Bab Tiga

Zoya masih berdiri di tempatnya. Tatapannya berpindah dari El ke Chelsea berkali-kali. Ada banyak pertanyaan yang jelas terlihat di matanya.

“El ...,” panggil Zoya dengan suara pelan.

El yang masih memegang tangan Chelsea akhirnya sadar dengan situasi itu. Ia langsung melepaskan genggamannya perlahan.

“Iya, Zoya”

Zoya menatap Chelsea. “Siapa wanita ini?”

Suasana di antara mereka seketika berubah. Chelsea yang sejak tadi diam langsung merasa tidak nyaman. Ia tidak ingin menjadi alasan kecanggungan di antara El dan kekasihnya.

El yang tidak menyadari perasaan Chelsea hanya tersenyum kecil. Ia juga tak perhatian dengan sikap Zoya yang agak sedikit tak suka dengan kehadiran gadis di sebelah kekasihnya.

“Oh iya, aku belum kenalkan.” Ia lalu menoleh ke arah Chelsea. “Chel, kenalkan. Ini Zoya, kekasihku.”

Jantung Chelsea terasa berhenti sesaat saat mendengar kalimat itu, kekasihku. Satu kata sederhana yang tetap terasa sakit meskipun sejak awal ia sudah tahu.

El kemudian menatap Zoya. “Zoya, ini Chelsea.”

Chelsea mencoba tersenyum. Ia mengulurkan tangannya. “Hai, Zoya.”

Zoya menatap tangan Chelsea beberapa detik sebelum akhirnya menyambutnya. “Hai, Chel.”

Namun ekspresi wanita itu masih terlihat penuh rasa ingin tahu. Ia masih kurang suka dengan kehadiran gadis itu.

“Oh … ini anak angkat orang tua kamu itu?”

Pertanyaan itu mungkin terdengar biasa. Bahkan mungkin bagi orang lain tidak memiliki arti apa-apa. Tapi bagi Chelsea, kalimat itu seperti menusuk tepat di tempat yang paling sakit.

Tangannya perlahan turun. Anak angkat, itu memang benar. Ia memang bukan anak kandung Arsaka dan Hana.

Ia masih ingat bagaimana dulu orang tuanya menjelaskan semuanya ketika ia sudah cukup besar untuk mengerti. Bahwa ia bukan lahir dari keluarga Arsaka. Bahwa ia hanya seorang bayi kecil yang kemudian dipilih untuk menjadi bagian dari keluarga itu.

Mereka tidak pernah menyembunyikan kenyataan itu. Dan Chelsea sudah tahu.

Tapi mengetahui sebuah kenyataan tidak berarti mendengar orang lain mengatakannya tidak akan menyakitkan. Karena di dalam hatinya, terkadang masih ada rasa takut.

Takut kalau suatu hari orang lain akan menganggapnya berbeda. Takut kalau suatu hari seseorang akan mengingatkannya bahwa ia hanya datang sebagai orang luar.

“Zoya.” Suara El terdengar sedikit berubah.

Wanita itu menatap El. “Kenapa, El?”

“Kamu nggak harus berkata seperti itu.”

Zoya mengangkat alis. “Aku cuma mengatakan kenyataan, El.”

Chelsea langsung merasa tidak enak. Ia melihat keduanya mulai berbeda pendapat karena dirinya. Sebelum El membalas, Chelsea buru-buru tersenyum kecil.

“Benar, Zoya. Aku anak angkat Daddy dan Mommy Bang El."

El langsung menoleh. “Chel .…”

Chelsea mengabaikannya. "Kenapa, Bang El? Zoya berkata benar." Ia mencoba tertawa kecil agar suasana tidak terasa berat. “Nggak ada yang salah. Aku memang bukan anak kandung Daddy dan Mommy.”

Tapi senyumnya terlihat terlalu dipaksakan. El menatap Chelsea cukup lama. Ia tahu gadis itu sedang berusaha terlihat baik-baik saja.

“Chelsea.” Nada suara El lebih lembut.

“Kalau Daddy sama Mommy dengar kamu bicara seperti itu, mereka pasti sedih.”

Chelsea terdiam. Memang benar. Arsaka dan Hana selalu berkata, "Dalam tubuhmu memang tak mengalir darah daddy, dan kamu bukan terlahir dari rahim mommy. Tapi kamu hadir dari hati kami. Cinta kami untuk kamu sama besar dengan cinta untuk El dan Al."

“Bagi mereka, kamu bukan sekadar anak angkat.” El menatapnya. “Kamu putri kesayangan mereka.”

Kalimat itu membuat Chelsea menunduk, karena ia tahu El benar. Arsaka dan Hana tidak pernah membedakannya. Mereka selalu membuatnya merasa dicintai. Tapi luka kecil itu tetap ada. Luka karena ia tahu darahnya bukan darah keluarga Arsaka.

