tiga

nyonya wina kembali misuh-misuh, lagi dan lagi xavier tidak mau ketemu dengan wanita yang ingin dikenalkannya.

Di lobby kantor grup pratama jaya, nyonya wina berjalan terburu-buru. Beberapa sekuriti berdiri di depan pintu lift, menunggu nyonya wina masuk.

Mata tuanya memerah marah, cara apa lagi yang harus ia lakukan agar xavier mau menikah.

Suara hak sepatu 3 incinya berbunyi nyaring di lantai marmar, kantor xavier. Para eksekutif yang mengenal nyonya wina langsung berdiri hormat menyambut nyonya besar pemilik grup itu.

Leo tergopoh menghampiri wanita sepuh yang terlihat wibawa dan masih cantik itu, menunduk sopan menyambut.

"apa bosmu ada di ruangannya?"

Leo hanya mengangguk, langkahnya tetap tergopoh mengiringi langkah nyonya wina yang cepat.

"xaviii.."

Pintu itu didorong dengan sepenuh hati, nyonya wina sudah hampir memuntahkan isi kepalanya.

Namun ia menahannya, di kursi ceo, cucunya duduk dengan wibawa seperti sedang menanda tangani sesuatu. Sekretaris xavier terlihat menanti di sisi pria itu, berdiri dengan gesture menggoda.

"tckkkk..." tanpa sadar suara decihan keluar dari mulutnya.

Dia tahu, cucunya itu memang sangat mempesona, walau aura xavier dingin, namun tak membuat para perempuan berusaha berhenti menggodanya.

Para perempuan itu tak berani secara terbuka memang, namun gesture tubuh tak bisa berbohong, tepat seperti yang sekretaris xavier lakukan saat ini.

Nyonya wina duduk di sofa, dengan tetap mengamati sekretaris itu dengan tatapan tajamnya.

Xavier yang menyadari kedatangan omanya, beranjak dari kursi setelah menyerahkan dokumen itu ke tangan sekretarisnya yang sedikit menciut ketakutan karena tatapan nyonya wina.

"oma hampir membakar habis della dengan tatapan oma yang berapi itu" celetuknya sembari membuka kancing jasnya dan duduk di hadapan omanya.

Omanya menoleh cepat, menatap marah xavier yang hanya tersenyum tipis.

"kamu tertarik dengan sekretarismu itu?" suara ketus omanya membuat xavier tertawa kecil.

"bukankah oma bilang aku bisa menikahi siapapun"

"tapi bukan perempuan seperti itu, xaviii, apa menurut kamu oma ikhlas, perempuan seperti sekretarismu itu melahirkan keturunan pratama berikutnya!"

Xavier mengerutkan keningnya, " apa yang salah dengan della, dia lumayan cantik"

"astagaaa..." seru omanya kesal.

"tidak cukup hanya cantik untuk menjadi istrimu, dan kamu bilang si della itu cantik?astaga xaviii buka matamu, dia hanya memoles wajahnya dengan lapisan-lapisan cushion dan lainnya"

Oma wina masih mengomel kesal, ia memang ingin cucunya cepat menikah, tapi bukan berarti dia bisa menerima sembarang perempuan.

Xavier mendengus malas, "oma terlalu ribet!"

"ribet apanya?" tanya nyonya wina kesal, "emang kamu bangga bawa perempuan begituan di acara-acara keluarga dan resmi lainnya"

Xavier mengedikkan bahunya, matanya memutar malas.

"oma udah siapkan kencan buta untukmu, dengan putri dari keluarga santoso, mereka memang bukan dari keluarga pengusaha, mereka keluarga dokter. Santoso pemilik rumah sakit global care, kamu tahu!"

"trus..?" suara xavier terdengar malas, ia menyelonjorkan kakinya.

"geraldine santoso, wanita cantik dan cukup dewasa, xavi. Usianya baru 26 tahun dan sudah menjadi dokter spesialis di usia semuda itu"

"omaa..."

