Jadi mata-mata perusahaan

Hari ini Arabella masuk ke perusahaan Mahesa grup, melalui kaki tangan Reno bernama pak Albert. Dia yang merekomendasikan Arra masuk keperusahaan Reno sebagai karyawan baru di bidang IT sesuai dengan pendidikannya.

Arra gadis yang cerdas dan selalu mendapatkan nilai terbaik di universitas Harvard. Kecerdasan Arra turun dari sang papa. Arra juga di ajarin Meretas oleh Vano, yaitu membuat sistem Hackin. Hackin adalah aktivitas memodifikasi, memanipulasi, atau menembus sistem komputer, jaringan, atau perangkat lunak dengan cara yang tidak biasa atau di luar prosedur standar.

Tujuannya untuk memperbaiki keamanan sistem agar tidak bisa dibobol oleh orang jahat. Ini adalah profesi resmi dan legal. Sedangkan Hacker meretas tanpa izin untuk mencuri data, merusak sistem, mencuri uang, atau menyebarkan virus.

Dulu, saat usia Vano 12 tahun, ia sudah bisa meretas sekelompok penjahat yang ingin membobol password perusahaan Mahesa. Di kalangan elit dan pebisnis Zevano terkenal jenius dan disegani. Tentu saja kecerdasan Vano menurun pada anak kandungnya Arra.

Mobil melaju dengan cepat meninggalkan perumahan nenek buyut. Setengah jam kemudian Arra sudah berada di perusahaan besar milik sang Opah. Seorang pria setengah baya berdiri di samping pintu mobil yang terparkir, lalu membungkuk hormat saat Arra keluar dari sedan.

"Selamat pagi nona Arabella." sapanya sopan

"Pagi pak Albert." balas Arra saat sudah keluar dari pintu mobil

"Ohya, apa Papa saya sudah jelaskan semua tentang keberadaan saya di kantor Opah?"

"Sudah nona, kami sudah merencanakan semuanya agar nona bekerja di bagian Teknik Informatika (Computer Science/Informatics Engineering) Nona fokus saja pada pengembangan perangkat lunak (software), algoritma dan pemrograman. Setelah itu baru nona bisa selidiki petinggi perusahaan yang telah bermain curang."

"Pak Albert, anda sangat berjasa di perusahaan opah dan salah satu kaki tangan opah Reno. Saya berharap anda bisa membantu saya di perusahaan. Beritahu saya siapa-siapa saja petinggi perusahaan yang berkerja sama dengan opah."

"Apa nona sudah mempunyai daftar nama-nama mereka?"

"Papa sudah memberitahu nama-nama mereka yang terlibat, tapi kita tidak boleh menuduh tanpa bukti. Setelah mendapatkan bukti kecurangan mereka baru kita beri tindakan hukum!

"Siap nona, saya akan bantu nona untuk memberantas hama di perusahaan."

"Tapi pak Albert, apa selama ini perusahaan opah berjalan dengan baik? Sebelum saya datang, opah Frans yang memegang perusahaan ini."

"Sempat mengalami kerugian 20%, dan para investor ada yang mundur, mereka mengambil kembali modalnya dan tidak mau bekerjasama. Lalu tuan Reno turun tangan dan perusahaan kembali stabil. Sekarang tuan Reno sudah sepuh dan mulai rehat dari perusahaan turun temurun ini."

"Setelah saya lulus kuliah, opah langsung meminta saya mengurus perusahaan ini. Ternyata ada beberapa petinggi perusahaan yang nakal dan mencari keuntungan sendiri. saya harus bereskan mereka!"

"Saya siap membantu nona!"

"Ohiya pak Albert, untuk menyamarkan diri saya sebagai CEO perusahaan ini, jangan panggil saya nona Arabella. Cukup panggil nama saya Wilona, itu nama penyamaran saya, agar mereka tidak curiga."

"Baik nona, sekarang saya akan antarkan nona ke HRD, untuk menyerahkan surat lamaran ini."

Arabella tersenyum "Ayo!"

Mereka berdua berjalan bersama menuju ruangan HRD. Albert mengetuk pintu, lalu terdengar suara masuk dari dalam ruangan.

"Pagi Bu Merlin."

"Tuan Albert? Ada apa keruangan saya?" tanyanya sedikit terkejut.

"Saya ingin mengantarkan lamaran untuk keponakan saya nona Wilona. Bukankah saya sudah pernah bilang seminggu yang lalu."

"Ohh-iya silakan duduk."

Albert menyerahkan surat lamaran Arra, wanita paruh baya itu membuka surat lamaran dan membacanya dengan seksama.

"Nilainya sangat bagus, perusahaan Mahesa grup memang sedang mencari karyawan di bidang IT."

"Berarti keponakan saya bisa di terima disini." tanya Albert antusias.

"Belum tentu! sabab pelamar yang ingin mengambil posisi ini sangat banyak, sedangkan yang di butuhkan hanya dua orang!" tukasnya sambil melempar kertas tersebut diatas meja.

