Bab 5 - Rumah Dinas

Jakarta.

Langit ibukota malam ini tampak abu-abu gelap. Hujan mengguyur kota yang dijuluki tak pernah tidur karena di setiap sudutnya masih terlihat banyak kegiatan masyarakat selama 24 jam penuh.

Melihat jalanan ibukota di malam hari, Alea sempat menatap sekilas jendela mobil yang basah karena air hujan. Ia menatap sejuta kenangan di kota ini. Walaupun lebih pada kenangan pahitnya.

Alea menutup kedua matanya ke arah jalanan di Jakarta. Kepingan ingatan itu samar-samar kembali terngiang.

Kala itu di antara carut-marut kehidupan keluarganya di Malang yang terus menyudutkan kesalahannya pada sang kakak ipar yakni Nanda di masa lalu, Alea memutuskan pergi ke Jakarta tanpa pamit.

Jauh-jauh ia datang ke Jakarta untuk menghadiri ulang tahun Bisma. Berharap kala itu cintanya diterima oleh Bisma. Namun Alea harus menelan pil pahit karena cintanya ditolak oleh Bisma, putra kandung Arjuna dan Bening.

Alea pun memilih untuk minum alkohol cukup banyak hingga ma_buk berat karena imbas rasa kecewa penolakan cinta dari Bisma sekaligus frustasi atas masalah keluarga yang akhir-akhir ini menimpa dirinya. Malam naas itu pun akhirnya terjadi dalam pekatnya malam ibu kota yang merenggut kesuciannya secara paksa.

Perlahan Alea membuka kedua matanya dan menatap jalanan ibukota saat ini setelah kejadian kelam tujuh tahun yang lalu tersebut. Kedua tangannya mengepal kencang seolah menggambarkan luka yang begitu dalam di hatinya.

Marah dan rasanya ingin berteriak kencang pada pelaku yang merenggut kesuciannya. Alea tak pernah lupa dengan wajah para preman di sebuah gudang tua kala dirinya terbangun dalam kondisi tanpa busana sebelum tak sadarkan diri.

Alea sendiri tak tau bagaimana dirinya bisa berada di gudang tua tersebut bersama para preman yang bengis dan kotor serta bau a_pek. Padahal seingatnya, ia tengah berjalan sempoyongan di jalanan sepi setelah keluar dari bar.

Akan tetapi, ada hal aneh yang menggelitik hati kecilnya jika mengingat malam itu. Setelah ia keluar dari sebuah bar, Alea jalan kaki sendirian karena tak bawa kendaraan pribadi. Ia berusaha pergi ke jalan raya besar untuk mencari taksi walaupun dalam kondisi ma_buk.

Tak berselang lama berjalan, samar-samar Alea merasa ada sebuah tangan kekar namun kulitnya terasa halus di mana tangan itu menarik paksa dirinya di sebuah jalanan sepi. Setelah itu, Alea tak ingat apapun yang terjadi.

Usai sepuluh jam lebih menempuh perjalanan darat menggunakan mobil pribadi, Prabu dan Alea tiba di rumah dinas yang akan mereka tempati bersama ke depan, walaupun bukan untuk selamanya. Dikarenakan jika Prabu mendapat tugas pindah atau mutasi dari pihak atasan, maka mereka tidak akan tinggal lagi di sana.

"Kita udah sampai," ucap Prabu. Namun, tak ada sahutan dari Alea yang duduk di sampingnya.

Prabu memberi kode pada supir pribadinya untuk mengeluarkan koper mereka dari bagasi mobil.

"Lea," sapa Prabu seraya mengelus pundak Alea.

"Astaghfirullah," sahut Alea refleks tersadar dari lamunan nya.

"Ehm, maaf Mas." Ucap Alea seraya jari-jemarinya menyeka sudut matanya yang basah. Ia tak mau Prabu melihatnya. Namun sayang, hal kecil itu tak luput dari mata elang Prabu.