"ketemu dulu, lihat dan pertimbangkan. Gadis itu cukup cantik xaviii" sambar omanya cepat.

Xavier menghela nafasnya berat, matanya masih tetap menatap omanya lekat.

"menikahlah, oma mohon. Usia oma sudah 70 tahun xavi, oma ingin melihatmu menikah sebelum oma menyusul opa dan juga kedua orangtuamu"

"oma ngomong apa sih!"

Xavier kesal mendengarnya, ia berdiri menuju kursi kerjanya kembali.

"oma selalu ngomong begitu, setiap aku menolak kencan yang oma siapkan"

"kamu sudah 34 tahun, apakah oma nggak boleh resah?"

"oma.." xavier membalikkan tubuh menatap omanya dengan senyum lembut.

"aku akan cari sendiri wanita yang aku mau.."

Nyonya wina mengangguk senang, " tapi oma sudah terlanjur memesan makan malam untuk kalian berdua nanti malam, oma mohon xavi, cobalah sekali ini, lihat dulu wanita itu"

Xavier menghembuskan nafasnya lagi, dan kali ini terdengar cukup keras.

Kesal sekali rasanya melihat kegigihan neneknya itu, tapi melihat mata tua omanya yang mengerjab dan menatap penuh harap, tak tega rasanya xavier menolaknya.

"hhhhh, baiklah. Dimana kami harus bertemu?" suara xavier sama sekali tak terdengar antusias, namun nyonya wina tersenyum puas.

"di restoran sweet night"

<<<<<<<>>>>>>>

Xavier malam itu mengenakan jas semi formal, dia tidak mengenakan dasi. Potongan rambut undercutnya, dengan rambut tipis di sekitar dagunya yang membiru, menambah kesan maskulinnya.

Xavier memang tampan, bola matanya yang kebiruan didapatnya dari kakek pihak ibunya yang berasal dari rusia.

Xavier melangkah anggun menuju meja yang sudah omanya reservasi, ia datang lebih dulu. Xavier tak ingin ditunggu, akan lebih baik jika dia lebih duluan datang, agar bisa menilai wanita yang omanya siapkan itu.

"reservasi atas nama siapa pak?" tanya seorang pelayan pria yang menyambutnya sopan.

"wina pratama" jawabnya singkat dan datar, kedua tangannya berada dalam saku celana. Matanya mengitari seluruh ruangan yang tidak terlalu ramai malam ini.

"baik, silahkan!"

Pelayan itu mempersilahkan xavier duduk, setelah mengangguk hormat dan menyerahkan menu.

Xavier meletakkan daftar menu, tanpa melihatnya sedikitpun, ia menatap lekat pelayan itu.

"saya menunggu teman, nanti saya akan pesan jika teman saya sudah datang"

Pelayan itu mengangguk sopan, dan pergi meninggalkan xavier.

Xavier mengetuk-ngetuk meja dengan ujung jari telunjuknya, sesekali matanya melirik arloji.

"heummm, 5 menit lagi, kalau wanita itu tidak nongol, aku pergi" gumamnya.

"xavier pratama?"

Xavier menengadah, menatap seseorang yang berdiri di depannya. Keningnya berkerut dengan raut wajah penuh tanya.

"saya geraldine santoso"

"oh.." sahut xavier singkat, dia berdiri menyambut uluran tangan wanita itu.

"silahkan duduk"

"maaf saya terlambat" pinta wanita itu dengan sorot penuh harap.

"jam dinas saya baru selesai, saya langsung kemari dari rumah sakit"

Xavier tersenyum tipis, terlihat sedikit sinis sebenarnya.

Perempuan oh perempuan, kenapa sangat suka berbohong untuk terlihat keren. Apa perempuan ini pikir, dia pria bodoh.

Bagaimana mungkin habis dinas, tapi dengan harum yang begitu semerbak dan juga tampilan yang begitu stylish.

