Cemburu

Raski baru saja keluar dari ruangannya. Setelah selesai dengan pekerjaannya, Pria itu berniat hendak pulang. Bukan pulang, Tapi ingin pergi sebentar dengan seseorang.

"Raski.." Baru saja membuka pintu, Seseorang memanggilnya. Dia adalah Tania, Wanita itu sedikit berlari ke arah sang kekasih.

"Tania?

"Kamu mau langsung pulang?" Tanya Wanita itu. Raski dengan ragu mengangguk. Dengan manja Tania bergelayut dilengan pria itu.

"Kenapa? Kangen ya?

"Gimana kalau kita pergi makan?" Ajak Tania, Raski terdiam lalu tersenyum.

"Boleh.. " Tania tersenyum senang dengan persetujuan pria itu.

"Bareng sama Marwa juga ya.." Senyum Tania langsung pudar, Entah kenapa dia merasa tidak suka mendengar nama itu.

"Kenapa? Kamu gak mau?

"Bukannya gak mau, Tapi apa gak bisa kita pergi berdua aja..." Entahlah, Tania mulai merasa kalau Raski tidak seperti biasanya.

Karena merasa ada yang berbeda, Tania menyeret Raski agar segera masuk kedalam mobil.

Tania tidak tinggal diam saja, Tangannya yang selalu perawatan itu merasa dada Raski. Bukankah Raski adalah miliknya?

"Jangan sekarang.. Kapan-kapan aja ya.." Tania langsung menekuk wajahnya. Sungguh dia ingin sekali marah hari ini.

"Kita langsung menyusul Marwa dulu.." Ucap Raski. Tania hanya berdehem saja.

Sementara itu, Marwa sedang sibuk dengan pekerjaannya. Tiba-tiba saja salah satu temannya datang..

"Wa.. Kamu dipanggil Bu manager tuh.." Marwa yang sedang sibuk itu pun menghentikan pergerakannya.

"Dimana Mbak?

"Itu diluar dapur, Samperin gih.. " Marwa menghela nafas panjang sebelum akhirnya ia menemui Manajer cafe yang katanya sedang memanggilnya.

"Ya Bu..

"Ohya.. Kamu hari ini pulang dulu ya, Itu ada yang jemput kamu.. " Marwa langsung mengarahkan pandangannya pada sosok pria yang tersenyum padanya. Pria itu adalah Raski, Pria tersebut melambaikan tangannya pada Marwa yang disambut senyuman oleh Marwa.

"Calon suami kamu tadi datang buat nemui saya.. Dia izin buat jemput kamu dulu.. Sekarang kamu ganti baju terus pulang. Kasihan dia.." Marwa hendak protes namun ia urungkan.

"Tapi gapapa nih Bu, Saya pulang lebih dulu.. Nanti malah jadi masalah sama yang lain.." Wanita itu menggelengkan kepalanya.

"Gapapa.. Udah kamu ganti baju dulu sana. " Marwa berbalik badan pergi keruang ganti dengan menyeret kakinya yang pincang itu.

Tak lama, Marwa sudah siap. Sebelum menemui Raski, Marwa pamit sekali lagi pada Bu Manager serta para temannya.

Waktu masih menunjukkan pukul tujuh malam dimana masih ada waktu untuk bekerja sebelum cafe tutup. Beruntung orang-orang dicafe ini baik semua. Dari Bos, Managernya, Kepala koki, Kepala pelayan serta para karyawan yang bekerja semuanya baik. Entah mengapa Marwa terasa berat untuk meninggalkan tempat ini setelah ia lulus nanti.

Marwa tersenyum setelah melihat Raski sudah menunggunya. Dan ternyata pria itu tidak sendiri melainkan bersama... .

Tania...

Kakak sepupunya itu juga ada disana. Sayangnya Marwa tidak ada rasa curiga sama sekali.

"Kak Raski.. Kak Tania.." Raski dan Tania sama-sama menoleh, Keduanya tersenyum pada Marwa seakan tidak terjadi apa-apa.

"Wa.. Sebenarnya Kakak mau jemput kamu dulu. Kakak dapat bonus dari Bos, Mau ngajak kamu makan di cafe lain.. Eh, Malah ketemu sama Raski. Katanya dia juga mau ajak kamu makan malam juga. Mana udah izin katanya.. " Entah itu benar atau tidak, Yang jelas Marwa tampak percaya saja. Selama ini Marwa memang tidak pernah menaruh rasa curiga pada kedua orang itu. Karena memang sepercaya itu Marwa pada mereka.