"Kamu nangis?" desak Prabu bukan sebuah pertanyaan untuk Alea. Namun, pria ini seakan butuh penjelasan lebih. Sebab, Prabu perlahan mulai banyak belajar dari pernikahan sebelumnya bersama Kinan.

"Maaf, Mas. Aku nggak apa-apa kok,"

Kening Prabu mengernyit. Namun pada akhirnya ia tak memaksa Alea mengatakan lebih dari itu.

"Ayo turun, kita udah sampai."

Alea pun menganggukkan kepalanya kecil.

Suasana di perumahan dinas TNI AD tersebut tak ada penyambutan apapun karena hari sudah cukup larut. Hanya ada Bik Sari yang membantu Pak Cahyo mengangkat barang-barang pribadi kedua majikannya tersebut.

"Kenalkan ini Bik Sari. Dia yang nanti akan bantu-bantu kita di sini. Semoga kamu cocok sama Bik Sari," ucap Prabu seraya memperkenalkan sang pembantu pada Alea.

"Mari masuk Neng," sapa Bik Sari dengan ramah sekaligus mempersilahkan Alea masuk ke dalam rumah.

☘️☘️

Ketika berjalan memasuki rumah dinas milik Prabu, Alea menatapnya cukup serius. Bukan bermaksud negatif, hanya saja ia ingin lebih mengenal sosok Prabu dan selera suaminya itu.

Bik Sari kemudian meninggalkan kedua majikannya tersebut. Setelah ia memasukkan koper-koper ke dalam kamar utama, Bik Sari bergegas ke dapur untuk membuatkan minum.

Rumah dinas Prabu memiliki tiga kamar tidur yakni dua kamar utama dan satu kamar untuk pembantu. Ada ruang tamu, dapur, gudang kecil dan area belakang untuk tempat jemur serta cuci baju.

Pada dinding ruang tamu tampak foto keluarga Prabu yakni Ayah Hendra, Bunda Citra dan Prabu dalam satu bingkai. Ada juga di bingkai terpisah yakni foto Prabu dengan seragam TNI AD lengkap dengan atributnya yakni papan nama, tanda pangkat, brevet (tanda kemahiran/kualifikasi), lencana satuan, hingga tanda jabatan.

Ada juga bingkai lain yang berisi foto Ayah Hendra bersama seorang wanita. Keduanya tengah berfoto dalam kondisi berpakaian pengantin. Foto tersebut tampak jadul alias foto berusia cukup lama.

Pandangan Alea terhenti lama di sana. Ia melihat foto tersebut dengan seksama dan tampak serius.

Prabu dengan setia berdiri di samping Alea sembari ikut mengamati gerak-gerik istri barunya itu yang selalu membuat dirinya didera rasa penasaran. Ingin semakin mengenal lebih dalam pribadi dan karakter Alea.

"Apa ini foto ibu kandung Mas Prabu?" tanya Alea memberanikan diri seraya jarinya menunjuk bingkai foto yang dimaksud.

"Benar, itu ibuku. Namanya Rahayu," jawab Prabu. "Ibu meninggal tak lama setelah melahirkanku," sambungnya.

"Maaf, bukan maksudku_" Alea seketika tak enak hati karena mengungkit ibu kandung Prabu yang telah tiada.

"Tidak perlu minta maaf. Tak apa," potong Prabu dengan bijak dan paham maksud Alea.

"Mas Prabu apa sudah lama tinggal di sini?" tanya Alea yang kini didera ingin tau tentang suaminya itu.

Tanpa sadar pertanyaan Alea tersebut mampu terbaca jelas oleh Prabu yang notabene seorang komandan batalyon jabatannya saat ini.

Pertanyaan Alea bermakna tersirat, apakah Prabu dan Kinan juga pernah tinggal di rumah yang sama dengannya sekarang ini?

Bersambung...

