Kecelakaan

Hari demi hari Arra jalani, sekarang ia sudah bekerja di perusahaan sang opah. Pak Albert juga mengurus pendidikan Arra sebagai mahasiswi di universitas Munich di Germany. Arra bekerja paruh waktu, pulangnya baru ke kampus.

Satu bulan sudah Arra bekerja, tapi belum ada tanda-tanda mencurigakan. Semuanya berjalan dengan normal. Meskipun begitu ia selalu waspada terhadap orang-orang di perusahaan sang opah. Walaupun ada karyawan yang jutek dan selalu mendikte pekerjaannya, tapi tidak membuatnya lemah. Selama mereka tidak main fisik Arra masih bisa diam dan tidak terburu-buru mengungkap identitasnya.

Pagi ini aroma roti panggang mengular di indra penciumannya. Arra turun dari ranjang dan keluar kamar menuju pantry.

"Wah aroma roti nya bikin aku lapar."

"Arra kamu sudah bangun?" bibi Zelda menoleh sambil terus membalikkan roti panggang diatas wajan.

"Sudah bii, semalaman aku tidak bisa tidur karena mengerjakan banyak tugas kantor."

"Ini makan lah rotinya, dan susu selagi hangat." tukas wanita paruh baya itu, ia menyodorkan roti panggang dan segelas susu putih.

"Andaikan nona Arra tidak jadi karyawan di perusahaan tuan Reno, tidak usah selelah ini mengerjakan banyak tugas. Belum lagi belajar di kampus. waktu istrahat hanya sedikit."

Arra menaruh gelas susu yang baru ia teguk diatas meja. "Bibi, untuk mencapai tujuan dan keinginan, kita harus tetap bekerja keras. Justru opah dan papa mengajarkan aku untuk mandiri. Tidak ada sesuatu yang instan tanpa berusaha."

"Bibi salut pada tuan Reno, semua anak dan cucunya diajarkan mandiri. Banyak anak konglomerat yang tidak mau dari bawah, mereka mengandalkan orang tuanya untuk jadi pemimpin perusahaan."

"Justru itu yang akhirnya perusahaan jadi bangkrut bii, mereka tidak mau memulai dari nol dan hanya mengandalkan kemampuan orang tua."

"Aku sudah kenyang bii, roti satu piring sudah habis dan susu sudah masuk kedalam perut ku."

"Roti panggang kesukaan mu sejak kecil, bibi sangat tahu semua kesukaan mu. Nanti malam bisa buat sop iga."

"Aku tidak makan malam bii, kalo aku pulang sore baru bibi masakan."

"Baiklah."

"Ya sudah, aku mau mandi dulu terus berangkat kerja."

"Arra berhati-hatilah di jalan, sepertinya kamu masih mengantuk."

"Iya bii .." balas Arra sambil melangkah pergi.

Jam sudah menunjukkan pukul tujuh pagi, gegas Arra berangkat ke kantor dan menyetir sendiri, sebab sang supir sudah dua hari sakit. Mobil sedan hitam melaju dengan cepat melintasi jalanan raya. Tanpa Arra sadari ia menabrak sebuah truk di depannya. keningnya terbentur setir saat kap mobil menabrak body truk. Darah segar mengalir dari dahinya yang terluka.

Asap tebal keluar dari kap mobil, Arra yang berada di dalam mobil merasakan kepalanya sakit, matanya berkunang-kunang. Dari luar mobil ia masih dapat mendengar suara teriakan seorang pria memintanya untuk membuka pintu mobil.

Tubuh Arra lemas dan penglihatannya tiba-tiba mengabur. Pria di luar berhasil memecahkan kaca mobil dan membuka handle pintu.

Arra sudah tidak sadarkan diri, pria itu mengangkat tubuh Arra dan di bawa masuk kedalam mobilnya. Mobil tersebut melaju dengan kecepatan tinggi untuk segera sampai rumah sakit.

"Bro pelan-pelan, bisa-bisa kita tabrakan juga." sahut pria di sampingnya.

"Tidak ada waktu, wanita itu mengeluarkan banyak darah. Kita harus segera sampai rumah sakit."

"Kenapa tidak kau panggil ambulance saja, client sudah menunggu kita. Bisa-bisa kita telat datang."

"Nyawa lebih penting dari apapun!"

Setelah sampai rumah sakit, pria itu memarkirkan mobil asal, lalu mengangkat tubuh Arra dari jok belakang.

