Bab Empat

Malam itu berakhir lebih cepat dari yang Chelsea bayangkan. Setelah makan malam selesai, mereka bertiga keluar dari restoran. Udara malam terasa dingin, tapi justru hati Chelsea terasa lebih sesak dari sebelumnya.

El berjalan di samping Zoya, sementara Chelsea berada sedikit di belakang mereka. Pemandangan biasa bagi pasangan kekasih itu seharusnya tidak menyakitkan, karena memang sudah seharusnya seperti itu.

El bersama kekasihnya. Bukan bersamanya. Namun entah kenapa, melihat El yang kini lebih sering menoleh pada Zoya membuat Chelsea merasa kehilangan sesuatu yang bahkan tidak pernah ia miliki.

Sampai di mobil, El membukakan pintu untuk Chelsea seperti biasanya. “Masuk, Chel.”

Chelsea menatap pintu mobil itu sebentar. Kebiasaan kecil yang selalu El lakukan sejak dulu. Dulu, ia akan tersenyum bahagia hanya karena El masih mengingat hal-hal kecil tentang dirinya.

Tapi malam ini berbeda. “Bang El, aku bisa sendiri.”

El terdiam. Chelsea tersenyum kecil lalu masuk ke dalam mobil. Sementara El hanya menatapnya beberapa detik sebelum akhirnya menutup pintu.

Zoya yang berdiri di sampingnya memperhatikan perubahan kecil itu. “Kamu kenapa?”

El menoleh. “Emang aku kenapa?” Bukannya menjawab pertanyaan Zoya, El justru bertanya balik.

“Kamu terlihat seperti sedang memikirkan sesuatu.”

El menggeleng. “ Aku rasa nggak ada.”

Zoya tidak langsung percaya, tapi ia memilih diam. Perjalanan pulang terasa lebih sunyi dari perjalanan berangkat tadi. Chelsea duduk di kursi belakang.

Biasanya ia akan duduk di depan bersama El. Mereka akan berbicara tentang banyak hal, tertawa, atau bahkan saling mengejek seperti anak kecil.

Tapi malam ini ia memilih diam. El beberapa kali melihat ke kaca tengah. Ia melihat Chelsea yang menatap keluar jendela. Ada sesuatu yang berbeda. Dan anehnya, itu membuat El merasa tidak nyaman.

Sesampainya di rumah, Chelsea langsung turun setelah El memarkirkan mobil. “Aku masuk dulu ya.”

El mengernyit. “Chel.”

Chelsea berhenti. “Iya?”

“Kamu marah sama Abang?”

Pertanyaan itu membuat Chelsea terdiam. Marah? Bagaimana mungkin ia marah? El tidak melakukan kesalahan apa pun. Ia hanya mencintai seseorang. Sesuatu yang memang berhak ia lakukan. Tapi semua hanya Chelsea ucapkan dalam hati.

Chelsea tersenyum. “Nggak kok.”

“Tapi kamu beda.”

Chelsea menunduk sebentar. “Itu perasaan Abang saja. Mungkin aku cuma capek.”

Jawaban yang sama. Jawaban yang tadi ia berikan juga di perjalanan. El tahu Chelsea sedang menghindar. Tapi ia tidak tahu alasannya.

“Kamu tahu kan, kalau ada apa-apa cerita sama Abang. Jangan di pendam sendiri."

Lagi-lagi kalimat sederhana dan biasa dari El itu membuat Chelsea hampir kehilangan pertahanannya. Karena bagaimana ia bisa mengatakan semuanya? Bagaimana ia bisa berkata bahwa alasan ia berubah adalah karena pria di depannya?

Bahwa setiap perhatian kecil yang El berikan membuatnya semakin sulit melepaskan perasaan yang dirasakan. Chelsea hanya mengangguk.

“Iya, Bang.” Lalu ia masuk ke dalam rumah, meninggalkan El yang masih berdiri di tempatnya.

Di kamar, Chelsea duduk di tepi tempat tidur. Ia membuka ponselnya. Ada foto lama dirinya dan El. Foto saat mereka masih kecil.

El yang saat itu berusia lebih tua dua bulan berdiri sambil tersenyum, sementara Chelsea kecil memegang tangannya erat. Walau perbedaan usia mereka tak begitu jauh, badan Chelsea yang kecil membuat umurnya seperti jauh dibawah El.

Di bawah foto itu ada tulisan dari El. “Adik yang akan selalu Abang lindungi.”

