Kejutan di Pelataran Pelayan

​Cahaya fajar baru saja menyentuh Puncak Berkabut ketika suara langkah kaki kasar memecah keheningan pelataran pelayan. Tiga orang pemuda berjalan angkuh menuju pondok rusak di ujung area. Di posisi depan adalah Zhao Feng, wajahnya menyeringai penuh antisipasi.

​"Lin Tian! Keluar bawa airnya, atau kubakar gubuk rongsokan ini beserta tikus kecil di dalamnya!" teriak Zhao Feng.

​Di dalam pondok, Lin Chen berjengit kaget, refleks memegang lengan baju Lin Tian. Namun, Lin Tian hanya menepuk punggung tangan adiknya itu dengan tenang. Semalaman penuh, ia telah memutar Seni Pemurnian Tulang Naga Astral. Meski tingkat kultivasinya sama sekali tidak naik dan tetap tertahan di ranah Mortal tingkat pertama, ia merasakan perubahan mendasar pada otot dan tulangnya. Qi di dalam meridiannya kini mengalir sangat lambat, namun terasa padat dan berat seperti air raksa.

​"Tetap di sini, Chen'er," ucap Lin Tian datar.

​Ia melangkah keluar, membawa ember kayu berisi air dari Mata Air Iblis, dan meletakkannya tepat di depan kakinya. Angin pagi meniup ujung pakaiannya yang lusuh, namun postur tubuhnya tegak, tak lagi membungkuk seperti hari-hari sebelumnya.

​Melihat sikap Lin Tian yang berani menatap matanya, amarah Zhao Feng tersulut. "Beraninya kau menatapku seperti itu, Sampah! Sepertinya kau bosan hidup!"

​Tanpa peringatan, Zhao Feng melesat maju. Tangan kanannya membentuk cakar, dialiri Qi berwarna abu-abu yang menandakan ia telah mencapai ranah Mortal tingkat tiga. Sasarannya adalah bahu Lin Tian, berniat melumpuhkannya dalam satu serangan yang kejam.

​Mata Lin Tian memicing. Di masa lalu, gerakan ini akan terlihat terlalu cepat untuk dihindari. Namun kini, indranya telah dipertajam oleh energi naga kuno. Alih-alih menghindar, Lin Tian mengambil kuda-kuda dan mengepalkan tinju kanannya. Ia tidak menggunakan teknik bela diri tingkat tinggi apa pun, hanya memusatkan seluruh Qi ungu keemasan yang setetes demi setetes ia kumpulkan semalaman ke punggung tangannya.

​BAM!

​Tinju dan cakar berbenturan keras. Gelombang kejut kecil menyapu debu di sekitar kaki mereka berdua.

​Dua pengikut Zhao Feng yang awalnya tertawa mendadak terdiam. Mata mereka terbelalak ngeri. Bukan Lin Tian yang terpental, melainkan Zhao Feng. Pemuda berpakaian sutra biru itu terhuyung mundur hingga lima langkah, memegangi tangan kanannya yang bergetar hebat. Jari-jarinya tampak memerah bengkak, dan rasa sakit yang menusuk tulang membuat wajahnya pucat pasi.

​"K-kau... apa yang kau gunakan?!" seru Zhao Feng, suaranya melengking antara marah dan terkejut. "Tidak mungkin kekuatan fisik murni dari seorang pecundang bisa menahan Cakar Angin milikku! Kau menyembunyikan pusaka?!"

​Lin Tian berdiri tak tergoyahkan. Ia menatap tinjunya sendiri dengan sedikit rasa takjub yang disembunyikan rapat-rapat. Kepadatan Qi dari teknik naga ini benar-benar tidak masuk akal. Pantas saja ia butuh energi ratusan kali lipat untuk naik tingkat; fondasinya terlalu mengerikan dan solid.