🍁🍁🍁

Terpopuler

Comments

Nia nurhayati

Nia nurhayati

apa laki yang merudapaksa itu prabuu MBK firas

2026-08-06

1

Tuti Tyastuti

Tuti Tyastuti

𝘢𝘱𝘢 𝘭𝘢𝘬𝘪" 𝘺𝘨 𝘯𝘢𝘳𝘪𝘬 𝘢𝘭𝘦𝘢 𝘴𝘦𝘣𝘦𝘭𝘶𝘮 𝘯𝘢𝘪𝘬 𝘵𝘢𝘬𝘴𝘪 𝘪𝘵𝘶 𝘱𝘳𝘢𝘣𝘶🤔

2026-06-28

3

Rista Awwalina

Rista Awwalina

apa mungkin prabu?

2026-06-27

3

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Perjodohan
2 Bab 2 - Sah
3 Bab 3 - Serba Canggung
4 Bab 4 - Deep Talk
5 Bab 5 - Rumah Dinas
6 Bab 6 - Perihal Bulan Madu
7 Bab 7 - Grup WA
8 Bab 8 - Fakta Tersembunyi
9 Bab 9 - Satya Nugroho
10 Bab 10 - Bisik-Bisik
11 Bab 11 - Istri Komandan
12 Bab 12 - Ma_ti Lampu
13 Bab 13 - Trauma Masa Lalu Alea
14 Bab 14 - Kepergok
15 Bab 15 - Menemui Bunda Citra
16 Bab 16 - Apa Kinan Menghubungimu ?
17 Bab 17 - Sore Itu
18 Bab 18 - Minta Hadiah
19 Bab 19 - Langkah Awal Malam Ini
20 Bab 20 - Hidup Kembali
21 Bab 21 - Kedatangan Kinan
22 Bab 22 - Kinan vs Alea
23 Bab 23 - Perkara 'Makan'
24 Bab 24 - Bik Sari Memang TOP
25 Bab 25 - Apa Boleh Malam Ini ?
26 Bab 26 - Tak Bisa Tidur Nyenyak
27 Bab 27 - Pulau Macan Eco Lodge
28 Bab 28 - Jembatan Cinta Pulau Tidung
29 Bab 29 - Ikat Rambut
30 Bab 30 - Giat Ibu-Ibu Persit
31 Bab 31 - Enak atau Capek ?
32 Bab 32 - Undangan Kawan Lama
33 Bab 33 - Jadi Konten Kreator
34 Bab 34 - Terlambat Datang
35 Bab 35 - Memberantas Mantan
36 Bab 36 - Lagi Sensi
37 Bab 37 - Menyewa Detektif
38 Bab 38 - Hasil Tes DNA
39 Bab 39 - Beri Aku Petunjuk
40 Bab 40 - Bu Ratu
41 Bab 41 - Berbohong
42 Bab 42 - Jasad Amelia ??
43 Bab 43 - Tujuh Tahun yang Lalu
44 Bab 44 - Mencari Fakta
45 Bab 45 - Perubahan Sikap Alea
46 Bab 46 - Firasat Seorang Ibu
47 Bab 47 - Sadar dari Koma
48 Bab 48 - Alea Mendengar
49 Bab 49 - Kalang Kabut
50 Bab 50 - Kabar Kehamilan
51 Bab 51 - Syarat dari Alea
52 Bab 52 - Badai Rumah Tangga
53 Bab 53 - Perhatian dari Bunda Citra
54 Bab 54 - Pulang Kampung ke Malang
55 Bab 55 - Joging Bersama Ayah Mertua
56 Bab 56 - Siapa yang Meneror?
57 Bab 57 - 100 Miliar
58 Bab 58 - Kenapa Mas Bentak Aku ?
59 Bab 59 - Prabu Pamit
60 Bab 60 - Ayah Hendra dan Bunda Citra
61 Bab 61 - Hubungan Ayah dan Anak
62 Bab 62 - Manuver Mantan Istri
63 Bab 63 - Pergi ke Klinik Hewan
64 Bab 64 - Hubungan Dokter Gunawan dan Kinan (Masa Lalu)
65 Bab 65 - Dugaan Satya
66 Bab 66 - Empat Bulanan
67 Bab 67 - Alea Bertemu Kinan
68 Bab 68 - Ancaman Kinan
69 Bab 69 - Misi Papa Bayu
Episodes

