Kepergian Arabella menuju Jerman

Sebulan kemudian Reno dan Delena meninggalkan jakarta menuju Sidney, tempat dimana mereka ingin menghabisi masa tua disana. Jauh dari hiruk pikuk kota jakarta.

Kini usia Reno sudah menginjak 75 tahun, dan Delena berusia 67 tahun, terpaut delapan tahun. Mereka memilih tinggal di eropa sebab polusi udaranya yang masih asri di dekat pegunungan. Delena sangat senang bercocok tanam dan membuat kebun strawberry di halaman rumahnya yang luas. Mereka benar-benar menikmati masa tua tanpa ingin terganggu.

Sebelum pergi Reno telah berpesan dan membuat surat wasiat pada Arabella.

"Arra, simpan dan gunakan kartu keanggotaan ini." ucap Reno pada sang cucu.

"Ini kartu apa opah?!"

"Kartu itu adalah identitas perusahaan Mahesa grup. Hanya tiga orang saja yang memiliki kartu ini di Asia. Bila card ini jatuh ke tangan orang, perusahaan kita bisa diambil alih. Kamu harus menjaganya dengan baik dan jangan jatuh ke tangan orang lain."

Arabella mengangguk "Baik opah, Arra janji akan menjaganya dengan baik."

"Opah belum pernah mengeluarkan card itu atau memberikan pada Ayah mu, Tante Vana dan Om Zidan. Karena kamu pemimpin perusahaan di Jerman, card ini opah berikan. Keluarkan kartu ini bila terdesak, Kamu akan mengetahui keistimewaannya."

"Baik Opah aku mengerti."

"Yang perlu kamu ingat, didalam card ini terdapat banyak rahasia perusahaan. Jadi kamu harus benar-benar menjaganya dengan baik."

"Opah tenang saja, aku tidak sebodoh itu memberikan identitas perusahaan pada orang lain. Arra akan menjaganya seperti menjaga opah dan omah." ucap Arra meyakinkan.

***

Siang itu di mansion, seluruh keluarga Vano sedang makan siang bersama di meja makan.

"Arra, jaga diri mu baik-baik, Papa tidak bisa mengantarkan ke Germany. Sebab masih banyak urusan perusahaan disini."

"Iya nggak apa-apa pah, aku kan sudah dewasa dan sudah bolak-balik jakarta-Jerman."

"Kakak jadi direktur sekalian menempuh S2 bukan?" tanya Jordy

"Tentu saja, hanya S1 dan S2 tidaklah cukup, setelah selesai S2 kakak lanjut S3."

"Wah kak Arra hebat ya, baru lulus S1 sudah di percaya opah pegang perusahaan." sahut Jordan.

"Itu sudah tanggung jawab kakak untuk pegang perusahaan Mahesa grup, sebab kakak anak tertua. Setelah kalian lulus, bisa urus perusahaan bersama-sama."

"Aku nggak mau ke Jerman, aku urus perusahaan papa di jakarta ajah. Kak Jordan ajah yang urus perusahaan disana." tukas Jordy

"Dasar anak manja! Bilang ajah nggak mau jauh-jauh dari mama." sahut Jordan

"Sudah, sudah... jangan berdebat hal yang belum terjadi. Lagian kalian masih jauh urus perusahaan, harus kuliah dulu empat tahun di Harvard." ucap Safira melerai anak kembarnya.

"Apa yang mama mu katakan benar, yang terpenting kalian lulus kuliah dulu."

"Oke Pah!" jawab keduanya berbarengan

"Arra, mama buat spaghetti carbonara dan cake kesukaan mu. Makan yang banyak ya, mumpung masih di jakarta."

"Pasti aku sangat kangen masakan mama. Aku juga rindu gado-gado buatan mama, masakan mama selalu enak." puji Arra.

"Arra, setelah makan keruangan kerja papa. Ada yang ingin papa bicarakan." ucap Vano seraya meraih gelas berisi air putih dan di teguk nya hingga tandas.

"Oke pah, aku habiskan spaghetti ini dulu."

Usia makan dan ngobrol bersama mama dan kedua adik kembarnya, Arabella menaiki lift untuk sampai di ruangan kerja sang papa.

"Pah! Sahut Arra sambil membuka handle pintu.

"Arra masuklah!"

Gadis cantik berusia 22 tahun itu duduk di sofa yang berada di ruangan kerja Vano.