​"Ambil air itu dan pergi dari hadapanku," kata Lin Tian, suaranya dingin dan menusuk. "Mulai hari ini, kau tidak berhak memerintahku. Jika kau atau anjing-anjingmu berani menyentuh Lin Chen lagi, aku akan mematahkan lenganmu yang lain."

​Zhao Feng menggertakkan giginya. Ia ingin menyerang lagi, tetapi rasa sakit di tulangnya memperingatkannya bahwa ada yang salah dengan Lin Tian hari ini. Mengambil risiko terluka parah di pelataran pelayan sangat tidak sepadan.

​"Kau akan menyesali ini, Lin Tian! Kakak sepupuku di pelataran luar tidak akan melepaskanmu!" ancam Zhao Feng sebelum akhirnya berbalik, menyuruh kedua pengikutnya membawa ember air tersebut dan bergegas pergi dengan langkah pincang.

​Lin Tian menghela napas pelan, mengendurkan kepalan tangannya. Ia tahu, mengusir Zhao Feng hanyalah riak kecil. Ancaman sebenarnya baru saja dimulai. Di dunia yang luas ini, tanpa kekuatan yang mutlak, ia dan Lin Chen akan selalu menjadi incaran. Perjalanannya mendaki puncak kultivasi adalah proses panjang yang tak bisa diselesaikan dalam satu atau dua hari.

​"Kakak Tian... kau mengalahkannya," bisik Lin Chen yang berdiri di ambang pintu, matanya berbinar penuh kekaguman dan rasa tidak percaya.

​Lin Tian tersenyum tipis, menatap langit pagi yang semakin terang. "Ini baru langkah pertama kita, Chen'er."

Terpopuler

Comments

saniscara patriawuha.

saniscara patriawuha.