Zoya yang mendengar perkataan El terlihat sedikit berubah. Ekspresinya tidak lagi setegang tadi.

Ia akhirnya duduk. “Ya sudah. Kita makan saja.”

El mengangguk. Mereka bertiga akhirnya duduk bersama. Namun suasana yang awalnya ingin dibuat santai menjadi sedikit kaku.

Chelsea lebih banyak diam. Ia hanya menjawab ketika ditanya. Sementara El beberapa kali mencoba mengajak bicara agar suasana kembali nyaman.

Zoya juga mulai berbicara hal-hal ringan. Tentang pekerjaannya, tentang restoran itu, dan beberapa cerita kecil lainnya.

Perlahan suasana kembali normal. Sampai akhirnya pesanan mereka datang. Makanan memenuhi meja.

Chelsea mencoba menikmati malam itu. Ia tidak ingin membuat semuanya semakin buruk. Namun seperti biasa, El tetap menjadi El. Pria yang sejak kecil selalu memperhatikannya. Ketika Chelsea mengambil udang, El tanpa berpikir langsung mengambilnya.

“Kamu jangan makan dulu.”

Chelsea menatapnya bingung. El mulai mengupas kulit udang itu seperti kebiasaannya sejak dulu.

“Biar aku kupaskan.”

Chelsea terdiam. Mungkin bagi sebagian orang menganggap itu hal kecil. Tapi itulah masalahnya. Hal-hal kecil dari El selalu berhasil membuat hatinya berharap. Padahal ia tahu tidak boleh.

Dari seberang meja, Zoya memperhatikan mereka. Sampai akhirnya wanita itu bersuara.

“Apa kamu hanya mengupas kulit udang buat Chelsea saja?”

Tangan El berhenti. Chelsea langsung merasa tidak nyaman.

“Zoya .…”

Namun sebelum El menjawab, Chelsea lebih dulu tersenyum. “Maaf, Zoya.”

Ia mengambil napas kecil. “Mungkin ini cuma kebiasaan saja. El selalu begitu dari kami kecil."

Zoya menatapnya. “Kebiasaan?”

Chelsea mengangguk. “Iya. Dari dulu Bang El memang begitu.”

Zoya menyandarkan tubuhnya ke kursi. “Seharusnya kebiasaan itu diubah.”

Chelsea jadi terdiam mendengar ucapan Zoya. Begitu juga El. Ia mau mendengarkan ucapan selanjutnya dari sang kekasih.

“Kamu sudah dewasa, Chelsea.”

Nada Zoya tidak kasar, tapi cukup membuat Chelsea merasa tersindir. “Nanti kamu pasti akan punya pasangan juga.”

Ia menatap El sebentar. “Dan kamu harus menjaga perasaan pasangan kamu.”

Chelsea langsung menunduk. Kalimat itu sepertinya bukan hanya ditujukan untuknya. Tapi Zoya juga menyindir El. Sepertinya tak terima pria itu memperhatikan dirinya.

“Zoya, udahlah.” El akhirnya bicara. “Aku juga akan mengupaskan udang untuk kamu.”

Ia mengambil udang lain. “Cuma harus bergantian.”

Zoya tersenyum kecil, tapi senyum itu tidak sampai ke matanya. “Bergantian?”

El menatapnya. “Iya.”

Zoya lalu bertanya dengan suara pelan. “Chelsea yang utama dan pertama?”

Pertanyaan itu membuat meja makan kembali hening. Chelsea langsung merasa bersalah. Ia ingin mengatakan tidak. Ia ingin menjelaskan bahwa ia tidak pernah meminta El memperlakukannya seperti itu.

Tapi sebelum ia sempat bicara, El menarik napas panjang. Pria itu terlihat benar-benar memahami posisi Zoya.

“Maafkan, aku." Suara El terdengar lebih serius. Seperti merasa bersalah.

“Aku nanti pasti akan mendahului kamu dalam segala hal dan dari siapapun.”

Chelsea membeku. Sementara Zoya hanya diam. Malam ini Chelsea sadar, mungkin selama ini ia terlalu menikmati perhatian El.

Sampai lupa bahwa perhatian itu suatu hari akan diberikan kepada orang lain. Kepada wanita yang benar-benar menjadi pilihan hatinya El.

Terpopuler

Comments

Teh Yen

Teh Yen

kenapa aku engg suka smaa.zoya saat dia mengatakan chelsea ank angkat orang tua El ,,kl dia perempuan baik" seharusnya tidak bicara begitu kan
kalau Zoya cemburu wajar karena perlakuan El ke chelse bagi sebagian orang mungkin sudah engg wajar d usia mereka yg dewasa
mungkinkan El juga mencintai chelse tapi Tidka menyadari perasaannya sendiri karena merasa mereka saudara???