Chelsea tersenyum sedih. Dulu kalimat itu membuatnya bahagia. Sekarang justru membuatnya sadar. Ia memang hanya akan menjadi adik bagi El. Tidak lebih.

Air mata yang sejak tadi ia tahan akhirnya jatuh. “Kenapa harus kamu, El?”

Suara Chelsea bergetar. “Kenapa harus orang yang selalu membuat aku merasa dicintai?”

Chelsea menghapus air matanya. Ia kembali berkata dalam hatinya, "Aku yang salah. Seharusnya perasaan ini tak boleh ada. Aku yang memulai dan aku yang harus mengakhiri perasaan ini."

Sementara itu di ruang keluarga, El masih belum tidur. Ia duduk bersama Arsaka dan Hana.

Arsaka yang sejak tadi memperhatikan anaknya akhirnya bertanya. “Kamu kenapa?”

El menoleh. “Tak ada apa-apa. Emang kenapa Daddy bertanya begitu?"

“Dari tadi kamu terlihat melamun.”

El diam. Kemudian ia menghela napas. “Aku merasa Chelsea berubah.”

Hana yang sedang membaca sesuatu langsung menatapnya. “Berubah bagaimana?”

“Entahlah.”

El mengingat kembali bagaimana Chelsea malam ini lebih diam. Bagaimana ia menolak bantuan kecilnya. Bagaimana senyumnya terlihat berbeda.

“Dia seperti menjaga jarak.”

Hana dan Arsaka saling melihat. Mereka tidak mengatakan apa-apa. Karena sebagai orang tua, mereka tahu terkadang ada hal-hal yang bahkan anak mereka sendiri belum siap ungkapkan.

“Chel mungkin merasa sudah dewasa, El.”

Ucapan Hana membuat El menatap ibunya.

“Mungkin dia sedang belajar punya dunianya sendiri.”

El mengerutkan kening. “Tapi dia tetap Chelsea.”

Hana tersenyum kecil. “Iya. Tapi Chelsea bukan anak kecil lagi.”

Kalimat itu membuat El diam. Karena tanpa ia sadari, selama ini ia memang selalu melihat Chelsea sebagai gadis kecil yang harus ia jaga. Padahal Chelsea sudah tumbuh menjadi wanita dewasa. Dan sebenarnya usia mereka sama.

Dan mungkin suatu hari nanti, akan ada seseorang yang menggantikan posisinya untuk menjaga Chelsea. Pikiran itu entah kenapa membuat El merasa aneh.

Keesokan paginya, meja makan keluarga Arsaka kembali ramai seperti biasa. Namun Chelsea terlihat berbeda. Ia tersenyum, berbicara, dan tertawa. Tapi El tahu senyum itu tidak sama.

“Kamu mau ke kampus?” tanya El.

Chelsea mengangguk. “Iya.” Gadis itu saat ini sedang melanjutkan Pascasarjana.

“Aku antar.”

Chelsea langsung menggeleng. “Nggak perlu, Bang. Aku bisa pergi sendiri.”

El terdiam. Tidak biasanya gadis itu menolak bantuan dan tawaran darinya. Karena selama ini Chelsea selalu berkata, “Iya, Abang.”

Bukan menolaknya. El lalu berkata lagi, “Chel .…”

Chelsea tersenyum. “Abang jangan khawatir. Aku bukan anak kecil lagi. Aku harus belajar mandiri. Lagi pula usia kita sama. Abang saja yang mengganggap aku kecil."

Dan entah kenapa, kalimat itu membuat El terdiam. Karena baru kali ini Chelsea mengingatkannya bahwa gadis kecil yang dulu selalu menggenggam tangannya, sudah mulai melepaskan tangannya.

"Bang, suatu hari nanti jika kamu telah berkeluarga aku tak mungkin akan terus minta bantuan. Aku harus belajar mandiri. Jangan kuatir. Usiaku saat ini justru seharusnya sudah memiliki anak yang harus dilindungi."

Chelsea lalu pamit setelah mengucapkan itu pada El. Tanpa menunggu jawaban dari pria itu.

