Esensi Darah dan Penemuan di Balik Akar

​Bau anyir darah mulai menyebar di udara, memaksa Lin Tian bergerak cepat. Di Hutan Hitam, aroma darah segar adalah undangan makan malam bagi predator yang lebih buas. Ia segera meraih inti darah seukuran kelereng yang berwarna merah pekat dari bangkai Babi Hutan Taring Besi, lalu melesat pergi menuju area yang lebih aman.

​Setengah mil dari lokasi pertarungan, Lin Tian menemukan sebuah cekungan kecil di bawah akar pohon raksasa yang sudah mati. Tempat itu cukup tersembunyi dan kering. Ia duduk bersila di sana, meletakkan belatinya di pangkuan, dan menggenggam inti darah tersebut di telapak tangannya.

​"Energinya sangat kasar dan liar," batin Lin Tian saat merasakan fluktuasi panas dari inti darah itu. Bagi murid luar biasa, menyerap inti monster secara langsung tanpa diolah menjadi pil oleh seorang alkemis sama saja dengan bunuh diri. Energi buas itu bisa merobek meridian mereka.

​Namun, Lin Tian memiliki Seni Pemurnian Tulang Naga Astral.

​Ia memejamkan mata dan mulai memutar teknik kuno tersebut. Siluet naga hitam di dadanya seolah berdenyut pelan. Dalam sekejap, energi dari inti darah babi hutan itu tersedot dengan rakus ke dalam telapak tangannya.

​Argh!

​Lin Tian menggertakkan gigi. Rasa sakit yang luar biasa menjalar dari lengannya, seperti ribuan jarum panas yang menusuk masuk ke dalam pembuluh darahnya. Namun, saat energi buas itu mencapai pusat meridiannya, Qi ungu keemasan miliknya langsung menekan dan menggilingnya tanpa ampun. Layaknya seekor naga raksasa yang menelan seekor semut, energi babi hutan itu dimurnikan, dihilangkan sifat liarnya, dan diubah menjadi setetes Qi cair murni yang menyatu dengan fondasi Lin Tian.

​Proses itu berlangsung selama satu jam. Ketika Lin Tian membuka mata, inti darah di tangannya telah berubah menjadi debu kelabu yang tertiup angin.

​Ia menghela napas panjang, merasakan tenaga fisiknya kembali pulih sepenuhnya. Otot-ototnya terasa lebih kencang, dan indranya semakin tajam. Meski begitu, ia menyadari sebuah kenyataan pahit.

​"Masih belum cukup untuk menembus tingkat kedua ranah Mortal," gumamnya tak berdaya. "Satu inti darah monster tingkat dua hanya mengisi sepersepuluh dari kapasitas meridianku saat ini. Jika ini kultivator biasa, satu inti darah sudah cukup untuk menerobos. Fondasi ini benar-benar jurang tak berdasar."

​Jalan untuk menjadi kuat ini akan memakan waktu yang sangat panjang. Jika ia ingin mendaki hingga mencapai puncak tertinggi, proses pengumpulan sumber daya ini harus dilakukan ribuan kali lipat lebih banyak dari orang biasa.

​Lin Tian bangkit dan membersihkan pakaiannya. Waktu terus berjalan, dan bayang-bayang balas dendam Zhao Hai bisa muncul di pondoknya kapan saja. Ia harus berburu lebih banyak, atau menemukan sesuatu yang memiliki energi spiritual lebih murni.

​Saat ia bersiap meninggalkan tempat persembunyiannya, penciumannya yang kini setajam binatang buas menangkap aroma manis yang sangat tipis dari balik dinding tanah di belakang akar raksasa tempatnya bersila. Aromanya sangat berbeda dengan bau busuk dedaunan mati di hutan ini.

​Dengan rasa penasaran, Lin Tian menggunakan belatinya untuk menggali tanah di sekitar akar tersebut. Setelah beberapa menit menggali, sebongkah batu tanah runtuh, memperlihatkan sebuah lubang kecil seukuran tubuh manusia yang mengarah ke lorong gelap di bawah tanah.

​Aroma manis dan hangat itu menguar semakin kuat dari dalam kegelapan. Jantung Lin Tian berdetak lebih cepat. Dalam literatur sekte yang pernah ia baca diam-diam, aroma seperti ini hanya bisa dihasilkan oleh satu hal: herbal spiritual berusia puluhan tahun yang belum ditemukan manusia.

​Tanpa ragu, Lin Tian mencengkeram belatinya erat-erat dan melangkah masuk ke dalam kegelapan lorong tersebut, tidak menyadari sepasang mata kuning menyala perlahan terbuka di dasar gua.

