Bab Dua

Malam itu, rumah keluarga Arsaka kembali terasa hangat seperti biasanya. Namun bagi Chelsea, ada sesuatu yang berbeda. Sejak makan malam kemarin, pikirannya terus berputar pada satu hal.

El memiliki seseorang. Dan lebih menyakitkan lagi, El terlihat begitu bahagia saat menyebut nama Zoya.

Chelsea berusaha meyakinkan dirinya bahwa itu adalah hal yang seharusnya membuatnya bahagia juga. Karena bukankah selama ini ia selalu ingin melihat El bahagia? Tapi kenapa rasanya begitu sulit?

Chelsea berdiri di depan cermin kamarnya. Ia menatap pantulan dirinya sendiri dengan senyum kecil yang dipaksakan. Malam ini ia hanya akan menemani El makan malam. Tidak lebih.

Ia bukan siapa-siapa bagi El selain adik. Adik yang selalu dilindungi dan diperhatikan. Bukan wanita yang akan dipilih.

"Chelsea, kamu sudah siap?" Suara Hana terdengar dari luar kamar.

Chelsea segera mengambil tas kecilnya lalu membuka pintu. "Aku sudah siap, Mom."

Begitu keluar, langkah Chelsea langsung membuat dua orang yang sedang duduk di ruang keluarga menoleh. Arsaka yang sedang membaca sesuatu di tablet langsung menghentikan kegiatannya.

Matanya melebar sedikit melihat putrinya. Bukan karena Chelsea berubah menjadi orang lain. Tapi karena di mata Arsaka, Chelsea selalu menjadi gadis kecilnya yang cantik.

"Kamu cantik banget, gadisku."

Chelsea langsung tersenyum malu. "Daddy mulai lagi."

Arsaka berdiri sambil menghampiri putrinya. Ia memperhatikan Chelsea dari atas sampai bawah dengan tatapan seorang ayah yang masih tidak percaya anak kecil yang dulu ia gendong kini sudah tumbuh menjadi wanita dewasa.

"Siapa pria beruntung yang mendapatkan cinta kamu, hm?"

Chelsea langsung tertawa kecil. "Daddy ...."

"Tapi Daddy serius." Arsaka menunjuk Chelsea. "Daddy tidak akan membiarkan ada pria yang menyakitimu."

Nada suaranya terdengar seperti ancaman, membuat Chelsea dan Hana langsung tertawa. Hana yang duduk di sofa hanya menggeleng sambil tersenyum.

"Mas, Chelsea pasti tahu dengan pilihannya."

Hana berdiri lalu menghampiri Chelsea. "Mommy yakin kamu akan mendapatkan pria yang baik. Karena anak Mommy juga anak yang baik dan sangat cantik."

Chelsea langsung memeluk lengan Hana. "Daddy dan Mommy jangan terlalu memuji. Nanti ada yang dengar, malu."

"Kenapa malu?" tanya Hana.

Chelsea mengangkat bahu kecil. "Karena cuma Daddy sama Mom yang bilang aku cantik. Orang lain belum tentu."

Mendengar itu, Arsaka langsung memasang wajah serius. "Siapa yang berani bilang kamu jelek?"

Chelsea menahan tawa. "Mungkin saja ada."

"Berani bilang kamu jelek. Daddy kirim ke pulau komodo. Belum tau ya, Chelsea adalah putri kesayangan Arsaka. Seorang CEO dingin dan kejam!"

Kalimat itu membuat Chelsea dan Hana langsung tertawa. Al yang baru turun dari tangga ikut mendengar perkataan ayahnya. Ia langsung tertawa.

"Daddy, itu bukan hukuman. Itu namanya kirim orang liburan."

Arsaka menoleh santai. "Al."

"Iya, Dad?"

"Jangan lawan Daddy."

Al langsung mengangkat kedua tangannya tanda menyerah. "Tapi Daddy memang benar, Kak Chelsea memang cantik."

Chelsea menggeleng sambil tersenyum. "Al, kamu jangan ikut-ikutan."

Al berjalan mendekat lalu berpura-pura berpikir. "Kalau begitu ...." Ia menatap Chelsea dengan wajah jahil. "Kak Chelsea mau jadi istriku?"

Chelsea langsung membelalakkan mata. "Al!"

Tawa memenuhi ruang keluarga. Namun sebelum Chelsea sempat membalas, suara lain terdengar dari arah tangga.

"Mimpi kamu?"

Semua orang menoleh. El berdiri di sana dengan jas santai yang sudah rapi. Tatapannya langsung tertuju pada Al.

"Chelsea itu kakak kamu."

Al tersenyum jahil. "Kan cuma bercanda."

El turun perlahan. "Sampai kapan pun dia tetap kakak kamu."

