Bab 4 - Deep Talk

Alea terdiam cukup lama. Namun pada akhirnya ia tetap menjawab pertanyaan dari Prabu. Alea berusaha menekan perasaannya sendiri atas luka pahit itu.

"Sudah cukup lama beberapa tahun yang lalu. Maaf kalau aku agak lupa tepatnya, Mas."

"Ah iya, enggak apa-apa. Kamu mau bersih-bersih dulu," tawar Prabu di ujung kalimatnya.

Alea menganggukkan kepalanya kecil di depan Prabu. Detik selanjutnya, Alea segera mengambil baju gantinya lalu masuk ke dalam kamar mandi.

Prabu cukup merasakan jika Alea kurang nyaman membahas tentang Jakarta. Prabu berpikir Alea mungkin punya pengalaman kurang menyenangkan di ibukota. Ia sama sekali tak kepikiran jika Jakarta adalah kota di mana Alea kehilangan kesuciannya.

"Kenapa sepertinya dia gak asing buatku? Apa aku dulu pernah bertemu dengannya di suatu tempat?" batin Prabu yang lagi-lagi merasakan hal aneh itu di hati kecilnya.

☘️☘️

Malam semakin larut namun di kamar pengantin tak ada kegiatan berbagi keringat seperti yang biasa dilakukan pengantin lain pada umumnya. Saat ini jam menunjukkan pukul satu dini hari.

Setelah kegiatan bersih-bersih diri, Prabu dan Alea kini terbaring di atas ranjang yang sama. Keduanya memakai pakaian tidur. Bahkan Alea memakai piyama tidur tipe lengan dan celana panjang. Sedangkan Prabu memakai kaos polo dengan celana pendek.

Keduanya belum pergi ke alam mimpi. Hanya terbaring di atas tempat tidur dalam posisi saling memunggungi. Namun tak berselang lama, Prabu memilih untuk mengubah posisi tubuhnya menjadi telentang sembari melihat langit-langit kamar mereka saat ini.

Kepala Prabu menoleh sekilas ke arah Alea. Tampak jelas rambut panjang Alea begitu hitam pekat dan aromanya cukup wangi di indera penciuman Prabu.

Tak dapat dipungkiri bahwa dirinya terpesona saat pertama kali kedua matanya melihat Alea tak memakai penutup kepalanya alias hijab.

"Apa kamu udah mau tidur?" pancing Prabu.

"Belum," jawab Alea yang memang belum mengantuk.

"Apa kamu tau kalau aku impo_ten?" tanya Prabu tanpa basa-basi pada Alea.

Deg...

"Mak_sud Mas Prabu?" balas Alea bertanya kembali seraya membalikkan posisi tubuhnya ke arah Prabu.

Saat ini kedua mata mereka pun langsung beradu pandang dalam satu garis lurus yang sama.

"Salah atau alasan mantan istriku bercerai karena aku impo_ten. Melihat reaksimu barusan, aku tebak kamu belum tau. Apa benar begitu?"

"Maaf, Mas. Jujur hal ini aku belum tau secara gamblang. Bunda Citra hanya mengatakan bahwa ada masalah ranjang dan anak antara Mas Prabu dengan Mbak Kinan. Selebihnya Bunda Citra tak mengatakan apapun,"

"Apa kamu kecewa?" tanya Prabu.

"Sama sekali tidak," jawab Alea jujur.

"Apa kamu cuma ingin menghiburku?"

"Terserah Mas Prabu mau percaya atau tidak. Bukankah Tuhan menciptakan manusia itu beragam jenisnya. Jika memang takdir mengharuskan saya menikah dengan pria impo_ten seperti Mas Prabu, saya ikhlas. Allah pasti sudah mengatur dengan matang setiap jodoh hambaNya," jawab Alea.

"Uang, harta, ketampanan, jabatan dan karir yang oke, semua aku punya. Tapi harga diri sebagai pria, sayangnya aku tak punya itu." Ucap Prabu lirih dan terdengar cukup frustasi.