2026-06-25

1

Eka ELissa

Eka ELissa

kn dia yg tinggal satu rumah Zoya
kmu cumn orang baru dan orang asing...yg blom tau gimna di dlm rumah El...dn keluarga nya...jadi kmu GK usah ngadi 2....
klau mau di trima di hrus bisa nrima smuanya....klau bneran El cinta kmu GK bkln dia brpling hati koo...
kan chelsea di anggap Ade nya aja ..

2026-06-25

1

Oma Gavin

Oma Gavin

Zoya blm juga jadi istri El sudah banyak ceramah dan ngatur jgn nyesel El setelah nanti kamu nikah yg ada hidupmu dlm genggaman perempuan toxic

2026-06-25

0

lihat semua
Episodes
1 Bab Satu
2 Bab Dua
3 Bab Tiga
4 Bab Empat
5 Bab Lima
6 Bab Enam
7 Bab Tujuh
8 Bab Delapan
9 Bab Sembilan
10 Bab Sepuluh
11 Bab Sebelas
12 Bab Dua belas
13 Bab Tiga Belas
14 Bab Empat Belas
15 Bab Lima Belas
16 Bab Enam Belas
17 Bab Tujuh Belas
18 Bab Delapan Belas
19 Bab Sembilan Belas
20 Bab Dua Puluh
21 Bab Dua Puluh Satu
22 Bab Dua Puluh Dua
23 Bab Dua Puluh Tiga
24 Bab Dua Puluh Empat
25 Bab Dua Puluh Lima
26 Bab Dua Puluh Enam
27 Bab Dua Puluh Tujuh
28 Bab Dua Puluh Delapan
29 Bab Dua Puluh Sembilan
30 Bab Tiga Puluh
31 Bab Tiga Puluh Satu
32 Bab Tiga Puluh Dua
33 Bab Tiga Puluh Tiga
34 Bab Tiga Puluh Empat
35 Bab Tiga Puluh Lima
36 Bab Tiga Puluh Enam
37 Bab Tiga Puluh Tujuh
38 Bab Tiga Puluh Delapan
39 Bab Tiga Puluh Sembilan
40 Bab Empat Puluh
41 Bab Empat Puluh Satu
42 Bab Empat Puluh Dua
43 Bab Empat Puluh Tiga
44 Bab Empat Puluh Empat
45 Bab Empat Puluh Lima
46 Bab Empat Puluh Enam
47 Bab Empat Puluh Tujuh
48 Bab Empat Puluh Delapan
49 Bab Empat Puluh Sembilan
50 Bab Lima Puluh
51 Bab Lima Puluh Satu
52 Bab Lima Puluh Dua
53 Bab Lima Puluh Tiga
54 Bab Lima Puluh Empat
55 Bab Lima Puluh Lima
56 Bab Lima Puluh Enam
57 Bab Lima Puluh Tujuh
58 Bab Lima Puluh Delapan
59 Bab Lima Puluh Sembilan
60 Bab Enam Puluh
61 Bab Enam Puluh Satu
62 Bab Enam Puluh Dua
63 Bab Enam Puluh Tiga
64 Bab Enam Puluh Empat
65 Bab Enam Puluh Lima
66 Bab Enam Puluh Enam
67 Bab Enam Puluh Tujuh
68 Bab Enam Puluh Delapan
69 Bab Enam Puluh Sembilan
70 Bab Tujuh Puluh
71 Bab Tujuh Satu
72 Bab Tujuh Puluh Dua
73 Bab Tujuh Puluh Tiga
74 Bab Tujuh Puluh Empat
75 Bab Tujuh Puluh Lima
76 Bab Tujuh Puluh Enam
77 Bab Tujuh Puluh Tujuh
78 Bab Tujuh Puluh Delapan
79 Bab Tujuh Puluh Sembilan
80 Bab Delapan Puluh
81 Bab Delapan Puluh Satu
82 Bab Delapan Puluh Dua
83 Bab Delapan Puluh Tiga
84 Bab Delapan Puluh Empat
85 Bab Delapan Puluh Lima
86 Bab Delapan Puluh Enam
87 Bab Delapan Puluh Tujuh
88 Bab Delapan Puluh Delapan
89 Bab Delapan Puluh Sembilan
90 Bab Sembilan Puluh
91 Bab Sembilan Puluh Satu
92 Bab Sembilan Puluh Dua
93 Bab Sembilan Puluh Tiga
94 Bab Sembilan Puluh Empat
95 Bab Sembilan Puluh Lima
96 Bab Sembilan Puluh Enam
97 Bab Sembilan Puluh Tujuh
98 Bab Sembilan Puluh Delapan
99 Bab Sembilan Puluh Sembilan
100 Bab Seratus
101 Bab Seratus Satu
102 Bab Seratus Dua
103 Bab Seratus Tiga
104 Bab Seratus Empat
105 Bab Seratus Lima
106 Bab Seratus Enam
107 Bab Seratus Tujuh
108 Promo Novel Baru
109 Bab Seratus Delapan
110 Bab Seratus Sembilan
111 Bab Seratus Sepuluh
112 Bab Seratus Sebelas
113 Promo Novel
Episodes

