Peringatan

“Grep!”

Suara cambuk yang membelah udara berhenti mendadak. Tangan Mo Yuuran terangkat, menggenggam ujung cambuk itu dengan kuat tanpa sedikit pun goyah.

Semua orang terdiam.

Ning Ning membelalak, napasnya tercekat melihat cambuknya ditahan begitu saja. Bahkan Mo Weiwei pun terkejut, tak menyangka perubahan Mo Yuuran akan sejauh ini.

Xia Lu yang tergeletak perlahan membuka matanya. Tatapannya kosong sejenak sebelum berubah menjadi keterkejutan saat melihat sosok di hadapannya.

“Beraninya kau memukuli pelayanku,” ucap Mo Yuuran dingin. Suaranya pelan, namun mengandung tekanan yang membuat bulu kuduk meremang.

Ning Ning menelan ludah, tangannya sedikit gemetar. “Permaisuri … dia—”

“Aku yang menyuruhnya,” potong Mo Yuuran tanpa memberi kesempatan. “Aku yang menyuruhnya menempati kamar itu.”

Hening.

Wajah Ning Ning memucat seketika, sementara Mo Weiwei langsung melangkah maju dengan ekspresi tidak percaya. “Adik, apa yang kau katakan?”

Ia menatap tajam, suaranya meninggi. “Ning Ning sudah menemanimu sejak kecil! Dia orangmu, bukan pelayan baru seperti Xia Lu! Kau tidak ingat, bagaimana Ning Ning sangat setia?”

Mo Weiwei tentu membela Ning Ning karena gadis itu adalah orangnya yang palinh setia. Namun Mo Yuuran tidak menjawab.

Dengan gerakan tiba-tiba, ia menyentakkan cambuk itu dari genggaman Ning Ning. Tubuh wanita itu terhuyung ke depan, hampir jatuh karena kehilangan keseimbangan.

Sebelum siapa pun sempat bereaksi, Mo Yuuran berbalik cepat. Tangannya meraih pedang yang tergantung di dinding, lalu dalam sekejap mata, bilah tajam itu sudah menempel di leher Ning Ning.

“Ngh!”

Ning Ning membeku, napasnya tercekat. Ujung pedang itu dingin, namun aura di baliknya jauh lebih menakutkan.

“Kenapa kalau dia menemaniku sejak kecil?” ujar Mo Yuuran datar. Matanya menatap lurus tanpa emosi.

“Dia hanyalah seorang budak,” lanjutnya pelan. “Dan aku … bisa membunuhnya kapan saja.”

Mo Weiwei membelalak sempurna. “Mo Yuuran! Jangan main-main!”

Ia melangkah maju, suaranya mulai panik. “Aku tahu kau marah! Ini karena Ning Ning yang membuatmu kecelakaan, bukan?”

Kalimat itu menggantung di udara.

Mo Weiwei tersadar terlalu terlambat. Matanya melebar, tubuhnya kaku, seolah ingin menarik kembali kata-kata yang sudah terlanjur keluar.

Mo Yuuran tersenyum tipis. “Oh … jadi dia pelakunya,” gumamnya ringan, namun mengandung bahaya yang nyata.

“Bukan begitu—” Mo Weiwei tergagap, lalu segera mengeraskan suara. “Jika kau tidak melepaskannya, aku akan melaporkan ini pada Ayah! Aku juga akan marah padamu dan tidak akan menemuimu lagi. Tuan muda Bo Wen akan tahu hal ini!”

Ancaman itu menggema di ruangan.

Wajah Mo Yuuran tetap tenang, seolah tidak terpengaruh sedikit pun. Matanya hanya menatap Ning Ning, dingin tanpa belas kasihan.

“Kalau begitu, laporkan saja,” ucapnya santai.

Detik berikutnya gerakan pedangnya pelan dan tegas, Mo Yuuran memgg*rok leher Ning Ning.

Suara tertahan terdengar, diikuti tubuh Ning Ning yang langsung melemah. Ia jatuh berlutut, tangannya mencengkeram udara seolah ingin bertahan.

Para pelayan menjerit histeris.

Mo Weiwei menatap dengan wajah pucat pasi, tubuhnya gemetar hebat saat cairan hangat mengenai pakaiannya. Pemandangan di depan matanya membuat pikirannya kosong.

Mo Yuuran melepaskan genggamannya.

Tubuh Ning Ning terjatuh ke lantai, bergerak lemah akhirnya tubuhnya menggelepar layaknya ikan butuh air sebelum akhirnya diam. Darah perlahan mengalir, menciptakan keheningan yang mencekam.

“Aaaaah!” teriak para pelayan.

Mo Weiwei tak mampu bertahan lagi. Pandangannya mengabur sebelum tubuhnya roboh tak sadarkan diri.