"Astaghfirullahal adzim. Istighfar, Mas!" tegur Alea.

Seketika Prabu mengusap kasar wajahnya dengan kedua telapak tangannya sendiri. Sebuah helaan nafas berat yang keluar dari bibir Prabu, terdengar jelas di telinga Alea.

"Aku memang tak tau perkara masa lalu di rumah tangga Mas Prabu dan Mbak Kinan. Tapi aku yakin bahwa setiap ujian hidup baik itu penyakit pasti ada obatnya. Sebagai manusia, kita hanya perlu sabar dan terus berdoa. Jangan pernah berputus asa. Allah tak suka itu," tutur Alea.

"Maaf,"

"Aku juga bukan wanita yang sempurna. Mas Prabu apa sudah tau masa laluku?"

"Aku tau dari cerita bunda dua bulan yang lalu," jawab Prabu.

"Bunda cerita apa tentang masa laluku?"

"Maaf, kamu sudah tak gadis lagi tapi bukan janda." Ungkap Prabu menirukan ucapan Bunda Citra padanya beberapa waktu yang lalu.

"Mas Prabu apa bertanya detail pada bunda, kenapa aku belum menikah tapi sudah tak suci lagi?"

"Tidak," jawab Prabu. "Aku memang tak ingin tau karena buatku itu bukan masalah pelik atau hal yang menggangguku terutama prinsipku," imbuhnya.

"Bagiku, jika bunda mengatakan bahwa kamu wanita yang baik dan cocok denganku, maka hal lain tidak terlalu penting buatku. Aku juga bukan pria yang sak_lek harus menikah dengan gadis pera_wan atau janda sekali pun," jelas Prabu apa adanya.

Saat Alea hendak membuka mulutnya kembali untuk menjelaskan hal penting di masa lalunya, mendadak Prabu menyelanya.

"Udah malam, lebih baik kita tidur. Seharian kita nemuin tamu dan keluarga pasti kamu capek,"

"Iya, Mas. Ayo kita tidur," sahut Alea yang akhirnya memilih untuk mengiyakan permintaan Prabu.

"Kamu gak marah kan kalau malam ini kita tidak melakukannya?"

"Enggak. Mas Prabu gak perlu khawatir soal itu,"

"Makasih, Lea."

Alea pun tersenyum di depan wajah Prabu. Malam pengantin mereka pun tak ada ciuman atau pelukan. Keduanya masih sama-sama canggung dan butuh waktu menuju ke arah sana. You know what I mean.

Sebelum mata terpejam, Prabu sempat membantu menaikkan selimut Alea. Prabu tak ingin Alea kedinginan. Suhu kota Malang yang terkenal dingin ditambah udara AC di dalam kamar mereka tentu membuat membuat Prabu khawatir tentang kesehatan istri baru nya itu.

Satu jam kemudian, Alea sudah tertidur pulas. Hal ini terdengar dari suara dengkuran halus Alea di telinga Prabu.

Berbeda dengan Alea, Prabu justru tak bisa tidur dengan nyenyak malam ini. Pria itu tiba-tiba merasakan keanehan pada dirinya.

Semacam hasrat atau gai_rah yang telah lama padam, perlahan muncul tanpa diduga.

Yang membuat Prabu semakin tercengang, ia sampai mengintip bagian tubuhnya yang krusial di bawah sana. Bagian yang telah lama dianggap mati suri alias padam, tapi malam ini justru mendadak terbangun.

Bagian yang panjang, berurat dan tengah bersembunyi di balik celana da_lam nya itu pun tiba-tiba menegang, walau kondisinya bukan tegak sempurna.

"Astaga, dia kenapa jadi tegang begini? Apa karena cuaca di Malang yang dingin?" batin Prabu usai merasakan jika adik kecilnya menunjukkan keanehan setelah lama hibernasi atau vakum dari dunia persilatan ranjang.