Lalu pandangan El beralih pada Chelsea. "Walaupun kalian tidak sedarah, tapi semua orang tahu kalian bersaudara."

Kalimat itu membuat senyum Chelsea sedikit memudar. Tak boleh ada cinta. Karena kalian saudara. Itu adalah kalimat yang selalu ia tahu sejak kecil. Tapi mendengar El sendiri yang mengatakannya, entah kenapa tetap terasa sakit.

El melanjutkan. "Tak boleh ada cinta seperti itu."

Arsaka yang mendengar hanya mengangguk. "Betul apa yang Abang El katakan." Pria itu melihat ketiga anaknya. "Kalian bertiga bersaudara. Jangan ada kata cinta selain cinta karena persaudaraan."

Chelsea tersenyum kecil. "Iya, Dad." Jawaban itu terdengar ringan. Padahal berbeda dalam hatinya.

El mengambil kunci mobil. "Ayo, Chel. Kita pergi."

Chelsea mengangguk. Ia berpamitan pada Arsaka dan Hana sebelum mengikuti El keluar. Sepanjang perjalanan, Chelsea lebih banyak diam. Bukan karena tidak ingin bicara. Tapi karena ia sedang mencoba mengendalikan hatinya sendiri.

Sementara El sama sekali tidak menyadari apa yang terjadi. Baginya, Chelsea tetap Chelsea. Gadis yang selalu ada di sampingnya sejak kecil.

"Kamu kenapa diam?" Suara El membuat Chelsea menoleh.

"Tidak kenapa-kenapa."

"Kamu biasanya lebih banyak bicara."

Chelsea tersenyum. "Mungkin aku cuma capek."

El mengangguk. "Kalau capek bilang sama Abang."

Chelsea menatap wajah El yang sedang fokus menyetir. Satu kalimat sederhana yang penuh perhatian. Hal-hal kecil seperti itu yang membuatnya sulit berhenti mencintai pria ini. Karena El selalu membuatnya merasa istimewa. Walaupun hanya sebagai adik.

Beberapa menit kemudian mereka sampai di sebuah restoran mewah yang sudah El pilih. Begitu turun dari mobil, Chelsea berjalan di samping El. Dan tanpa sadar, saat mereka memasuki restoran, El menggenggam tangannya.

Chelsea langsung terdiam. Jantungnya berdetak lebih cepat. Genggaman itu terasa berbeda. Padahal El sudah sering menggenggam tangannya sejak mereka kecil.

Tapi malam ini berbeda, mungkin karena untuk pertama kalinya, Chelsea sadar bahwa tangan itu suatu hari nanti akan menggenggam tangan wanita lain.

Di dalam restoran, beberapa pasang mata langsung melihat ke arah mereka. Banyak yang tersenyum kecil. Melihat mereka seperti pasangan yang sangat serasi.

El dengan wajah tegas dan elegannya. Chelsea dengan wajah ayu dan senyumnya yang manis. Walaupun kulit Chelsea tidak seputih El, kecantikannya memiliki pesona tersendiri. Ia terlihat lembut. Dan membuat siapa pun mudah merasa nyaman.

Beberapa orang bahkan berbisik kecil, mengira mereka pasangan. Chelsea yang mendengarnya hanya diam. Sedangkan El sama sekali tidak peduli. Ia tetap menggenggam tangan Chelsea. Seolah ingin mengatakan pada semua orang bahwa gadis itu adalah seseorang yang penting baginya..

Mereka akhirnya sampai di meja yang sudah dipesan. Seorang wanita cantik duduk di sana. Rambut panjangnya tergerai rapi. Wajahnya terlihat anggun dengan senyum yang sebelumnya terlihat bahagia.

Namun senyum itu perlahan menghilang ketika matanya menangkap pemandangan di depannya. El datang, tapi tidak sendirian. Di sampingnya ada seorang gadis.

Dan yang membuatnya semakin terkejut, El menggenggam tangan gadis itu. Wanita itu berdiri perlahan. Matanya berpindah dari El ke Chelsea. Ekspresi bingung jelas terlihat di wajahnya.

"El ...." Suara wanita itu terdengar pelan.

El tersenyum. "Zoya."

Chelsea menatap wanita itu. Jadi ini Zoya, pikirnya dalam Wanita yang berhasil mendapatkan hati El.

Namun berbeda dengan bayangan Chelsea, Zoya tidak langsung tersenyum. Ia justru masih terlihat terkejut. Karena dalam ini kekasihnya datang membawa seorang wanita lain. Dan wanita itu terlihat sangat dekat dengannya.

El belum sempat menjelaskan apa pun. Sementara Chelsea hanya berdiri diam.