"Ohya, Yang dibilang kakak kamu benar. Kita emang lagi kebetulan aja ketemu disini.. " Kata Raski ikut menimpali apa yang diucapkan oleh Tania tadi memang benar.

"Ohya udah.. Kalau emang kalian punya tujuan yang sama sih gapapa.. Gimana kalau kita makan malam bareng aja.." Ucap Marwa memberikan saran.

Raski dan Tania saling tatap sebelum akhirnya mereka sama-sama mengangguk.

"Itu ide yang bagus.. Yaudah yuk, Kita pergi bareng.." Dengan penuh perhatian Raski memegang lengan Marwa dan membantu gadis itu masuk mobil. Sementara Tania, Dia hanya bisa menghela nafas panjang saja.

"Kak.. Ayo masuk.." Tania mengangguk. Wanita itu ikut masuk kedalam mobil Raski dan duduk dikursi bagian belakang.

Tania memalingkan wajah, Dia tidak kuat melihat sang kekasih hati perhatian pada wanita lain. Apalagi wanita itu adalah adiknya.

"Sini biar aku yang pasang seatbeltnya.." Marwa tersenyum senang diperhatikan seperti itu. Lagipula wanita mana yang tidak suka diperhatikan manis seperti ini. Marwa yang sejak kecil kurang kasih sayang tentu saja tidak akan menolak dengan perhatian semacam itu.

"Makasih ya kak.." Raski tersenyum manis.

"Gak perlu terima kasih, Itu emang udah menjadi kewajiban aku.." Kata Raski, Matanya diam-diam melirik Tania yang mendengus pelan. Sungguh dia merasa tidak terima sebenarnya dengan perhatian Raski yang terlalu berlebihan menurut Tania.

Memang tidak ada orang yang tahu, Kalau sebenarnya Raski dan Tania ada punya hubungan termasuk Marwa sendiri.

Raski dan Tania awalnya hanya sepasang teman dekat saja. Pertemanan yang cukup dekat itu membuat rasa yang tiba-tiba saja muncul dihati masing-masing.

Raski pun juga sering datang kerumah Tania hanya untuk sekedar bermain. Hingga Marwa yang sempat dikenalkan pada Raski oleh Tania langsung merasa jatuh hati.

"Kak.. Aku naksir teman kakak itu.. Dia sangat tampan dan dewasa.. Dan aku suka. Ohya? Dia belum punya pacar kan?

"Kenapa?

"Enggak Kak..Aku cuma tanya aja..

Dan sejak saat itulah Tania meminta Raski untuk melamar Marwa saja. Entahlah, Tania hanya merasa bersalah saja pada Marwa karena kaki Marwa pincang karena menyelamatkan Tania dari kecelakaan.

Maka dari itu Tania rela mengorbankan perasaannya demi melihat Marwa bahagia. Meski diawal Raski menolak permintaan Tania karena yang pria itu cintai adalah Tania seorang. Namun karena ini adalah Tania yang memaksa akhirnya Raski menyetujuinya.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Raski mengajak Marwa dan Tania di cafe yang harganya paling mahal dikota itu. Selain bekerja diperusahan sebagai manager, Keluarga dari pria itu termasuk keluarga yang cukup dan berada.

Maka dari itu, Raski dapat membelikan barang mewah untuk Marwa dan juga Tania. Ah, Bukan. Lebih tepatnya barang mewah untuk Tania saja.

"Ayo.. Aku bantu ya.." Raski menuntun Marwa berjalan menuju meja. Dibelakangnya, Tania hanya terdiam dengan wajah kaku. Seharusnya dia yang diperhatikan seperti itu kan? Bukan adiknya itu.

Tak dapat dipungkiri, Meski katanya Tania berusaha untuk rela tetap saja rasa cemburu itu ada. Bahkan terkadang Tania punya rasa iri terhadap Marwa karena Raski lebih perhatian pada adik sepupunya itu dibanding padanya semenjak pria itu bertunangan dengan Marwa.

"Duduk dulu.. Kamu mau pasan apa?" Tanya Raski pada Marwa dengan lembut. Pria itu seolah tidak melihat Tania yang berada disana.

Seorang pelayan datang dengan membawa daftar menu. Marwa diminta untuk memilih menu nya lebih dulu.

"Aku pesannya samain kayak punya Kak Raski aja. Aku bingung soalnya.." Raski mengangguk. Pria itu memesan menu steak, Untuk minumannya Raski memesan jus jeruk saja.

Tania pun juga tak mau kalah, Wanita itu juga memesan menu yang sama. Raski melirik Tania yang dilihat dari raut wajahnya sangat kesal sekali .

