Ancaman Mendekat dan Ujian di Hutan Hitam

​Kabar kekalahan Zhao Feng di pelataran pelayan menyebar dengan cepat, namun sebatas bisik-bisik di antara para pelayan lainnya. Tak ada yang berani merayakannya terang-terangan. Semua tahu, di balik Zhao Feng ada bayangan besar kakaknya, Zhao Hai.

​Di dalam pondok yang telah dirapikan seadanya, Lin Chen menyerahkan sepotong roti kasar dan semangkuk air kepada Lin Tian. Wajah anak itu masih menyimpan kekhawatiran.

​"Kakak Tian, kudengar Zhao Hai bulan lalu baru saja menerobos ke ranah Mortal tingkat lima," ucap Lin Chen sambil duduk di lantai kayu. "Dia sudah bisa mengalirkan Qi ke senjatanya. Jika dia turun gunung untuk membalas dendam, tinju kosong saja tidak akan cukup."

​Lin Tian mengunyah rotinya dengan tenang. Fakta itu sudah ia perhitungkan. Kepadatan Qi dari Seni Pemurnian Tulang Naga Astral memang luar biasa—mampu menghempaskan kultivator tingkat tiga meski Lin Tian masih berada di tingkat pertama. Namun, tingkat lima adalah batas di mana seorang kultivator mulai memiliki teknik pertarungan jarak menengah.

​"Aku tahu," jawab Lin Tian. "Jika aku menunggu di sini sampai dia datang, kita akan tamat. Berdiam diri menyerap Qi alam terlalu lambat. Meridianku membutuhkan energi yang jauh lebih besar dan liar."

​Lin Tian menatap ke luar jendela kecil pondoknya, mengarah ke Hutan Hitam di batas utara sekte. Hutan itu adalah pinggiran dari Pegunungan Binatang Buas, area berburu bagi murid luar untuk mencari tanaman herbal dan inti monster tingkat rendah. Bagi pelayan tingkat satu, masuk ke sana sama saja mencari mati.

​"Kau akan pergi ke Hutan Hitam?" Mata Lin Chen membulat. "Tapi Kakak, tanpa senjata dan pelindung—"

​"Aku memiliki tubuhku, Chen'er. Mulai sekarang, itu adalah senjata terbaikku," potong Lin Tian sambil bangkit berdiri. Ia mengambil sebilah belati karatan yang biasa digunakan untuk memotong kayu. "Selama aku pergi, bekerjalah seperti biasa. Hindari area murid luar dan bersembunyilah jika melihat orang-orang Zhao Feng."

​Setengah jam kemudian, Lin Tian telah menyusup ke balik pepohonan rimbun Hutan Hitam. Udara di sini terasa lembap dan dipenuhi aura bahaya. Mengandalkan insting barunya yang menajam, ia melangkah tanpa suara, menghindari area yang memiliki jejak pertarungan murid sekte.

​Setelah berjalan sejauh dua mil, telinganya menangkap suara patahan ranting. Dari balik semak berduri, sesosok bayangan besar melompat keluar. Itu adalah Babi Hutan Taring Besi, binatang buas tingkat rendah yang setara dengan kultivator Mortal tingkat dua. Kulitnya setebal baja, dan sepasang taringnya bisa menembus batang pohon dengan mudah.

​Babi hutan itu mendengus marah, matanya yang merah menatap Lin Tian sebagai mangsa empuk. Tanpa ragu, monster itu menyeruduk maju seperti batu besar yang menggelinding.

​Lin Tian tidak mundur. Ia menarik napas dalam-dalam, membiarkan aliran Qi ungu keemasan meledak dari pusat dadanya dan menyebar ke otot-otot kakinya. Bukannya menghindar sepenuhnya, ia memiringkan tubuhnya di detik terakhir, membiarkan taring besi itu lewat hanya beberapa inci dari pinggangnya.

​Dalam sepersekian detik itu, Lin Tian memusatkan seluruh kekuatannya pada siku kanannya dan menghantamkannya tepat ke punggung babi hutan tersebut.

​KRAK!

​Suara tulang patah terdengar nyaring. Hantaman siku yang diperkuat Qi naga itu langsung menghancurkan tulang belakang sang monster. Babi hutan itu terjerembap ke tanah, melengking kesakitan sebelum akhirnya mati seketika.

​Lin Tian berdiri di atas bangkai monster itu dengan napas sedikit memburu. Satu serangan fatal. Kepadatan energi naga ini kembali membuatnya takjub. Namun, ia juga merasakan setengah dari Qi yang ia kumpulkan semalaman langsung terkuras habis hanya untuk satu serangan pembuka tersebut.

​"Konsumsi energiku terlalu boros jika tanpa teknik bela diri yang tepat," gumam Lin Tian sambil membedah bangkai babi hutan itu untuk mengambil inti darahnya. "Aku harus segera mencari sumber daya sebelum Zhao Hai menemukanku."

Terpopuler

Comments

Aman Wijaya

Aman Wijaya

asah kemampuanmu Lin Tian semangat terus

2026-06-21

0

saniscara patriawuha.

saniscara patriawuha.

sikatttttt... sudahhhhh....