Tidak ada kelelahan di wajah cantik sedikit oriental itu, jelas sekali kalau wanita itu baru selesai dari tempat perawatan.

"tidak apa-apa, saya juga baru sampai kok" sahut xavier datar, "silahkan pesan!" ia menyodorkan menu ke hadapan wanita itu yang menatap xavier lekat.

"saya panggilkan pelayan yah?" tawar xavier melihat wanita itu yang terlihat bingung memilih.

"kita tanya makanan apa yang rekomended di restoran ini"

"boleh.." angguk wanita itu cepat, dengan senyum manisnya.

Xavier melambaikan tangan, memanggil pelayan tadi.

"bisakah kamu panggilkan chef kamu kemari, kami pengen menanyakan langsung ke chef kamu, makanan yang rekomended di sini"

Pelayan itu terlihat bingung dan ragu, "saya tanya ke manager dulu pak"

Xavier mengangguk, mengamati pelayan itu menuju ke dapur.

"kenapa harus memanggil chefnya?" tanya geraldine setengah berbisik, mencondongkan tubuhnya ke depan.

"aku memiliki sedikit trust issue, jadi suka sedikit parnoan"

Wanita itu mengangguk paham, matanya menatap xavier penuh kagum.

"ada yang bisa saya bantu pak?"

Xavier menoleh, seorang pria bertubuh sedikit tambun berdiri di samping mejanya.

Mata pria itu membelalak kaget, "tuan xavier!" serunya.

"maaf, pelayan kami tak mengenali anda, ada yang bisa saya bantu"

Suara manager itu berubah lebih sopan dan hormat.

Xavier mengangguk tipis, "saya dan teman saya ingin makan, tapi saya ingin chef kalian yang menjelaskan makanan apa yang best seller di sini"

"baik pak" angguk pria tambun itu cepat, tangannya menjawil pelayan itu, untuk pergi memanggil chef.

Xavier terlihat mengobrol dengan manager tambun itu, ketika chef keluar dari dapur dengan wajah kesalnya.

"mas farid!" seru chef itu, menyentakkan xavier dan manager bernama farid itu.

"ngapain manggil aku?"

Mata chef itu melotot ke arah manager yang nyengir, chef itu hampir marah lagi, saat matanya menatap ke arah xavier, mulutnya terperangah tak percaya.

"pria itu!" gumamnya bersamaan dengan nafasnya yang terhembus kasar.

Xavier mengernyitkan matanya,menatap heran chef wanita itu yang melihatnya seperti melihat hantu.

Bersambung...

Terpopuler

Comments

Sri S

Sri S

lanjut

2026-06-30

1

lihat semua
Episodes
1 satu
2 dua
3 tiga
4 empat
5 lima
6 enam
7 tujuh
8 delapan
9 sembilan
10 sepuluh
11 sebelas
12 dua belas
13 tiga belas
14 empat belas
15 lima belas
16 enam belas
17 tujuh belas
18 delapan belas
19 sembilan belas
20 dua puluh
21 dua puluh satu
22 dua puluh dua
23 dua puluh tiga
24 dua puluh empat
25 dua puluh lima
26 dua puluh enam
27 dua puluh tujuh
28 dua puluh delapan.
29 dua puluh sembilan
30 tiga puluh
31 tiga puluh satu
32 tiga puluh dua
33 tiga puluh tiga
34 tiga puluh empat
35 tiga puluh lima
36 tiga puluh enam
37 tiga puluh tujuh
38 tiga puluh delapan
39 tiga puluh sembilan
40 empat puluh
41 empat puluh satu
42 empat puluh dua
43 empat puluh tiga
44 empat puluh empat
45 empat puluh lima
46 empat puluh enam
47 empat puluh tujuh
48 empat puluh delapan
49 empat puluh sembilan
50 lima puluh
51 lima puluh satu
52 lima puluh dua
53 lima puluh tiga
54 lima puluh empat.
55 lima puluh lima
56 lima puluh enam
57 lima puluh tujuh
58 lima puluh delapan
59 lima puluh sembilan
60 enam puluh
61 enam puluh satu
62 enam puluh dua
63 enam puluh tiga
64 enam puluh empat
65 enam puluh lima
66 enam puluh enam
67 enam puluh tujuh
68 enam puluh delapan
69 enam puluh sembilan
70 tujuh puluh
71 tujuh puluh satu
72 tujuh puluh dua
73 tujuh puluh tiga
74 tujuh puluh empat
75 tujuh puluh lima
76 tujuh puluh enam
77 tujuh puluh tujuh
78 tujuh puluh delapan
79 tujuh puluh sembilan
80 delapan puluh
81 delapan puluh satu
82 delapan puluh dua
83 delapan puluh tiga
84 delapan puluh empat
85 delapan puluh lima
86 delapan puluh enam
87 delapan puluh tujuh
88 delapan puluh delapan
89 delapan puluh sembilan
90 sembilan puluh
91 sembilan puluh satu
92 sembilan puluh dua
93 sembilan puluh tiga
94 sembilan puluh empat
95 sembilan puluh lima
96 sembilan puluh enam
97 sembilan puluh tujuh
98 sembilan puluh delapan
99 sembilan puluh sembilan.
100 seratus
101 seratus satu
102 seratus dua
Episodes

