Pagi itu Aca berangkat ke kantor seperti biasa. Sampai di kantor, Pak Harun menyuruhnya untuk menemuinya di ruangannya.
"Aca... Apa ada dokumen penting yang kamu lewatkan?" tanya Pak Harun.
"Dokumen penting? Aku rasa tidak," jawab Aca.
"Tapi kenapa Pak Saga sampai datang ke divisi kita untuk mencarimu?" tanya Pak Harun mengintimidasi.
"Pak Saga? Mencariku?" Aca pura-pura terkejut agar tidak dicurigai.
Pak Harun hanya menganggukkan kepalanya.
"Sebaiknya kamu menemuinya sekarang. Saya tidak ingin ada masalah di divisi kita, Aca. Apalagi berurusan dengan Pak Saga," kata Pak Harun.
"Tapi, Pak, saya rasa saya tidak melakukan kesalahan," protes Aca. Sebenarnya Aca tidak ingin bertemu dengan Saga.
"Aca..." Pak Harun dengan nada menekan.
"Baik, Pak," akhirnya Aca pasrah.
Aca menyeret kakinya menuju ke lift. Pintu lift terbuka, ada beberapa karyawan yang satu lantai dengan ruangan Saga. Aca ikut masuk dan menggeserkan badannya ke belakang.
Punggungnya bersandar dan Aca menghela napas sambil melihat ID card-nya yang melingkar di lehernya.
Tring...
Pintu lift terbuka. Semua orang keluar di lantai itu, termasuk Aca. Dengan perasaan gugup, Aca memberanikan diri untuk mengetuk pintu Saga.
Saat Aca akan mengetuk pintu Saga, Asisten Han baru saja keluar dari ruangan Saga.
"Nona Aca... Ada apa?"
"Bisa aku bertemu dengan Pak Saga?" tanya Aca.
Asisten Han membukakan pintunya. Dan Aca masuk ke dalam ruangan Aca.
Saga sedang berdiri di depan kaca dengan memasukkan tangannya ke dalam saku celananya.
Saga berbalik badan karena melihat Aca masuk ke dalam ruangannya dari pantulan kaca.
Aca terkejut dengan keadaan Saga yang berantakan. Rambut acak-acakan, jas sudah terlempar di sofa, dasi sudah mengendur.
"Ada apa denganmu?" tanya Aca.
Saga berjalan mendekati Aca. "Duduklah," Saga menarik kursi mempersilakan Aca duduk.
Aca menurut. Saga menarik kursi itu agar sejajar dengan sofa yang sekarang diduduki Saga.
"Apa kamu baik-baik saja?" tanya Aca cemas.
"Aku baik," jawab Saga singkat.
Tapi Aca…
Pengganti Pengantin
Bab 17
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 29 Episodes
Comments