Luka Chelsea

Luka Chelsea

Bab Satu

Malam itu, rumah keluarga Arsaka kembali dipenuhi suara tawa. Sudah lama rumah ini menjadi tempat berkumpul yang selalu dirindukan.

Tidak peduli sesibuk apa pun mereka, Arsaka dan Hana selalu memastikan satu hal. Makan malam bersama keluarga harus tetap ada. Karena bagi mereka, keluarga bukan hanya tentang tinggal di rumah yang sama.

Tapi tentang meluangkan waktu untuk duduk bersama, bercerita, dan mengingat bahwa ada orang-orang yang selalu menunggu kepulangan mereka.

"Tambah nasi lagi, Al."

Hana menunjuk piring anak bungsunya yang sudah hampir kosong. Althaf Arkananta, atau yang lebih sering dipanggil Al, langsung menggeleng.

"Mom, aku sudah makan banyak."

Arsaka yang duduk di sebelah Hana langsung melirik putranya. "Baru dua kali tambah."

Al langsung tertawa. "Daddy memperhatikan sekali."

"Aku memperhatikan semua anakku."

Jawaban Arsaka membuat Hana tersenyum kecil. Di usianya yang tidak lagi muda, pria itu tetap sama. Ia tetap menjadi sosok ayah yang selalu memperhatikan hal-hal kecil tentang anak-anaknya.

Di ujung meja, El hanya tersenyum melihat keluarganya. Pria berusia dua puluh tujuh tahun itu kini sudah jauh berbeda dari anak kecil yang dulu selalu berlari mengejar Chelsea di rumah.

Sekarang El adalah penerus perusahaan keluarga. Menggantikan posisi Arsaka sebagai pemimpin perusahaan bukanlah hal mudah, tapi El membuktikan bahwa ia bukan hanya anak dari seorang Arsaka. Ia memiliki kemampuan dan caranya sendiri. Selalu terlihat tenang tapi tegas dan bertanggung jawab.

Namun bagi keluarganya, El tetaplah El. Anak pertama mereka. Kakaknya Chelsea dan juga Al.

Sementara di samping El, Chelsea hanya tersenyum kecil sambil mendengarkan obrolan keluarganya. Di usia dua puluh tujuh tahun, Chelsea tumbuh menjadi wanita yang lembut dan mandiri.

Tidak banyak yang tahu bahwa gadis kecil yang dulu datang ke rumah ini saat berusia lima bulan pernah merasa takut tidak diterima. Takut dianggap berbeda. Takut suatu hari akan kehilangan tempatnya.

Tapi Arsaka dan Hana tidak pernah membuatnya merasa seperti itu. Bagi mereka, Chelsea adalah anak mereka. Bukan anak angkat. Bukan seseorang yang harus berterima kasih karena diberikan rumah. Chelsea adalah bagian dari rumah itu.

Dan mungkin karena itulah, Chelsea menyimpan satu perasaan yang tidak pernah ia ceritakan kepada siapa pun. Bahkan kepada dirinya sendiri pun terkadang ia menyangkal. Ia mencintai El.

Bukan sebagai seorang adik kepada kakaknya. Tapi sebagai seorang wanita kepada pria yang sejak kecil selalu ada untuknya.

Pria yang dulu menggenggam tangannya ketika ia takut. Pria yang selalu membelanya. Pria yang membuatnya merasa aman.

El adalah rumah pertama Chelsea. Dan justru karena itu, Chelsea takut kehilangan.

"Kenapa diam saja?"

Suara El membuat Chelsea tersadar. Ia menoleh. "Hm, tak ada Bang."

Walau usia El dan Chelsea hanya terpaut beberapa bulan, tapi kedua orang tua mereka meminta memanggilnya abang.

"Kamu dari tadi cuma makan sedikit."

Chelsea langsung tersenyum. "Aku lagi dengar kalian ngobrol."

El mengernyit. "Kebiasaan kamu masih sama."

"Apa?"

"Selalu memperhatikan orang lain sampai lupa diri sendiri."

Chelsea hanya tertawa kecil. "Abang juga masih sama."

"Sama apanya?"

"Masih suka mengatur."

El tersenyum. "Karena kamu masih suka tidak menjaga diri."

Kalimat sederhana itu., yang bagi El mungkin biasa. Tidak bagi Chelsea, selalu punya arti lebih.

Ia menunduk sebentar, menyembunyikan senyum kecilnya. Namun malam itu, senyum Chelsea perlahan menghilang ketika El tiba-tiba meletakkan sendoknya.