Mo Yuuran hanya melirik sekilas, ekspresinya datar.

“Prajurit!” seru Mo Yuuran.

Tak lama prajurit masuk, mereka langsung terkejut melihat hal itu.

“Bawa dia keluar,” perintahnya singkat pada dua prajurit yang berjaga di luar. “Lemparkan saja ke jalan. Dan mayat pelayan itu, buang saja ke hutan.”

“Baik, Permaisuri,” jawab mereka serempak yang langsung tersadar.

Tanpa banyak bicara, kedua prajurit itu mengangkat tubuh Ning Ning dan segera membawanya pergi. Begitu juga dengan tubuh Mo Weiwei.

Kamar kembali sunyi.

Xia Lu masih tergeletak di lantai, tubuhnya kaku seperti patung. Matanya menatap kosong ke arah Mo Yuuran, penuh ketakutan sekaligus kebingungan.

Mo Yuuran menatap kepergian para prajurit membawa dua tubuh itu. Matanya berkilat dingin.

Ini baru peringatan sekaligus aku mengibarkan bendera perang kepada kalian semua! Kalian tidak akan lolos dari pembalasanku!

**

Di sisi lain, jauh dari hiruk-pikuk istana, sebuah bangunan tersembunyi berdiri sunyi di tengah hutan lebat. Cahaya lampu redup menerangi ruangan sederhana yang dipenuhi peta dan gulungan dokumen.

Seorang pria tampan duduk dengan tegak di kursi kayu, aura dinginnya menyelimuti seluruh ruangan. Wajahnya tenang, namun sorot matanya tajam dan sulit ditebak.

“Yang Mulia,” ucap seorang prajurit yang berlutut di hadapannya. “Kami baru saja menerima kabar dari istana.”

Pria itu tidak langsung menjawab. Ia hanya sedikit mengangkat pandangan, memberi isyarat agar laporan dilanjutkan.

“Permaisuri Mo Yuuran telah siuman.”

Hening.

Untuk sesaat, ruangan terasa membeku.

“Apakah kau yakin?” suara pria itu akhirnya terdengar, rendah dan datar. Namun tekanan dalam nadanya membuat prajurit itu menunduk lebih dalam.

“Ya, Yang Mulia,” jawabnya cepat. “Informasi ini datang langsung dari dalam istana. Tidak mungkin keliru.”

Pria itu terdiam lagi.

Jari-jarinya mengetuk perlahan permukaan meja, ritmenya teratur namun menimbulkan ketegangan yang aneh. Tatapannya kosong, seolah tenggelam dalam pikirannya sendiri.

“Bagaimana kondisinya?” tanyanya lagi.

“Dilaporkan … Permaisuri bertindak berbeda dari sebelumnya,” jawab prajurit itu hati-hati. “Beberapa pelayan mengatakan beliau menjadi lebih dingin.”

Sudut bibir pria itu bergerak tipis.

“Berbeda?” gumamnya pelan. “Atau akhirnya kembali menjadi dirinya yang sebenarnya.”

Prajurit itu tidak berani menanggapi. Ia tahu, nama Mo Yuuran adalah sesuatu yang tidak boleh dibahas sembarangan di hadapan pria ini.

Pria itu perlahan berdiri.

Jubah hitamnya jatuh rapi mengikuti gerakannya, mempertegas sosoknya yang tinggi dan berwibawa. Aura kekuasaan yang ia miliki membuat siapa pun tak berani menatapnya terlalu lama.

“Siapkan kuda,” perintahnya singkat.

Prajurit itu tertegun sejenak. “Yang Mulia … sekarang?”

Pria itu menoleh sedikit, tatapannya tajam seperti pedang. “Apakah aku harus mengulanginya?”

“Tidak, Yang Mulia!” jawab prajurit itu cepat, langsung menunduk dalam.

Ia segera berdiri dan berlari keluar untuk melaksanakan perintah.

Pria itu berjalan perlahan menuju pintu. Langkahnya tenang, namun setiap jejaknya terasa berat.

“Mo Yuuran permainan licik apalagi yang kau gunakan untuk lari dariku?” gumamnya pelan,

Terpopuler

Comments

muhammad ibnuarfan

muhammad ibnuarfan

akhirnya...saya bolak balik buka kok gak up...pas buka lagi baru ada up...senangnya...♥️🌹🌹

2026-06-27

1

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

tenang kaisar Mo Yuuran gak akan lari lg karna dia sdh tobat dan yg pasti akan ada di sisimu 😉😍🫰