Bersambung...

🍁🍁🍁

*Jangan lupa setelah baca, like dan komen di setiap chapternya ya. Makasih💋💋

Terpopuler

Comments

Novita Sari

Novita Sari

thour prabu ini dulu ada dikisah apa y🤭

2026-06-26

2

Anonim

Anonim

Prabu Alea semoga kalian bisa saling menjaga

2026-07-14

3

yeni kusmiyati

yeni kusmiyati

apa Prabhu termasuk yg memperkosa

2026-07-12

3

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Perjodohan
2 Bab 2 - Sah
3 Bab 3 - Serba Canggung
4 Bab 4 - Deep Talk
5 Bab 5 - Rumah Dinas
6 Bab 6 - Perihal Bulan Madu
7 Bab 7 - Grup WA
8 Bab 8 - Fakta Tersembunyi
9 Bab 9 - Satya Nugroho
10 Bab 10 - Bisik-Bisik
11 Bab 11 - Istri Komandan
12 Bab 12 - Ma_ti Lampu
13 Bab 13 - Trauma Masa Lalu Alea
14 Bab 14 - Kepergok
15 Bab 15 - Menemui Bunda Citra
16 Bab 16 - Apa Kinan Menghubungimu ?
17 Bab 17 - Sore Itu
18 Bab 18 - Minta Hadiah
19 Bab 19 - Langkah Awal Malam Ini
20 Bab 20 - Hidup Kembali
21 Bab 21 - Kedatangan Kinan
22 Bab 22 - Kinan vs Alea
23 Bab 23 - Perkara 'Makan'
24 Bab 24 - Bik Sari Memang TOP
25 Bab 25 - Apa Boleh Malam Ini ?
26 Bab 26 - Tak Bisa Tidur Nyenyak
27 Bab 27 - Pulau Macan Eco Lodge
28 Bab 28 - Jembatan Cinta Pulau Tidung
29 Bab 29 - Ikat Rambut
30 Bab 30 - Giat Ibu-Ibu Persit
31 Bab 31 - Enak atau Capek ?
32 Bab 32 - Undangan Kawan Lama
33 Bab 33 - Jadi Konten Kreator
34 Bab 34 - Terlambat Datang
35 Bab 35 - Memberantas Mantan
36 Bab 36 - Lagi Sensi
37 Bab 37 - Menyewa Detektif
38 Bab 38 - Hasil Tes DNA
39 Bab 39 - Beri Aku Petunjuk
40 Bab 40 - Bu Ratu
41 Bab 41 - Berbohong
42 Bab 42 - Jasad Amelia ??
43 Bab 43 - Tujuh Tahun yang Lalu
44 Bab 44 - Mencari Fakta
45 Bab 45 - Perubahan Sikap Alea
46 Bab 46 - Firasat Seorang Ibu
47 Bab 47 - Sadar dari Koma
48 Bab 48 - Alea Mendengar
49 Bab 49 - Kalang Kabut
50 Bab 50 - Kabar Kehamilan
51 Bab 51 - Syarat dari Alea
52 Bab 52 - Badai Rumah Tangga
53 Bab 53 - Perhatian dari Bunda Citra
54 Bab 54 - Pulang Kampung ke Malang
55 Bab 55 - Joging Bersama Ayah Mertua
56 Bab 56 - Siapa yang Meneror?
57 Bab 57 - 100 Miliar
58 Bab 58 - Kenapa Mas Bentak Aku ?
59 Bab 59 - Prabu Pamit
60 Bab 60 - Ayah Hendra dan Bunda Citra
61 Bab 61 - Hubungan Ayah dan Anak
62 Bab 62 - Manuver Mantan Istri
63 Bab 63 - Pergi ke Klinik Hewan
64 Bab 64 - Hubungan Dokter Gunawan dan Kinan (Masa Lalu)
65 Bab 65 - Dugaan Satya
66 Bab 66 - Empat Bulanan
67 Bab 67 - Alea Bertemu Kinan
68 Bab 68 - Ancaman Kinan
69 Bab 69 - Misi Papa Bayu
Episodes