2026-06-22

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1: Murid Tak Berguna dan Mutiara Terlarang
2 Kejutan di Pelataran Pelayan
3 Ancaman Mendekat dan Ujian di Hutan Hitam
4 Esensi Darah dan Penemuan di Balik Akar
5 Akar Roh Teratai Tanah dan Sang Penjaga
6 Pertarungan Hidup Mati dan Terobosan Tingkat Dua
7 Panen Darah dan Ancaman Zhao Hai
8 Pukulan Pengekang Arogansi
9 Syarat Mutlak dan Bayangan Inti Buas
10 Tiga Puluh Hari Penempaan dan Menuju Balai Ujian
11 Kayu yang Menyembunyikan Daunnya
12 Pelataran 404 dan Sambutan "Hangat"
13 Pampasan Perang dan Berkah di Balik Tebing
14 Paviliun Seni Bela Diri dan Teknik Buangan
15 Penempaan di Tepi Jurang dan Lapis Pertama
16 Panggung Hidup Mati dan Pukulan Penguji
17 Lapis Pertama dan Kengerian Tinju Runtuh
18 Harga Sebuah Pukulan dan Harta Rampasan
19 Izin Turun Gunung dan Hukum Rimba
20 Interogasi Berdarah dan Penghalang Taring Darah
21 Hancurnya Lapis Baja dan Pos Penjagaan Berdarah
22 Tarian Kematian dan Pembersihan Pos
23 Kawah Puncak Merah dan Serigala Mata Satu
24 Pengejaran Berdarah dan Lembah Kabut Kematian
25 Pembakaran Tulang dan Kebangkitan Lapis Kedua
26 Keputusasaan Serigala
27 Kembali ke Sekte
28 Penjaga Gerbang
29 Genderang Perang dan Jari Penghancur Pedang
30 Sapuan Bersih dan Panggung Penentuan
31 Hancurnya Kesombongan
32 Udara Puncak Dalam
33 Langkah Guntur dan Kemurkaan Penatua Agung
34 Mengguncang Langit
35 Undangan Puncak Pedang
36 Papan Misi Kelas Merah
37 Teror Lembah Kabut Hitam
38 Pembantaian di Altar Berdarah
39 Bukti Berdarah dan Perburuan Bayangan
40 Arsip Terlarang dan Makam Sang Naga
41 Enam Bulan Penempaan Darah dan Terbukanya Segel Kuno
42 Langit Darah Primordial
43 Gerbang Tulang Naga
44 Hadiah Berdarah
45 Ranah Bumi Palsu
46 Ilusi Cermin Jiwa
47 Taring Penembus Dimensi
48 Kelahiran Kembali Sang Tiran
49 Kematian Penatua Agung
50 Kejatuhan Lautan Darah
51 Mengarungi Lautan Iblis
52 Benua Tengah
53 Paviliun Bintang Jatuh
54 Langit yang Berbeda
55 Urat Bumi Kematian
56 Alun-Alun Bintang dan Batu Pengukur Tulang
57 Hutan Tulang Berdarah
58 Lembah Ratapan dan Tirai Keputusasaan
59 Proyeksi Jiwa dan Runtuhnya Langit Kesombongan
60 Puncak Kemarahan
61 Hukum Rantai Makanan dan Gua Bintang Fajar
62 Menara Bintang Jatuh
63 Memecah Lantai Kedelapan Puluh
64 Paviliun Alkemis Pusat dan Syarat Sang Grandmaster
65 Penempaan Neraka
66 Ujian Darah Sang Adik
67 Paku Terlarang dan Jurang Kehampaan
68 Kawah Matahari
69 Warisan yang Terbuang
70 Gema Kehampaan
71 dan Mimpi Buruk di Alam Rahasia
72 Murka Setengah Langkah Langit
73 Puncak Istana Astral
74 Langit Hukuman Surga
75 Gugurnya Dewa Petir Palsu
76 Melintasi Batas Benua
77 Penaklukan Benua Selatan
78 Singgasana Hampa
79 Batas Waktu Tujuh Hari
80 Keputusasaan Sang Leluhur
81 Keringnya Lautan Bintang
82 Kolam Hukuman Ilahi
83 Hukum Tekanan Ilahi dan Tembok Kota Matahari Besi
84 Arena Darah dan Seni Menahan Diri
85 Malam Pemindahan dan Bayangan di Balik Gerbang
86 Amarah Sang Jenderal
87 Runtuhnya Sembilan Matahari
88 Lembah Kabut Hampa
89 Perburuan Terbalik di Lembah Kabut
90 Teror di Atas Awan Hampa
91 Kota Batas Bintang
92 Gerbang Bintang Mati
93 Lorong Sejarah Berdarah
94 Langkah Kematian di Atas Hampa
95 Tuan Baru Armada Langit
96 Hujan Darah di Kota Ekor Sembilan
97 Ilusi Bulan Berdarah
98 Puncak Raja Ilahi
99 Kelahiran Sang Kaisar Ilahi
Episodes