Updated 69 Episodes

1
Bab 1 - Perjodohan
2
Bab 2 - Sah
3
Bab 3 - Serba Canggung
4
Bab 4 - Deep Talk
5
Bab 5 - Rumah Dinas
6
Bab 6 - Perihal Bulan Madu
7
Bab 7 - Grup WA
8
Bab 8 - Fakta Tersembunyi
9
Bab 9 - Satya Nugroho
10
Bab 10 - Bisik-Bisik
11
Bab 11 - Istri Komandan
12
Bab 12 - Ma_ti Lampu
13
Bab 13 - Trauma Masa Lalu Alea
14
Bab 14 - Kepergok
15
Bab 15 - Menemui Bunda Citra
16
Bab 16 - Apa Kinan Menghubungimu ?
17
Bab 17 - Sore Itu
18
Bab 18 - Minta Hadiah
19
Bab 19 - Langkah Awal Malam Ini
20
Bab 20 - Hidup Kembali
21
Bab 21 - Kedatangan Kinan
22
Bab 22 - Kinan vs Alea
23
Bab 23 - Perkara 'Makan'
24
Bab 24 - Bik Sari Memang TOP
25
Bab 25 - Apa Boleh Malam Ini ?
26
Bab 26 - Tak Bisa Tidur Nyenyak
27
Bab 27 - Pulau Macan Eco Lodge
28
Bab 28 - Jembatan Cinta Pulau Tidung
29
Bab 29 - Ikat Rambut
30
Bab 30 - Giat Ibu-Ibu Persit
31
Bab 31 - Enak atau Capek ?
32
Bab 32 - Undangan Kawan Lama
33
Bab 33 - Jadi Konten Kreator
34
Bab 34 - Terlambat Datang
35
Bab 35 - Memberantas Mantan
36
Bab 36 - Lagi Sensi
37
Bab 37 - Menyewa Detektif
38
Bab 38 - Hasil Tes DNA
39
Bab 39 - Beri Aku Petunjuk
40
Bab 40 - Bu Ratu
41
Bab 41 - Berbohong
42
Bab 42 - Jasad Amelia ??
43
Bab 43 - Tujuh Tahun yang Lalu
44
Bab 44 - Mencari Fakta
45
Bab 45 - Perubahan Sikap Alea
46
Bab 46 - Firasat Seorang Ibu
47
Bab 47 - Sadar dari Koma
48
Bab 48 - Alea Mendengar
49
Bab 49 - Kalang Kabut
50
Bab 50 - Kabar Kehamilan
51
Bab 51 - Syarat dari Alea
52
Bab 52 - Badai Rumah Tangga
53
Bab 53 - Perhatian dari Bunda Citra
54
Bab 54 - Pulang Kampung ke Malang
55
Bab 55 - Joging Bersama Ayah Mertua
56
Bab 56 - Siapa yang Meneror?
57
Bab 57 - 100 Miliar
58
Bab 58 - Kenapa Mas Bentak Aku ?
59
Bab 59 - Prabu Pamit
60
Bab 60 - Ayah Hendra dan Bunda Citra
61
Bab 61 - Hubungan Ayah dan Anak
62
Bab 62 - Manuver Mantan Istri
63
Bab 63 - Pergi ke Klinik Hewan
64
Bab 64 - Hubungan Dokter Gunawan dan Kinan (Masa Lalu)
65
Bab 65 - Dugaan Satya
66
Bab 66 - Empat Bulanan
67
Bab 67 - Alea Bertemu Kinan
68
Bab 68 - Ancaman Kinan
69
Bab 69 - Misi Papa Bayu

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!