2026-06-27

3

Ayudya

Ayudya

mo yuuran ga lari lagi loh dan mo yuuran akan mengubah semuanya🥰🥰🥰🥰🥰

2026-06-27

2

lihat semua
Episodes
1 Pengkhianatan
2 Permaisuri Bengis Kembali
3 Mulai Memperbaiki
4 Kedatangan
5 Peringatan
6 Dua Selir
7 Masa Lalu
8 Kaisar Zi Xuan
9 Malam yang Panjang
10 Berita
11 Ayo Sarapan!
12 Bidak Jatuh
13 Racun
14 Tinggal Bersama
15 Mengambil Haknya
16 Pencuri Tak Tahu Malu
17 Lebih Baik Terlambat
18 Aku Tidak Akan Pergi
19 Kepulangan Si Kembar
20 Kamu Bukan Ibu Kami
21 Menyelamatkan
22 Sakit
23 Tidurmu Terlalu Nyenyak
24 Bersiaplah Menjadi Mayat
25 Suamiku Butuh Aku
26 Panggilan Ibu Suri
27 Kembali ke Jalanmu
28 Aku akan datang
29 Milikmu?
30 Harus Berkaca
31 Satu-satunya Permaisuri
32 Keluar Istana
33 Anak Haram?
34 Terlalu Angkuh
35 Siapa yang Berani
36 Hukuman untuk Mo Jiung
37 Berita
38 Ikut Campur
39 Rahasia Ibu Suri
40 Rahasia Terkuak
41 Hubungan Gelap
42 Sesuai Rencana
43 Mengambil Alih Militer
44 Tunduk
45 Gelisah
46 Aku punya Ibu
47 Siapa yang Menyuruhmu?
48 Saling Melempar Kesalahan
49 Panggil Aku Ibu
50 Aku Rela
51 Ajari Kami
52 Tuntutan Para Pejabat
53 Balasan Mo Yuuran
54 Ditangkap
55 Mengikuti
56 Hubungan Gelap Ibu Suri
57 Rencana Mo Yuuran
58 Nyonya Mei
59 Kehancuran Dimulai
60 Rencana Lain
61 Kembali ke Akademi
62 Wajahnya Mirip
63 Dihadang
64 Masuk Perangkap
65 Permainan Mo Yuuran
66 Dua Musuh Jatuh
67 Bo Wen Terjebak
68 Kejatuhan Keluarga Mo
69 Kejutan Kedua
70 Menunggu Sidang
71 Sidang Hukuman
72 Hukuman Untuk Pengkhianat
73 Akhir Keluarga Mo
74 Hukuman Sebenarnya
Episodes

Updated 74 Episodes

1
Pengkhianatan
2
Permaisuri Bengis Kembali
3
Mulai Memperbaiki
4
Kedatangan
5
Peringatan
6
Dua Selir
7
Masa Lalu
8
Kaisar Zi Xuan
9
Malam yang Panjang
10
Berita
11
Ayo Sarapan!
12
Bidak Jatuh
13
Racun
14
Tinggal Bersama
15
Mengambil Haknya
16
Pencuri Tak Tahu Malu
17
Lebih Baik Terlambat
18
Aku Tidak Akan Pergi
19
Kepulangan Si Kembar
20
Kamu Bukan Ibu Kami
21
Menyelamatkan
22
Sakit
23
Tidurmu Terlalu Nyenyak
24
Bersiaplah Menjadi Mayat
25
Suamiku Butuh Aku
26
Panggilan Ibu Suri
27
Kembali ke Jalanmu
28
Aku akan datang
29
Milikmu?
30
Harus Berkaca
31
Satu-satunya Permaisuri
32
Keluar Istana
33
Anak Haram?
34
Terlalu Angkuh
35
Siapa yang Berani
36
Hukuman untuk Mo Jiung
37
Berita
38
Ikut Campur
39
Rahasia Ibu Suri
40
Rahasia Terkuak
41
Hubungan Gelap
42
Sesuai Rencana
43
Mengambil Alih Militer
44
Tunduk
45
Gelisah
46
Aku punya Ibu
47
Siapa yang Menyuruhmu?
48
Saling Melempar Kesalahan
49
Panggil Aku Ibu
50
Aku Rela
51
Ajari Kami
52
Tuntutan Para Pejabat
53
Balasan Mo Yuuran
54
Ditangkap
55
Mengikuti
56
Hubungan Gelap Ibu Suri
57
Rencana Mo Yuuran
58
Nyonya Mei
59
Kehancuran Dimulai
60
Rencana Lain
61
Kembali ke Akademi
62
Wajahnya Mirip
63
Dihadang
64
Masuk Perangkap
65
Permainan Mo Yuuran
66
Dua Musuh Jatuh
67
Bo Wen Terjebak
68
Kejatuhan Keluarga Mo
69
Kejutan Kedua
70
Menunggu Sidang
71
Sidang Hukuman
72
Hukuman Untuk Pengkhianat
73
Akhir Keluarga Mo
74
Hukuman Sebenarnya

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!