"Kak.. Kalau kita nikah, Kakak akan tetap perhatian kan ke aku..?" Lagi-lagi Raski melirik Tania yang menarik nafas panjang.

Pria itu tersenyum, Ia raih tangan Marwa lalu menggenggamnya dengan erat.

"Tentu saja, Kamu yang aku cinta.. Mana mungkin aku gak perhatian sama kamu.." Marwa tersenyum bahagia. Ia cium punggung tangan Raski. Matanya tak lepas menatap wajah tampan itu. Entah seperti apa reaksi Marwa nanti begitu ia tahu kalau semua cinta dan perhatian itu hanya sandiwara.

"Inilah yang aku harapkan Kak.. Aku cinta dan sayang banget sama kakak.. Aku beruntung bisa memiliki Kak Raski dalam hidupku.. Jangan kecewakan aku ya, Kak?"

Sebelah tangan Raski terangkat mengusap pipi mulus Marwa..

"Kamu jangan khawatir.. Bersamaku, Tidak akan ada orang yang berani mengganggu mu.. Aku juga akan bawa kamu berobat ke dokter hebat supaya kamu bisa jalan normal kembali.." Marwa menangis hari. Sungguh wanita itu merasa bahagia sekali, Marwa merasa Raski adalah penyelamat hidupnya.

Tidak tahu saja bagaimana nanti hancurnya hati gadis itu setelah mengetahui rahasia besar yang pria itu simpan.

Melihat adegan romantis dihadapannya, Tania hanya bisa mengepalkan kedua tangannya. Dadanya bergemuruh hebat seakan akan ada lahar panas yang hendak mengalir.

Raski tidak peduli padanya. Menoleh pun juga tidak, Semua pusat perhatian pria itu menyatu pada Marwa seorang.

"Kamu udah janji ke aku... Awas kalau kamu ingkar janji Raski....

TBC

Terpopuler

Comments

Arin

Arin

Makanya jangan kasih ide yang aneh-aneh ke pacar. Kalau gak jadi bumerang kan. Cemburu..... Itu namanya suruh pacar selingkuh didepan mata sendiri. Malah jadi setannya 🤣🤣🤣🤣

2026-06-24

2

LENY

LENY

RASKI LAKI2 PLIN PLAN GAK TEGAS GAK PUNYA PRINSIP TANIA JG HRSNYA GAK USAH BERKORBAN KL DIBELAKANG MSH BERKHIANAT DAN GAK RELA HATINYA. DUH SMG TERBUKA KEDOK KE 2 ORANG MUNAFIK INI😡😡

2026-08-15

0

Ayudya

Ayudya

marwa jangan terlalu dalam mencintai dan mengharap sebuah kasih sayang pada laki laki seperti raski yg ada ntar kamu kecewa dan sakit hati☺️☺️☺️☺️☺️☺️

2026-06-24

1

lihat semua
Episodes
1 Marwa Si Gadis Pincang
2 Barang Yang Sama + Visual
3 Mertua Pun Tidak Suka..
4 Kepergok Nina
5 Cemburu
6 Sebuah Kenyataan
7 Fakta Yang Ku Dengar
8 Marwa Hanya Sendiri
9 Gelang Yang Tertinggal
10 Perubahan Sikap Raski
11 Ternyata Semua Milik Marwa
12 Bukan Pilihanku..
13 Buket Dari Sang Pengagum
14 Fitnahan Tania
15 Perlawanan Marwa
16 Tidak Ada Air Mata
17 Dukungan Sahabat
18 Berangkat Ke Ibu Kota
19 Mengganggu Pikiran
20 Tinggal Diapartemen
21 Mencari Marwa
22 Memulai Hidup Baru
23 Tawaran Rayyan
24 Dibalik Bingkai Foto
25 Setuju Menjadi Istri
26 Jodoh Itu Tidak Bersyarat
27 Melati Yang Galau
28 Tanggal Yang Sama
29 Dua Undangan
30 Dapat Ijazah Langsung Ijab Sah..
31 Tidak Mencapai Target
32 Janji Rayyan
33 Dipaksa Bangun Pagi
34 Bertolak Belakang
35 Pergi Berobat
36 Berobat Sampai Sembuh
37 Dua Tahun Kemudian
38 Bersiap Bertemu Kembali
39 Bukan Serangan Jantung
40 Dia Kembali..
41 Kebongkar
42 Melati Dan Haidar
43 Wanita Idaman Lain
44 Syok Terapi Paman & Bibi
45 Tak Mau Kalah
46 Wedding Anniversary
47 Pesta Yang Meriah
48 Kecurigaan Tania
49 Hadiah Paling Spesial
50 Ketahuan Selingkuh
51 Ibu Mertua Sudah Tahu
52 Jangan Bicara Tentang Karma
53 Pemilik Rumah Itu Kakekku
54 Kedatangan Rayyan & Marwa
55 Ada Dua Pilihan
56 Diusir
57 Semua Milik Marwa
58 Aku Cinta Terakhirnya...
59 Sambutan Untuk Marwa
60 Dua Bocil Tampan
61 Nasib Keluarga Tania
62 Bertemu Teman Sekolah
63 Istri Direktur
64 Marwa Yang Tegas
65 Perubahan Keluarga Tania
66 Insiden
67 Insiden 2
68 Karma Kah?
69 Lamaran Haidar
70 Melati Yang Garang
71 Melati Yang Garang 2
72 Video Dari Tania
73 Hamil & Cerai
74 Di Bucinin Istri
75 Dartik Pergi
76 Bukan Panjat Pinang (Melati)
77 Pernikahan Haidar Dan Melati
78 Kelahiran Sang Putri
79 Kehidupan Baru (Tania & Raski)
80 Harus Adil
81 Berkunjung
82 Yang Penting Mereka Sudah Bahagia
83 Pertemuan Tak Terduga
84 Marwa Dan Tania
85 Marwa (Istri Tangguh Tuan Rayyan) END
86 Promo Novel Baru : Mutiara Hati Ghazi
Episodes