Terpopuler

Comments

mimief

mimief

cheal... walaupun ibumu pelakor
jgn sampe ya ..kebawa gen jelek itu
liat endingnya
ga enak bgt🥹🥹🥹

2026-06-25

1

Teh Yen

Teh Yen

ya kaget lah pasti c zoya kan janjiannya mau makan malam berdua lah kok bawa cewek pegangan tangan lagi hehe 😁

2026-06-25

0

Radya Arynda

Radya Arynda

semogah cepat di perlihat kan zoya wanita seperti apa,,, ?yang tidak layak mendapat kan hati anak nya hana,,,,

2026-06-24

0

lihat semua
Episodes
1 Bab Satu
2 Bab Dua
3 Bab Tiga
4 Bab Empat
5 Bab Lima
6 Bab Enam
7 Bab Tujuh
8 Bab Delapan
9 Bab Sembilan
10 Bab Sepuluh
11 Bab Sebelas
12 Bab Dua belas
13 Bab Tiga Belas
14 Bab Empat Belas
15 Bab Lima Belas
16 Bab Enam Belas
17 Bab Tujuh Belas
18 Bab Delapan Belas
19 Bab Sembilan Belas
20 Bab Dua Puluh
21 Bab Dua Puluh Satu
22 Bab Dua Puluh Dua
23 Bab Dua Puluh Tiga
24 Bab Dua Puluh Empat
25 Bab Dua Puluh Lima
26 Bab Dua Puluh Enam
27 Bab Dua Puluh Tujuh
28 Bab Dua Puluh Delapan
29 Bab Dua Puluh Sembilan
30 Bab Tiga Puluh
31 Bab Tiga Puluh Satu
32 Bab Tiga Puluh Dua
33 Bab Tiga Puluh Tiga
34 Bab Tiga Puluh Empat
35 Bab Tiga Puluh Lima
36 Bab Tiga Puluh Enam
37 Bab Tiga Puluh Tujuh
38 Bab Tiga Puluh Delapan
39 Bab Tiga Puluh Sembilan
40 Bab Empat Puluh
41 Bab Empat Puluh Satu
42 Bab Empat Puluh Dua
43 Bab Empat Puluh Tiga
44 Bab Empat Puluh Empat
45 Bab Empat Puluh Lima
46 Bab Empat Puluh Enam
47 Bab Empat Puluh Tujuh
48 Bab Empat Puluh Delapan
49 Bab Empat Puluh Sembilan
50 Bab Lima Puluh
51 Bab Lima Puluh Satu
52 Bab Lima Puluh Dua
53 Bab Lima Puluh Tiga
54 Bab Lima Puluh Empat
55 Bab Lima Puluh Lima
56 Bab Lima Puluh Enam
57 Bab Lima Puluh Tujuh
58 Bab Lima Puluh Delapan
59 Bab Lima Puluh Sembilan
60 Bab Enam Puluh
61 Bab Enam Puluh Satu
62 Bab Enam Puluh Dua
63 Bab Enam Puluh Tiga
64 Bab Enam Puluh Empat
65 Bab Enam Puluh Lima
66 Bab Enam Puluh Enam
67 Bab Enam Puluh Tujuh
68 Bab Enam Puluh Delapan
69 Bab Enam Puluh Sembilan
70 Bab Tujuh Puluh
71 Bab Tujuh Satu
72 Bab Tujuh Puluh Dua
73 Bab Tujuh Puluh Tiga
74 Bab Tujuh Puluh Empat
75 Bab Tujuh Puluh Lima
76 Bab Tujuh Puluh Enam
77 Bab Tujuh Puluh Tujuh
78 Bab Tujuh Puluh Delapan
79 Bab Tujuh Puluh Sembilan
80 Bab Delapan Puluh
81 Bab Delapan Puluh Satu
82 Bab Delapan Puluh Dua
83 Bab Delapan Puluh Tiga
84 Bab Delapan Puluh Empat
85 Bab Delapan Puluh Lima
86 Bab Delapan Puluh Enam
87 Bab Delapan Puluh Tujuh
88 Bab Delapan Puluh Delapan
89 Bab Delapan Puluh Sembilan
90 Bab Sembilan Puluh
91 Bab Sembilan Puluh Satu
92 Bab Sembilan Puluh Dua
93 Bab Sembilan Puluh Tiga
94 Bab Sembilan Puluh Empat
95 Bab Sembilan Puluh Lima
96 Bab Sembilan Puluh Enam
97 Bab Sembilan Puluh Tujuh
98 Bab Sembilan Puluh Delapan
99 Bab Sembilan Puluh Sembilan
100 Bab Seratus
101 Bab Seratus Satu
102 Bab Seratus Dua
103 Bab Seratus Tiga
104 Bab Seratus Empat
105 Bab Seratus Lima
106 Bab Seratus Enam
107 Bab Seratus Tujuh
108 Promo Novel Baru
109 Bab Seratus Delapan
110 Bab Seratus Sembilan
111 Bab Seratus Sepuluh
112 Bab Seratus Sebelas
113 Promo Novel
Episodes

