Saat dalam perjalanan pulang, Aca menanyakan kepada Saga, "Kenapa kamu mau menikahiku?" Pandangan Saga beralih kepada Aca.
"Jujur, aku enggak tahu jawabannya, Aca. Aku enggak tahu aku harus mengatakan apa. Tapi entah kenapa, aku ingin memilikimu dan menjadikan kamu sebagai istriku."
"Kapan kamu merasakan hal seperti itu?"
"Sejak pertama kali kita bertemu, Ca, di bar."
"Kamu masih ingat, ternyata," ledek Aca.
"Aku masih ingat."
"Tapi kenapa saat itu kamu sombong sekali," Aca kesal mengingat kejadian itu.
"Ya, itu diriku, Ca, kalau sedang berada di luar."
"Lalu, kenapa saat bersamaku kamu bisa terasa hangat?" Sekarang Aca malah sering mendominasi.
"Kamu merasakannya, Aca?"
Aca hanya mengangguk. "Aku enggak tahu, Ca. Entah kenapa saat bersamamu, aku bisa merasakan ketenangan dan kenyamanan," jawab Saga.
"Apa dengan semua wanita kamu melakukan hal yang sama?" tanya Aca agak kesal.
"Tidak. Mungkin kita harus lebih saling mengenal dan membuka diri kita."
"Apa kamu ingin mengobrol sebentar?" ajak Saga. Aca menganggukkan kepala.
Saga menepikan mobilnya di taman kota. Mereka keluar dari mobil dan berjalan mencari tempat duduk.
"Dari mana aku akan mulai?"
"Bukankah ini terlalu formal, Mas?" Mereka tertawa.
"Bukankah kamu bilang bertemu denganku adalah kesialan untukmu? Lalu kenapa kamu mau menerima untuk menikah denganku?" Saga meledek.
"Hei!! Bagaimana aku bisa menolakmu!! Jika kamu mengatakan ingin menikahiku di depan Ayahku?" bentak Aca merasa tidak terima.
"Kamu bisa saja menolak waktu itu."
"Aku sudah berusaha, tapi kamu terus meyakinkan Ayahku," Aca sambil menundukkan kepalanya.
"Lalu bagaimana kamu mau menolakku sekarang?" tanya Saga.
"Apa boleh?" Aca malah balik tanya. Sebenarnya Aca belum siap untuk memulai hubungan baru.
"Tidak!! Aku tidak suka penolakan," tegas Saga.
Menyebalkan.
"Berikan ponselmu," minta Saga.
"Buat apa?" tanya Aca.
"Berikan saja," lalu Aca menyerahkan ponselnya kepada Saga.
Saga menekan nomornya dan memberikan namanya di ponsel Aca. Lalu menekan…
Pengganti Pengantin
Bab 14
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 29 Episodes
Comments