Updated 86 Episodes

1
Marwa Si Gadis Pincang
2
Barang Yang Sama + Visual
3
Mertua Pun Tidak Suka..
4
Kepergok Nina
5
Cemburu
6
Sebuah Kenyataan
7
Fakta Yang Ku Dengar
8
Marwa Hanya Sendiri
9
Gelang Yang Tertinggal
10
Perubahan Sikap Raski
11
Ternyata Semua Milik Marwa
12
Bukan Pilihanku..
13
Buket Dari Sang Pengagum
14
Fitnahan Tania
15
Perlawanan Marwa
16
Tidak Ada Air Mata
17
Dukungan Sahabat
18
Berangkat Ke Ibu Kota
19
Mengganggu Pikiran
20
Tinggal Diapartemen
21
Mencari Marwa
22
Memulai Hidup Baru
23
Tawaran Rayyan
24
Dibalik Bingkai Foto
25
Setuju Menjadi Istri
26
Jodoh Itu Tidak Bersyarat
27
Melati Yang Galau
28
Tanggal Yang Sama
29
Dua Undangan
30
Dapat Ijazah Langsung Ijab Sah..
31
Tidak Mencapai Target
32
Janji Rayyan
33
Dipaksa Bangun Pagi
34
Bertolak Belakang
35
Pergi Berobat
36
Berobat Sampai Sembuh
37
Dua Tahun Kemudian
38
Bersiap Bertemu Kembali
39
Bukan Serangan Jantung
40
Dia Kembali..
41
Kebongkar
42
Melati Dan Haidar
43
Wanita Idaman Lain
44
Syok Terapi Paman & Bibi
45
Tak Mau Kalah
46
Wedding Anniversary
47
Pesta Yang Meriah
48
Kecurigaan Tania
49
Hadiah Paling Spesial
50
Ketahuan Selingkuh
51
Ibu Mertua Sudah Tahu
52
Jangan Bicara Tentang Karma
53
Pemilik Rumah Itu Kakekku
54
Kedatangan Rayyan & Marwa
55
Ada Dua Pilihan
56
Diusir
57
Semua Milik Marwa
58
Aku Cinta Terakhirnya...
59
Sambutan Untuk Marwa
60
Dua Bocil Tampan
61
Nasib Keluarga Tania
62
Bertemu Teman Sekolah
63
Istri Direktur
64
Marwa Yang Tegas
65
Perubahan Keluarga Tania
66
Insiden
67
Insiden 2
68
Karma Kah?
69
Lamaran Haidar
70
Melati Yang Garang
71
Melati Yang Garang 2
72
Video Dari Tania
73
Hamil & Cerai
74
Di Bucinin Istri
75
Dartik Pergi
76
Bukan Panjat Pinang (Melati)
77
Pernikahan Haidar Dan Melati
78
Kelahiran Sang Putri
79
Kehidupan Baru (Tania & Raski)
80
Harus Adil
81
Berkunjung
82
Yang Penting Mereka Sudah Bahagia
83
Pertemuan Tak Terduga
84
Marwa Dan Tania
85
Marwa (Istri Tangguh Tuan Rayyan) END
86
Promo Novel Baru : Mutiara Hati Ghazi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!