"Aku mau bilang sesuatu."

Semua orang langsung melihat ke arahnya.

Arsaka mengangkat alis. "Ada apa?"

El menarik napas kecil. Sesuatu yang membuat Chelsea langsung merasa aneh.

"Aku saat ini telah memiliki teman spesial."

Ruangan itu mendadak berubah. Hana langsung tersenyum. "Serius, Nak?"

El mengangguk. "Iya, Mom."

Al langsung bersiul kecil. "Wah, akhirnya ...."

El menatap adiknya. "Akhirnya apa?"

"Akhirnya CEO muda ini punya pacar juga."

Semua orang tertawa. Tapi tidak dengan Chelsea. Bukan karena ia tidak bahagia. Bukan karena ia tidak ingin El menemukan seseorang. Tapi karena ada sesuatu yang tiba-tiba terasa ada yang mengoyak hatinya.

Seseorang yang diam-diam selalu ia sebut namanya di setiap helaan napas. El kini. sudah memiliki seseorang.

Padahal selama ini, tanpa sadar Chelsea selalu menyimpan harapan kecil, bahwa mungkin suatu hari El akan melihatnya lebih dari sekadar adik kecilnya.

Namun sekarang ia sadar. Mungkin perasaan itu memang hanya miliknya. El menyayangi dirinya hanya sebagai saudara.

"Chel."

Chelsea tersentak. El menatapnya. "Kamu tidak tanya siapa?"

Chelsea langsung tersenyum. "Emangnya siapa wanita yang beruntung itu, Bang?"

"Namanya Zoya."

Chelsea mengangguk pelan. "Pasti wanita itu cantik, baik dan lembut. Sehingga bisa menaklukkan hati Abangku."

El tersenyum. "Dia memang baik dan cantik."

Jawaban itu membuat dada Chelsea terasa semakin sesak. Karena dari cara El tersenyum saat menyebut namanya Chelsea sadar kalau pria itu benar-benar telah jatuh cinta dengan wanita bernama Zoya.

"Dad, Mom ...."

El melihat Arsaka dan Hana. "Aku ingin mengenalkan Zoya ke keluarga."

Hana langsung tersenyum bahagia. "Tentu saja kamu harus mengenalkannya pada kami. "

El mengangguk. "Nanti aku ajak dia makan malam bersama. Biar semua kenal dengan Zoya-ku."

Chelsea mencoba tersenyum. Berusaha terlihat biasa. Tetap menjadi Chelsea yang selalu mendukung El, seperti selama ini ia lakukan.

Lalu El kembali menatapnya. "Chel."

"Iya, Abang?"

"Aku mau kamu jadi orang pertama yang aku kenalkan ke Zoya."

Chelsea terdiam sesaat sebelum berkata, "Kenapa aku?"

El tersenyum seperti itu adalah hal yang paling wajar. "Karena kamu orang yang paling penting buat aku setelah Daddy dan mommy."

Kalimat itu seharusnya membuat Chelsea bahagia. Tapi entah kenapa ada rasa sakit kecil yang muncul bersamaan.

El melanjutkan ucapannya. "Aku mau ajak kamu makan malam bertiga sama aku dan Zoya."

Chelsea menatap El. Bertiga, itu berarti ia akan melihat langsung kemesraan pria yang sangat ia cintai dengan wanita yang akan menjadi seseorang paling spesial bagi El.

Untuk pertama kalinya, Chelsea merasa takut kehilangan tempatnya. Namun seperti biasa, ia hanya tersenyum. Karena sejak dulu, Chelsea selalu menanamkan pada dirinya sendiri, tidak boleh mencintai El. Dan ia tidak boleh menghancurkan kebahagiaan El.

"Baik, Bang. Aku juga ingin kenalan."

Jawaban itu keluar dengan suara lembut. Sementara di dalam hatinya. Chelsea sedang berusaha menerima kenyataan bahwa mungkin cinta pertamanya tidak pernah melihatnya sebagai seorang wanita. Hanya sebagai adik kecil yang selalu ingin ia lindungi.