Terpopuler

Comments

Patrick Khan

Patrick Khan

kenapa ya cwe sm cwo yg duluan ada rasa mesti cwe 🤔🤔😁soale q juga pernah di posisi celsi🤣🤣rasanya nyesek bgt😁

2026-06-25

0

Rahma Inayah

Rahma Inayah

jadi melow liat chelsea semoga El segera menyadari perasannya klu cnt nya bukan utk Zoya tp utk chel tp terlambat utk menyadari skrg chel pergi br menyadari

2026-06-25

0

Radya Arynda

Radya Arynda

semangaat chelse,,,,,semogah kamu kuat menghadapi manusia seperti zoya,,,,,lihat saja el suatu saat kamu akan menyesal

2026-06-25

1

lihat semua
Episodes
1 Bab Satu
2 Bab Dua
3 Bab Tiga
4 Bab Empat
5 Bab Lima
6 Bab Enam
7 Bab Tujuh
8 Bab Delapan
9 Bab Sembilan
10 Bab Sepuluh
11 Bab Sebelas
12 Bab Dua belas
13 Bab Tiga Belas
14 Bab Empat Belas
15 Bab Lima Belas
16 Bab Enam Belas
17 Bab Tujuh Belas
18 Bab Delapan Belas
19 Bab Sembilan Belas
20 Bab Dua Puluh
21 Bab Dua Puluh Satu
22 Bab Dua Puluh Dua
23 Bab Dua Puluh Tiga
24 Bab Dua Puluh Empat
25 Bab Dua Puluh Lima
26 Bab Dua Puluh Enam
27 Bab Dua Puluh Tujuh
28 Bab Dua Puluh Delapan
29 Bab Dua Puluh Sembilan
30 Bab Tiga Puluh
31 Bab Tiga Puluh Satu
32 Bab Tiga Puluh Dua
33 Bab Tiga Puluh Tiga
34 Bab Tiga Puluh Empat
35 Bab Tiga Puluh Lima
36 Bab Tiga Puluh Enam
37 Bab Tiga Puluh Tujuh
38 Bab Tiga Puluh Delapan
39 Bab Tiga Puluh Sembilan
40 Bab Empat Puluh
41 Bab Empat Puluh Satu
42 Bab Empat Puluh Dua
43 Bab Empat Puluh Tiga
44 Bab Empat Puluh Empat
45 Bab Empat Puluh Lima
46 Bab Empat Puluh Enam
47 Bab Empat Puluh Tujuh
48 Bab Empat Puluh Delapan
49 Bab Empat Puluh Sembilan
50 Bab Lima Puluh
51 Bab Lima Puluh Satu
52 Bab Lima Puluh Dua
53 Bab Lima Puluh Tiga
54 Bab Lima Puluh Empat
55 Bab Lima Puluh Lima
56 Bab Lima Puluh Enam
57 Bab Lima Puluh Tujuh
58 Bab Lima Puluh Delapan
59 Bab Lima Puluh Sembilan
60 Bab Enam Puluh
61 Bab Enam Puluh Satu
62 Bab Enam Puluh Dua
63 Bab Enam Puluh Tiga
64 Bab Enam Puluh Empat
65 Bab Enam Puluh Lima
66 Bab Enam Puluh Enam
67 Bab Enam Puluh Tujuh
68 Bab Enam Puluh Delapan
69 Bab Enam Puluh Sembilan
70 Bab Tujuh Puluh
71 Bab Tujuh Satu
72 Bab Tujuh Puluh Dua
73 Bab Tujuh Puluh Tiga
74 Bab Tujuh Puluh Empat
75 Bab Tujuh Puluh Lima
76 Bab Tujuh Puluh Enam
77 Bab Tujuh Puluh Tujuh
78 Bab Tujuh Puluh Delapan
79 Bab Tujuh Puluh Sembilan
80 Bab Delapan Puluh
81 Bab Delapan Puluh Satu
82 Bab Delapan Puluh Dua
83 Bab Delapan Puluh Tiga
84 Bab Delapan Puluh Empat
85 Bab Delapan Puluh Lima
86 Bab Delapan Puluh Enam
87 Bab Delapan Puluh Tujuh
88 Bab Delapan Puluh Delapan
89 Bab Delapan Puluh Sembilan
90 Bab Sembilan Puluh
91 Bab Sembilan Puluh Satu
92 Bab Sembilan Puluh Dua
93 Bab Sembilan Puluh Tiga
94 Bab Sembilan Puluh Empat
95 Bab Sembilan Puluh Lima
96 Bab Sembilan Puluh Enam
97 Bab Sembilan Puluh Tujuh
98 Bab Sembilan Puluh Delapan
99 Bab Sembilan Puluh Sembilan
100 Bab Seratus
101 Bab Seratus Satu
102 Bab Seratus Dua
103 Bab Seratus Tiga
104 Bab Seratus Empat
105 Bab Seratus Lima
106 Bab Seratus Enam
107 Bab Seratus Tujuh
108 Promo Novel Baru
109 Bab Seratus Delapan
110 Bab Seratus Sembilan
111 Bab Seratus Sepuluh
112 Bab Seratus Sebelas
113 Promo Novel
Episodes

