
3 tiga
4 empat
5 lima
6 enam
7 tujuh
8 delapan
9 sembilan
10 sepuluh
11 sebelas
12 dua belas
13 tiga belas
14 empat belas
15 lima belas
16 enam belas
17 tujuh belas
18 delapan belas
19 sembilan belas
20 dua puluh
21 dua puluh satu
22 dua puluh dua
23 dua puluh tiga
24 dua puluh empat
25 dua puluh lima
26 dua puluh enam
27 dua puluh tujuh
28 dua puluh delapan.
29 dua puluh sembilan
30 tiga puluh
31 tiga puluh satu
32 tiga puluh dua
33 tiga puluh tiga
34 tiga puluh empat
35 tiga puluh lima
36 tiga puluh enam
37 tiga puluh tujuh
38 tiga puluh delapan
39 tiga puluh sembilan
40 empat puluh
41 empat puluh satu
42 empat puluh dua
43 empat puluh tiga
44 empat puluh empat
45 empat puluh lima
46 empat puluh enam
47 empat puluh tujuh
48 empat puluh delapan
49 empat puluh sembilan
50 lima puluh
51 lima puluh satu
52 lima puluh dua
53 lima puluh tiga
54 lima puluh empat.
55 lima puluh lima
56 lima puluh enam
57 lima puluh tujuh
58 lima puluh delapan
59 lima puluh sembilan
60 enam puluh
61 enam puluh satu
62 enam puluh dua
63 enam puluh tiga
64 enam puluh empat
65 enam puluh lima
66 enam puluh enam
67 enam puluh tujuh
68 enam puluh delapan
69 enam puluh sembilan
70 tujuh puluh
71 tujuh puluh satu
72 tujuh puluh dua
73 tujuh puluh tiga
74 tujuh puluh empat
75 tujuh puluh lima
76 tujuh puluh enam
77 tujuh puluh tujuh
78 tujuh puluh delapan
79 tujuh puluh sembilan
80 delapan puluh
81 delapan puluh satu
82 delapan puluh dua
83 delapan puluh tiga
84 delapan puluh empat
85 delapan puluh lima
86 delapan puluh enam
87 delapan puluh tujuh
88 delapan puluh delapan
89 delapan puluh sembilan
90 sembilan puluh
91 sembilan puluh satu
92 sembilan puluh dua
93 sembilan puluh tiga
94 sembilan puluh empat
95 sembilan puluh lima
96 sembilan puluh enam
97 sembilan puluh tujuh
98 sembilan puluh delapan
99 sembilan puluh sembilan.
100 seratus
101 seratus satu
102 seratus dua
Episodes

Updated 102 Episodes

1
satu
2
dua
3
tiga
4
empat
5
lima
6
enam
7
tujuh
8
delapan
9
sembilan
10
sepuluh
11
sebelas
12
dua belas
13
tiga belas
14
empat belas
15
lima belas
16
enam belas
17
tujuh belas
18
delapan belas
19
sembilan belas
20
dua puluh
21
dua puluh satu
22
dua puluh dua
23
dua puluh tiga
24
dua puluh empat
25
dua puluh lima
26
dua puluh enam
27
dua puluh tujuh
28
dua puluh delapan.
29
dua puluh sembilan
30
tiga puluh
31
tiga puluh satu
32
tiga puluh dua
33
tiga puluh tiga
34
tiga puluh empat
35
tiga puluh lima
36
tiga puluh enam
37
tiga puluh tujuh
38
tiga puluh delapan
39
tiga puluh sembilan
40
empat puluh
41
empat puluh satu
42
empat puluh dua
43
empat puluh tiga
44
empat puluh empat
45
empat puluh lima
46
empat puluh enam
47
empat puluh tujuh
48
empat puluh delapan
49
empat puluh sembilan
50
lima puluh
51
lima puluh satu
52
lima puluh dua
53
lima puluh tiga
54
lima puluh empat.
55
lima puluh lima
56
lima puluh enam
57
lima puluh tujuh
58
lima puluh delapan
59
lima puluh sembilan
60
enam puluh
61
enam puluh satu
62
enam puluh dua
63
enam puluh tiga
64
enam puluh empat
65
enam puluh lima
66
enam puluh enam
67
enam puluh tujuh
68
enam puluh delapan
69
enam puluh sembilan
70
tujuh puluh
71
tujuh puluh satu
72
tujuh puluh dua
73
tujuh puluh tiga
74
tujuh puluh empat
75
tujuh puluh lima
76
tujuh puluh enam
77
tujuh puluh tujuh
78
tujuh puluh delapan
79
tujuh puluh sembilan
80
delapan puluh
81
delapan puluh satu
82
delapan puluh dua
83
delapan puluh tiga
84
delapan puluh empat
85
delapan puluh lima
86
delapan puluh enam
87
delapan puluh tujuh
88
delapan puluh delapan
89
delapan puluh sembilan
90
sembilan puluh
91
sembilan puluh satu
92
sembilan puluh dua
93
sembilan puluh tiga
94
sembilan puluh empat
95
sembilan puluh lima
96
sembilan puluh enam
97
sembilan puluh tujuh
98
sembilan puluh delapan
99
sembilan puluh sembilan.
100
seratus
101
seratus satu
102
seratus dua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!