Terpopuler

Comments

Aman Wijaya

Aman Wijaya

jooooz jiiizz Thor lanjut terus

2026-06-21

0

Didi h Suawa

Didi h Suawa

awal yg baik,

2026-07-02

0

saniscara patriawuha.

saniscara patriawuha.

gassdd polllll

2026-06-22

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1: Murid Tak Berguna dan Mutiara Terlarang
2 Kejutan di Pelataran Pelayan
3 Ancaman Mendekat dan Ujian di Hutan Hitam
4 Esensi Darah dan Penemuan di Balik Akar
5 Akar Roh Teratai Tanah dan Sang Penjaga
6 Pertarungan Hidup Mati dan Terobosan Tingkat Dua
7 Panen Darah dan Ancaman Zhao Hai
8 Pukulan Pengekang Arogansi
9 Syarat Mutlak dan Bayangan Inti Buas
10 Tiga Puluh Hari Penempaan dan Menuju Balai Ujian
11 Kayu yang Menyembunyikan Daunnya
12 Pelataran 404 dan Sambutan "Hangat"
13 Pampasan Perang dan Berkah di Balik Tebing
14 Paviliun Seni Bela Diri dan Teknik Buangan
15 Penempaan di Tepi Jurang dan Lapis Pertama
16 Panggung Hidup Mati dan Pukulan Penguji
17 Lapis Pertama dan Kengerian Tinju Runtuh
18 Harga Sebuah Pukulan dan Harta Rampasan
19 Izin Turun Gunung dan Hukum Rimba
20 Interogasi Berdarah dan Penghalang Taring Darah
21 Hancurnya Lapis Baja dan Pos Penjagaan Berdarah
22 Tarian Kematian dan Pembersihan Pos
23 Kawah Puncak Merah dan Serigala Mata Satu
24 Pengejaran Berdarah dan Lembah Kabut Kematian
25 Pembakaran Tulang dan Kebangkitan Lapis Kedua
26 Keputusasaan Serigala
27 Kembali ke Sekte
28 Penjaga Gerbang
29 Genderang Perang dan Jari Penghancur Pedang
30 Sapuan Bersih dan Panggung Penentuan
31 Hancurnya Kesombongan
32 Udara Puncak Dalam
33 Langkah Guntur dan Kemurkaan Penatua Agung
34 Mengguncang Langit
35 Undangan Puncak Pedang
36 Papan Misi Kelas Merah
37 Teror Lembah Kabut Hitam
38 Pembantaian di Altar Berdarah
39 Bukti Berdarah dan Perburuan Bayangan
40 Arsip Terlarang dan Makam Sang Naga
41 Enam Bulan Penempaan Darah dan Terbukanya Segel Kuno
42 Langit Darah Primordial
43 Gerbang Tulang Naga
44 Hadiah Berdarah
45 Ranah Bumi Palsu
46 Ilusi Cermin Jiwa
47 Taring Penembus Dimensi
48 Kelahiran Kembali Sang Tiran
49 Kematian Penatua Agung
50 Kejatuhan Lautan Darah
51 Mengarungi Lautan Iblis
52 Benua Tengah
53 Paviliun Bintang Jatuh
54 Langit yang Berbeda
55 Urat Bumi Kematian
56 Alun-Alun Bintang dan Batu Pengukur Tulang
57 Hutan Tulang Berdarah
58 Lembah Ratapan dan Tirai Keputusasaan
59 Proyeksi Jiwa dan Runtuhnya Langit Kesombongan
60 Puncak Kemarahan
61 Hukum Rantai Makanan dan Gua Bintang Fajar
62 Menara Bintang Jatuh
63 Memecah Lantai Kedelapan Puluh
64 Paviliun Alkemis Pusat dan Syarat Sang Grandmaster
65 Penempaan Neraka
66 Ujian Darah Sang Adik
67 Paku Terlarang dan Jurang Kehampaan
68 Kawah Matahari
69 Warisan yang Terbuang
70 Gema Kehampaan
71 dan Mimpi Buruk di Alam Rahasia
72 Murka Setengah Langkah Langit
73 Puncak Istana Astral
74 Langit Hukuman Surga
75 Gugurnya Dewa Petir Palsu
76 Melintasi Batas Benua
77 Penaklukan Benua Selatan
78 Singgasana Hampa
79 Batas Waktu Tujuh Hari
80 Keputusasaan Sang Leluhur
81 Keringnya Lautan Bintang
82 Kolam Hukuman Ilahi
83 Hukum Tekanan Ilahi dan Tembok Kota Matahari Besi
84 Arena Darah dan Seni Menahan Diri
85 Malam Pemindahan dan Bayangan di Balik Gerbang
86 Amarah Sang Jenderal
87 Runtuhnya Sembilan Matahari
88 Lembah Kabut Hampa
89 Perburuan Terbalik di Lembah Kabut
90 Teror di Atas Awan Hampa
91 Kota Batas Bintang
92 Gerbang Bintang Mati
93 Lorong Sejarah Berdarah
94 Langkah Kematian di Atas Hampa
95 Tuan Baru Armada Langit
96 Hujan Darah di Kota Ekor Sembilan
97 Ilusi Bulan Berdarah
98 Puncak Raja Ilahi
99 Kelahiran Sang Kaisar Ilahi
Episodes