Terpopuler

Comments

Sri Supriatin

Sri Supriatin

Sy hadir thor... Baru sadar ada sambubgannya🙏🙏🙏

2026-08-13

1

Sira

Sira

ingat kan ada ceritanya sebelum ini gak

2026-08-15

0

mimief

mimief

yah... bagaimana pun mereka ga sedarah
sebenarnya ini si yg selalu ditakuti setiap orangtua jikalau mengangkat anak yg berlainan jenis🥹

2026-06-25

0

lihat semua
Episodes
1 Bab Satu
2 Bab Dua
3 Bab Tiga
4 Bab Empat
5 Bab Lima
6 Bab Enam
7 Bab Tujuh
8 Bab Delapan
9 Bab Sembilan
10 Bab Sepuluh
11 Bab Sebelas
12 Bab Dua belas
13 Bab Tiga Belas
14 Bab Empat Belas
15 Bab Lima Belas
16 Bab Enam Belas
17 Bab Tujuh Belas
18 Bab Delapan Belas
19 Bab Sembilan Belas
20 Bab Dua Puluh
21 Bab Dua Puluh Satu
22 Bab Dua Puluh Dua
23 Bab Dua Puluh Tiga
24 Bab Dua Puluh Empat
25 Bab Dua Puluh Lima
26 Bab Dua Puluh Enam
27 Bab Dua Puluh Tujuh
28 Bab Dua Puluh Delapan
29 Bab Dua Puluh Sembilan
30 Bab Tiga Puluh
31 Bab Tiga Puluh Satu
32 Bab Tiga Puluh Dua
33 Bab Tiga Puluh Tiga
34 Bab Tiga Puluh Empat
35 Bab Tiga Puluh Lima
36 Bab Tiga Puluh Enam
37 Bab Tiga Puluh Tujuh
38 Bab Tiga Puluh Delapan
39 Bab Tiga Puluh Sembilan
40 Bab Empat Puluh
41 Bab Empat Puluh Satu
42 Bab Empat Puluh Dua
43 Bab Empat Puluh Tiga
44 Bab Empat Puluh Empat
45 Bab Empat Puluh Lima
46 Bab Empat Puluh Enam
47 Bab Empat Puluh Tujuh
48 Bab Empat Puluh Delapan
49 Bab Empat Puluh Sembilan
50 Bab Lima Puluh
51 Bab Lima Puluh Satu
52 Bab Lima Puluh Dua
53 Bab Lima Puluh Tiga
54 Bab Lima Puluh Empat
55 Bab Lima Puluh Lima
56 Bab Lima Puluh Enam
57 Bab Lima Puluh Tujuh
58 Bab Lima Puluh Delapan
59 Bab Lima Puluh Sembilan
60 Bab Enam Puluh
61 Bab Enam Puluh Satu
62 Bab Enam Puluh Dua
63 Bab Enam Puluh Tiga
64 Bab Enam Puluh Empat
65 Bab Enam Puluh Lima
66 Bab Enam Puluh Enam
67 Bab Enam Puluh Tujuh
68 Bab Enam Puluh Delapan
69 Bab Enam Puluh Sembilan
70 Bab Tujuh Puluh
71 Bab Tujuh Satu
72 Bab Tujuh Puluh Dua
73 Bab Tujuh Puluh Tiga
74 Bab Tujuh Puluh Empat
75 Bab Tujuh Puluh Lima
76 Bab Tujuh Puluh Enam
77 Bab Tujuh Puluh Tujuh
78 Bab Tujuh Puluh Delapan
79 Bab Tujuh Puluh Sembilan
80 Bab Delapan Puluh
81 Bab Delapan Puluh Satu
82 Bab Delapan Puluh Dua
83 Bab Delapan Puluh Tiga
84 Bab Delapan Puluh Empat
85 Bab Delapan Puluh Lima
86 Bab Delapan Puluh Enam
87 Bab Delapan Puluh Tujuh
88 Bab Delapan Puluh Delapan
89 Bab Delapan Puluh Sembilan
90 Bab Sembilan Puluh
91 Bab Sembilan Puluh Satu
92 Bab Sembilan Puluh Dua
93 Bab Sembilan Puluh Tiga
94 Bab Sembilan Puluh Empat
95 Bab Sembilan Puluh Lima
96 Bab Sembilan Puluh Enam
97 Bab Sembilan Puluh Tujuh
98 Bab Sembilan Puluh Delapan
99 Bab Sembilan Puluh Sembilan
100 Bab Seratus
101 Bab Seratus Satu
102 Bab Seratus Dua
103 Bab Seratus Tiga
104 Bab Seratus Empat
105 Bab Seratus Lima
106 Bab Seratus Enam
107 Bab Seratus Tujuh
108 Promo Novel Baru
109 Bab Seratus Delapan
110 Bab Seratus Sembilan
111 Bab Seratus Sepuluh
112 Bab Seratus Sebelas
113 Promo Novel
Episodes