Updated 113 Episodes

1
Bab Satu
2
Bab Dua
3
Bab Tiga
4
Bab Empat
5
Bab Lima
6
Bab Enam
7
Bab Tujuh
8
Bab Delapan
9
Bab Sembilan
10
Bab Sepuluh
11
Bab Sebelas
12
Bab Dua belas
13
Bab Tiga Belas
14
Bab Empat Belas
15
Bab Lima Belas
16
Bab Enam Belas
17
Bab Tujuh Belas
18
Bab Delapan Belas
19
Bab Sembilan Belas
20
Bab Dua Puluh
21
Bab Dua Puluh Satu
22
Bab Dua Puluh Dua
23
Bab Dua Puluh Tiga
24
Bab Dua Puluh Empat
25
Bab Dua Puluh Lima
26
Bab Dua Puluh Enam
27
Bab Dua Puluh Tujuh
28
Bab Dua Puluh Delapan
29
Bab Dua Puluh Sembilan
30
Bab Tiga Puluh
31
Bab Tiga Puluh Satu
32
Bab Tiga Puluh Dua
33
Bab Tiga Puluh Tiga
34
Bab Tiga Puluh Empat
35
Bab Tiga Puluh Lima
36
Bab Tiga Puluh Enam
37
Bab Tiga Puluh Tujuh
38
Bab Tiga Puluh Delapan
39
Bab Tiga Puluh Sembilan
40
Bab Empat Puluh
41
Bab Empat Puluh Satu
42
Bab Empat Puluh Dua
43
Bab Empat Puluh Tiga
44
Bab Empat Puluh Empat
45
Bab Empat Puluh Lima
46
Bab Empat Puluh Enam
47
Bab Empat Puluh Tujuh
48
Bab Empat Puluh Delapan
49
Bab Empat Puluh Sembilan
50
Bab Lima Puluh
51
Bab Lima Puluh Satu
52
Bab Lima Puluh Dua
53
Bab Lima Puluh Tiga
54
Bab Lima Puluh Empat
55
Bab Lima Puluh Lima
56
Bab Lima Puluh Enam
57
Bab Lima Puluh Tujuh
58
Bab Lima Puluh Delapan
59
Bab Lima Puluh Sembilan
60
Bab Enam Puluh
61
Bab Enam Puluh Satu
62
Bab Enam Puluh Dua
63
Bab Enam Puluh Tiga
64
Bab Enam Puluh Empat
65
Bab Enam Puluh Lima
66
Bab Enam Puluh Enam
67
Bab Enam Puluh Tujuh
68
Bab Enam Puluh Delapan
69
Bab Enam Puluh Sembilan
70
Bab Tujuh Puluh
71
Bab Tujuh Satu
72
Bab Tujuh Puluh Dua
73
Bab Tujuh Puluh Tiga
74
Bab Tujuh Puluh Empat
75
Bab Tujuh Puluh Lima
76
Bab Tujuh Puluh Enam
77
Bab Tujuh Puluh Tujuh
78
Bab Tujuh Puluh Delapan
79
Bab Tujuh Puluh Sembilan
80
Bab Delapan Puluh
81
Bab Delapan Puluh Satu
82
Bab Delapan Puluh Dua
83
Bab Delapan Puluh Tiga
84
Bab Delapan Puluh Empat
85
Bab Delapan Puluh Lima
86
Bab Delapan Puluh Enam
87
Bab Delapan Puluh Tujuh
88
Bab Delapan Puluh Delapan
89
Bab Delapan Puluh Sembilan
90
Bab Sembilan Puluh
91
Bab Sembilan Puluh Satu
92
Bab Sembilan Puluh Dua
93
Bab Sembilan Puluh Tiga
94
Bab Sembilan Puluh Empat
95
Bab Sembilan Puluh Lima
96
Bab Sembilan Puluh Enam
97
Bab Sembilan Puluh Tujuh
98
Bab Sembilan Puluh Delapan
99
Bab Sembilan Puluh Sembilan
100
Bab Seratus
101
Bab Seratus Satu
102
Bab Seratus Dua
103
Bab Seratus Tiga
104
Bab Seratus Empat
105
Bab Seratus Lima
106
Bab Seratus Enam
107
Bab Seratus Tujuh
108
Promo Novel Baru
109
Bab Seratus Delapan
110
Bab Seratus Sembilan
111
Bab Seratus Sepuluh
112
Bab Seratus Sebelas
113
Promo Novel

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!