Updated 99 Episodes

1
Bab 1: Murid Tak Berguna dan Mutiara Terlarang
2
Kejutan di Pelataran Pelayan
3
Ancaman Mendekat dan Ujian di Hutan Hitam
4
Esensi Darah dan Penemuan di Balik Akar
5
Akar Roh Teratai Tanah dan Sang Penjaga
6
Pertarungan Hidup Mati dan Terobosan Tingkat Dua
7
Panen Darah dan Ancaman Zhao Hai
8
Pukulan Pengekang Arogansi
9
Syarat Mutlak dan Bayangan Inti Buas
10
Tiga Puluh Hari Penempaan dan Menuju Balai Ujian
11
Kayu yang Menyembunyikan Daunnya
12
Pelataran 404 dan Sambutan "Hangat"
13
Pampasan Perang dan Berkah di Balik Tebing
14
Paviliun Seni Bela Diri dan Teknik Buangan
15
Penempaan di Tepi Jurang dan Lapis Pertama
16
Panggung Hidup Mati dan Pukulan Penguji
17
Lapis Pertama dan Kengerian Tinju Runtuh
18
Harga Sebuah Pukulan dan Harta Rampasan
19
Izin Turun Gunung dan Hukum Rimba
20
Interogasi Berdarah dan Penghalang Taring Darah
21
Hancurnya Lapis Baja dan Pos Penjagaan Berdarah
22
Tarian Kematian dan Pembersihan Pos
23
Kawah Puncak Merah dan Serigala Mata Satu
24
Pengejaran Berdarah dan Lembah Kabut Kematian
25
Pembakaran Tulang dan Kebangkitan Lapis Kedua
26
Keputusasaan Serigala
27
Kembali ke Sekte
28
Penjaga Gerbang
29
Genderang Perang dan Jari Penghancur Pedang
30
Sapuan Bersih dan Panggung Penentuan
31
Hancurnya Kesombongan
32
Udara Puncak Dalam
33
Langkah Guntur dan Kemurkaan Penatua Agung
34
Mengguncang Langit
35
Undangan Puncak Pedang
36
Papan Misi Kelas Merah
37
Teror Lembah Kabut Hitam
38
Pembantaian di Altar Berdarah
39
Bukti Berdarah dan Perburuan Bayangan
40
Arsip Terlarang dan Makam Sang Naga
41
Enam Bulan Penempaan Darah dan Terbukanya Segel Kuno
42
Langit Darah Primordial
43
Gerbang Tulang Naga
44
Hadiah Berdarah
45
Ranah Bumi Palsu
46
Ilusi Cermin Jiwa
47
Taring Penembus Dimensi
48
Kelahiran Kembali Sang Tiran
49
Kematian Penatua Agung
50
Kejatuhan Lautan Darah
51
Mengarungi Lautan Iblis
52
Benua Tengah
53
Paviliun Bintang Jatuh
54
Langit yang Berbeda
55
Urat Bumi Kematian
56
Alun-Alun Bintang dan Batu Pengukur Tulang
57
Hutan Tulang Berdarah
58
Lembah Ratapan dan Tirai Keputusasaan
59
Proyeksi Jiwa dan Runtuhnya Langit Kesombongan
60
Puncak Kemarahan
61
Hukum Rantai Makanan dan Gua Bintang Fajar
62
Menara Bintang Jatuh
63
Memecah Lantai Kedelapan Puluh
64
Paviliun Alkemis Pusat dan Syarat Sang Grandmaster
65
Penempaan Neraka
66
Ujian Darah Sang Adik
67
Paku Terlarang dan Jurang Kehampaan
68
Kawah Matahari
69
Warisan yang Terbuang
70
Gema Kehampaan
71
dan Mimpi Buruk di Alam Rahasia
72
Murka Setengah Langkah Langit
73
Puncak Istana Astral
74
Langit Hukuman Surga
75
Gugurnya Dewa Petir Palsu
76
Melintasi Batas Benua
77
Penaklukan Benua Selatan
78
Singgasana Hampa
79
Batas Waktu Tujuh Hari
80
Keputusasaan Sang Leluhur
81
Keringnya Lautan Bintang
82
Kolam Hukuman Ilahi
83
Hukum Tekanan Ilahi dan Tembok Kota Matahari Besi
84
Arena Darah dan Seni Menahan Diri
85
Malam Pemindahan dan Bayangan di Balik Gerbang
86
Amarah Sang Jenderal
87
Runtuhnya Sembilan Matahari
88
Lembah Kabut Hampa
89
Perburuan Terbalik di Lembah Kabut
90
Teror di Atas Awan Hampa
91
Kota Batas Bintang
92
Gerbang Bintang Mati
93
Lorong Sejarah Berdarah
94
Langkah Kematian di Atas Hampa
95
Tuan Baru Armada Langit
96
Hujan Darah di Kota Ekor Sembilan
97
Ilusi Bulan Berdarah
98
Puncak Raja Ilahi
99
Kelahiran Sang Kaisar Ilahi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!