Updated 113 Episodes

1
Bab Satu
2
Bab Dua
3
Bab Tiga
4
Bab Empat
5
Bab Lima
6
Bab Enam
7
Bab Tujuh
8
Bab Delapan
9
Bab Sembilan
10
Bab Sepuluh
11
Bab Sebelas
12
Bab Dua belas
13
Bab Tiga Belas
14
Bab Empat Belas
15
Bab Lima Belas
16
Bab Enam Belas
17
Bab Tujuh Belas
18
Bab Delapan Belas
19
Bab Sembilan Belas
20
Bab Dua Puluh
21
Bab Dua Puluh Satu
22
Bab Dua Puluh Dua
23
Bab Dua Puluh Tiga
24
Bab Dua Puluh Empat
25
Bab Dua Puluh Lima
26
Bab Dua Puluh Enam
27
Bab Dua Puluh Tujuh
28
Bab Dua Puluh Delapan
29
Bab Dua Puluh Sembilan
30
Bab Tiga Puluh
31
Bab Tiga Puluh Satu
32
Bab Tiga Puluh Dua
33
Bab Tiga Puluh Tiga
34
Bab Tiga Puluh Empat
35
Bab Tiga Puluh Lima
36
Bab Tiga Puluh Enam
37
Bab Tiga Puluh Tujuh
38
Bab Tiga Puluh Delapan
39
Bab Tiga Puluh Sembilan
40
Bab Empat Puluh
41
Bab Empat Puluh Satu
42
Bab Empat Puluh Dua
43
Bab Empat Puluh Tiga
44
Bab Empat Puluh Empat
45
Bab Empat Puluh Lima
46
Bab Empat Puluh Enam
47
Bab Empat Puluh Tujuh
48
Bab Empat Puluh Delapan
49
Bab Empat Puluh Sembilan
50
Bab Lima Puluh
51
Bab Lima Puluh Satu
52
Bab Lima Puluh Dua
53
Bab Lima Puluh Tiga
54
Bab Lima Puluh Empat
55
Bab Lima Puluh Lima
56
Bab Lima Puluh Enam
57
Bab Lima Puluh Tujuh
58
Bab Lima Puluh Delapan
59
Bab Lima Puluh Sembilan
60
Bab Enam Puluh
61
Bab Enam Puluh Satu
62
Bab Enam Puluh Dua
63
Bab Enam Puluh Tiga
64
Bab Enam Puluh Empat
65
Bab Enam Puluh Lima
66
Bab Enam Puluh Enam
67
Bab Enam Puluh Tujuh
68
Bab Enam Puluh Delapan
69
Bab Enam Puluh Sembilan
70
Bab Tujuh Puluh
71
Bab Tujuh Satu
72
Bab Tujuh Puluh Dua
73
Bab Tujuh Puluh Tiga
74
Bab Tujuh Puluh Empat
75
Bab Tujuh Puluh Lima
76
Bab Tujuh Puluh Enam
77
Bab Tujuh Puluh Tujuh
78
Bab Tujuh Puluh Delapan
79
Bab Tujuh Puluh Sembilan
80
Bab Delapan Puluh
81
Bab Delapan Puluh Satu
82
Bab Delapan Puluh Dua
83
Bab Delapan Puluh Tiga
84
Bab Delapan Puluh Empat
85
Bab Delapan Puluh Lima
86
Bab Delapan Puluh Enam
87
Bab Delapan Puluh Tujuh
88
Bab Delapan Puluh Delapan
89
Bab Delapan Puluh Sembilan
90
Bab Sembilan Puluh
91
Bab Sembilan Puluh Satu
92
Bab Sembilan Puluh Dua
93
Bab Sembilan Puluh Tiga
94
Bab Sembilan Puluh Empat
95
Bab Sembilan Puluh Lima
96
Bab Sembilan Puluh Enam
97
Bab Sembilan Puluh Tujuh
98
Bab Sembilan Puluh Delapan
99
Bab Sembilan Puluh Sembilan
100
Bab Seratus
101
Bab Seratus Satu
102
Bab Seratus Dua
103
Bab Seratus Tiga
104
Bab Seratus Empat
105
Bab Seratus Lima
106
Bab Seratus Enam
107
Bab Seratus Tujuh
108
Promo Novel Baru
109
Bab Seratus Delapan
110
Bab Seratus Sembilan
111
Bab Seratus Sepuluh
112
Bab Seratus Sebelas
113
Promo Novel

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!