Updated 69 Episodes

1
Bab 1 - Perjodohan
2
Bab 2 - Sah
3
Bab 3 - Serba Canggung
4
Bab 4 - Deep Talk
5
Bab 5 - Rumah Dinas
6
Bab 6 - Perihal Bulan Madu
7
Bab 7 - Grup WA
8
Bab 8 - Fakta Tersembunyi
9
Bab 9 - Satya Nugroho
10
Bab 10 - Bisik-Bisik
11
Bab 11 - Istri Komandan
12
Bab 12 - Ma_ti Lampu
13
Bab 13 - Trauma Masa Lalu Alea
14
Bab 14 - Kepergok
15
Bab 15 - Menemui Bunda Citra
16
Bab 16 - Apa Kinan Menghubungimu ?
17
Bab 17 - Sore Itu
18
Bab 18 - Minta Hadiah
19
Bab 19 - Langkah Awal Malam Ini
20
Bab 20 - Hidup Kembali
21
Bab 21 - Kedatangan Kinan
22
Bab 22 - Kinan vs Alea
23
Bab 23 - Perkara 'Makan'
24
Bab 24 - Bik Sari Memang TOP
25
Bab 25 - Apa Boleh Malam Ini ?
26
Bab 26 - Tak Bisa Tidur Nyenyak
27
Bab 27 - Pulau Macan Eco Lodge
28
Bab 28 - Jembatan Cinta Pulau Tidung
29
Bab 29 - Ikat Rambut
30
Bab 30 - Giat Ibu-Ibu Persit
31
Bab 31 - Enak atau Capek ?
32
Bab 32 - Undangan Kawan Lama
33
Bab 33 - Jadi Konten Kreator
34
Bab 34 - Terlambat Datang
35
Bab 35 - Memberantas Mantan
36
Bab 36 - Lagi Sensi
37
Bab 37 - Menyewa Detektif
38
Bab 38 - Hasil Tes DNA
39
Bab 39 - Beri Aku Petunjuk
40
Bab 40 - Bu Ratu
41
Bab 41 - Berbohong
42
Bab 42 - Jasad Amelia ??
43
Bab 43 - Tujuh Tahun yang Lalu
44
Bab 44 - Mencari Fakta
45
Bab 45 - Perubahan Sikap Alea
46
Bab 46 - Firasat Seorang Ibu
47
Bab 47 - Sadar dari Koma
48
Bab 48 - Alea Mendengar
49
Bab 49 - Kalang Kabut
50
Bab 50 - Kabar Kehamilan
51
Bab 51 - Syarat dari Alea
52
Bab 52 - Badai Rumah Tangga
53
Bab 53 - Perhatian dari Bunda Citra
54
Bab 54 - Pulang Kampung ke Malang
55
Bab 55 - Joging Bersama Ayah Mertua
56
Bab 56 - Siapa yang Meneror?
57
Bab 57 - 100 Miliar
58
Bab 58 - Kenapa Mas Bentak Aku ?
59
Bab 59 - Prabu Pamit
60
Bab 60 - Ayah Hendra dan Bunda Citra
61
Bab 61 - Hubungan Ayah dan Anak
62
Bab 62 - Manuver Mantan Istri
63
Bab 63 - Pergi ke Klinik Hewan
64
Bab 64 - Hubungan Dokter Gunawan dan Kinan (Masa Lalu)
65
Bab 65 - Dugaan Satya
66
Bab 66 - Empat Bulanan
67
Bab 67 - Alea Bertemu Kinan
68
Bab 68 - Ancaman Kinan
69
Bab 69 - Misi Papa Bayu

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!