Updated 113 Episodes

1
Bab Satu
2
Bab Dua
3
Bab Tiga
4
Bab Empat
5
Bab Lima
6
Bab Enam
7
Bab Tujuh
8
Bab Delapan
9
Bab Sembilan
10
Bab Sepuluh
11
Bab Sebelas
12
Bab Dua belas
13
Bab Tiga Belas
14
Bab Empat Belas
15
Bab Lima Belas
16
Bab Enam Belas
17
Bab Tujuh Belas
18
Bab Delapan Belas
19
Bab Sembilan Belas
20
Bab Dua Puluh
21
Bab Dua Puluh Satu
22
Bab Dua Puluh Dua
23
Bab Dua Puluh Tiga
24
Bab Dua Puluh Empat
25
Bab Dua Puluh Lima
26
Bab Dua Puluh Enam
27
Bab Dua Puluh Tujuh
28
Bab Dua Puluh Delapan
29
Bab Dua Puluh Sembilan
30
Bab Tiga Puluh
31
Bab Tiga Puluh Satu
32
Bab Tiga Puluh Dua
33
Bab Tiga Puluh Tiga
34
Bab Tiga Puluh Empat
35
Bab Tiga Puluh Lima
36
Bab Tiga Puluh Enam
37
Bab Tiga Puluh Tujuh
38
Bab Tiga Puluh Delapan
39
Bab Tiga Puluh Sembilan
40
Bab Empat Puluh
41
Bab Empat Puluh Satu
42
Bab Empat Puluh Dua
43
Bab Empat Puluh Tiga
44
Bab Empat Puluh Empat
45
Bab Empat Puluh Lima
46
Bab Empat Puluh Enam
47
Bab Empat Puluh Tujuh
48
Bab Empat Puluh Delapan
49
Bab Empat Puluh Sembilan
50
Bab Lima Puluh
51
Bab Lima Puluh Satu
52
Bab Lima Puluh Dua
53
Bab Lima Puluh Tiga
54
Bab Lima Puluh Empat
55
Bab Lima Puluh Lima
56
Bab Lima Puluh Enam
57
Bab Lima Puluh Tujuh
58
Bab Lima Puluh Delapan
59
Bab Lima Puluh Sembilan
60
Bab Enam Puluh
61
Bab Enam Puluh Satu
62
Bab Enam Puluh Dua
63
Bab Enam Puluh Tiga
64
Bab Enam Puluh Empat
65
Bab Enam Puluh Lima
66
Bab Enam Puluh Enam
67
Bab Enam Puluh Tujuh
68
Bab Enam Puluh Delapan
69
Bab Enam Puluh Sembilan
70
Bab Tujuh Puluh
71
Bab Tujuh Satu
72
Bab Tujuh Puluh Dua
73
Bab Tujuh Puluh Tiga
74
Bab Tujuh Puluh Empat
75
Bab Tujuh Puluh Lima
76
Bab Tujuh Puluh Enam
77
Bab Tujuh Puluh Tujuh
78
Bab Tujuh Puluh Delapan
79
Bab Tujuh Puluh Sembilan
80
Bab Delapan Puluh
81
Bab Delapan Puluh Satu
82
Bab Delapan Puluh Dua
83
Bab Delapan Puluh Tiga
84
Bab Delapan Puluh Empat
85
Bab Delapan Puluh Lima
86
Bab Delapan Puluh Enam
87
Bab Delapan Puluh Tujuh
88
Bab Delapan Puluh Delapan
89
Bab Delapan Puluh Sembilan
90
Bab Sembilan Puluh
91
Bab Sembilan Puluh Satu
92
Bab Sembilan Puluh Dua
93
Bab Sembilan Puluh Tiga
94
Bab Sembilan Puluh Empat
95
Bab Sembilan Puluh Lima
96
Bab Sembilan Puluh Enam
97
Bab Sembilan Puluh Tujuh
98
Bab Sembilan Puluh Delapan
99
Bab Sembilan Puluh Sembilan
100
Bab Seratus
101
Bab Seratus Satu
102
Bab Seratus Dua
103
Bab Seratus Tiga
104
Bab Seratus Empat
105
Bab Seratus Lima
106
Bab Seratus Enam
107
Bab Seratus Tujuh
108
Promo Novel Baru
109
Bab Seratus Delapan
110
Bab Seratus Sembilan
111
Bab Seratus Sepuluh
112
Bab Seratus Sebelas
113
Promo Novel

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!