Updated 113 Episodes

1
Bab Satu
2
Bab Dua
3
Bab Tiga
4
Bab Empat
5
Bab Lima
6
Bab Enam
7
Bab Tujuh
8
Bab Delapan
9
Bab Sembilan
10
Bab Sepuluh
11
Bab Sebelas
12
Bab Dua belas
13
Bab Tiga Belas
14
Bab Empat Belas
15
Bab Lima Belas
16
Bab Enam Belas
17
Bab Tujuh Belas
18
Bab Delapan Belas
19
Bab Sembilan Belas
20
Bab Dua Puluh
21
Bab Dua Puluh Satu
22
Bab Dua Puluh Dua
23
Bab Dua Puluh Tiga
24
Bab Dua Puluh Empat
25
Bab Dua Puluh Lima
26
Bab Dua Puluh Enam
27
Bab Dua Puluh Tujuh
28
Bab Dua Puluh Delapan
29
Bab Dua Puluh Sembilan
30
Bab Tiga Puluh
31
Bab Tiga Puluh Satu
32
Bab Tiga Puluh Dua
33
Bab Tiga Puluh Tiga
34
Bab Tiga Puluh Empat
35
Bab Tiga Puluh Lima
36
Bab Tiga Puluh Enam
37
Bab Tiga Puluh Tujuh
38
Bab Tiga Puluh Delapan
39
Bab Tiga Puluh Sembilan
40
Bab Empat Puluh
41
Bab Empat Puluh Satu
42
Bab Empat Puluh Dua
43
Bab Empat Puluh Tiga
44
Bab Empat Puluh Empat
45
Bab Empat Puluh Lima
46
Bab Empat Puluh Enam
47
Bab Empat Puluh Tujuh
48
Bab Empat Puluh Delapan
49
Bab Empat Puluh Sembilan
50
Bab Lima Puluh
51
Bab Lima Puluh Satu
52
Bab Lima Puluh Dua
53
Bab Lima Puluh Tiga
54
Bab Lima Puluh Empat
55
Bab Lima Puluh Lima
56
Bab Lima Puluh Enam
57
Bab Lima Puluh Tujuh
58
Bab Lima Puluh Delapan
59
Bab Lima Puluh Sembilan
60
Bab Enam Puluh
61
Bab Enam Puluh Satu
62
Bab Enam Puluh Dua
63
Bab Enam Puluh Tiga
64
Bab Enam Puluh Empat
65
Bab Enam Puluh Lima
66
Bab Enam Puluh Enam
67
Bab Enam Puluh Tujuh
68
Bab Enam Puluh Delapan
69
Bab Enam Puluh Sembilan
70
Bab Tujuh Puluh
71
Bab Tujuh Satu
72
Bab Tujuh Puluh Dua
73
Bab Tujuh Puluh Tiga
74
Bab Tujuh Puluh Empat
75
Bab Tujuh Puluh Lima
76
Bab Tujuh Puluh Enam
77
Bab Tujuh Puluh Tujuh
78
Bab Tujuh Puluh Delapan
79
Bab Tujuh Puluh Sembilan
80
Bab Delapan Puluh
81
Bab Delapan Puluh Satu
82
Bab Delapan Puluh Dua
83
Bab Delapan Puluh Tiga
84
Bab Delapan Puluh Empat
85
Bab Delapan Puluh Lima
86
Bab Delapan Puluh Enam
87
Bab Delapan Puluh Tujuh
88
Bab Delapan Puluh Delapan
89
Bab Delapan Puluh Sembilan
90
Bab Sembilan Puluh
91
Bab Sembilan Puluh Satu
92
Bab Sembilan Puluh Dua
93
Bab Sembilan Puluh Tiga
94
Bab Sembilan Puluh Empat
95
Bab Sembilan Puluh Lima
96
Bab Sembilan Puluh Enam
97
Bab Sembilan Puluh Tujuh
98
Bab Sembilan Puluh Delapan
99
Bab Sembilan Puluh Sembilan
100
Bab Seratus
101
Bab Seratus Satu
102
Bab Seratus Dua
103
Bab Seratus Tiga
104
Bab Seratus Empat
105
Bab Seratus Lima
106
Bab Seratus Enam
107
Bab Seratus Tujuh
108
Promo Novel Baru
109
Bab Seratus Delapan
110
Bab Seratus Sembilan
111
Bab Seratus Sepuluh
112
Bab Seratus Sebelas
113
Promo Novel

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!