gassssd polllll

2026-06-22

0

Aman Wijaya

Aman Wijaya

lanjut terus Thor semangat semangat semangat

2026-06-21

0

yos helmi

yos helmi

😍😍

2026-06-17

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1: Murid Tak Berguna dan Mutiara Terlarang
2 Kejutan di Pelataran Pelayan
3 Ancaman Mendekat dan Ujian di Hutan Hitam
4 Esensi Darah dan Penemuan di Balik Akar
5 Akar Roh Teratai Tanah dan Sang Penjaga
6 Pertarungan Hidup Mati dan Terobosan Tingkat Dua
7 Panen Darah dan Ancaman Zhao Hai
8 Pukulan Pengekang Arogansi
9 Syarat Mutlak dan Bayangan Inti Buas
10 Tiga Puluh Hari Penempaan dan Menuju Balai Ujian
11 Kayu yang Menyembunyikan Daunnya
12 Pelataran 404 dan Sambutan "Hangat"
13 Pampasan Perang dan Berkah di Balik Tebing
14 Paviliun Seni Bela Diri dan Teknik Buangan
15 Penempaan di Tepi Jurang dan Lapis Pertama
16 Panggung Hidup Mati dan Pukulan Penguji
17 Lapis Pertama dan Kengerian Tinju Runtuh
18 Harga Sebuah Pukulan dan Harta Rampasan
19 Izin Turun Gunung dan Hukum Rimba
20 Interogasi Berdarah dan Penghalang Taring Darah
21 Hancurnya Lapis Baja dan Pos Penjagaan Berdarah
22 Tarian Kematian dan Pembersihan Pos
23 Kawah Puncak Merah dan Serigala Mata Satu
24 Pengejaran Berdarah dan Lembah Kabut Kematian
25 Pembakaran Tulang dan Kebangkitan Lapis Kedua
26 Keputusasaan Serigala
27 Kembali ke Sekte
28 Penjaga Gerbang
29 Genderang Perang dan Jari Penghancur Pedang
30 Sapuan Bersih dan Panggung Penentuan
31 Hancurnya Kesombongan
32 Udara Puncak Dalam
33 Langkah Guntur dan Kemurkaan Penatua Agung
34 Mengguncang Langit
35 Undangan Puncak Pedang
36 Papan Misi Kelas Merah
37 Teror Lembah Kabut Hitam
38 Pembantaian di Altar Berdarah
39 Bukti Berdarah dan Perburuan Bayangan
40 Arsip Terlarang dan Makam Sang Naga
41 Enam Bulan Penempaan Darah dan Terbukanya Segel Kuno
42 Langit Darah Primordial
43 Gerbang Tulang Naga
44 Hadiah Berdarah
45 Ranah Bumi Palsu
46 Ilusi Cermin Jiwa
47 Taring Penembus Dimensi
48 Kelahiran Kembali Sang Tiran
49 Kematian Penatua Agung
50 Kejatuhan Lautan Darah
51 Mengarungi Lautan Iblis
52 Benua Tengah
53 Paviliun Bintang Jatuh
54 Langit yang Berbeda
55 Urat Bumi Kematian
56 Alun-Alun Bintang dan Batu Pengukur Tulang
57 Hutan Tulang Berdarah
58 Lembah Ratapan dan Tirai Keputusasaan
59 Proyeksi Jiwa dan Runtuhnya Langit Kesombongan
60 Puncak Kemarahan
61 Hukum Rantai Makanan dan Gua Bintang Fajar
62 Menara Bintang Jatuh
63 Memecah Lantai Kedelapan Puluh
64 Paviliun Alkemis Pusat dan Syarat Sang Grandmaster
65 Penempaan Neraka
66 Ujian Darah Sang Adik
67 Paku Terlarang dan Jurang Kehampaan
68 Kawah Matahari
69 Warisan yang Terbuang
70 Gema Kehampaan
71 dan Mimpi Buruk di Alam Rahasia
72 Murka Setengah Langkah Langit
73 Puncak Istana Astral
74 Langit Hukuman Surga
75 Gugurnya Dewa Petir Palsu
76 Melintasi Batas Benua
77 Penaklukan Benua Selatan
78 Singgasana Hampa
79 Batas Waktu Tujuh Hari
80 Keputusasaan Sang Leluhur
81 Keringnya Lautan Bintang
82 Kolam Hukuman Ilahi
83 Hukum Tekanan Ilahi dan Tembok Kota Matahari Besi
84 Arena Darah dan Seni Menahan Diri
85 Malam Pemindahan dan Bayangan di Balik Gerbang
86 Amarah Sang Jenderal
87 Runtuhnya Sembilan Matahari
88 Lembah Kabut Hampa
89 Perburuan Terbalik di Lembah Kabut
90 Teror di Atas Awan Hampa
91 Kota Batas Bintang
92 Gerbang Bintang Mati
93 Lorong Sejarah Berdarah
94 Langkah Kematian di Atas Hampa
95 Tuan Baru Armada Langit
96 Hujan Darah di Kota Ekor Sembilan
97 Ilusi Bulan Berdarah
98 Puncak Raja Ilahi
99 Kelahiran Sang Kaisar Ilahi
Episodes