"Dokter.... Dokter..." teriak pria tersebut sambil membawa tubuh Arra yang ia gendong ala bridal style. Ia terus berlari menyusuri lorong-lorong rumah sakit.

Petugas medis berlarian sambil membawa ranjang dorong. Arra di taruh diatas ranjang, lalu di bawa keruangan UGD.

Pria tersebut menunggu di depan pintu UGD bersama temannya. Tiba-tiba ponselnya berdering.

"Aku angkat telepon dulu."

Pria itu mengangguk.

"Allan, kenapa kamu Korban bisnis kita demi perempuan yang tidak kamu kenal. Dasar bodoh! Pekiknya kesal.

"Chandra aku harus pergi menemui client. Tolong jaga wanita itu sampai sadarkan diri."

"Hey! Apa-apa ini, mana bisa begitu. Aku tidak kenal wanita itu siapa?"

"Apa kamu bisa menangani para client? Kalau kamu bisa pergilah, aku yang menunggu wanita itu disini."

Chandra membuang nafas kasar, ia sangat tahu tidak berkemampuan menghadapi para investor.

"Baiklah, aku jaga wanita itu!"

"Ini ambil lah kartu ku, bayarkan biaya pengobatannya."

"Wah kau sangat royal pada wanita, padahal bukan kamu yang menabraknya."

"Ini demi kemanusiaan, sudahlah aku pergi dulu. nanti aku kembali lagi."

Pria itu melangkah pergi, sepatu pantofel terdengar nyaring di lantai rumah sakit, hingga suara itu hilang dari pendengaran Chandra.

Pintu UGD terbuka lebar, sang suster bertanya pada pria yang berdiri di depan pintu.

"Apa anda kelurga pasian wanita itu?"

"Ahh-iya.. Saya keluarganya."

"Kalau begitu segera siapkan pembayaran, kami akan membawa keruangan rawat inap."

"Baiklah!'

Setelah melakukan pembayaran, pria itu masuk kedalam ruangan rawat inap. Ia berjalan perlahan kearah ranjang pasien. Lalu menatap wajah Arra yang keningnya sudah di perban.

"Wanita ini sangat cantik." gumamnya pelan.

"Tadi aku tidak perhatikan wajahnya, tapi kecantikannya tidak bisa di tutupi lagi." ujar chandra sambil menyelipkan anak rambut ketelinga Arra."

Tiba-tiba pria itu terkejut saat melihat kelopak mata Arra terbuka perlahan. Arra dapat melihat dengan jelas pria di depannya.

"Hallo..." sapa Chandra.

"Kamu sudah bangun?" tanyanya seraya tersenyum lebar

"Sia-pa ka-mu?! Tanya Arra terbata

(lebih baik aku mengaku saja kalau aku yang menyelamatkan, Allan tidak akan tahu. Wanita ini terlalu cantik bila di abaikan)

"Kenalkan nama saya Chandra. Saya yang telah menolong mu dan membawanya kesini. Semua biaya pengobatan mu sudah aku lunasi."

"Terima kasih, maaf merepotkan mu."

Chandra duduk di tepi ranjang dan berkata. "Tidak apa-apa, bukan kah kita harus saling menolong."

Arra menyunggingkan senyuman.

ALL TOLONG TINGGALKAN JEJAK KALIAN DENGAN KOMEN DI RATE BINTANG 5, BANTU LIKE, VOTE DAN GIFH

💜💜💜💜

Terpopuler

Comments

Sugiharti Rusli

Sugiharti Rusli

apalagi sejatinya dia seorang CEO, meski di kantor belum tahu siapa si Arra, tapi memang sementara masih harus disembunyikan identitasnya sih, jadi deh kalo sopirnya absen, dia harus setir sendiri

2026-06-27

2

Sugiharti Rusli

Sugiharti Rusli

ni kalo dari namanya Chandra orang Indo yah, apa dia bicara pakai bahasa Inggris atau Jerman sama si Arra, soalnya kan Arra juga Indo jadi ga mungkin dia pakai bahasa Indonesia di sana,,,

2026-06-27

2

Irma Juniarti

Irma Juniarti

ngaku2 nich Candra,apa jangan2 Candra ini yg bakalan jadi pacar Ara dan akhirnya perusahaan di rebut olehnya.🤔

2026-06-27

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!