"Nona Wilona baru lulus kuliah. Mana bisa langsung kerja tanpa ada pengalaman." sahutnya sambil berdiri.

Arra mengepal kuat tangannya "Wanita tua ini sangat sombong, dengan mudah aku bisa mendepak nya dari sini!"

"Anda sudah lihat sendiri bukan? Nilai IPK nya sangat tinggi. saya koneksi buat Wilona dan akan bertanggung jawab penuh untuk keponakan saya.'

"Pak Albert, ini perusahaan besar! Tidak bisa masuk seenaknya hanya karena anda bekerja di perusahaan ini, bukankah anda sudah pensiun?."

"Bu Merlin sudah sangat tahu, saya sudah bekerja selama 30 tahun dan ikut tuan Reno disini!"

"Dulu emang iya Anda orang kepercayaan tuan Reno, tapi sekarang beliau tidak memimpin perusahaan ini lagi. Bagaimana bisa saya masukan keponakan anda tanpa di tes dulu!"

Albert terlihat kesal, ia membuang nafas kasar. "Kalau saja kamu tahu siapa wanita di samping saya ini. Pasti kau akan di pecat hari ini juga!" pekik Albert dalam hati.

Aku malas berdebat dengan wanita tua ini, lebih baik aku minta bantuan papa untuk langsung di terima disini." gumam Arra. Ia langsung mengetik dan mengirim pesan pada sang papa.

"Kalau anda tidak bisa masukkan keponakan saya, saya akan minta bantuan pada tuan Zevano."

"Silakan saja! Apa pak Albert punya andil disini?! Kalau sudah tidak ada berkepentingan, silakan kalian keluar dari ruangan saya!" usir wanita tua itu.

"Kau...!" tunjuk Albert murka

Arra langsung menahan Albert untuk berbuat anarkis. "Pak, sudah jangan di lawan. Aku sendiri yang akan tendang dia dari perusahaan. Untuk sekarang biar saja dulu!" bisik Arra

"Wanita ini terlalu sombong, saya tidak bisa nona di tindas."

"Tidak apa-apa, nanti dia juga akan menyesal. Ayo kita pergi!"

Albert dan Arra berdiri, saat mereka berjalan kearah pintu. Ponsel Merlin berdering, tiba-tiba wajah wanita tua itu pucat pasi.

"Selamat pagi tuan Zeva." ucapnya sopan

"Apa ada masalah dengan keponakan pak Albert? Ingat, pak Albert sudah banyak berjasa di perusahaan kami. Terima keponakan nya sekarang juga! apa anda ingin saya pecat!' bentak Vano dari ujung telepon

"Tidak tuan! Saya minta maaf, dan akan terima keponakan pak Albert."

Sambungan telepon di putus oleh Vano. Marlin yang ketakutan berjalan cepat mengejar mereka berdua "Tunggu!"

"Tuan Albert saya minta maaf, nona Wilona saya terima dan bisa masuk kerja mulai besok."

"Sekarang kamu sudah paham bukan? kalau saya masih di hargai oleh pemilik perusahaan ini!"

"Saya bersalah, saya minta maaf."

"Wilona, ayok kita pulang sekarang!"

Arabella mengangguk dan tersenyum puas.

TOLONG TINGGALKAN JEJAK KALIAN, BANTU LIKE, VOTE/ GIFH, DAN KOMENTAR DI RATE BINTANG 5. SEE YOU 😍

💜💜💜💜

Terpopuler

Comments

Eni Yuliati

Eni Yuliati

tapi sebelum membaca ceritanya,sy membaca dulu cuplikan cerita ini,disitu diceritakan,perusahaan,an dipegang Arra,jadi bangkrut,gara2 main laki,jadi Ndak seru,kok bisa2nya Reno Mahesa,memberi mandat ke Arra,ujung2nya kenak tipu,Ndak cocok jadi cucunya Reno Mahesa kak.apalagi kakak updetnya,terlalu lama,jadi bosen nungu cerita selanjutnya,mohon ma,af kak,yg semangat kak,biar sy juga makin semangat membaca karya2>kak,khususnya cerita cucu2nya macan asia,alias tuan Reno Mahesa,thanks🤭🤭🤭🙏🙏🙏

2026-06-24

3

reza indrayana

reza indrayana

Semoga saja Alan akan melindungi Arra dalam segala hal secara Alan anak tuan Albert.., jangan gegabah dalam segala hal Arra.. berhati-hatilah karena rata semua orang bertopeng dengan drama2 bahkan senitron bersambung . jadi kawatir dengan posisi Arra nichh... 😥😥😥

2026-06-27

1

Sugiharti Rusli

Sugiharti Rusli

dan sebelum terakhir diambil alih lagi sama Reno saat ada permasalahan saat dipegang oleh Frans, mungkin karena sudah tua juga jadi banyak yang tidak bisa Frans tangani juga saat itu,,,

2026-06-24

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!