Updated 99 Episodes

1
Bab 1: Murid Tak Berguna dan Mutiara Terlarang
2
Kejutan di Pelataran Pelayan
3
Ancaman Mendekat dan Ujian di Hutan Hitam
4
Esensi Darah dan Penemuan di Balik Akar
5
Akar Roh Teratai Tanah dan Sang Penjaga
6
Pertarungan Hidup Mati dan Terobosan Tingkat Dua
7
Panen Darah dan Ancaman Zhao Hai
8
Pukulan Pengekang Arogansi
9
Syarat Mutlak dan Bayangan Inti Buas
10
Tiga Puluh Hari Penempaan dan Menuju Balai Ujian
11
Kayu yang Menyembunyikan Daunnya
12
Pelataran 404 dan Sambutan "Hangat"
13
Pampasan Perang dan Berkah di Balik Tebing
14
Paviliun Seni Bela Diri dan Teknik Buangan
15
Penempaan di Tepi Jurang dan Lapis Pertama
16
Panggung Hidup Mati dan Pukulan Penguji
17
Lapis Pertama dan Kengerian Tinju Runtuh
18
Harga Sebuah Pukulan dan Harta Rampasan
19
Izin Turun Gunung dan Hukum Rimba
20
Interogasi Berdarah dan Penghalang Taring Darah
21
Hancurnya Lapis Baja dan Pos Penjagaan Berdarah
22
Tarian Kematian dan Pembersihan Pos
23
Kawah Puncak Merah dan Serigala Mata Satu
24
Pengejaran Berdarah dan Lembah Kabut Kematian
25
Pembakaran Tulang dan Kebangkitan Lapis Kedua
26
Keputusasaan Serigala
27
Kembali ke Sekte
28
Penjaga Gerbang
29
Genderang Perang dan Jari Penghancur Pedang
30
Sapuan Bersih dan Panggung Penentuan
31
Hancurnya Kesombongan
32
Udara Puncak Dalam
33
Langkah Guntur dan Kemurkaan Penatua Agung
34
Mengguncang Langit
35
Undangan Puncak Pedang
36
Papan Misi Kelas Merah
37
Teror Lembah Kabut Hitam
38
Pembantaian di Altar Berdarah
39
Bukti Berdarah dan Perburuan Bayangan
40
Arsip Terlarang dan Makam Sang Naga
41
Enam Bulan Penempaan Darah dan Terbukanya Segel Kuno
42
Langit Darah Primordial
43
Gerbang Tulang Naga
44
Hadiah Berdarah
45
Ranah Bumi Palsu
46
Ilusi Cermin Jiwa
47
Taring Penembus Dimensi
48
Kelahiran Kembali Sang Tiran
49
Kematian Penatua Agung
50
Kejatuhan Lautan Darah
51
Mengarungi Lautan Iblis
52
Benua Tengah
53
Paviliun Bintang Jatuh
54
Langit yang Berbeda
55
Urat Bumi Kematian
56
Alun-Alun Bintang dan Batu Pengukur Tulang
57
Hutan Tulang Berdarah
58
Lembah Ratapan dan Tirai Keputusasaan
59
Proyeksi Jiwa dan Runtuhnya Langit Kesombongan
60
Puncak Kemarahan
61
Hukum Rantai Makanan dan Gua Bintang Fajar
62
Menara Bintang Jatuh
63
Memecah Lantai Kedelapan Puluh
64
Paviliun Alkemis Pusat dan Syarat Sang Grandmaster
65
Penempaan Neraka
66
Ujian Darah Sang Adik
67
Paku Terlarang dan Jurang Kehampaan
68
Kawah Matahari
69
Warisan yang Terbuang
70
Gema Kehampaan
71
dan Mimpi Buruk di Alam Rahasia
72
Murka Setengah Langkah Langit
73
Puncak Istana Astral
74
Langit Hukuman Surga
75
Gugurnya Dewa Petir Palsu
76
Melintasi Batas Benua
77
Penaklukan Benua Selatan
78
Singgasana Hampa
79
Batas Waktu Tujuh Hari
80
Keputusasaan Sang Leluhur
81
Keringnya Lautan Bintang
82
Kolam Hukuman Ilahi
83
Hukum Tekanan Ilahi dan Tembok Kota Matahari Besi
84
Arena Darah dan Seni Menahan Diri
85
Malam Pemindahan dan Bayangan di Balik Gerbang
86
Amarah Sang Jenderal
87
Runtuhnya Sembilan Matahari
88
Lembah Kabut Hampa
89
Perburuan Terbalik di Lembah Kabut
90
Teror di Atas Awan Hampa
91
Kota Batas Bintang
92
Gerbang Bintang Mati
93
Lorong Sejarah Berdarah
94
Langkah Kematian di Atas Hampa
95
Tuan Baru Armada Langit
96
Hujan Darah di Kota Ekor Sembilan
97
Ilusi Bulan Berdarah
98
Puncak Raja Ilahi
99
Kelahiran Sang Kaisar Ilahi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!