Updated 102 Episodes

1
satu
2
dua
3
tiga
4
empat
5
lima
6
enam
7
tujuh
8
delapan
9
sembilan
10
sepuluh
11
sebelas
12
dua belas
13
tiga belas
14
empat belas
15
lima belas
16
enam belas
17
tujuh belas
18
delapan belas
19
sembilan belas
20
dua puluh
21
dua puluh satu
22
dua puluh dua
23
dua puluh tiga
24
dua puluh empat
25
dua puluh lima
26
dua puluh enam
27
dua puluh tujuh
28
dua puluh delapan.
29
dua puluh sembilan
30
tiga puluh
31
tiga puluh satu
32
tiga puluh dua
33
tiga puluh tiga
34
tiga puluh empat
35
tiga puluh lima
36
tiga puluh enam
37
tiga puluh tujuh
38
tiga puluh delapan
39
tiga puluh sembilan
40
empat puluh
41
empat puluh satu
42
empat puluh dua
43
empat puluh tiga
44
empat puluh empat
45
empat puluh lima
46
empat puluh enam
47
empat puluh tujuh
48
empat puluh delapan
49
empat puluh sembilan
50
lima puluh
51
lima puluh satu
52
lima puluh dua
53
lima puluh tiga
54
lima puluh empat.
55
lima puluh lima
56
lima puluh enam
57
lima puluh tujuh
58
lima puluh delapan
59
lima puluh sembilan
60
enam puluh
61
enam puluh satu
62
enam puluh dua
63
enam puluh tiga
64
enam puluh empat
65
enam puluh lima
66
enam puluh enam
67
enam puluh tujuh
68
enam puluh delapan
69
enam puluh sembilan
70
tujuh puluh
71
tujuh puluh satu
72
tujuh puluh dua
73
tujuh puluh tiga
74
tujuh puluh empat
75
tujuh puluh lima
76
tujuh puluh enam
77
tujuh puluh tujuh
78
tujuh puluh delapan
79
tujuh puluh sembilan
80
delapan puluh
81
delapan puluh satu
82
delapan puluh dua
83
delapan puluh tiga
84
delapan puluh empat
85
delapan puluh lima
86
delapan puluh enam
87
delapan puluh tujuh
88
delapan puluh delapan
89
delapan puluh sembilan
90
sembilan puluh
91
sembilan puluh satu
92
sembilan puluh dua
93
sembilan puluh tiga
94
sembilan puluh empat
95
sembilan puluh lima
96
sembilan puluh enam
97
sembilan puluh tujuh
98
sembilan puluh delapan
99
sembilan puluh sembilan.
100
seratus
101
seratus satu
102
seratus dua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!