Updated 99 Episodes

1
Bab 1: Murid Tak Berguna dan Mutiara Terlarang
2
Kejutan di Pelataran Pelayan
3
Ancaman Mendekat dan Ujian di Hutan Hitam
4
Esensi Darah dan Penemuan di Balik Akar
5
Akar Roh Teratai Tanah dan Sang Penjaga
6
Pertarungan Hidup Mati dan Terobosan Tingkat Dua
7
Panen Darah dan Ancaman Zhao Hai
8
Pukulan Pengekang Arogansi
9
Syarat Mutlak dan Bayangan Inti Buas
10
Tiga Puluh Hari Penempaan dan Menuju Balai Ujian
11
Kayu yang Menyembunyikan Daunnya
12
Pelataran 404 dan Sambutan "Hangat"
13
Pampasan Perang dan Berkah di Balik Tebing
14
Paviliun Seni Bela Diri dan Teknik Buangan
15
Penempaan di Tepi Jurang dan Lapis Pertama
16
Panggung Hidup Mati dan Pukulan Penguji
17
Lapis Pertama dan Kengerian Tinju Runtuh
18
Harga Sebuah Pukulan dan Harta Rampasan
19
Izin Turun Gunung dan Hukum Rimba
20
Interogasi Berdarah dan Penghalang Taring Darah
21
Hancurnya Lapis Baja dan Pos Penjagaan Berdarah
22
Tarian Kematian dan Pembersihan Pos
23
Kawah Puncak Merah dan Serigala Mata Satu
24
Pengejaran Berdarah dan Lembah Kabut Kematian
25
Pembakaran Tulang dan Kebangkitan Lapis Kedua
26
Keputusasaan Serigala
27
Kembali ke Sekte
28
Penjaga Gerbang
29
Genderang Perang dan Jari Penghancur Pedang
30
Sapuan Bersih dan Panggung Penentuan
31
Hancurnya Kesombongan
32
Udara Puncak Dalam
33
Langkah Guntur dan Kemurkaan Penatua Agung
34
Mengguncang Langit
35
Undangan Puncak Pedang
36
Papan Misi Kelas Merah
37
Teror Lembah Kabut Hitam
38
Pembantaian di Altar Berdarah
39
Bukti Berdarah dan Perburuan Bayangan
40
Arsip Terlarang dan Makam Sang Naga
41
Enam Bulan Penempaan Darah dan Terbukanya Segel Kuno
42
Langit Darah Primordial
43
Gerbang Tulang Naga
44
Hadiah Berdarah
45
Ranah Bumi Palsu
46
Ilusi Cermin Jiwa
47
Taring Penembus Dimensi
48
Kelahiran Kembali Sang Tiran
49
Kematian Penatua Agung
50
Kejatuhan Lautan Darah
51
Mengarungi Lautan Iblis
52
Benua Tengah
53
Paviliun Bintang Jatuh
54
Langit yang Berbeda
55
Urat Bumi Kematian
56
Alun-Alun Bintang dan Batu Pengukur Tulang
57
Hutan Tulang Berdarah
58
Lembah Ratapan dan Tirai Keputusasaan
59
Proyeksi Jiwa dan Runtuhnya Langit Kesombongan
60
Puncak Kemarahan
61
Hukum Rantai Makanan dan Gua Bintang Fajar
62
Menara Bintang Jatuh
63
Memecah Lantai Kedelapan Puluh
64
Paviliun Alkemis Pusat dan Syarat Sang Grandmaster
65
Penempaan Neraka
66
Ujian Darah Sang Adik
67
Paku Terlarang dan Jurang Kehampaan
68
Kawah Matahari
69
Warisan yang Terbuang
70
Gema Kehampaan
71
dan Mimpi Buruk di Alam Rahasia
72
Murka Setengah Langkah Langit
73
Puncak Istana Astral
74
Langit Hukuman Surga
75
Gugurnya Dewa Petir Palsu
76
Melintasi Batas Benua
77
Penaklukan Benua Selatan
78
Singgasana Hampa
79
Batas Waktu Tujuh Hari
80
Keputusasaan Sang Leluhur
81
Keringnya Lautan Bintang
82
Kolam Hukuman Ilahi
83
Hukum Tekanan Ilahi dan Tembok Kota Matahari Besi
84
Arena Darah dan Seni Menahan Diri
85
Malam Pemindahan dan Bayangan di Balik Gerbang
86
Amarah Sang Jenderal
87
Runtuhnya Sembilan Matahari
88
Lembah Kabut Hampa
89
Perburuan Terbalik di Lembah Kabut
90
Teror di Atas Awan Hampa
91
Kota Batas Bintang
92
Gerbang Bintang Mati
93
Lorong Sejarah Berdarah
94
Langkah Kematian di Atas Hampa
95
Tuan Baru Armada Langit
96
Hujan Darah di Kota Ekor Sembilan
97
Ilusi Bulan Berdarah
98
Puncak Raja Ilahi
99
Kelahiran Sang Kaisar Ilahi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!