"Ini surat keterangan dari perusahaan kita di jakarta, kalau kamu sudah sah menduduki CEO di Germany. Nanti berikan surat ini pada tuan Albert, dia salah satu tangan kanan opah dan orang kepercayaannya."

"Apa mereka tidak akan merayakan jabatan ku sebagai CEO disana? Atau acara penyambutan ku!"

"Arra, opah sudah berpesan bukan? untuk sementara, tidak ada yang boleh tahu dulu identitas asli mu."

"Kenapa harus begitu Pah?! Pasti mereka akan membutuhkan tandatangan ku sebagai CEO!"

"Sebab, masih banyak orang-orang didalam perusahaan yang bermain curang dan ingin menjatuhkan opah! Tapi mereka tidak bisa jatuhkan opah. Makanya kamu di utus kesana untuk mata-matai mereka, dengan begitu mereka tidak akan curiga dengan kedatangan mu sebagai karyawan biasa di perusahaan opah. Meskipun opah sudah menyerahkan perusahaan pada mu."

"Opah hanya berjaga-jaga dan melindungi kamu dari orang-orang serakah seperti mereka. Kamu harus menyamar sebagai karyawan biasa di perusahaan. Hanya orang-orang kepercayaan opah saja yang tahu siapa kamu."

"Kamu sudah paham?!

"Paham Pah!

"Kamu laporkan pada papa, siapa-siapa petinggi perusahaan yang bermain curang. Papa tidak akan kasih ampun."

"Baik Pah Arra mengerti."

Vano duduk di samping anak gadisnya, lalu memeluk penuh kasih sayang. "Papa akan sangat kehilangan mu, kamu baru pulang dari Los angeles, sekarang harus pergi lagi mengurus perusahaan."

"Papa tidak usah khawatir ya, semoga Arra bisa menjalani amanah opah dan mohon bimbingannya." balas Arra sambil mengusap-usap punggung sang papa.

Seminggu setelah kepergian sang kakek dan neneknya, Arra meninggalkan mansion untuk terbang ke Germany.

Semua melepas kepergian Arabella dengan perasaan haru.

"Arra, kamu jangan lupa makan ya. Mama nggak mau denger kamu sakit karena telat makan." Safira memeluk anak sambungnya sambil menangis

"Mama nggak usah khawatir ya? Arra pasti dengar nasehat mama dan papa."

"Jordan, Jordy, saat di Los angeles kamu jangan sering berdebat. Harus jaga ego kalian dan jaga nama baik keluarga."

"Siap kak! Tukas keduanya

"Arra jaga dirimu, jangan banyak tahu urusan orang lain, lebih baik menghindar." nasihat Zidan.

"Iya om, akan selalu Arra ingat."

"Arra, Tante hanya mendoakan kamu bisa menjaga amanah dari opah dan selalu dalam lindungan Tuhan."

"Terima kasih Tante."

"Kayla, kamu harus semangat sekolahnya ya, biar terus jadi juara satu."

"Iya kak, Kayla akan giat belajar.'

Setelah berbincang-bincang sebentar, Arra masuk kedalam mobil. Mobil melaju dengan kecepatan rata-rata meninggalkan mansion menuju bandara Soekarno-Hatta.

ALL . JANGAN LUPA, BANTU LIKE SETELAH MEMBACA, BERIKAN RATE BINTANG 5 DAN KOMENTAR KALIAN. DAN BERIKAN VOTE DI KARYA INI SEBAGAI PENYEMANGAT 💪💪

💜💜💜💜.

.

Terpopuler

Comments

Eni Yuliati

Eni Yuliati

mudah2an SJ Arrabella bisa menjaga amanat Reno,setelah membaca cuplikan diatas,kok bisanya jatuh cinta PD org yg salah.mudah2an bisa mengembalikan kepercayaan keluarganya,sudah dikasih kepercayaan SM Reno kok disia2kan gara2 terlalu cinta SM laki2🤭🤭🤭🙏🙏🙏

2026-06-19

4

Ambu Rinddiany Thea

Ambu Rinddiany Thea

c ara yg d kasih amanah nya sama reno , ko aku yg degdegan nya ya takuuut aja gt takut ga bisa jaga nya , btw c ara nya jago beladiri ga bun mudah mudahan jago beladiri ya bun ara nya biar bisa jaga diri anaknya ☺️

2026-06-20

2

Irma Juniarti

Irma Juniarti

kartu ini yg pastinya bakalan jatuh ketangan pacarnya ara,dan perusahaan Mahesa di Jerman diambil alih olehnya.

2026-06-20

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!